
Risa terbangun di pagi hari dengan selimut yang sudah menutupi sebagain tubuhnya, Ia mengerjap heran sebab semalam dirinya tidak memakai selimut itu. Risa kemudian mengedarkan pandangannya dan mendapati Belmira yang masih telelap. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tujuh pagi Risa pun bangkit dan membuka tirai jendela membiarkan bias sinar matahari memasuki ruangan itu, kemudian ia beralih menghampiri Belmira mengecek keadaannya yang kian membaik namun sayangnya sampai hari ini anaknya belum juga datang, Sementara itu malam ini Risa sudah harus kembali bertugas.
Bagaimana pun juga Risa harus bersiap-siap walaupun berat rasanya meninggalkan Belmira sendirian di rumah sakit ini, tapi tugas tetaplah tugas dan Risa tidak boleh memeninggalkan pekerjaannya itu. Risa beranjak ke kamar kecil untuk mencuci wajahnya tak lama setelah itu ketika Risa keluar, Tampaknya sosok Karin dan Juan baru saja datang untuk menengok Belmira sekaligus memberitahu Belmira bahwa putranya sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah semalam berangkat dari Brazil.
Mendengar hal itu Risa menjadi lega dan dapat meninggalkan Belmira dengan perasaan tenang, Sebelum benar-benar meninggalkan Belmira, Risa meminta Juan untuk mengajarkannya bahasa Portugis ' Semoga kau sehat selalu dan tetap di beri kebahagiaan selamanya, tutur Risa dan di terjemahan oleh Juan ke dalam bahasa Portugis.
" desejo-lhe sempre saudável e feliz para sempre " Ucap Risa mengulang apa yang di ucapkan Juan barusan, Belmira tersenyum mendengar nya dan meraih Risa ke dalam pelukannya.
" Obrigado filho " Balas Belmira yang di mana artinya adalah dia berterima kasih banyak kepada pertolongan Risa selama ini.
Belmira melepas pelukan Risa kemudian beralih memeluk Juan, Ia juga mengucapkan terima kasihnya karena telah berusaha menghubungi putranya untuk segera datang. Juan membalas pelukan Belmira seraya mengucapkan kalimat yang lembut.
" Risa, kau bisa kembali ke hotel untuk berkemas-kemas. " Sahut Karin menatapnya tajam.
" Kemarin saat pulang ke hotel aku sudah mengambil semua barangku jadi aku bisa langsung berangkat dari sini, Lagi pula aku akan menunggu putra nenek ini sampai dia datang baru aku bisa pergi dengan tenang. " Jawab Risa yang membuat Juan tak menyangka kalau wanita itu benar-benar memiliki rasa peduli yang tinggi.
" Baiklah kalau begitu, Ayo Juan kita harus pergi. " Ajak Karin menggandeng tangan Juan dan mengajaknya untuk segera meninggalkan ruangan itu.
Juan hanya dapat melihat Risa yang kembali duduk di sebelah Belmira dengan tatapan nanar, Sementara itu Karin terlihat bersih keras untuk menjauhkan Juan dari mereka dan anehnya Juan tetap pasrah ketika wanita itu mengajaknya pergi.
Pukul dua siang lewat empat puluh menit, Waktu berjalan cukup cepat dan sampai saat ini Risa masih menunggu kedatangan putra dari Belmira nampaknya sampai sekarang dia belum juga datang sehingga membuat Risa sangat khawatir belum lagi penerbangan di percepat pukul enam sore ini. Melihat Belmira yang juga menunggu dengan cemas membuat Risa merasa kasihan dan menghampiri nenek itu sembari mengusap tangannya dengan lembut.
" Jangan khawatir nek, aku yakin putra mu akan segera datang. " Ucap Risa menatap Belmira dengan lembut.
Belmira tersenyum kearahnya dan membelai kepala Risa dengan pelan sembari mengatakan kalimat yang tidak di pahami oleh Risa, namun Risa mencoba tetap merespon nya dengan baik. Dering ponsel Risa baru saja membuat nya menoleh dan mendapat panggilan dari Maya yang membuatnya langsung menjawab panggilan tersebut.
" Ris kamu di mana? Kita harus stand bye di bandara dua jam lagi. " Ucap Maya di seberang sana
" Tapi Nenek ini belum bertemu dengan putranya, Aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. " Jawab Risa mencoba untuk menjauh dari Belmira
" Iya aku tahu tapi kamu kan bukan siapa-siapa nya dia, tinggalin aja bukannya Capt Juan bilang kalau putranya sedang menuju rumah sakit?. "
" Tapi sampai sekarang dia belum datang, Aku kasihan sama neneknya May. "
" Ya udah nanti aku kasih tahu ke Kapten Zain siapa tau dia punya solusi untuk masalah ini. " Ujar Juan membuat Risa merasa lebih baik sekarang
Panggilan berakhir dengan cepat, Risa berbalik menatap Belmira dengan senyuman manis kemudian menghampirinya lagi. Risa berharap putra Belmira segera datang sebelum keberangkatannya tiba paling tidak ada yang dapat menjaganya dengan baik.