My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
56



Direktur utama tampak bingung dan terlihat duduk termenung di ruang keluarga, Istrinya hanya dapat diam seribu bahasa sebab ia belum mengetahui apa-apa sama sekali, Rama pun tak ingin banyak bicara dan beberapa saat kemudian pria itu bangkit dan pergi meninggalkan tempat itu membuat kedua orang tuanya bertanya mau kemana dia dan Rama menjawab ingin mengantar kekasihnya pulang. Setibanya di luar, Rama bertemu dengan Celine kemudian menarik tangannya dengan lembut menuju mobil, Celine saat itu hanya dapat patuh dan mengikuti langkah Rama yang perlahan cepat seketika melambat saat mereka tiba di mobil.


" Apa yang sudah terjadi.? " Tanya Celine hati-hati


" Kakakku akan mencari bukti kalau pelakunya adalah aku. " Jawab Rama pelan, Celine cukup kaget mendengarnya ia menarik lengan Rama untuk menatap matanya.


" Bagaimana jika kakakmu mengetahui semuanya, aku tidak mau kita berdua dalam masalah." Ucap Celine pada Rama yang saat ini terlihat bingung setengah mati


" Aku juga tidak tahu harus berbuat apa, melihatnya sangat sungguh-sungguh membuatku takut, aku pertama kali melihat Dimas seperti itu. " Balas Rama sambil memegang kepalanya yang mulai pusing mencari cara


" Saat kau melukai Risa apa kau yakin tidak ada yang melihatmu.? "


" Sebenarnya ada satu orang yang saat itu meneriaki ku tapi aku yakin dia tidak melihat wajahku, Selain itu ku rasa tidak ada bukti lain. "


" ku harap seperti itu, aku sangat takut. " Ucap Celine dan membuat Rama datang menghampiri kemudian mendekapnya dengan penuh kelembutan, ia berjanji kepada Celine kalau kejahatan nya tidak akan terungkap apa lagi sampai membawanya ke dalam masalah besar seperti ini.


\*


Risa menatap dirinya di pantulan cermin dengan wajah cemas lantaran lebam pada wajahnya masih berbekas, ia khawatir jika Lebam ini masih berbekas saat Juan kembali nanti, Ia pun mendengus kesal sambil meletakkan cermin itu di atas meja samping tempat tidur kemudian pandangannya teralih pada layar televisi yang menayangkan salah satu berita terkini, Sabrina yang memegang alih remote mengganti siarannya secara tiba-tiba namun Risa tiba-tiba menyuruhnya untuk kembali ke siaran sebelumnya.


Sabrina dengan pasrah menuruti permintaan Risa dan kini kedua wanita itu menyaksikan salah satu berita yang membuat mereka membelalak kaget, Risa bahkan menatap Sabrina tak percaya begitu pun sebaliknya. Pasalnya dalam berita tersebut telah memberitakan bahwa Dimas baru saja melaporkan kepada kepolisian bahwa adiknya telah melakukan kekerasan serta pelecehan seksual pada salah seorang pramugari, Tidak ada keterangan tentang nama pramugari itu namun semua orang di penerbangan tentu tahu bahwa pramugari yang di maksud adalah Risa. Berita ini baru keluar hari ini yang di mana Dimas telah melaporkan adiknya sendiri pagi ini, Tinggal menunggu waktu saja seseorang dari kepolisian datang untuk mengintrogasi Risa seputar kejadian ini.


" Pak Dimas benar-benar tidak pandang bulu, ku pikir dia tidak akan bertindak sampai sejauh ini. " Ucap Sabrina tak percaya


Bagai pucuk di Cinta ulam pun tiba, Pintu baru saja di ketuk sebanyak tiga kali dan membuat Sabrina yang dengan sigap membukakan pintu, Dua orang pria besar yang cukup sangar lengkap dengan jaket kulit berwarna hitam lantas menanyakan apakah benar itu adalah kamar Risa atau bukan, dan Sabrina menjawabnya dengan mengangguk pelan sembari mempersilahkan mereka untuk masuk. Melihat kedua pria itu masuk, Risa terlihat ketakutan ia bahkan kesulitan menelan ludah, Dimas benar-benar berhasil membuatnya sulit berpikir jernih.


" Apa benar anda adalah saudari Arisa Naomi seorang pramugari yang telah di laporkan sebagai korban tindak kejahatan dan pelecehan dari pelaku Rama Michael. ? " Tanya pria berkumis tebal kepada Risa


" Benar pak. " Balas nya pelan dan terdengar sangat gugup


" Kami dari kepolisian dan di berikan tugas untuk mengintrogasi anda perihal laporan yang baru saja masuk, Maaf sebelumnya jika kami datang secara tiba-tiba dengan kondisi anda yang seperti ini. "


" Tidak apa-apa pak, saya bersedia kok memberikan keterangan. " Balas Risa kemudian


Sabrina di minta untuk keluar karena ini menyangkut soal data pribadi korban dengan kepolisian meskipun Sabrina tahu segalanya ia tidak boleh ikut campur kecuali dia adalah saksi yang melihat kejadian itu berlangsung. Di dalam, Risa dan kedua polisi itu mulai melangsungkan introgasi mereka, setiap pertanyaan yang di lontarkan oleh polisi selalu di jawab Risa sesuai fakta yang ada, ketika semua pertanyaan telah di lontarkan dan Risa pun menjawabnya tanpa beban, Polisi meminta barang bukti yang di miliki Risa meskipun itu hanya sebuah sidik jari pelaku yang memungkinkan tinggal di pakaiannya.


Risa terlihat memikirkan apakah Rama telah memegang sesuatu sebelum memulainya, dan ia ingat saat Rama menarik kerahnya saat itu kalung liontin pemberian nenek Juan tak sengaja di pegang oleh Rama, Risa mengambil kalung yang sebelumnya ia simpan di laci meja dan menyerahkannya kepada polisi. Dari kalung itu mereka akan mengindentifikasi apakah benar terdapat sidik jari Rama di sana atau tidak, Sebelum mereka pergi, Risa berkata Rama sempat memotretnya dan di kirim kepada pacarnya yang bernama Celine, Risa berharap foto itu masih ada dan dengan begitu bukti atas kejahatan Rama akan terungkap.


Pintu terkuak dan membuat Sabrina tercekat kaget, Ia mengucapkan terima kasih kepada kedua polisi itu dan bergegas masuk ke dalam menemui Risa. Ia menanyakan apa saja yang Risa katakan pada mereka dan Risa hanya dapat bungkam untuk saat ini, ia bingung dan juga takut, entah apa yang membuatnya tiba-tiba merasakan hal ini padahal sebelumnya ia dengan berani akan menguak kejahatan Rama tapi kenapa sekarang terasa seperti beban, apa karena Dimas ikut campur dalam urusan ini atau apalah itu yang membuat Risa benar-benar bingung.


\*


Seluruh orang-orang yang bekerja di perusahaan penerbangan telah mengetahui berita itu dan saat ini menjadi perbincangan hangat oleh mereka, Tak sedikit yang memuji keberanian Dimas karena telah memberantas kejahatan meskipun pelakunya adalah keluarganya sendiri namun ada juga orang-orang yang beranggapan buruk sebab mereka tahu kalau sebelumnya Dimas dan Risa pernah dekat, Hal ini tentu membuat Tania istri Dimas di buat kesal, keluarga Dimas pun demikian saat ini mereka berada di kantor polisi menunggu hasil interogasi Rama selesai, Dimas tak ada di sana sebab ia pergi mencari bukti lain.


Dua orang polisi yang pergi menginterogasi Risa telah kembali, mereka telah menyerahkan barang bukti untuk di identifikasi tak hanya itu Celine pun datang ke kantor polisi setelah mendapat panggilan yang sama dengan Rama, alangkah terkejutnya Rama ketika kekasihnya berada di ruangan yang sama dengannya, ia menatap Celine tak percaya dan menanyakan bagaimana ia bisa berada di sini, Celine tak bisa berkata apa-apa dan hanya dapat menunduk saat di tanya.


Seorang detektif yang menginterogasi mereka berdua baru saja di berikan ponsel oleh seorang polisi yang sebelumnya mengantar Celine masuk, Rama tampak kebingungan dan melihat ponsel yang di pegang oleh detektif itu sama persis dengan milik Celine, ia pun curiga kalau Celine dengan pasrah nya menyerahkan ponsel itu di mana begitu banyak bukti yang ada di dalam sana, Untuk menutupi wajah khawatirnya Rama hanya dapat tertunduk berharap Celine telah menghapus bukti-bukti yang ada.


" Hmm.. Sepertinya memang tidak ada bukti, kenapa juga mereka memberikan ponsel ini padaku. " Gumam detektif itu membuat Rama kembali dapat bernafas lega


" Benar pak. " Balasnya pelan


" Apa kau tahu kalau pacarmu ini telah melakukan kejahatan. "


Celine mendongak menatap detektif itu dengan tatapan tajam yang sebelumnya terlihat sendu.


" Pacar saya tidak pernah melakukan kejahatan apapun, dia orang baik yang saya kenal sejauh ini. " jawabnya mantap


" Apa kau yakin? Kalau kau ketahuan berbohong maka kau akan di nyatakan sebagai tersangka juga karena telah menutupi kejahatan seseorang. " wajah Celine mendadak berubah kembali, ia melirik Rama yang sejak tadi menatapnya dengan tulus, kemudian ia kembali melirik detektif itu sambil mengangguk yakin.


" Untuk saat ini kalian boleh pergi tapi kalian tidak dapat bepergian keluar kota sampai hasil sidik jari keluar, korban telah memberikan bukti berupa kalung liontin di mana pelaku sebelumnya telah menyentuh barang itu, jika hasil nya keluar maka kami akan menahan saudara Rama di penjara. "


\*


Tiga jam yang lalu...


Dimas baru saja tiba di rumah orang tuanya setelah sebelumnya ke kantor polisi untuk melaporkan kasus itu, Saat ini rumah sudah sepi karena mereka pergi ke kantor polisi untuk menunggu Rama di interogasi, Dimas pun langsung menuju kamar Rama dengan cepat, di sana ia mencari bukti berharap kasus ini segera di selesaikan agar tak ada yang salah paham lagi. Setelah mencari kebeberapa tempat di sudut kamar itu, Dimas tak berhasil menemukan apapun ia hampir menyerah namun ketika ia melewati sebuah lemari pakaian dan dengan instingnya yang besar Dimas berhasil menemukan sebuah ponsel yang baru saja ia lihat, setahu Dimas adiknya tidak pernah memakai ponsel dengan merk itu dan setelah di aktifkan rupanya ponsel itu memiliki password sehingga ia tak bisa membukanya.


Dimas tak mau menyerah sampai di situ, ia pun bergegas meninggalkan rumah itu menuju suatu tempat, saat ini ia benar-benar di rasuki rasa ambisi dan ingin secepatnya terbukti bahwa adiknya memang bersalah. Saat ini Dimas sudah tiba di salah satu pusat ponsel di mana Dimas ingin meminta bantuan orang dalam untuk membuka password ponsel Rama, setelah di ponsel itu di serahkan Dimas harus menunggu sekitar beberapa menit agar ponsel itu dapat terbuka.


Saat Dimas menunggu sampai ponsel itu selesai di tangani tiba-tiba saja seseorang menelpon, Ia melirik nama Sabrina di sana dan saat itu juga Dimas tahu kalau si penelpon adalah Risa di mana saat ini ia telah menyelesaikan interogasi nya dengan pihak kepolisian. Dimas menjawab panggilan itu, alih-alih mendapat marah dari Risa atas tindakannya yang secara tiba-tiba sebaliknya Risa mengucap maaf dan terima kasih karena telah mempercayainya. Dimas tersenyum senang dan berkata bahwa semua ini akan berakhir sebab bukti sebenarnya sedang di tangani oleh Dimas, sekali lagi Dimas memberitahu Risa bahwa alasannya membantu Risa tak lain hanya untuk meminta maaf dan menjadikan alasan ini sebagai rasa bersalahnya karena sebelumnya telah memisahkan Risa dan Juan, Dimas benar-benar merasa bersalah dan dengan ini semua lah tebusan atas kebodohan yang pernah di buatnya.


" Kau benar-benar akan menyerah kan, tidak seperti waktu itu lagi kan.? " Sahut Risa tampak masih meragukan ketulusan Dimas


" Kau tenang saja, setelah ini aku akan berhenti menjadi direktur pelayanan dan akan pindah keluar negeri bersama Tania, aku ingin memulai kehidupan baru di sana. " Ucap Dimas seakan tak ada keraguan dalam ucapannya barusan


" Aku senang mendengarnya, ku harap kau bisa bahagia bersama Tania. " Lanjut Risa kemudian


Setelah mereka mengakhiri panggilannya, pemilik toko memanggil Dimas setelah ponsel nya selesai di tangani, Dimas pun membayar tagihannya dan segera kembali ke mobilnya, Di sana ia mulai membuka ponsel Rama dan mendapat layar ponsel Rama dengan wallpaper foto wanita yang di temui Dimas saat melabrak Rama tempo hari, sejenak Dimas mulai terbayang-bayang akan wajah wanita itu dan ia pun terkejut saat mengetahui bahwa wanita itu adalah mantan FA 1 yang pernah menuduh Risa pencuri dan tak lama setelah itu ia memecatnya, ia tak menyangka kalau semua ini terlihat seperti sebuah konspirasi, tak heran mengapa mereka menjahati Risa.


Dimas mulai mengecek isi pesan mereka berdua dan benar saja ia menemukan semua bukti kejahatan itu, bahkan Dimas juga menemukan bukti kerja sama mereka saat merekam video kontroversi Risa di lavatory waktu itu, selanjutnya Dimas menemukan sebuah foto yang membuatnya tak bisa berkata-kata lagi, foto itu memperlihatkan Risa dengan wajah lebam yang cukup parah, sekarang Dimas tahu kalau adiknya benar-benar bukan seorang manusia, ia tak menyangka kalau adiknya sejahat ini pada seorang wanita, dan Dimas tak merasa menyesal barang sedikitpun telah melaporkan adiknya ke polisi.


Ponsel Dimas tiba-tiba berdering cukup nyaring membuat pria itu menjawabnya dengan cepat, si penelpon adalah detektif yang telah selesai menginterogasi Rama dan Celine, ia pun melaporkan ke Dimas bahwa keduanya telah meninggalkan kantor polisi dan menunggu panggilan kedua setelah hasil laboratorium keluar, Dimas meminta mereka untuk menangkap keduanya lagi sebab ia akan segera ke kantor polisi membawa bukti nyata. Setelah itu, Dimas menyalahkan mesin mobilnya dan melaju dengan cepat menuju kantor polisi dengan mata yang seakan berapi-api.


.


.


.


.


.


Jangan lupa di like yah bagi yang belum like, Kalian juga harus mampir di karyaku yang lain yah :)


Ada Stay With Me yang udah tamat dan masih banyak lagi, silahkan langsung di kepoin aja guys