My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
93



Melihat kedua orang tua Risa yang sudah berdiri meninggalkan ruang tamu itu artinya percakapan antara Diana dana mereka telah berakhir, Setelah menghabiskan waktu selama tiga puluh menit mereka menyudahi percakapan mereka yang entah pembahasan apa saja yang mereka lontarkan. Risa dan Juan menuruni anak tangga bersama-sama membuat papanya menatap mereka berdua dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Juan ikut aku. " Ucap Papa mertua dan segera membuat Juan mengikuti langkah kaki pria itu menuju halaman belakang


Risa sendiri menghampiri Mama dan Diana dengan rasa penasaran yang tinggi, Untuk apa lagi papa nya mengajak Juan untuk bicara berdua, Bahkan Mamanya dan Diana tidak menjelaskan apapun terkait pembahasan mereka tadi. Cindy baru saja keluar dari kamarnya dan mendapati ketiga wanita itu memandangnya dengan wajah tak suka, Ia pun hanya membalasnya dengan tatapan sinis kemudian berjalan menuju dapur untuk mengambil air.


Di halaman belakang, Papa Risa dan Juan saling duduk berhadapan dengan suasana yang cukup tengang, Juan menelan ludahnya susah payah kemudian memberanikan diri menatap Papa mertuanya dengan penuh cemas.


" Kau tahu kan kalau Risa adalah Putri semata wayang kami yang sangat berharga, aku menitipkannya padamu untukmu dapat melanjutkan tugasku membahagiakannya tapi kenapa kau dengan tega melakukan ini padanya, "


" Itu.. " belum sempat Juan menjawab papa Risa kembali bicara seakan tak memberikannya kesempatan untuk menjawab


" Sepertinya Risa sudah sangat mencintaimu, dia bahkan rela di madu seperti ini, Sebagai orang tuanya aku ingin putriku tetap bersamamu tapi dengan satu syarat. " Lanjutnya seketika membuat harapan Juan kembali bersinar


" Jangan buat dia menangis lagi, kalau sampai Risa meminta untuk pulang ke Indonesia karena ulah mu lagi maka siap-siap untuk menandatangani surat perceraian. " Ancam Papa Risa tegas


" Aku berjanji pah, aku berjanji akan membahagiakan Risa, aku tidak akan pernah membuatnya terluka lagi…terima kasih pah karena telah mempercayakan Risa kembali..terima kasih." Juan mencium tangan Papa mertuanya dengan tulus, Papa Risa pun mengelus kepala Juan layaknya seorang putra sendiri, amarahnya yang sempat memuncak seketika surut setelah mengobrol dengan Diana.


💮


Juan mengucapkan terima kasihnya yang besar untuk Diana karena telah menolong hubungannya dengan Risa, Juan tak tahu apa saja yang Diana katakan tadi namun Juan tidak memikirkannya lagi yang terpenting saat ini dia dan Risa sudah dapat kembali bersama. Malam ini pun kedua orang tua Risa harus berkemas-kemas untuk kepulangan mereka yang lebih awal, pasalnya Papa Risa mendapat panggilan kerja darurat yang menyuruhnya untuk segera kembali besok pagi.


Risa dan Juan membantu mereka dalam merapihkan barang-barang untuk di bawa pulang, tiba-tiba saja Juan teringat untuk membelikan oleh-oleh pada mereka, selama keduanya tiba di Brazil mereka bahkan tak sempat jalan-jalan atau bahkan membeli pernak-pernik khas Brazil karena masalah itu, Juan pun mengajak Risa untuk keluar mencarinya sekaligus menikmati waktu luang mereka yang sudah lama tidak pernah di lakukan.


Malam yang sejuk untuk sekedar berjalan-jalan mencari oleh-oleh untuk di bawa pulang ke Indonesia, Risa dan Juan tiba di salah satu pusat perbelanjaan yang menyediakan berbagai macam oleh-oleh mulai dari pakaian, aksesoris, Coklat hingga pernak-pernik lainnya. Semenjak hampir lima bulan Risa tidak melakukan hal ini bersama Juan, meskipun sedang hamil ia tak merasakan lelah sama sekali, bahkan Juan selalu mengingatkannya untuk mengatakan kalau dirinya lelah agar mereka bisa istirahat sejenak namun Risa tetap ingin berjalan kaki mencari oleh-oleh.


Keduanya tiba di salah satu toko yang menyediakan barang-barang seperti gantungan kunci, kipas, keramik dan lain-lain, Karena Mama Risa sangat senang mengoleksi keramik-keramik ia pun meminta Juan untuk memberikan mereka itu saja sementara Papa Risa akan mendapat miniatur beruang grizzly yang memegang ikan salmon besar, Setelah mereka mendapat pernak-pernik untuk kedua orang tua mereka, Tiba saatnya untuk membelikan para tetangga mereka, Risa tahu kalau Mamanya pasti akan merasa malu jika kembali tanpa oleh-oleh untuk para tetangga sehingga Risa memilih kaos khas Brazil sebanyak para tetangga yang sering main ke rumahnya.


Setelah semua beres, Juan mengangkat semua barang-barang itu dan menyimpannya di bagasi mobil, Selanjutnya ia ingin mengajak Risa untuk menikmati jajanan malam dan memuaskan waktu kencan mereka. Di sepanjang jalan terdapat berbagai macam jajanan yang menarik untuk di coba yaitu Acaraje. Acareje adalah jenis gorengan yang mempunyai bentuk mini yang bentuknya hampir sama dengan kroket yang mana dibuat dari kacang Tolo yang dilumatkan dan dicampur dengan minyak sayur dan juga pasta bawang Bombay.


" Por favor aproveite ( Silahkan di nikmati.) " Ucap pedagangnya


" Obrigado ( Terima kasih. ) " Balas Risa menerima sebungkus Acareje itu dan Juan yang langsung membayarnya


Mereka kembali berjalan menikmati keindahan kota Sao Bernardo di malam hari, Sesekali Risa menyuapi Juan jajanan yang mereka beli barusan sambil tertawa girang. Rasanya jika mereka hanya berdua seperti ini kebahagiaan yang sebenarnya telah tercipta, mereka lupa dengan segalanya dan hanya fokus pada waktu itu saja, beda halnya ketika mereka pulang nanti di mana masalah selalu datang, Cindy benar-benar sebuah toxic di kehidupan mereka saat ini.



Pagi keesokan harinya, Juan dan Risa mengantar kedua orang tua mereka ke bandara, Sekitar pukul delapan mereka tiba dan saling berpelukan di pintu keberangkatan, Papa Risa kembali berpesan pada Juan untuk tidak merusak kepercayaannya lagi dan Juan dengan sangat percaya diri menjawab bahwa dirinya akan memegang teguh perjanjian tersebut sampai kapan pun.


" Jaga diri kalian baik-baik yah, mama dan papa akan datang lagi jika waktu melahirkan mu sudah dekat. " Ucap beliau sambil mengelus perut buncit Risa


" Tidak perlu ma, biarkan kami saja yang datang, kalian tidak perlu repot-repot datang kalau kita bisa datang menemui kalian. " sahut Juan di sambut tawa kecil dari kedua orang tua Risa


Pertemuan mereka cuma sampai di situ saja, Keduanya segera memasuki bandara dengan melambaikan tangan pada Juan dan Risa, Setelah mereka sudah benar-benar masuk tiba saatnya Juan dan Risa kembali ke rumah, namun saat mereka hendak meninggalkan bandara tanpa sengaja Juan melihat sosok pria yang tak asing baru saja pergi dengan menaiki taksi, Risa menegur sikap Juan yang tiba-tiba seperti itu dan membuatnya sadar sehingga dengan cepat memasuki mobilnya.


" Sepertinya aku salah lihat. " Ucap Juan dalam benak


" Sebelum pulang kita singgah di supermarket dulu yah, tiba-tiba saja aku ingin makan olahan pasta keju." Ucap Risa saat Juan telah meninggalkan parkiran


" Siap ibu bos. " Jawab Juan siap sedia



Suara bel rumah baru saja membuat Cindy terbangun dan segera bangkit dari tempat tidurnya, Ia melihat situasi rumah yang sepi dan ia baru sadar kalau Juan dan Risa sedang keluar mengantar orang tua Risa ke bandara, Asisten rumah tangga pun entah ada di mana sehingga terpaksa Cindy harus membuka pintu melihat siapa yang datang. Alangkah terkejutnya Cindy ketika melihat kedua orang tuanya datang tanpa memberinya kabar, Sebelumnya Cindy pernah meminta mereka untuk mengirimkan dokumen untuk pernikahan nya dengan Juan dan saat itu Cindy mengirimkan alamat Juan sehingga mereka datang dan langsung ke rumah itu.


Untungnya Juan dan Risa sedang keluar sehingga ia bisa menyambut mereka saat itu, Kedua orang tua Cindy masuk dan melihat-lihat rumah itu dengan tatapan yang aneh, untungnya foto pernikahan Risa dan Juan sudah di pindahkan sehingga mereka tidak akan curiga dengan rahasia yang Cindy sembunyikan dari kedua orang tuanya. Selagi orang tuanya melihat-lihat keadaan rumah, Cindy dengan cepat menghubungi Juan untuk tidak pulang dulu, namun sayangnya Juan tidak membawa ponsel sehingga tidak bisa menjawab telepon Cindy, berikutnya Cindy mencoba menelpon Risa namun wanita itu tidak menjawab panggilannya.


" Bisa gawat kalau mereka datang. " benak Cindy mencoba memikirkan cara lain


Saat kedua orang tuanya hendak menaiki anak tangga untuk mengecek lantai dua, Cindy pun dengan cepat melarang mereka karena suatu alasan dan hanya boleh membiarkan mereka melihat-lihat keadaan rumah di lantai satu saja. Untuk menghilangkan keterangannya, Cindy beralih ke dapur untuk membuatkannya minuman.


" Tubuh mu sangat kurus padahal kamu sedang hamil, kau tidak makan dengan benar ya?" tegur Ibunya


" Aku kan memang seperti ini bu, Walaupun sedang hamil tapi aku tidak terlihat gemuk, benarkan." Jawabnya dengan senyuman


" Ibu penasaran dengan suami mu, kapan dia pulang.? " Tanyanya lagi


" Dia sedang keluar belanja bahan makanan mungkin sebentar lagi pulang. " jawabnya asal


" Dia siapa Cindy.? " Cindy menoleh saat ayahnya menunjuk seorang wanita yang baru saja datang dengan dengan wajah keheranan melihat orang tua Cindy


" Risa. " benak Cindy terkaget-kaget


" Risa, por favor, não diga a eles se você usava Juan também, minha mãe tem um coração, eu não quero que a doença recaída, peço-lhe. ( Risa, tolong jangan beritahu mereka kalau kau istri Juan juga, Ibuku mengidap jantung , aku tidak ingin penyakitnya kambuh, aku mohon padamu.)" lontar Cindy denga sangat


Risa terdiam sejenak saat Cindy memintanya untuk bungkam sementara sebelumnya ia sudah membuat kedua orang tuanya tahu soal masalah ini, Risa tak ingin menjawabnya dan bergegas menaiki anak tangga, Sementara itu Juan terlihat kebingungan dengan situasi yang ada, ia tak tahu harus berbuat apa di lain sisi ia tak ingin Risa sampai marah dan di satu sisi ia tak ingin kedua orang tua Cindy sampai kenapa-napa jika ia memberitahu semuanya.


" wanita tadi adalah adik suamiku bu, Dia memang memiliki sifat seperti itu pada orang baru." Sahut Cindy yang mulai bertindak sendiri


" Cindy, kau benar-benar…" batin Juan sangat kesal


" Jadi ini suami kamu, Tampannya. " Puji Ibu Cindy menyentuh pipi Juan dan memperhatikan wajah Juan dengan lekat


Risa yang masih berada di anak tangga menyaksikan momen itu dengan tangan yang di kepal kuat-kuat, Ingin rasanya membalaskan dendam atas apa yang sebelumnya di perbuat Cindy, namun sayangnya Risa masih memiliki hati melihat kedua orang tua Cindy yang sudah sangat tua bahkan usianya sangat jauh berbeda dari kedua orang tua Risa, hal ini membuat Risa tidak bisa balas dendam namun ia juga tidak bisa mengaku sebagai orang lain selain istri sah Juan.



Risa bergeming saat mendengar pintu kamarnya terbuka, Juan datang dan mendekapnya dari belakang seraya meminta maaf karena mengikuti sandiwara yang di buat oleh Cindy untuk menghargai penyakit orang tuanya, Risa tidak banyak bicara dan wajahnya terlihat di tekuk kesal. Juan meliriknya dari pantulan cermin kemudian mengecup kepala Risa dengan lembut, ia duduk di atas tempat tidur dan membalikkan tubuh Risa ke hadapannya.


" Besok pagi aku harus bertugas, dan sekiranya akan memakan waktu tiga hari lamanya aku baru bisa kembali, kau bisa kan tinggal bersama Cindy dan orang tuanya." Ucap Juan sambil menggenggam erat kedua tangan Risa


" Aku tidak mau, aku ingin ke rumah tante mu saja, mana mungkin aku tinggal di sini sama mereka. " Balasnya sambil cemberut


" Baiklah kalau itu mau mu, satu jam sebelum berangkat kerja aku akan mengantar mu ke sana maka dari itu jangan pasang wajah sedih seperti ini, kau tidak perlu memikirkan ucapan Cindy... Kalau kau tidak mau bicara pada kedua orang tuanya tidak apa-apa, kau memang wanita yang baik hati, Kita harus menjaga rahasia ini dari mereka,oke."


" Malam ini kau akan tidur denganku kan.? "


" Tentu saja aku akan tidur denganmu. " Balas Juan sambil meriah tubuh Risa ke dalam pelukannya


Setelah menemui Risa di kamar, Juan harus kembali ke bawah untuk mengobrol dengan kedua orang tua Cindy agar mereka tidak curiga, di ruang keluarga mereka memberikan Juan oleh-oleh dari Indonesia dan mulai membahas berbagai macam pertanyaan seputar hubungannya dan Cindy selama ini, Juan tidak pandai berbohong sehingga ia menyerahkan semuanya pada Cindy namun dengan Cindy yang memulai semuanya menjadi semakin kacau, di mana ia membahas soal hubungannya dengan Juan dulu, kedua orang tua Cindy memang tidak mengenal Juan waktu itu karena Juan tidak sempat memperkenalkan dirinya pada mereka dan Cindy sudah meninggalkannya.


Mengetahui Juan adalah mantan pacar Cindy, mereka pun beranggapan bahwa pertemuan mereka saat ini adalah sebuah takdir, Risa yang saat itu turun untuk minum menatap ke arah mereka dengan geram, Tanpa sengaja tatapan Ibu Cindy menangkap sosok Risa yang mendengar percakapan mereka hingga menegurnya untuk bergabung, Hal itu tentu tidak ingin di lakukan oleh Risa sehingga ia dengan cepat beralih ke dapur mengambil air minum dan kembali ke kamarnya.


" Adikmu sepertinya sedang hamil, Perutnya jauh lebih besar dari Cindy, apa suaminya juga seorang pilot.?" Tanya Ibu Cindy yang tiba-tiba penasaran dengan sosok Risa


" Ya dia juga seorang pilot, dan suaminya sangat mencintainya sampai tidak ingin membuatnya sakit. " Jawab Juan yang membuat Cindy menatapnya dengan sinis


" Wah.. Dia mempunyai suami yang romantis, tapi di mana dia sekarang.?" Tanya mereka lagi


" Ibu, ini sudah malam sebaiknya kalian istirahat, Sini biar aku antar ke kamar kalian. " potong Cindy dengan cepat kemudian menuntun mereka untuk segera ke kamar


Setelah mengantar orang tuanya ke kamar, Cindy meminta Juan untuk tidur bersamanya agar sandiwara mereka tetap aman namun Juan dengan ketus menolak, Ia meminta Cindy untuk tetap tidur di kamarnya dan segera meninggalkan wanita itu dengan wajah terkejutnya telah di abaikan.



Pagi keesokan harinya, Juan telah siap dengan seragam kebanggaannya dan Risa pun sudah rapih mengemas barang-barangnya untuk tinggal di rumah Diana, Saat itu mereka berdua turun bersamaan tapi tak mengira kalau kedua orang tua Cindy sudah bangun bahkan telah menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. Melihat Risa dan Juan yang turun bersamaan dan sudah rapih membuat mereka heran, Sementara itu Cindy yang baru saja bangun dan keluar dari kamarnya semakin membuat kedua orang tuanya heran.


" Kenapa Juan turun dari atas? Dan kenapa kau keluar dari kamar itu? Semalam kalian tidak tidur bareng.?" Tanya mereka seketika membuat Cindy kebingungan


" Juan hanya memanggilku setelah dari kamarnya, Karena kami akan berangkat bersama pagi ini." Sahut Risa cukup membuat Cindy terkejut karena kali ini dia mau menolongnya


" Kalian mau kemana sepagi ini. ?" Tanya Ibu Cindy lagi


" Juan akan berangkat bertugas tante, dan Risa akan pulang ke rumah tantenya. "Jawab Juan tanpa pikir panjang


" Kok tante sih, panggil ibu dong..., " Balasnya membuat Risa muak dan segera meninggalkan tempat itu.


" Mau kemana? Sarapan dulu. " Sahut Ibu Cindy mencoba mencegah Risa untuk pergi duluan namun Risa tidak peduli


" Tidak usah bu, kami akan sarapan di jalan saja kalian sarapan bareng tanpa kami soalnya perjalanannya cukup jauh, takut telat. " Lanjut Juan kemudian


" Sayang sekali kami datang kamu harus pergi bertugas. " Ucapnya memelas


Juan tidak bisa berkata-kata banyak lagi, Dan setelah berpamitan ia pun bergegas menyusul Risa, Cindy menyusul mereka untuk menanyakan sesuatu karena masih ada yang mengganjal hatinya.


" Kenapa kalian berdua pergi bersama.? " Tanya Cindy saat Juan hendak masuk ke dalam mobil


" Memangnya kenapa? Risa ingin tinggal di rumah tanteku, kau bisa memakai rumah ini bersama orang tuamu, beritahu aku kapan mereka akan pulang. " Jawab Juan kemudian segera masuk ke dalam mobil


Cindy menatap kepergian mereka dengan tatapan sebal, Bagaimana mungkin ia bisa di perlakukan seperti ini sedangkan dirinya masih memiliki status yang sama dengan Risa. Sebelum mobil Juan benar-benar pergi, Risa menatapnya dengan tatapan kemenangan, ia terlihat tersenyum licik ke arah Cindy yang dengan penuh amarah di tatap seperti itu oleh Risa.


" Awas saja kalian, aku tidak akan tinggal diam di perlakukan seperti ini terus. " Ucap Cindy mengepal kedua tangannya kuat-kuat.