My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
72



Hai guys apa kabar, pada baik kan? sehat ? happy ? semoga ya aminnn..., Aku balik di tengah kesibukan Final dan rasanya hiatus tuh nggak enak buat kalian yang lagi seru-serunya baca My Handsome Pilot, Nih author kasih chapter baru, Selamat baca ya dan jangan lupa like dan komen :)


.


.


.


6 bulan kemudian


Wanita itu berjalan dengan lesu menuju sebuah kamar apartemen yang terletak di lantai 6 , sambil menarik sebuah koper lengkap dengan seragam kebanggaannya ia pun mulai membuka pintu apartemen tersebut dan mendapati kamar yang cukup luas itu dalam keadaan gelap namun rapih, Ia tiba di kamar itu tepat pukul delapan malam dan saat ini kamar tersebut terasa sangat dingin dan sunyi. Setelah enam bulan berlalu dan setiap pulang dari bertugas biasanya Risa menandai sebuah tanggal yang ada di kalender, Separuh dari kalender itu sudah banyak coretan tanda silang pada tanggal yang sudah lewat, Masih ada enam bulan lagi untuk dirinya keluar dari perusahaan dan rasanya waktu berjalan sangat lambat kali ini.


Risa menjatuhkan tubuhnya di atas sofa kemudian menyetel saluran televisi, Meski begitu perhatiannya tetap terfokus pada layar ponselnya dan televisi di jadikan sebagai teman agar kamar itu tak terlalu sepi, Hampir setiap saat Risa saling mengirimkan kabar kepada Juan dan tak pernah sedetik pun pria itu mengabaikan pesannya bahkan sesekali mereka melakukan panggilan video untuk menghilangkan rasa rindu yang terus tumbuh, Tiga bulan lalu Juan sempat datang setelah mengakhiri tugasnya sebagai pilot baru di Brazil, Kedatangannya tidak lama hanya satu minggu dan setelah itu ia harus kembali lagi, Dan satu minggu kedatangannya waktu itu adalah dua hari Risa libur dan selebihnya mereka berpisah lagi, Sangat sulit menentukan tanggal dan waktu untuk tetap bersama, namun keduanya masih bersyukur sebab masih dapat bertemu satu sama lain.


Seperti halnya hari ini mereka melakukan panggilan video dan kebetulan saat ini di Brazil masih pagi dan Juan belum bertugas sehingga mereka dapat saling melepas rindu, Juan selalu berpesan kepada Risa untuk tetap menjaga dirinya baik-baik dan untuk selalu jaga jarak dari pria lain karena ia akan cemburu jika sampai mengetahui bahwa istrinya sedang dekat dengan pria lain, tak peduli pria itu teman atau rekan kerjanya yang terpenting selain teman wanita tidak boleh ada yang dekat dengan Risa. Selama mereka LDR seperti ini sifat Juan semakin berubah, ia lebih posesif dari biasanya dan bahkan ia terus menanyakan kabar Risa pada Sabrina sehingga tak heran kalau Juan tahu keseharian Risa seperti apa.


Biasanya setelah melakukan panggilan video Risa akan menangis dan benar saja, begitu panggilan video berakhir air matanya pun mengalir, Saat ia dan Juan bicara tadi sebenarnya Risa menahan rasa sedihnya ini agar Juan tidak khawatir berpura-pura tegar lama kelamaan akan menyiksa diri, seperti yang di alaminya sekarang, Jika ingin mengundurkan diri sekarang dia harus membayar denda yang jumlahnya tidak sedikit dan jika menunggu waktu kontrak habis rasanya sangat lama dan membuatnya makin jenuh. Risa menyeka air matanya kemudian mematikan televisi setelah itu bersih-bersih diri untuk segera tidur.


\*


Pagi hari itu langit tampak sangat cerah namun tak secerah hati Risa saat ini, Bandara soekarno-hatta saat ini sedang ramai dengan orang-orang yang berlibur ke tempat tujuan masing-masing mengingat saat ini sedang musim libur panjang sehingga tak heran kalau bandara saat ini sedang ramai-ramai nya. Seseorang tiba-tiba menyenggol lengan Risa sehingga membuat lamunannya buyar dan melirik orang yang baru saja menyenggolnya barusan.


" Masih pagi kok melamun sih, mau kesambet yah.? " Seru Sabrina di susul senyum kecil oleh Risa


" Oiya katanya ada anak baru yah yang join di maskapai kita. ?" Tanya Risa ketika ia dan Sabrina sedang berjalan menuju crew center


" Iya, dia seorang pria dan akan menjadi pramugara kita, Sepertinya kamu akan mengenalinya jika sudah melihat pria itu. " ucap Sabrina sukses membuat Risa penasaran


Setibanya di crew center, Risa mengedarkan pandangannya ke segala arah dan berhasil menangkap satu sosok pria yang saat ini sedang berbalik badan, Ia tak tahu siapa pria itu sampai Sabrina mengatakan hal barusan, Pria itu menoleh ketika Sabrina menyapa semua orang dan pria itu kebetulan melemparkan pandangannya tepat ke arah Risa yang saat ini sedang memperhatikannya. Sejenak Risa terdiam seakan waktu ikut berhenti saat itu, Keduanya saling menatap satu sama lain dan pria itu terlebih dulu melemparkan senyum ke arah Risa dan akhirnya membuat Risa mengenal siapa pria itu.


" Daniel...? Kau benar Daniel kan.? " Seru Risa menunjuk Daniel dengan bangga


" Iya ini aku, Akhirnya kita bisa bertemu lagi setelah sekian lama, apa kau sudah baik-baik saja sekarang. ?" Tanyanya lirih


Risa mengangguk senang, ia tak mengira akan bertemu dengan pria yang pernah menolongnya waktu itu, Keduanya memang tidak begitu lama bertemu karena Daniel yang harus bertugas dan saat ini takdir kembali mempertemukan mereka di satu pesawat yang sama sebagai junior dan senior, Daniel berharap ia bisa bekerja sama dengan kru baru yang di tempatnya dan semua orang tampak welcome menyambut Daniel termasuk Risa yang sangat senang dengan kehadiran pria itu.


\*


" Dasar pria itu sama saja, kenal dikit embat." Lontar Sarah


" Seorang pria tidak akan tahan yang namanya LDR, mereka pasti akan mencari wanita lain untuk memuaskan hasrat mereka. " Lanjut Sarah pada Dita yang saat itu sedang menyiapkan makanan untuk para penumpang


" Tergantung dari prianya dulu dong, Siapa tau aja dia memang Setia sama pasangannya. " balas Dita


" Nggak ada sejarahnya LDR itu tidak mengkhianati pasangan, Banyak orang di luar sana yang hubungan nya berakhir karena seorang pelakor dan syukur kalau si cowok cuma pacaran bukannya menikah sehingga kata putus pun cukup untuk mengakhiri hubungan palsu itu. " Lanjutnya sangat antusias


" Aku percaya kok kalau Tae Oh nggak bakal mengkhianati Dr Ji. " Rupanya kedua pramugari itu tengah membahas salah satu drama korea yang sedang populer saat ini sampai mereka tak mengetahui keberadaan Risa di sebelah tirai, Walaupun keduanya hanya membahas soal drama ia merasa cukup tersinggung dengan pembahasan itu.


" Eyy.. Jangan di dengarkan, Aku sudah dengar kalau kamu sudah menikah dengan seorang pilot tampan dan saat ini sedang LDR, Kebanyakan mendengar hal seperti itu nanti akan kepikiran dan membuatmu khawatir, percaya saja kalau suamimu adalah orang yang Setia." Ucap Daniel yang tiba-tiba muncul di mana sebelumnya ia juga sempat mendengar omongan kedua wanita itu dan menyaksikan langsung ekspresi Risa setelah mendengarnya.


" Siapa juga yang khawatir, Jangan sok tahu deh. " balas Risa dengan tawa kecil dan berlalu meninggalkan Daniel


" Dia tidak bisa menutupi kebohongannya." Gumam Daniel tersenyum simpul


\*


Sejak bergabungnya Daniel di maskapai kehidupan Risa mulai berubah, ia lebih banyak tertawa sekarang mungkin karena sifat polos serta lucunya Daniel membuat Risa senang berteman dengannya, tak hanya Risa saja bahkan beberapa kru lainnya memiliki pendapat yang sama terhadap pria yang memiliki usia yang sama dengan Risa itu. Dan waktu kembali berjalan sangat cepat dari sebelumnya dan tanpa terasa sudah memasuki malam tahun baru dan untungnya dua hari sebelumnya kru pesawat libur dan mereka sepakat untuk merayakan tahun baru bersama di sebuah villa di Puncak dimana villa tersebut merupakan villa milik orang tua Sabrina.


Perjalanan ke Puncak memakan waktu sekitar dua jam dari Jakarta, Mereka menggunakan tiga mobil pribadi termasuk mobil Sabrina di mana sang kekasih yang langsung membawa mobil itu, di mobil Sabrina ada Risa dan juga Daniel yang duduk di kursi belakang, mereka berempat menikmati perjalanan dengan iringan musik pop serta beberapa candaan yang membuat perjalanan tidak terasa membosankan. Risa merasa sangat senang hari ini dan sebelumnya Risa sudah meminta izin kepada Juan untuk pergi bersama rekan kerja mereka dan beruntung Juan menyetujuinya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan kini mereka tiba di villa keluarga Sabrina, Di sana sudah ada kedua orang tua Sabrina yang menyambut mereka dengan ramah bahkan sudah menyuruh semuanya untuk masuk dan makan siang, Kedua orang tua Sabrina merupakan pengusaha sukses yang memiliki beberapa restaurant serta villa seperti yang mereka tempati saat ini, Di meja makan kini telah tersedia berbagai macam menu yang membuat semuanya langsung berdecak kagum seraya mengucapkan terima kasih karena telah di jamu seperti ini.


Sabrina juga anak tunggal sama seperti Risa tak heran jika ia sangat di sayang oleh kedua orang tuanya, Bahkan Co-pilot kekasihnya kini telah di kenal baik oleh mereka berdua namun keduanya tidak menekan mereka untuk segera menikah dan memberikan mereka memutuskan kehidupan Asmara sendiri adapun jika keduanya sudah memutuskan untuk menikah kenapa tidak, Siang itu mereka semua menikmati menu hidangan yang tersedia sambil bercerita hingga rasa lelah yang sempat menghilang datang lagi, Setelah semua selesai tiba saatnya untuk istirahat di kamar yang telah di sediakan.


\*


Malamnya mereka mengadakan pesta barbeque di halaman villa, Keluarga Sabrina pun menyediakan daging sapi pilihan serta aneka bahan barbeque lainnya, Tak sampai di situ, Mereka juga menyediakan kembang api untuk di nyalakan tepat saat pergantian tahun nanti. Semuanya telah mengambil bagian masing-masing dan Risa saat ini tengah memanggang sate barbeque bersama Daniel di sebelahnya. Keduanya tampak kompak saat membalikkan sate tusuk itu, salah satu sate barbeque yang telah jadi di ambil oleh Daniel kemudian di tiupnya pelan-pelan setelah itu menyodorkannya ke arah Risa sontak wanita itu langsung terkejut saat Daniel hendak menyuapinya.


" Aaa~ " Ucapnya sambil membuka mulutnya seakan menyuruh Risa untuk melakukan hal yang sama


Risa mulai membuka mulutnya dan membiarkan Daniel menyuapkan satu gigitan sate barbeque itu, Setelah Risa mengunyahnya perlahan Daniel masih meliriknya dan meminta jawaban atas kelezatan sate yang ia buat, Risa mengacungkan jempol sambil mengangguk setuju yang di mana artinya sangatlah lezat. Sate barbeque sangat lezat apabila bumbu yang di buat memiliki rasa yang pas ketika di oles di atas tusukan daging-daging itu dan chef yang telah membuat bumbunya tak lain adalah Daniel sendiri.


Setelah Daniel menyuapi Risa kini giliran Risa yang dengan inisiatif menyodorkan suapannya ke arah Daniel, sejenak Daniel terdiam menatap Risa dengan wajah kebingungan lantas setelah melihat senyuman Risa ia pun ikut tersenyum kemudian menerima suapan darinya. Daniel bahkan memberikan reaksi yang membuat Risa sampai tertawa terpingkal-pingkal dan tanpa sadar mengundang perhatian Sabrina yang saat itu baru saja menyusun kembang api yang siap untuk di pakai.


" Ada apa dengan senyuman Daniel ke Risa? Kenapa mereka berdua nampak seperti pasangan kekasih, Aku khawatir Juan akan tahu sementara dia sangat posesif saat-saat ini. " Batin Sabrina hanya dapat menyaksikan keseruan mereka berdua


✈️


Risa terbangun dari tidurnya setelah merasa kebelet buang air kecil, Ia menyalahkan lampu kecil yang tertera di samping tempat tidur namun memastikan agar Sabrina tidak terbangun dari tidurnya, Jam sudah menunjukkan pukul dua malam dan suasana villa saat ini sedang sepi sehingga satu bunyi saja akan terdengar bagi mereka yang masih terjaga da Risa berharap tak akan ada yang terbangun saat dirinya pergi ke kamar kecil. Meskipun villa ini terbilang mewah soal urusan kamar kecil sayangnya berada di dekat dapur sehingga ia harus keluar kamar untuk dapat ke sana.


Saat sedang buang air kecil tiba-tiba saja listrik padam membuat Risa panik dan ketakutan, Dulu ia tak setakut ini jika listrik padam namun saat trauma waktu itu ia mulai merasa takut berada di ruangan kecil dengan suasana yang gelap seperti saat ini. Risa berusaha untuk tetap tenang dan segera menyudahi aksinya setelah itu mencoba membuka pintu dengan sangat pelan namun tetap waspada. Saat ini tak ada cahaya yang dapat ia lihat dan dengan insting dia pun berjalan sambil meraba-raba benda yang ada di sekitar agar tidak menabrak.


Risa terkejut saat mendapat seseorang yang tak senagaja di tabrak nya, ia mencoba melihat siapa pria tinggi di hadapannya namun sayang karena lampu yang padam ia jadi tak bisa melihat orang itu hingga akhirnya ia bertanya tentang siapa dia namun tak ada suara membuat Risa merinding hingga mundur beberapa langkah namun siapa sangka ketika ia mundur dirinya hampir saja terjatuh jika bukan karena pria itu dengan cepat meraihnya kedalam pelukan, Risa tak tahu bagaimana pria itu bisa tepat waktu saat menolongnya namun yang membuat Risa saat ini terdiam adalah ketika pria itu masih memeluknya cukup erat membuatnya sesak hingga melepas pelukan itu dengan paksa.


" Kau siapa.? " Tanya Risa ketika pria itu hendak pergi


Sayangnya pria itu tak menjawab pertanyaan Risa dan tetap pergi menjauh, Saat ia mencoba untuk mengejarnya secara bersamaan lampu kembali menayala namun sosok pria itu sudah hilang entah kemana, Cukup horor jika di pikir itu bukanlah seorang manusia namun Risa tak percaya soal seperti itu dan masih memikirkan siapa sosok tersebut, Dari aroma tubuh yang tak asing serta tinggi badan yang proporsional hanya ada dua kemungkinan, Daniel dan Co-pilot.


✈️


Pagi keesokan harinya ketika semua orang tengah sarapan pagi, Risa melirik dua pria yang ia curigai sebagai pria yang tadi malam dengan tatapan menerka-nerka, yang pertama adalah co-pilot yang saat melihat Risa tidak memberikan reaksi apapun yang memungkinkan bukan dia orangnya dan setelah itu Risa melirik Daniel yang sibuk dengan sarapan paginya. Entah apa yang membuat Risa semakin mencurigai Daniel ketika pria itu sampai saat ini tak berani menatapnya di mana biasanya ia selalu melakukan kontak mata sambil menampilkan senyumannya.


Yang menjadi pikiran Risa saat ini adalah jika benar pria semalam adalah Daniel kenapa ia tak menjawab saat dirinya bertanya siapa dia?, dan alasan memeluknya dengan erat yang membuat Risa terus bertanya-tanya dalam benaknya. Kebetulan hari ini mereka akan kembali ke Jakarta dan seperti sebelumnya ia dan Daniel akan duduk di kursi belakang dan saat itulah Risa ingin mencaritahu apakah pria itu benar Daniel atau bukan.


Perjalanan pulang kembali ke Jakarta tidak seperti saat pertama pergi, Suasana di dalam mobil nampak senyap Sabrina fokus dengan kameranya mengecek satu persatu hasil foto-foto semalam dan pacar Sabrina pun tampak fokus mengemudi, Risa melirik Daniel yang tenang tak seperti biasa tengah menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Diam-diam Risa mencoba untuk mencium sedikit aroma parfum Daniel untuk mencocokkan bau pria semalam dan benar saja ia merasa ada sedikit bau yang menyerupai pria semalam, Daniel menoleh saat Risa mendekatkan wajahnya ke arah Daniel dan langsung terkejut saat melihat aksinya di perhatikan oleh pria itu, Risa kembali pada posisi duduknya sambil menutupi sedikit wajahnya dengan rambut yang terurai.


" Kenapa rasanya jadi canggung seperti ini. " batin Risa mulai grogi


✈️


Setibanya kembali di Jakarta, Risa dan Daniel turun di titik yang sama karena jarak antara asrama Daniel dan Apartemen Risa berada cukup dekat dan kebetulan Daniel ingin ikut turun duluan karena ingin ke supermarket untuk belanja kebutuhannya, Mereka kompak mengucapkan terima kasih kepada Sabrina atas liburan kemarin yang sangat menyenangkan, begitu Sabrina pergi Daniel melirik Risa dan saling berpamitan.


" Tunggu.. " cegah Risa sukses membuat Daniel kembali menoleh dengan wajah penasaran


Risa berjalan ke arah Daniel dengan ragu-ragu sambil melontarkan kata-kata yang sangat ambigu, Daniel memperhatikan langkah kaki Risa yang tidak fokus saat berjalan dan ketika Risa hampir terjatuh akibat jalanan yang tidak seimbang segera membuat Daniel meraihnya sehingga Risa berhasil di selamatkan. Memori semalam kembali terbayang dan Risa merasakan sentuhan Daniel persis dengan pria semalam, Risa mendengar debaran jantung Daniel yang berdetak dua kali lebih cepat membuatnya keheranan.


" Apa yang kalian lakukan.? " Sahut seseorang berhasil membuat Daniel melepas pelukannya dan secara bersamaan melirik pria yang baru saja menegur mereka.


" Juan.? " Ucap Risa tercekat kaget


" Siapa dia.? " Tanya Juan menatap Daniel tajam


" Perkenalkan capt, Saya Daniel pramugara yang bekerja di maskapai yang sama dengan Risa. " Jawabnya penuh semangat


" Kenapa kau memeluk istriku.?" lontar Juan seakan tak peduli dengan ucapan Daniel barusan


" Aku hampir terjatuh dan dia menolong ku, " Sambung Risa mencoba untuk menghilangkan nuansa yang tiba-tiba horor ini


" Maaf kalau saya lancang, Tidak ada maksud lain kok saat menolong Risa tadi. " Sahut Daniel lagi


Juan meraih tangan Risa dan menggenggamnya erat kemudian berjalan menuju apartemen mereka, sebelum melewati Daniel, Juan berpesan untuk sekiranya tidak memanggil Risa dengan sebutan nama saja mengingat mereka hanya sebatas junior dan senior. Daniel mengangguk paham sementara Risa melirik Daniel seraya meminta maaf atas sikap Juan yang cukup dingin.


✈️


Setibanya di Apartemen, Juan tidak mengatakan apa-apa lagi bahkan saat ini dia tengah merebahkan tubuh nya di atas tempat tidur dan mengabaikan Risa yang berusaha bertanya padanya, Risa cukup kaget melihat Juan ada di sini padahal kemarin saat malam tahun baru dia berkata kalau dirinya sedang sibuk dan tidak bisa pulang dalam waktu dekat, tapi kenapa sekarang dia ada di sini? Apakah Juan sengaja membuat kejutan untuk Risa agar dia terkesan namun saat ini Juan tidak memperdulikannya membuat Risa merasa bersalah, Sifat posesif Juan sangat berlebihan saat ini tapi Risa tak mau menyerah sampai di situ saja, Ia mendekati Juan dengan mencolek pinggang Juan membuat pria itu sempat bergeming namun tidak menoleh.


" Aku dan Daniel hanya sebatas rekan kerja, Lagi pula dia sudah tahu kalau aku sudah menikah, jadi kau tidak perlu khawatir." Ucapnya memelas


" Kau bahkan tidak memberitahuku soal dia, Dan selama ini kalian pasti sangat dekat melihat kalian turun dari mobil secara bersamaan membuatku melihat semuanya, entah apa yang kalian bahas sebelum kau hampir terjatuh..., Sebagai suami tentu saja aku cemburu. " Balasnya masih membelakangi Risa dengan wajah yang di tekuk


" Aku minta maaf karena tidak memberitahu mu, ku pikir itu tidak akan menjadi masalah. "


" Aku kan sudah pernah bilang untuk memberitahuku kalau ada seorang pria yang mendekatimu, Sabrina juga tidak memberitahuku saat aku bertanya pun dia tak menjawab apapun, Ku pikir kalian berdua sekongkol merahasiakan hal ini padaku. "


" Iya aku salah.., Aku minta maaf dan beritahu aku Apa yang harus ku lakukan untuk membuatmu berhenti cemburu? " Tanya Risa pasrah


Juan mendengus pelan kemudian menutup matanya mencoba meredakan amarahnya, Mendengar Risa yang sudah seperti orang putus asa membuat Juan luluh, Ia bangun dari tempat tidur kemudian menatap Risa dengan lekat.


" Aku juga minta maaf karena sudah bersikap kekanak-kanakan, Lain kali jangan menyembunyikan sesuatu yang akan membuatku salah paham, oke. " Risa mengangguk mantap kemudian memeluk Juan dengan erat seraya mengucapkan terima kasih karena telah di maafkan.


" Kenapa kamu datang tidak memberitahuku? " Bisik Risa masih berada di pelukan Juan.


" Aku sengaja melakukannya untuk memberikan kejutan padamu, " balasnya Juan lirih.


" Lain kali kau juga harus melapor jika mau pulang, supaya aku bisa menyiapkan sambutan untukmu. "


" Tidak perlu, Dengan kau berada di sisiku saja sudah menjadi kebahagiaan tersendiri. "


Risa mempererat pelukannya pada Juan begitu pun dengan pria itu, emosi yang sempat terbakar perlahan mencair dengan suasana romantisme mereka berdua.