My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
63



Setibanya di Surabaya tepat pada pukul sebelas , Juan dan Risa segera menuju rumah orang tua Risa dengan menaiki kereta yang di mana stasiun pertama setelah kereta berangkat sangat dekat dengan rumah Risa sehingga mereka bisa menyewa taksi online yang memakan waktu sekiranya lima belas menit. Saat Juan pertama kali ke Surabaya ia tidak begitu menikmati keindahan kota yang ada karena fokus memikirkan Risa, hingga saat mereka dalam perjalanan Juan baru sadar kalau Kota Surabaya merupakan kota yang bersih dan juga Indah.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang kini mereka telah memasuki area kompleks, saat terkahir kali Juan ke sini ibu-ibu kompleks melepas kepergiannya dengan banner dan sorakan kesedihan, untungnya hari ini kompleks terlihat sepi dan kedua orang tua Risa pun tidak mengetahui kalau mereka berdua akan datang hari ini, Taksi itu kini berhenti tepat di depan rumah berwarna ungu muda dengan pagar hitam yang menjulang tinggi, Risa melihat rumahnya yang nampak sepi, tidak heran sebab di rumah itu memang hanya ada mama dan papanya saja.


Begitu mereka turun dari mobil, Juan mengambil alih untuk membawakan barang-barang Risa sementara itu Risa dengan cepat membuka pintu pagarnya, Pintu berhasil terbuka dan keduanya kini telah memasuki pelataran rumah orang tuanya. Pintu terkuak secara tiba-tiba membuat Risa dan Juan terkejut sementara wanita yang baru saja keluar dari dalam rumah seketika mematung dengan sapu yang ia pegang, rupanya wanita itu baru saja membersihkan rumah dan hendak menyapu kotoran keluar rumah, ia tak menyangka kalau di luar ada orang sehingga membuatnya benar-benar terdiam saat ini.


" Surprise " Seru Risa kegirangan


Wanita itu melepas sapu yang ia pegang dan langsung melangkah mendekati mereka, alih-alih memeluk Putri semata wayangnya ia justru memeluk Juan yang saat ini langsung membuat Risa benar-benar cemburu atas perlakuan tak adil dari mamanya, Wanita itu bersorak gembira melihat kehadiran Juan dan setelah memeluknya ia pun beralih mencubit gemas pipi Juan sehingga membuat Juan hanya dapat pasrah di perlakukan seperti seorang bayi.


" Ayo kita masuk dulu, Kalian pasti lelah. " Ajak beliau menggandeng tangan Juan masuk ke dalam rumah, Sedangkan Risa menatap aksi mamanya dengan raut wajah kesal dan Juan yang berusaha menoleh untuk mengajak Risa ikut masuk.


\*


Risa mulai membuka kedua matanya dan melirik jam yang tertera di dinding dengan mata yang masih terkatup-katup, Setelah tiba di rumah nya ia langsung menuju kamar untuk istirahat dan sekarang sudah sore, waktunya untuk membicarakan kedatangannya bersama Juan kepada kedua orang tuanya, namun sebelum itu Risa ingin bersih-bersih, mandi dan juga memilih pakaian yang Bagus sebab Juan ada di sini dan ia ingin tetap terlihat cantik di mata pria itu.


Setelah menghabiskan waktu untuk bersih-bersih kini Risa telah selesai dan bergegas menuju ke lantai bawah, Baru saja menuruni tangga ia langsung dapat mendengar suara mamanya yang terus menerus mengoceh bersama Juan meskipun Juan hanya mengiyakan apa yang ia katakan dan sesekali menggelengkan kepala sambil tertawa kecil, Begitu melihat keberadaan Risa, Mamanya langsung menghampiri putrinya itu dan mulai menarik lengan Risa menjauh dari Juan.


" Sekarang katakan pada Mama, ada apa kalian berdua kemari, pasti ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan bukan.?? " bisik nya penuh antusias


" Mama sabar dulu, lagian papa belum pulang dari kantor tunggu papa pulang baru aku sama Juan akan mengatakan sesuatu. " Balas Risa semakin membuat mamanya penasaran setengah mati


Bagai pucuk di Cinta ulam pun tiba, Papa Risa telah kembali dari kantor dan seketika terkejut melihat kehadiran Putri tercintanya saat itu, Ia memeluk serta mengecup kening Risa dengan lembut beda halnya dengan mama Risa yang ketika ia datang mamanya lebih perhatian kepada Juan dari pada dirinya. Juan tak mau ketinggalan menyapa Papa Risa dengan senyum yang merekah, dan setelah sesi itu selesai mereka mempersilakan papa Risa untuk mandi dan setelah itu mereka akan berkumpul di ruang keluarga membahas soal rencana Juan dan Risa.


\*


Juan mulai mengatur nafasnya setelah ia merasa cukup canggung dengan suasana yang mulai serius, Papa Risa saat ini sedang duduk sambil menyeruput kopinya sementara Mama Risa terlihat tidak sabar dengan apa yang akan Juan dan Risa katakan, entah kenapa Juan tiba-tiba merasa kesulitan untuk memulai percakapan, Risa bahkan sudah memberikan kode untuk memulai, Sebelumnya Risa telah memberitahu Juan kalau papanya merupakan orang yang serius dan tidak mudah menunjukkan emosinya sekalipun ia memunculkannya maka itu sudah sangat serius.


" Jadi begini om tante.., Tujuan saya dan Risa datang kemari sebenarnya saya ingin meminta restu kepada om dan tante untuk bersedia menyetujui pernikahan saya dan Risa. " Ucap Juan setelah mengumpulkan keberanian dirinya


" Ya ampun Mama sangat senang mendengarnya, Mama setuju nak. " Balas Mama Risa terlihat sangat bahagia, Juan pun ikut senang melihat respon dari calon mama mertuanya itu.


" Papa tidak setuju.!! " Sahutnya sontak membuat ketiga pasang mata itu langsung tertuju padanya.


" Ih papa kok ngomong gitu, Anak kita ada yang mau ajak nikah kok nggak setuju. " Lontar Mama Risa menatap suaminya tajam


" Risa, masuk kamar bersama mama mu, biar papa yang bicara dengan dia."


" Tapi pah, "


" Papa bilang masuk ya masuk.!!! " gertaknya membuat Risa akhirnya pasrah dan segera meninggal dua pria itu bersama mama nya, Risa takut papa nya akan membuat Juan merasa tertekan dan yang lebih takutnya lagi jika hubungan nya dan Juan akan berakhir begitu saja.


Saat ini di ruang keluarga hanya ada Juan dan Papa Risa, setelah istrinya dan Risa pergi ia belum sama sekali mengatakan apapun membuat Juan bingung harus memulainya seperti apa, Juan terus melirik Papa Risa dengan takut-takut hingga keduanya saling menatap satu sama lain.


" Apa kau benar-benar serius ingin menikahi putriku.? " Tanya beliau dengan nada yang sangat serius.


" Saya serius om. " Balas Juan mantap


" Apa kau yakin bisa membuatnya bahagia, Risa adalah putriku satu-satunya dan selama 26 tahun ini om sebagai papa nya selalu memberikan kebahagiaan untuknya, Di saat dia ingin bermimpi menjadi seorang pramugari awalnya membuat om merasa marah dan hampir menyuruhnya menyerah untuk mengejar impiannya itu, mungkin itu adalah pertama kalinya om merusak kebahagiaan Risa, tapi seiring berjalannya waktu om sadar kalau itu membuat Risa tertekan dan akhirnya om memberikan kesempatan untuk Risa, jika dia bisa di terima maka om akan mendukung keputusannya itu meskipun sebenarnya om tidak bisa membiarkannya bekerja di penerbangan. Melihatnya sangat antusias setelah di kontrak perlahan membuat om sadar kebahagiaan Risa adalah yang paling penting, Oleh sebab itu om menanyakan padamu apa kau benar-benar bisa melanjutkan tugas om membahagiakan Risa atau tidak. "


Juan tersenyum merekah " Tentu saja om, saya bersedia membahagiakan Risa sampai akhir hayat, Saya berjanji tidak akan pernah membuatnya menangis. " Ucap Juan sukses membuat Papa Risa bangkit dari tempatnya dan menghampiri Juan sembari menepuk pundaknya pelan.


" Kalau begitu om setuju kamu menikah dengan putri om. " Lanjutnya seketika membuat Juan berdecak senang


\*


" Mama udah dong nangisnya, jangan buat Risa malu di depan Juan. " Ucap Risa memelas


" Mama itu lagi mengekspresikan diri, Kamu tahu kan mama udah klop banget sama Juan, Mendengar kalian ingin menikah rasanya membuat mama hampir mati karena sangat bahagia. "


" Jangan gitu dong tante, tante harus panjang umur biar bisa lihat kita menikah hingga punya anak. " sahut Juan


" Stop panggil saya tante, mulai hari ini kamu juga harus panggil saya Mama, coba gimana.? "


" Mama.., "


" Aduh anak ganteng, awas kalau masih panggil tante lagi. " Ancam beliau dan langsung di balas anggukan mantap dari Juan.


" Karena kalian berdua datang secara tiba-tiba, mama jadi nggak punya bahan makanan buat masak nanti malam, Jadi mama mau ke pasar dulu belanja. "


" Jangan tante, kalau bisa biar saya sama Risa yang pergi pasar. "


Mama Risa mengerling sekejap kemudian mengangguk pelan, Ia tak lupa memberikan uang kepada Risa beserta daftar belanjaan yang akan mereka beli, untungnya Papa Risa punya mobil sehingga mereka bisa pergi menggunakan mobil tersebut. Setelah keduanya meninggalkan rumah, di perjalanan Risa tampak sibuk mengarahkan Juan ke arah pasar karena Juan tidak tahu di mana lokasi pasar di daerah tersebut, di sepanjang Risa menjelaskan rupanya Juan tidak begitu fokus pada apa yang di katakan oleh Risa melainkan ia lebih fokus pada wajah Risa yang saat ini sambil menjelaskan dan membaca daftar belanjaannya.


" Kamu harus fokus sama laju mobil, kalau tidak kita bisa menabrak nanti. " Lontar Risa yang sebenarnya sadar saat Juan memperhatikannya


" Aku jadi tidak sabar setelah kita menikah nanti, mungkin hal ini akan lebih sering kita lakukan. "


" Maksudmu ke pasar.? " Lontar Risa melongo


" Semuanya, kita bisa melakukan apapun yang kita ingin kan hanya berdua, rasanya aku ingin cepat-cepat menikahi mu. " Balas Juan tersenyum lebar


Karena restu dari orang tua Risa telah di setujui, Sisa satu keluarga lagi yang perlu di temui dan meminta restu yaitu Nenek Juan yang tinggal di Brazil, beliau perlu tahu kalau saat ini cucunya sudah menemukan calon pendamping hidupnya yang di mana alasan Juan untuk mencari istri juga adalah bagian dari salah satu permintaan sang nenek yang selalu meminta Juan untuk segera berkeluarga dan mempunyai anak sebelum ajal menjemputnya. Rencananya setelah dari Surabaya ia dan Risa akan ke Brazil sebelum mereka di sibukkan kembali oleh tugas mereka masing-masing.


.


.


.


Akhirnya sebentar lagi Juan dan Risa akan menikah guys, kalian masih Setia kan menunggu kelanjutan kisah mereka, jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like dan vote yah biar author semangat nulisnya.


author minta maaf kalau belum bisa crazy up soalnya author lagi sibuk persiapan Final online, maklum authornya masih mahasiwa jadi masih sibuk kuliah, tapi jangan khawatir soalnya tiap hari author bakal update untuk kalian semua...


Mampir juga di novel teman author yah, di jamin ceritanya menarik, tolong di ramein yah dengan like dan komentar. ✨


When We Meet Again



**When We Meet Again


Bagi Freya, masa lalu adalah benang kusut yang tak kasat mata. Ia berjuang untuk tidak lagi menoleh kebelakang. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seseorang yang mengembalikan hidupnya. Dunianya yang tadi hanya sebatas hitam, putih, dan abu abu, kini kembali menjadi mejikuhibiniu.


Menjadi seorang dokter bukan impian Freya yang sesungguhnya, tetapi tak ada yang bisa memungkiri, saat ini ia jatuh cinta dengan profesi tersebut karena seseorang yang selalu meyakinkannya.


Akan tetapi Freya melupakan satu hal, bahwa semua orang yang ia temui berpotensi menyebabkan patah hati. Hingga ia memutuskan melarikan diri melalui profesinya saat ini. Ia tak pernah berharap dipertemukan dengan orang-orang yang menabur luka dimasa lalu. Namun semesta suka bercanda. Mereka kembali bertemu**.