My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
70



Dua hari setelah pesta pernikahan Juan dan Risa akan berbulan madu ke Santorini Athena selama satu bulan, Sementara itu kedua orang tua Risa pun harus segera kembali ke Indonesia dan pada hari yang sama keduanya menuju bandara dengan tujuan yang berbeda. Selama di perjalanan menuju bandara, Mama Risa tak henti-hentinya memberikan perhatian seputar masa pernikahan yang masih muda ini sebagai seorang senior dalam pernikahan ia juga menyarankan Risa untuk selalu menghormati suaminya dan merawatnya sebaik mungkin begitu pun dengan Juan yang harus menjaga Risa dan memberikan kebahagiaan yang banyak.


Tak hanya itu saja, Beliau bahkan meminta Risa untuk segera memberikannya seorang cucu namun hal itu belum ada di pikiran Risa dan Juan, dengan profesi mereka sebagai ahli penerbangan tentu memiliki konsekuensi untuk memiliki seorang anak, terutama untuk Risa yang di mana seorang pramugari akan berhenti dari pekerjaanya jika sudah memiliki anak, Sebenarnya peraturan itu sudah tidak berlaku beberapa tahun lalu namun entah mengapa perusahaan kembali menerapkan aturan tersebut, sementara Risa sangat bercita-cita ingin menjadi seroang FA 1 dan Juan juga tak ingin mengacaukan impian Risa.


Adapun tujuan mereka berbulan madu tak lain untuk menikmati waktu mereka berdua, Rencananya Juan yang sudah resign dari penerbangan Indonesia akan mengambil tawaran kontrak di Brazil dengan tawaran yang menarik serta gaji yang jauh lebih besar, Ia bahkan di angkat menjadi seorang pilot pesawat terbaik di negara itu, sayang jika Juan menolaknya namun saat ini ia belum memberitahu Risa tentang itu entah apa respon Risa nantinya, Jika Risa setuju maka mereka akan melakukan hubungan jarak jauh atau dengan pilihan lain yang menjadikan Risa sebagai warga kenegaraan Brazil sehingga ia bisa melamar pekerjaan sebagai pramugari di perusahaan penerbangan yang sama dengannya.


Akhirnya perpisahan mereka dengan orang tau Risa berkahir di bandara, Pesawat Juan dan Risa berangkat lebih dulu sehingga mereka segera menuju pesawat setelah saling berpelukan dengan orang tuanya, Sepanjang jalan menuju badan pesawat Juan terus menggandeng mesra tangan Risa dan mereka berjalan sambil senyam-senyum sendiri hingga keduanya melakukan boarding sesuai peraturan yang ada. Ada pun kelas yang ia ambil ialah kelas bisnis dan jarak dari Brazil menuju Athena adalah sepuluh jam tiga puluh menit dengan kecepatan 900km/jam.


Karena mereka berangkat pukul sepuluh maka pesawat di perkirakan mendarat sekitar pukul delapan malam, Risa dan Juan sudah merasa ngantuk sebab semalam mereka tidak bisa tidur setelah mengadakan pesta bersama mantan rekan kerjanya, Setelah itu paginya mereka harus bersiap-siap ke bandara dan alhasil keduanya langsung terlelap saat pesawat hendak take off.


\*


Pukul delapan malam, pesawat telah tiba di Bandara Internasional Santorini Athena Yunani, dari sini mereka akan naik taksi menuju hotel yang telah di pesan oleh Juan sebelumnya dan kebetulan jaraknya tak cukup jauh dari bandara hanya memakan waktu perjalanan sekitar dua belas menit saja sehingga mereka tidak akan di landa rasa jenuh untuk kedua kalinya setelah duduk selama 10 jam lebih di atas pesawat, Keduanya kini telah keluar dari pesawat dan segera menuju pintu keluar, Risa masih terlihat menahan ngantuk nya terbukti dari wajahnya yang terus tertekuk dan langkah kakinya yang cukup pelan. Juan bertugas membawa koper milik Risa karena tak ingin membuat sang istri semakin kelelahan, begitu mereka tiba di luar untungnya ada taksi yang kosong sehingga mereka langsung memilih taksi itu untuk mengantarkan mereka ke hotel.


Setelah beberapa menit kemudian akhirnya Juan dan Risa tiba di tempat tujuan mereka, Day Dream Luxury Suites merupakan hotel yang paling terkenal untuk pasangan yang baru saja menikah di mana tempatnya terletak sangat strategis di kawasan Fira, salah satu daerah lokal paling terkenal. Dari sini, para tamu dapat menikmati akses mudah ke semua hal yang dapat ditemukan di sebuah kota yang aktif ini. Dengan lokasinya yang strategis, hotel ini menawarkan akses mudah ke destinasi yang wajib dikunjungi di kota ini. Tak hanya namanya saja yang terdengar mewah tapi tempatnya pun sangat mewah, dari pintu masuk saja mereka di suguhkan dengan tempat yang Indah nan romantis serta lampu-lampu malam yang berkelap-kelip terang benderang.


Pelayanannya pun sangat baik dan orang-orang di sana terbilang sangat ramah kepada mereka, Setelah check in ulang keduanya di antar menuju kamar mereka yang terletak cukup strategis dengan balkon yang menampilkan keindahan laut Santorini, Risa Yang tadinya merasa lelah kini tiba-tiba terobati dengan panorama malam yang benar-benar menyejukkan mata, Selagi Risa melihat-lihat pemandangan Juan tiba-tiba datang dari belakang dan memeluk nya hingga meletakkan wajahnya di pundak Risa kemudian ikut menyaksikan keindahan malam saat itu.


" Kau suka dengan tempatnya.? " Tanya Juan pelan


" Suka sekali, aku bahkan merasa seperti sedang bermimpi. " Balas Risa tersenyum senang


" Syukurlah, Aku ikut senang jika istri ku yang cantik ini senang. " Gombal Juan sukses membuat Risa terkekeh


" Oiya, ada satu hal yang masih menggangguku sejak kemarin, aku menunda menanyakannya karena tidak ingin merusak momen bahagia kita. "


" Apa itu.? " Juan memutar tubuh Risa dan menatapnya lekat


Risa memilih untuk mengajak Juan duduk di sebuah kursi di balkon kamar dan keduanya langsung menjatuhkan tubuh mereka masih dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain.


" Ini soal kamu yang mengundurkan diri, apa kamu yakin dengan keputusanmu itu.? " Juan sudah menduga kalau Risa akan mengatakan hal ini dan ia pun sudah menyiapkan kalimat yang tepat agar Risa paham.


" Bagaimana denganku.? " Tanya Risa yang memotong omongan Juan


" Hey.. Dengar, aku tidak akan meninggalkan mu begitu saja, Kita akan tinggal di Brazil setelah kau menyelesaikan kontrakmu dengan perusahaan. " Risa melepas tangan Juan dan mengalihkan pandangannya dari pria itu


" Risa.. Jangan marah dulu, "


" Kau tidak menteri rasanya berpindah-pindah terus menerus belum lagi harus berinteraksi dengan orang-orang baru yang tentunya tidak memiliki sifat yang sama dengan rekan-rekan ku yang sekarang, Aku sudah terlanjur nyaman dengan maskapai tempat ku dan jika harus berhenti aku tidak tahu apakah itu keputusan terbaik atau tidak. "


" Maafkan aku kalau aku egois, Dan kau juga harus tahu kalau alasanku pindah bukan karena ingin kita berjauhan, Menjadi pilot Brazil adalah keinginan nenekku sebelum meninggal, Dulu aku tidak menginginkannya karena lebih senang berada di Indonesia tapi setelah ku pikir-pikir mungkin aku bisa mewujudkan impian nenekku yang terkahir kalinya. " Risa berbalik melihat Juan yang mulai sendu setelah mengatakan hal itu, Ia tak mengira kalau ada alasan di balik keputusannya ini.


" Tapi jika kamu ingin tetap bekerja di sana, Mungkin aku akan mencoba melamar pekerjaan lagi di Indonesia,"


" Jangan, kamu bisa menjadi pilot di sini.., Soal diriku kau tidak perlu khawatir, Seperti yang kau katakan aku bisa ikut melamar di Brazil jika sudah resmi menjadi warga kenegaraan. "


Juan meraih Risa ke dalam pelukannya sembari mengucapkan rasa terima kasih nya, Karena pembahasan ini liburan bulan madu mereka terasa jadi canggung, Keduanya memutuskan untuk kembali menikmati liburan mereka dan membahas hal itu nanti saja, Malam sudah semakin larut mereka pun segera masuk dan beristirahat menunggu waktu pagi untuk menikmati liburan pertama mereka di Santorini Athena.


\*


Risa membuka kedua matanya dan langsung menatap seorang pria tampan di depannya yang masih pulas tertidur, Ia memperhatikan kelopak mata, hidung hingga bibir pria itu dengan lekat, Semua bentuk wajahnya nyaris sempurna tak heran ia di juluki sebagai pilot tampan di maskapai, Sejenak Risa teringat akan percakapannya bersama Juan semalam, Mungkin dengan mengakhiri kontrak dan mendapat pekerjaan baru di negara tempat suaminya lahir adalah hal yang tepat bagaimana pun juga Risa lebih memilih untuk meninggalkan maskapai itu daripada harus berpisah dengan Juan, Setidak nya jika mereka tidak satu maskapai ia bisa tinggal di tempat di mana ada Juan.


Risa melirik jam yang tertera di dinding, masih pukul setengah enam dan sayang rasanya jika menghabiskan waktu di tempat tidur tanpa menyaksikan matahari terbit, Perlahan namun pasti Risa mencoba pergi dari tempat tidur sembari memastikan Juan tidak sampai terbangun, sukses, ia pun mulai menyeret kakinya menuju balkon, Pemandangan saat pagi memang paling terbaik terlebih lagi dengan pantulan sinar Mentari yang perlahan muncul di bumi bagian Selatan itu, Udaranya pun sangat segar membuat Risa nyaman berada lama-lama di sana.


Liburan bulan madu kali ini akan mereka habiskan hanya berdua dan memanfaatkan waktu mereka bersama sebaik mungkin, Selain itu Risa dan Juan sudah sepakat untuk tidak memiliki anak dalam waktu dekat karena urusan pekerjaan mereka, Dan mungkin setelah Risa keluar dari penerbangan Indonesia ia bisa memulai program kehamilannya, Bagaimana pun juga ia ingin merasakan rasanya menjadi seorang ibu dan suatu saat nanti dia akan menceritakan pengalaman terbang yang sangat menakjubkan selama hidupnya, Risa tak ingin anaknya nanti harus menjadi seperti dirinya atau pun Juan, apapun kemauan mereka nantinya Risa akan mendukung selagi itu baik untuk mereka.


Selagi Juan masih tidur, Risa ingin mandi dan membereskan barang-barang mereka setelah sebelumnya tidak di susun dengan benar karena kelelahan, Dan setelah menghabiskan waktu kurang lebih dua puluh menit ketika Risa sudah cantik dengan balutan dress berwarna putih bercorak bunga-bunga sedang merapihkan barang-barang bawaannya tiba-tiba saja bel berbunyi, Risa melirik jam yang sudah memasuki waktu sarapan dan saat itulah ia mulai membangunkan Juan.


\*


Maaf kalo lambat upnya yah, Jangan lupa like dan vote