My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
73



Satu minggu merupakan waktu yang singkat untuk Risa dan Juan menghabiskan waktu berdua, Masa Day off Risa pasca tahun baru telah usai begitupun dengan Juan yang sudah harus kembali ke Brazil, Selama seminggu kemarin mereka menghabiskan waktu bersama di apartemen saja dan sesekali jalan keluar untuk mencari udara segar. Pagi ini Juan dan Risa berbarengan menuju bandara dengan rute yang berbeda, Selama perjalanan Risa terus menggandeng tangan suaminya seakan tak rela jika harus pisah hari ini.


Setibanya di bandara, Juan dan Risa tak sengaja bertemu dengan Daniel yang kebetulan hendak menuju crew center, Ia menyapa mereka berdua dengan ramah di mana sebelumnya Juan telah mengingatkan Daniel bahwa ia dan Risa adalah junior dan senior, Rupanya Daniel sangat patuh dan menghormati dua seniornya itu, Setelah menyapa mereka Daniel kembali melanjutkan langkahnya sementara itu Risa pun pamit pada Juan dengan pelukan hangat yang mengawali perpisahan mereka.


Walaupun sama-sama memasuki pintu keberangkatan bukan berarti mereka tetap bersama dalam satu rute boarding ataupun pesawat, Pramugari memiliki jalur khusus sementara Juan harus boarding di tempat orang-orang biasanya melakukan hal itu, Pandangan Juan terus melirik Risa dengan tajam sebelum wanita itu benar-benar menghilang, Matanya membelalak sempurna tatkala menyaksikan Daniel yang secara sengaja memperlambat langkahnya untuk menyamakan langkah Risa agar mereka dapat jalan bersama, Juan kesal dan hanya dapat mengepal kedua tangannya melihat aksi Daniel barusan.


Juan berjalan dengan kesal sembari mengeluarkan ponselnya kemudian mengirimkan sebuah pesan singkat untuk Risa di mana pesan itu berbunyi larangan untuk dekat dengan pria lain selama ia tidak ada di sampingnya, Dan sejurus kemudian pesan itu di terima oleh Risa kemudian langsung di baca olehnya, biasanya Risa akan menonaktifkan ponselnya jika sudah berada di pesawat dan untungnya pesan Juan berhasil di terimanya tepat waktu. Seakan mendapat gelitikan virtual dari Juan, Risa yang membacanya pun terkekeh kecil, entah mengapa sikap Juan yang over posesif ini semakin terkesan menggemaskan di mata Risa


\*


Risa sudah kembali dengan tugas terbangnya, begitu pun dengan Juan yang ada di Brazil sejak tahun baru itu mereka tidak pernah bertemu lagi dan hanya saling berkabar melalui video call untuk melepas rindu, jadwal padat Juan yang tak bisa di tinggali mengharuskannya untuk tetap bertugas begitu pun dengan Risa yang harus bertugas dengan beberapa penerbangan domestik yang mengharuskannya berada dari satu tempat ke tempat lain dan saat ini tinggal satu bulan lagi Risa menjalani masa kontraknya setelah itu ia bisa menemui Juan di sana.


Tanpa terasa sudah sebelas bulan Juan dan Risa menikah namun harus berpisah karena pekerjaan, Tapi hal itu tidak membuat Cinta Risa berkurang untuk Juan begitu pun sebaliknya, Mamanya di Surabaya terus menerus menyuruh Risa untuk berhenti bekerja agar dapat mengurus Juan dan memiliki anak secepatnya namun Risa masih berpikir untuk tujuannya menjadi FA 1 adalah yang pertama dan paling utama, Namun tak ada yang tahu seperti apa kedepannya, Risa bisa saja mengurungkan niat itu jika sudah memiliki anak, Yang terpenting saat ini dia masih bisa menikmati pekerjaannya dengan suka cita.


Lampu tanda sabuk pengaman pun telah di matikan tiba saatnya untuk Risa bersiap-siap mengatur proses landing yang akan memakan waktu sekitar dua puluh menit, Ia meraih mic intercom dan mulai memberikan pengumuman untuk bersiap landing kepada para penumpang. Begitu penerbangan hari ini usai, Risa yang sedang merapihkan barang-barangnya bersiap menuju wisma yang telah di sediakan oleh perusahaan, Karena hari ini mereka tiba di Manado maka beberapa kru akan berwisata ke Taman laut Bunaken selagi mereka di berikan waktu istirahat selama sehari untuk pergantian jam kerja.


Saat Risa hendak mengambil kopernya ia di kejutkan dengan Daniel yang tiba-tiba datang membantunya dan bersedia membawakan kopernya, namun Risa menolak karena ia tak ingin merepotkan Daniel akan tetapi Daniel tetap bersih keras untuk membawakan kopernya sampai mereka keluar dari bandara.


\*


Suara ketukan pintu baru saja membuat dua orang wanita menoleh ke arah pintu secara bersamaan, Sabrina yang kebetulan berdiri dekat dengan pintu segera membukanya untuk melihat siapa yang baru saja mengetuk pintu kamar mereka, Setelah di buka rupanya Sarah junior mereka yang mengajak untuk segera keluar karena yang lain akan segera ke taman laut untuk bersenang-senang. Sabrina meminta sedikit waktu untuknya bersiap-siap bersama Risa, dan tanpa babibu lagi setelah mereka siap barulah keduanya segera keluar menuju mobil yang akan mereka tumpangi untuk ke taman laut Bunaken di mana mobil itu telah di sewa sebelumnya.


Sepanjang perjalanan semua kru bercerita tentang pengalaman mereka untuk menghilang kesunyian yang ada, Risa pun hanya dapat menyimak dan sesekali memberikan respon terhadap ucapan-ucapan mereka. Risa yang saat itu duduk di belakang Daniel sesekali menoleh saat pria itu menawarkan makanan ringan padanya, Jujur sikap Daniel yang seperti ini perlahan membuat Risa merasa tidak enak, terlebih lagi ucapan Juan sebelumnya yang melarang dirinya untuk dekat dengan pria lain, Tapi di satu sisi Risa tidak ingin hal itu merusak kerjasama tim nya dengan Daniel sehingga untuk saat ini ia masih merespon perhatian kecil dari pria itu.


Setibanya di lokasi, Semua kru merasa terobati dengan pemandangan yang tersaji kan di sana, Taman laut Bunaken merupakan taman laut yang Indah dengan berbagai macam terumbu karang yang berbeda-beda di setiap titik, Rencananya hari ini ada beberapa kru yang ingin melakukan spot diving namun tidak untuk Risa yang saat ini sedang datang bulan, Berbeda halnya dengan Sabrina yang begitu tak sabar untuk segera menyelam, Hari itu ada lima orang yang akan menyelam termasuk co-pilot kekasih Sabrina, Sementara yang lain sedang menyelam, Risa hanya ingin berjalan di sekitar pantai sembari menyaksikan keindahan tempat itu.


Rupanya Risa tak sendirian saat ia berjalan menelusuri bibir pantai, Ada Daniel yang ikut menyamakan langkahnya di mana sebelumnya ia menyapa Risa dengan senyuman khas yang di miliknya dan setelah itu menyodorkan sekaleng minuman kepada Risa, kebetulan cuaca hari ini cukup hangat dan meminum minuman dingin sangatlah tepat, Risa mengucapkan terima kasihnya pada Daniel dan kembali melangkahkan kaki mereka menelusuri bibir pantai di mana mereka membiarkan deburan ombak menyapu langkah kaki mereka bahkan mereka seakan tak perduli sendal yang mereka kenakan ikut basah karena ombak tersebut.


" Risa.. " Panggil Daniel pelan membuat Risa menoleh menatapnya penasaran.


" Kenapa.? " Tanya Risa bingung saat melihat Daniel yang mulai kebingungan menyusun kalimatnya.


" Aku menyukaimu. " Lanjutnya sontak membuat waktu seakan berhenti untuk Risa yang tanpa sadar menjatuhkan kaleng minuman yang ia pegang, Perlahan namun pasti kedua bola matanya ikut melebar seakan ia baru merespon apa yang barusan Daniel katakan.


" Apa aku salah jika menyukai orang yang sudah menikah.? " Lanjutnya terdengar semakin serius


" Bukan begitu tapi..., Kau tahu.., Aduh bagaimana mengatakannya, Pokoknya kamu jangan sampai suka sama aku. "


" Kenapa? Apa kau takut kau juga akan balas menyukaiku.? "


" Aku sangat mencintai suamiku, Aku tidak mungkin mengkhianati nya, dan tolong aku meminta padamu supaya berhenti untuk menyukaiku, Aku tidak ingin Juan sampai salah paham dengan perasaanmu itu, Dan sekali lagi ku tegaskan kalau aku tidak takut dengan ucapan mu barusan karena aku yakin kalau aku sangat mencintai suamiku. " Jelas Risa tegas


" Hahahaha..., Apa kau menganggap serius omongan ku barusan.? " Daniel tertawa terbahak-bahak membuat Risa yang melihatnya semakin di buat kebingungan


" Kau bercanda mengatakan hal itu.? " Tanya Risa


" Kenapa? Kau berharap itu serius.? " Sahut Daniel masih berusaha menahan tawanya, Setelah itu ia mengeluarkan ponselnya dan memberikannya kepada Risa, Risa yang nampak bingung melirik Daniel heran kemudian Daniel memberitahu Risa bahwa sejak tadi ia dan Juan sedang melakukan panggilan jarak jauh di mana Juan sudah mendengar semua yang di katakan Daniel sejak awal begitu pun dengan Risa.


" Apa maksud nya.? " Tanya Risa masih keheranan dan mulai mendekatkan ponsel Daniel ke telinganya.


" Terima kasih ya sayang karena sudah jujur. " Ucap Juan di seberang sana


" Maksud nya apa? Kenapa kau bisa menelpon di ponsel Daniel.? " Tanya Risa benar-benar penasaran


Juan pun menjelaskan kepada Risa kalau sebenarnya dia dan Daniel adalah teman dan dia sengaja membuat Daniel dekat dengan Risa untuk mengetahui seberapa setianya Risa setelah pisah dengan Juan, Mendengar hal itu Risa pun mengomeli Juan karena sikapnya yang kekanak-kanakan bahkan sampai melibatkan orang lain di hubungan mereka. Daniel yang saat ini hanya dapat senyum-senyum sendiri membuat Risa ikut kesal dan melemparkan sebuah ranting yang hampir mengenai Daniel jika ia tak menghindar dengan cepat.


Setelah memberitahu Risa yang sebenarnya mereka pun mengakhiri panggilan barusan, Tiba saatnya untuk Daniel menerima amarah dari Risa, ia jelas tak tahu kalau selama ini Daniel telah bersekongkol dengan Juan, Daniel pun hanya dapat meminta maaf sebab sebelumnya ia sempat menolak karena tak ingin ikut campur, namun Juan terus menerus meminta tolong padanya sehingga ia pun menerima permintaan temannya itu, Daniel dan Juan sudah berteman sejak keduanya sekolah penerbangan di mana saat itu Juan lebih dulu selesai karena prestasinya sebagai calon pilot sementara Daniel yang harus terus mengikuti training dengan waktu yang cukup lama. Bahkan sebelumnya Juan juga sudah tahu kabar Daniel yang menolong Risa dari Rama waktu itu.


✈️


 


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak berupa like and vote yah sebagai dukungan untuk Author 😘