My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Target?



Akhirnya penerbangan pertama Risa menuju luar negeri telah tiba di sebuah Bandar Udara Internasional São Paulo/Guarulhos – Governor André Franco Montoro, Semua awak kabin bergegas mengerjakan tugas mereka masing-masing ada yang menjaga pintu keluar dan ada juga yang membantu para penumpang saat mengambil barang-barang mereka. Risa sendiri bertugas untuk membantu penumpang di kelas ekonomi dengan mengarahkan mereka keluar melalui pintu khusus kelas yang telah di siapkan sebelumnya.


Setelah semua penumpang turun, Semua awak pesawat harus membereskan kabin masing-masing sebelum mereka menikmati waktu istirahat sampai jam terbang berikutnya di lakukan. Perbedaan jam terbang internasional dan dalam negeri sangat jauh berbeda walaupun mereka harus menempuh perjalanan jauh setidaknya ada hari di mana mereka bisa istirahat dan menikmati keindahan negara yang mereka kunjungi. Dan Risa benar-benar excited dalam hal ini.


Briefing di adakan di dalam pesawat sebelum semuanya pergi menuju hotel, Dipimpin oleh Kapten Zain selaku pilot in command paling senior pesawat itu dan di akhiri langsung dengan ucapan terima kasih atas kerja keras kru selama penerbangan berlangsung. Risa melirik co-pilot tampan yang di maksud oleh Maya dengan tatapan yang sulit di artikan, tanpa sadar keduanya saling bertatapan sehingga membuat Risa langsung mengalihkan pandangannya.


" Masih tampan Dimas dari dia. " Ucap Risa dalam hati.


Setelah melakukan briefing, tiba saatnya semua kru pesawat menuju hotel untuk beristirahat. Selama dua hari ini mereka akan beristirahat serta jalan-jalan lalu setelah itu kembali bekerja sesuai jadwal jam terbang yang di berikan oleh atasan. Risa dan Maya bergegas menuju bus yang sudah menunggu di luar di mana bus itu akan mengantar mereka sampai di hotel yang telah di siapkan oleh perusahaan.


Saat mereka tiba di bus, Risa tiba-tiba menyadari kalau ponsel nya ketinggalan di galley pesawat saat ia hendak membersihkan tempat itu. Terpaksa Risa harus kembali dan meminta supirnya untuk menunggunya sebentar. Risa berlari dengan cepat menuju pesawat sebelum tangga darurat di lepas, Ketika Risa sudah berada di atas pesawat ia tak sengaja mendapati seseorang di balik tirai yang menghubungkan kelas bisnis dan kelas ekonomi.


Risa mengintip melihat siapa yang masih berada di dalam, tampaknya co-pilot tampan itu tengah bersama seorang wanita yang entah mereka tengah membahas soal apa. Tiba-tiba saja Risa teringat dengan ucapan Maya soal Co-pilot itu yang selalu membawa pulang seorang wanita ke rumahnya di Brazil.


Risa tak ingin mengganggu mereka dan bergegas menuju galley untuk mengambil ponselnya, Namun ketika Risa mencarinya tampaknya ponselnya sudah tidak ada. Risa mulai panik dan bingung harus memberitahu siapa, seseorang baru saja berdeham pelan sehingga membuat Risa menoleh. Risa mendapat kedua manik mata seorang pria yang sudah berdiri tegap di belakangnya.


" Benar capt itu ponsel saya. " jawabnya cepat.


" Lain kali jangan sembarangan menyimpan barang berharga. " Co-pilot itu kemudian menyerahkan ponsel Risa dan mulai berjalan meninggalkan nya.


Risa hanya dapat melongo melihat co-pilot itu pergi dengan wanita yang di ajaknya, Entah siapa wanita itu dan setau Risa dia bukanlah salah satu kru dari pesawat mereka. Tak menunggu waktu lama Risa segera kembali ke bus ia yakin semua orang pasti sudah lelah menunggu nya.


*


Pertama kalinya berada di luar negeri tentu membuat Risa ingin cepat-cepat menghabiskan waktu untuk sekedar jalan-jalan dan belanja oleh-oleh di benua Amerika bagian Selatan itu. Maya yang merupakan satu-satunya teman dekat Risa di maskapai sudah terbiasa dengan jatah jalan-jalan seperti ini sebab Maya merupakan pramugari senior meskipun umur mereka sama, Untuk itu Risa juga ingin segera mendapatkan posisi senior lagi seperti Maya jika ada promosi yang di keluarkan oleh perusahaan lagi.


Setelah beristirahat cukup lama di hotel, Risa mengajak Maya untuk jalan-jalan dan wanita itu langsung menyetujuinya. Maya sempat bertanya kepada Risa apakah dia mengalami jet lag karena baru pertama kali terbang cukup lama, dan jawaban Risa sangat menohok sehingga membuat Maya kagum pada Risa. Jiwa Risa benar-benar di rancang untuk menjadi seorang pramugari, ia tak kenal lelah dan selalu ceria bahkan di saat apapun.


Brazil terkenal dengan kota terbesarnya yang bernama São Paulo, kota ini merupakan salah satu kota terbesar di dunia. Kota São Paulo disebut-sebut sebagai hutan beton karena di sini berdiri banyak sekali gedung-gedung pencakar langit. Kota São Paulo juga sangat terkenal dengan para koki yang sangat jago dalam memasak oleh sebab itu sebelum jalan-jalan ke beberapa tempat, Risa dan Maya akan makan siang di salah satu restauran yang cukup terkenal di kota itu.