
Pria itu baru saja membuka pintu mobil dan menahan masuk ke dalam begitu mendengar suara teriakan seseorang yang memanggil nama nya, Ia menoleh dengan wajah dingin dan seorang wanita kini tengah menghampirinya diiringi senyum yang merekah di bibirnya. Pria itu mendesah berat tatkala wanita itu tiba di hadapannya.
" Kamu mau kemana, Aku ikut yah. " Ucap Karin pada Juan.
" Aku ada urusan penting. " Jawabnya dingin.
" Urusan penting apa? Kita bahkan baru tiba di New York dan kamu sudah mempunyai urusan, " lanjut Karin.
" Bisa tidak setiap aku pergi kamu tidak perlu mengikutiku terus. " Juan yang mulapi kesal dengan kehadiran Karin yang terus menerus menghantuinya setiap jadwal istirahat lama kelamaan membuat Juan muak dan akhirnya mengatakannya saat ini.
" Kamu kok begini sih, Setelah apa yang kita lalui selama ini kamu beraninya membentakku..., Bahkan di saat kamu gonta-ganti pasangan pun aku tetap berada di sisimu dan kamu tidak menghargai ku sama sekali. ?" Lontar Karin ketus.
" Kita tidak pernah pacaran Karin, aku hanya sekali mengajakmu ke rumah ku waktu itu dan setelahnya kau sendiri yang terus membuntuti ku. "
" Aku tidak peduli kau mau menyuruhku pergi seribu kali aku akan tetap berada di sampingmu, akan ku pastikan kalau wanita yang akan kau pilih menjadi istrimu nanti adalah aku. " Tekan Karin pada setiap kata yang di ucapkannya.
" Aku.. " Juan menggantung ucapannya ketika melihat dua orang wanita yang tak asing sedang melewati parkiran dan saat ini tengah menatapnya dengan wajah yang ketakutan.
Karin yang menyadari sikap Juan yang aneh ikut menoleh dan mendapati Risa dan Maya yang kemudian menunduk meminta maaf karena tidak sengaja mendengar pertikaian antara mereka berdua, Setelah itu Risa dengan cepat menarik tangan Maya meninggalkan parkiran sementara Juan tampak memperhatikan Risa dengan tajam dengan pikiran anehnya yang mulai mengganggu.
" Jangan ikuti aku lagi, Kembali lah ke Hotel. " Gumam Juan segera masuk ke dalam mobil.
Karin yang tak terima dengan perlakuan Juan mulai mengetuk-ngetuk pintu kaca mobil yang di sewa Juan untuk urusannya kali ini, Juan terlihat tidak peduli dan langsung menancap gas meninggalkan Karin yang di landa amarah besar.
**
" Kau sudah lihat kan kelakuan Karin yang selalu mendekati Juan kemana-mana, " Gumam Maya sambil menyeruput es krim miliknya.
" Pokoknya kamu jangan sampai jadi korban Kapten Juan atau nasibmu akan buruk karena Karin. " Lanjut Maya membuat Risa hanya dapat tersenyum kecil.
" Lagi pula siapa juga yang mau, " Balas Risa kemudian.
Bagai pucuk di Cinta ulam pun tiba, Itulah yang paling pantas menggambarkan keadaan saat ini di mana seorang pria tampan baru saja berdiri di hadapan keduanya dan membuat mereka melongo heran satu sama lain.
" Kapten.. " Ucap Risa dan Maya kompak.
" Sedang apa? " Tanya nya lirih.
" Menikmati es krim di sore hari capt " Jawab Maya polos.
" Boleh aku join.? " Risa dan Maya saling melirik heran berusaha menentukan jawaban yang tepat untuk di katakan kepada Juan, jujur keduanya merasa sangat canggung jika Juan ikut bergabung sehingga Risa memilih untuk bangkit dan berkata ingin segera kembali ke hotel karena sebelumnya Maya merasa tidak enak badan dan akhirnya di susul dengan Maya yang mendadak berpura-pura sakit perut.
" Kalau begitu biar aku yang mengantar kalian, " Usul Juan lagi-lagi membuat keduanya kebingungan, Padahal mereka hanya ingin menghindari Juan bukannya malah berakhir seperti ini.
" Nggak usah Capt, kita bisa naik taksi kok. " Lontar Risa kemudian.
" Dari pada naik taksi kalian harus keluar uang lebih baik naik mobil yang sudah ku rental, Sudahlah ayo ikut denganku saja, Bagaimana pun juga aku ini pilot kalian yang harus bertanggung jawab juga kalau salah satu kru sedang sakit."
Mau tidak mau keduanya terpaksa mengiyakan ajakan Juan, Rencana untuk kabur ke tempat lain pun gagal dan mereka akan segera di antar ke hotel oleh pria tampan itu.