
Jangan lupa di like sebelum lanjut baca ya guys :)
.
.
.
Sudah dua hari ini Juan seperti orang lain di mata Risa, ia bahkan tak membalas pesan chatnya dan selalu mengabaikan tatapan mata langsung, Saat ini semua awak kabin akan kembali ke Jakarta dan karena adanya waktu libur Risa berharap dia dan Juan akan segera ke Brazil bertemu neneknya, Melihat Juan yang saat ini seperti itu terkadang membuat Risa merasa sedih dan juga khawatir ia tak tahu apa yang ada di pikiran Juan saat ini sampai membuatnya diam seribu bahasa.
" Kau tidak boleh berpikiran yang tidak-tidak, Juan tidak mungkin mengabaikan mu tanpa alasan, kau harus percaya itu. " Benak Risa yang terus menerus meyakinkan dirinya
Biasanya setiap melihat langit biru yang cerah Risa akan merasa tenang dan senang, tapi entah kenapa saat ini rasanya berbeda, padahal cuaca hari ini sangat cerah tapi dia tidak benar-benar menikmatinya. Sebentar lagi pesawat akan landing di Jakarta, saat itulah Risa dan Juan sudah terlepas dari tugas sehingga ia bisa dengan cepat menanyakannya langsung, Kali ini ia berjanji akan langsung mengajak Juan untuk membicarakan soal sikapnya yang tiba-tiba berubah.
Setelah menghabiskan waktu selama satu jam tiga puluh menit kini pesawat telah berhasil mendarat di bandara soekarno-hatta, Pesawat saat ini telah melakukan manuver dan bersiap untuk mengosongkan pesawat, Pramugari pun bersiap untuk bertugas sesuai tugasnya masing-masing. Setelah semua beres tiba saatnya mereka meninggalkan pesawat, Pandangan Risa terus tertuju pada pintu kokpit berharap Juan segera keluar dan sambil berjalan ia pun mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan pada pria itu.
" Aku akan menunggumu di parkiran. " Tulis Risa dan segera di kirim kepada Juan
Panggilan Sabrina untuk mengajak Risa berjalan cepat membuat wanita itu langsung menyimpan ponselnya dan bergegas mengejar langkah kaki Sabrina.
\*
Wanita itu terlihat lelah menunggu, ia sudah menghabiskan waktu sekitar tiga puluh menit dan terus menerus menatap layar ponselnya di mana isi pesannya untuk seseorang sampai saat ini belum di balas, Tidak biasanya Juan selama ini di dalam kalaupun ia melaporkan hasil penerbangan biasanya tidak akan selama ini dan ia pasti tak akan pernah mengabaikan pesan darinya. Risa pun kembali mengirimkan beberapa pesan berharap Juan segera membalasnya paling tidak ada informasi telah terbaca dari pesannya itu.
" Risa...!!!" Panggil seseorang berhasil membuatnya menoleh
" Maya..!!! " Balasnya seketika senang dan menyambut Maya kedalam pelukannya
" Sudah lama sekali, Aku merindukan mu, oh iya kapten Juan mana ? Bukannya dia sekarang jadi PIC (Pilot in command) di maskapai kamu.? " Tanya Maya setelah melepas pelukannya
" Aku sedang menunggunya, dia belum keluar dan mungkin masih di crew center. " Balasnya pelan
Alex yang baru saja selesai memarkir mobilnya ikut menghampiri Maya dan menyapa Risa seperti biasa, melihat mereka yang sudah siap-siap seperti itu menandakan bahwa keduanya akan kembali memulai penerbangan lagi, Risa kembali teringat saat dirinya masih bergabung dengan mereka dan tak ada satu hari pun ia merasa tidak bahagia, perbedaan jam terbang yang sangat jauh membuatnya sangat merindukan momen-momen itu.
" Kita sudah telat, sampai ketemu lagi yah, lain kali kita harus jalan bareng oke. " Seru Maya dan langsung di balas anggukan setuju oleh Risa
Keduanya mengakhiri pertemuan mereka dengan pelukan hangat, Setelah itu Risa hanya dapat melambaikan tangan pada Maya, wajahnya yang semula ceria seketika sendu lagi mengingat Juan yang sampai saat ini belum juga kembali.
" Dia sedang apa sih, kenapa lama sekali.? " Batin Risa mulai kesal
" Kebetulan sekali bertemu denganmu di sini. " sahut seseorang yang lagi-lagi membuat Risa menoleh
Rupanya Karin yang juga baru saja tiba tak sengaja bertemu Risa di tempat parkir, Ia menatap Risa dengan senyuman yang sulit di artikan sebaliknya Risa hanya dapat menatapnya datar. Tatapan Karin tiba-tiba tertuju pada cincin yang tersemat di jemari Risa membuatnya kembali terkekeh pelan.
" Kapten Juan tidak serius padamu, Aku akan sudah bilang kalau sebelum ada kita berdua dia pernah menjalin hubungan dengan seorang wanita bernama Cindy, dan lihat apa yang terjadi dia bahkan tak sempat menikahi Cindy dan pergi begitu saja tanpa kepastian, "
" Apa maksud mu mengatakan hal ini padaku.? " Tanya Risa tajam
" Hmm.., Karena aku hanya ingin memperingati mu saja kalau tidak semua pria tampan itu memiliki satu orang wanita. " Lanjut Karin dan bergegas meninggalkan Risa yang masih di landa kebingungan atas ucapannya yang benar-benar aneh itu
Risa menatap kepergian Karin dengan tatapan nanar, ia ingin tak mempercayai Karin namun saat ini sikap Juan seakan menguatkan ucapan yang di katakan Karin padanya, Wajar jika Risa saat ini merasa gelisah sebab ini kali pertamanya menjatuhkan hatinya kepada seorang pria dan di ajak menikah meskipun semuanya belum begitu jelas. Risa kembali melirik ponselnya namun sampai saat ini belum ada balasan dari Juan.
\*
" Halo.., Risa? Kau mendengar mama atau tidak sih.? " Suara wanita itu baru saja membuat Risa tersadar dan mulai menjawab panggilannya meskipun pikirannya saat ini benar-benar kacau
" Bagaimana kamu dan Juan, kapan kalian akan menemui keluarganya? Saat ini kalian sedang libur ada baiknya menemui mereka sekarang, Mama udah nggak sabar nih ingin melihat kalian berdua segera menikah." Sahutnya di seberang sana
Risa kembali terdiam dan mulai memikirkan jawaban yang pas untuk di berikan kepada mamanya, ia tak mungkin memberitahu beliau kalau saat ini Juan sedang menghilang entah kemana.
" Iya mah, secepatnya kami akan menemui mereka hanya saja saat ini sepertinya belum bisa, waktunya kurang pas begitu. " Balasnya kemudian
" Ya sudah kalau begitu, kabari mama kalau kalian sudah menemui mereka yah."
" Iya mah." Risa pun mengakhiri panggilan barusan dan kembali menatap layar ponselnya dengan sendu
" Kamu kemana sih, kenapa tiba-tiba menghilang begini. " Ucap Risa tanpa terasa air matanya pun mulai terjatuh
Entah sudah berapa banyak ia mengirimkan pesan bahkan mencoba menghubungi nomor Juan dan sampai detik itu tak ada jawaban, Risa semakin khawatir apa yang di katakan oleh Karin benar namun ia masih tetap ingin percaya pada Juan bagaimana pun akhirnya nanti, Cincin yang melingkar di jemarinya akan menjadi bukti nyata kalau Juan tidak sedang mempermainkannya dan Risa akan tetap percaya akan hal itu.
\*
Tidak ada kata lain selain lelah yang dapat di gambarkan oleh perasaan Risa saat ini, sejak subuh tadi ia sudah keluar kamar mencari tahu soal keberadaan Juan mulai dari asrama hingga beberapa tempat yang biasa di kunjungi nya namun tak ada satupun dari tempat yang ia datangi menyimpan informasi atau pun tanda-tanda bahwa Juan pernah kemari, Setelah mencari dari subuh hingga siang hari Risa pun lelah dan tak tahu harus mencarinya di mana lagi, Juan bagaikan buih yang hilang di lautan yang tidak di ketahui keberadaannya lagi.
Entah apa yang membuat Risa sampai kepikiran dengan Brazil, saat ia menyenderkan tubuhnya di kursi taman bayangan akan negera itu pun muncul, sejenak ia kembali berpikir jika seandainya Juan ke sana kenapa dia tidak memberitahunya atau paling tidak membalas pesan darinya, hal ini sudah semakin rancu Risa pun merasa ada yang aneh dan membuatnya tiba-tiba beranjak dari kursi taman menuju suatu tempat.
Wanita itu tiba di sebuah bangunan berwarna coklat muda dengan tulisan kantor polisi yang terpampang jelas sebelum memasuki bangunan itu, Risa mencoba menemui salah satu polisi yang kebetulan menjaga di sana kemudian melaporkan kepadanya tentang kasus orang hilang, Juan memang bukan anak kecil sampai harus di laporkan seperti ini namun pikiran aneh terus menghantuinya ia mengira Juan dalam bahaya saat ini karena kehilangannya sangat misterius, Setelah Risa menjelaskan detailnya polisi pun mulai merangkumnya dan menanyakan beberapa pertanyaan lagi, Juan sudah menghilang 24 jam dan biasanya masa berlaku pencarian orang hilang adalah 24 jam.
Beruntung polisi mau membantu Risa dan secepatnya akan mengirim orang untuk mencari Juan, Dengan begitu Risa dapat pulang ke kost dengan perasaan yang sedikit lebih lega ia dapat menunggu telepon dari kepolisian jika Juan sudah di temukan, paling tidak ia bisa mendapat informasi soal keberadaannya. Setelah meninggalkan kantor polisi ia juga tak lupa menghubungi seseorang yang kebetulan dekat dengan pria itu, dia adalah Jane sepupu Juan dan untungnya mereka pernah saling tukar nomor waktu itu.
Sayangnya nomor Jane pun saat itu sedang tidak aktif tapi Risa tetap mengirimkan pesan kepadanya, Ia berharap Jane membalas pesan itu. Langit pun tampak kelabu sore itu, hujan sebentar lagi akan turun suara gemuruh petir terdengar sangat jelas namun Risa masih berdiri di tempat menatap ke atas langit, Warna biru yang biasanya ia lihat kini sirna begitu pun dengan kebahagiaan yang kemarin ia rasakan kini berubah menjadi kekhawatiran yang membuatnya sedih, Menangis pun tak ada artinya lagi hanya doa yang bisa ia panjatkan.
" Kumohon segera kembali. " Benaknya sambil menyentuh dadanya yang terasa sakit
\*
.
.
.
Silahkan menerka-nerka ada apa dengan Juan? dia kemana sampai Risa lapor polisi? jangan lupa untuk like dan komennya sekalian kalau mau ngevote juga boleh biar author makin semangat nulisnya :)
caranya mudah kok seperti gambar yang ada di bawah....