
Like Dulu dong baru lanjut bacanya 😍
.
.
.
Pagi keesokan harinya Risa terbangun di atas sebuah tempat tidur, Ia melirik seisi kamar yang berdominan peach pink dan langsung tersadar kalau dirinya sedang berada di Brazil, Sambil menguncir rambutnya secara asal ia pun bergegas menuju kamar mandi, Setelah menghabiskan waktu kurang lebih lima menit ia pun keluar dan membereskan tempat tidurnya. Jam masih menunjukkan pukul enam pagi dan di luar sinar matahari mulai menyinari pepohonan yang rindang ada pun suara nyanyian alam oleh hewan-hewan pagi menambah keindahan pagi itu. Setelah merapihkan kamar, Risa segera keluar mencari sosok Juan dan ternyata pria itu sudah bangun terlebih dulu dan saat ini sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Risa.
" Kau sudah bangun.? " Ucap Risa ketika ia tiba di dapur
" Hmm.. Selamat pagi. " Lontar Juan meliriknya sebentar kemudian kembali fokus menyiapkan roti untuk di panggang di mesin pemanggang
Risa tak mau membuat Juan kerepotan dan ikut membantunya dalam membuat sarapan, Dengan keahliannya dalam memasak, Risa pun mencoba untuk membuat pasta dengan beberapa bahan makanan yang tersedia, Di Brazil orang-orang tidak memakan makanan yang lebih karbohidrat seperti nasi, mereka biasanya mengganti bahan makanan mereka dengan pasta atau sesuatu yang terbuat dari kentang. Keduanya memulai membuat sarapan dengan penuh keceriaan, Risa sengaja mengundang tawa agar Juan tidak kepikiran akan neneknya terus menerus dan hal itu tentu saja berhasil.
Saking senangnya mereka tak sadar kalau Diana dan Jane baru saja datang, keduanya melirik Juan dan Risa yang masih asik tertawa namun Diana tak ingin membuat momen itu hilang begitu saja hingga sebelum keduanya sadar Diana hanya meletakkan makanan yang sengaja ia bawa untuk mereka di atas meja kemudian menarik tangan Jane putrinya meninggalkan rumah itu, Diana hanya akan mengirimkan pesan pada Risa bahwa ia meninggalkan makanan itu di atas meja karena tak ingin mengganggu kebahagiaan mereka berdua.
\*
Sore itu Juan mengajak Risa ke makam neneknya yang berada tak jauh dari rumah, Mereka hanya dapat berjalan kaki beberapa meter saja dan akan sampai di sebuah pemakaman keluarga di mana di makam itu ayah dan ibu Juan juga di makam kan, Nenek Juan di kubur tepat di sebelah suaminya yang meninggal saat Juan lahir sehingga ia tak sempat mengenal sosok beliau tapi Juan tahu kalau kakeknya dulu seorang pilot pesawat tempur dan di lanjut oleh ayahnya yang menjadi seorang pilot pesawat komersial hingga di lanjutkan oleh Juan setelah beliau juga meninggal.
Begitu mereka tiba di sana, Risa menyapa keempat makam yang ada di hadapannya dengan senyum yang merekah kemudian membagi buket yang ia bawa menjadi empat bagian dan di letakkan nya di atas tiap-tiap makam tersebut, Juan tersenyum senang melihat aksi Risa barusan dan setelah itu Risa kembali berdiri di sebelah Juan sambil mengepal kedua tangannya seraya berdoa untuk mereka yang telah meninggalkan Juan, Saat ini keluarga Juan yang tersisa hanyalah Diana berserta suami dan putrinya, di tinggalkan orang tercinta satu persatu seperti ini tentunya sangat menyakitkan dan saat ini Juan tak bisa membendung kesedihannya sehingga ia pun terpuruk sambil menangis.
Selama Risa mengenal Juan baru kali ini ia melihat pria itu menitihkan air mata, banyak yang bilang jika seorang pria yang terlihat tegar setiap saat sampai menangis itu artinya ia sudah tidak dapat menahannya lagi, dan Juan hanyalah manusia biasa yang tak bisa luput dari hal seperti ini. Risa ikut mensejajarkan dirinya dengan Juan kemudian merangkulnya lembut. Risa berjanji di sore itu untuk selalu berada di sisi Juan memberikan kebahagiaan sampai mereka terpisahkan oleh waktu dan akan memegang janjinya itu selama-lamanya. Ia berjanji pada makam Ayah-ibu serta kakek-nenek Juan.
" Mereka semua sudah tenang, Jangan pernah menampilkan wajah sedih mu lagi setelah ini. " Ucap Risa perlahan membuat Juan menyeka air matanya dan menghentikan tangis nya itu.
Setelah Juan kembali tenang dan ia sudah tak menangis lagi, pria itu kemudian melirik Risa dan di balas lirikan yang Hangat oleh wanita itu. Juan mulai meraih tangan Risa dan mengelusnya pelan, Kedua bola matanya lagi-lagi menatap Risa dengan tatapan yang teduh lalu ia tersenyum lebar.
" Kita menikah di sini saja, Aku akan mengirim kedua orang tua mu segera dan kita bisa menikah di sini secepatnya. " Ucap Juan sukses membuat Risa tak bisa berkata-kata, ia tak menyangka Juan masih memikirkan hal itu di saat masa berkabung nya.
" Tapi bagaimana denganmu? Kamu baru saja kehilangan nenekmu? " Tanya Risa kemudian.
" Aku yakin nenek akan senang jika kita melangsungkan pernikahan secepatnya di sini, Setelah itu kita bisa kembali ke Indonesia lagi. "
Tak ada kata yang bisa menggambarkan rasa bahagia Risa saat ini selain kata Aku sangat senang, Ia mengangguk menyetujui ucapan Juan dan di sambut pelukan erat darinya. Akhirnya pernikahan yang sempat tertunda-tunda akan segera terwujud.
\*
Waktu berlalu sangat cepat dan kini kedua orang tua Risa telah tiba di Brazil dua hari yang lalu, Saat ini Juan dan Risa sibuk mengurus persiapan pernikahan mereka yang akan berlangsung minggu depan, mulai dari gaun pernikahan hingga venue telah di pesan Juan di sebuah tempat yang sangat Indah dengan pemandangan laut sebagai poin utama, Juan telah menyewa sebuah resort mewah di daerah kota Brazil dan rencananya mereka hanya akan mengundang beberapa kenalan Juan yang ada di Brazil dan juga rekan kerja mereka yang sekiranya dapat hadir ke pesta pernikahan mereka.
Kabarnya kapten Zain dan yang lain secara kebetulan akan tiba di Brazil dalam rangkaian tugas mereka dan jadwal tiba mereka bertepatan dengan esok harinya Juan dan Risa akan menikah, Undangan pun telah tersebar baik melalui pesan digital hingga undangan pada umumnya, Saat ini keluarga Juan dan Risa tengah berkumpul di rumah Juan membahas keperluan apa lagi yang belum terpenuhi, Seperti biasa Mama Risa begitu antusias dalam mengatur semuanya meskipun sebenarnya ia cukup sedih karena tidak bisa merayakan pernikahan Risa di Indonesia tetapi semangatnya dalam mengurus segala sesuatu patut di acungkan jempol.
Diana tante Juan pun langsung akrab dengannya walaupun mereka baru pertama kali bertemu, Keduanya memang memiliki usia yang sama dan sifat mereka yang ceria pun sangat dapat sehingga mereka tampak seperti dua orang sahabat yang baru saja bertemu, Semuanya mulai sibuk dengan urusan masing-masing dan tiba-tiba saja Papa Risa pamit keluar untuk mencari udara segar, Juan yang melihat hal itu pun ikut bangkit dan menyusulnya setelah memberitahu Risa dan langsung di setujui oleh calon istrinya itu.
" Papa senang akhirnya Risa akan segera menikahi pria baik sepertimu, dengan begitu papa akan merasa tenang karena calon suami Risa adalah kamu. " Ucapnya membuat Juan meliriknya dengan wajah terharu
" Papa juga turut berduka atas kepergian nenekmu, Maaf saat kami tiba papa tidak mengucapkan hal itu padamu, " Lanjutnya ikut melirik ke arah Juan
" Tidak apa-apa pa, Aku juga ikut senang karena kalian mau menyetujui pernikahan ku dan Risa di adakan di sini. " Lontar Juan tersenyum simpul
" Oiya.. Papa dengar dari Risa kalau kamu sudah keluar dari perusahaan, apa kamu yakin akan berhenti menjadi seorang pilot.? " Tanyanya tiba-tiba kepikiran soal itu.
" Tentu tidak pa.., Juan punya alasan sendiri kenapa resign dari perusahaan, Juan akan memberitahu Risa nanti jika kami sudah menikah, intinya Juan tidak akan berhenti menjadi seorang pilot. " Jawab nya mantap
Papa Risa ikut bangga dengan ucapan Juan, melihat Juan yang sangat ambisi seperti itu mengingatkannya dengan Risa yang sama persis saat mengatakan dirinya akan menjadi seorang pramugari hebat, Mungkin jodoh memang seperti itu tidak terlepas dari kata cocok satu sama lain.
\*
Hari pernikahan adalah hari yang paling di tunggu-tunggu oleh sepasang kekasih yang saling mencintai, hari yang paling sakral dan juga hari dimana dua keluarga akan sangat berbahagia dimana momen tersebut tidak akan pernah terlupakan seumur hidup. Pernikahan yang di selenggarakan di salah satu resort mewah di Rio de Janeiro ini di hadiri oleh orang-orang tertentu saja, Suasana yang Indah dengan pemandangan laut yang luas membuat siapa saja akan merasa relax dan bersenang-senang di pesta pernikahan Juan dan Risa hari ini.
Seorang wanita baru saja berjalan mendekati cermin besar yang terpajang di ruangan itu, Ia menatap dirinya di pantulan cermin dengan gaun putih yang Indah, hari ini Risa terlihat sangat cantik dengan rambut yang di gelung dan hanya menyisakan beberapa helai kemudian di hias sebuah mahkota berlian yang membuatnya seperti seorang Putri kerajaan. sebentar lagi ia akan melepas usia lajangnya dimana saat ini usianya yang menginjak 26 tahun dan ini merupakan usia yang cukup muda bagi seorang pramugari untuk menikah.
Pintu baru saja terkuak membuat wanita itu menoleh dengan senyuman yang merekah, Tiga orang wanita yaitu mamanya, Diana dan Jane baru saja memasuki ruangan itu dan langsung berdecak kagum atas kecantikan Risa saat ini, mereka tak berhenti memuji Risa sehingga membuat wanita itu ta berhenti tersipu malu. Jane mengeluarkan ponselnya dan langsung mengambil foto selfie pertama, keempat wanita itu berpose di depan kamera yang di pegang oleh Jane dan setelah mereka cukup berswafoto bersama salah satu panita pernikahan memanggil Risa untuk sekiranya bersiap-siap.
Risa mendadak gugup setelah ketiga wanita itu membantunya berjalan, karena gaun yang di kenakan Risa sangat besar ia jadi kesulitan untuk berjalan sehingga mereka bertiga membantunya dalam mengangkat sebagian gaun agar memudahkannya untuk berjalan menuju altar. Setibanya di depan pintu menuju altar Papa Risa berdiri menunggunya dengan wajah penuh bahagia, setelah itu ia meraih tangan Risa untuk dapat berjalan bersama dan setelah itu ia menyerahkan Risa kepada pria pilihannya.
Pintu terbuka dan semua mata tertuju kepadanya, sorak sorai tamu undangan mewarnai pesta hari itu, Risa sangat gugup saat berjalan di altar namun papanya dengan penuh kelembutan memberikan kekuatan kepada Risa untuk sekiranya dapat berjalan dengan penuh percaya diri, Sorakan Maya dan Alex sukses membuat Risa percaya diri dan melemparkan senyum ke arah mereka, senang bisa melihat orang-orang terdekatnya bisa hadir di acara ini.
Tinggal selangkah lagi dan Papa Risa akan menyerahkan putrinya kepada Juan, Pria tampan yang mengenakan stelan jas berwarna putih layaknya seorang pangeran hendak menunggu permaisuri nya untuk segera naik ke pelaminan, Juan memberikan tangannya dan di sambut oleh tangan Risa setelah sebelumnya melirik ke arah papanya. Setelah Risa berada di sebelah Juan tiba saatnya untuk Papa Risa menyingkir ke samping istrinya, Terlihat jelas bahwa saat ini ia sedang menahan tangis melepas kepergian putrinya ke tangan seorang pria namun tangisan itu bukanlah tangisan kesedihan melainkan tangisan bahagia atas kebahagiaan putrinya itu.
Pukul 09:00 hari senin tanggal 29 Mei 2020 Risa dan Juan telah resmi menjadi pasangan suami istri, Setelah melontarkan kalimat sakral tiba saatnya mereka menyapa satu persatu tamu yang datang, Kapten Zain selaku kapten tertinggi di maskapainya dulu memberikan ucapan selamat kepada mantan co-pilot nya itu, ia juga menyarankan Juan untuk tidak berhenti menjadi seorang pilot mengingat hal itu Juan sudah mempunyai rencana sendiri yang sampai saat ini belum di beritahu pada siapa pun, Maya dan Alex pun ikut berbahagia atas pernikahan mereka dan berharap akan segera menyusul jika waktunya sudah tepat. Tak hanya rekan satu maskapainya saja yang datang tetapi Dimas dan Tania pun ikut hadir mengucapkan selamat kepada mereka.
Risa cukup terkejut melihat keduanya datang, Saat ini Tania tengah mengandung anak pertamanya dengan Dimas dan pertemuan mereka kali ini di warnai dengan canda tawa, Rasanya Risa tak berhenti terkejut setelah melewati beberapa tamu ada satu tamu lagi yang membuatnya tak kala terkejut, seorang wanita yang saat ini menggandeng tangan seorang pria membuat Risa bertanya-tanya.
" Selamat yah atas pernikahan kalian berdua, Maaf karena sebelumnya pernah membuatmu takut soal Kapten Juan, aku tidak serius mengatakannya dan kenalkan aku dan Kapten Felix sedang menjalin hubungan saat ini jadi kamu tidak perlu khawatir denganku yang sekarang. " Ucap Karin di sambut senyuman lebar dari Risa dan Juan
Kapten Felix yang di maksud oleh Karin adalah seorang co-pilot yang telah menggantikan posisi Juan, dan kabarnya mereka berdua memulai hubungan setelah merasa tertarik satu sama lain. Dengan begini tak ada lagi yang mengganggu hubungan antara Juan dan Risa, Pesta hari ini pun berjalan cukup lancar hingga di penghujung acara, Penampilan musik serta kejutan-kejutan lainnya membuat tamu hadirin merasa sangat puas datang ke pesta pernikahan mereka.
\*
Author mau promote lagi guys, kuy mampir ke novel teman author yang judulnya Unexpected Love di jamin kalian pasti suka.