
Saat ini Cindy telah tiba di rumah sakit dan langsung berhadapan langsung dengan Diana, mereka membahas seputar DNA yang akan di lakukan sebelumnya, Juan memperhatikan mereka dari jauh dengan perasaan yang tiba-tiba mengganggunya, begitu tahu kalau melakukan tes DNA akan berisiko pada ibu dan anak tentu membuat Juan khawatir, Diana terlihat tegas menjelaskan sesuatu kepada Risa sampai akhirnya mereka berdua bangkit dari sofa dan pamit untuk menemui dokter pada Juan.
Sebelum benar-benar meninggalkan ruangan itu, Cindy menatap Juan dengan tatapan sayu, Juan memalingkan wajah nya terlebih dulu dan setelah Cindy keluar ia kembali melirik pintu itu, Ada perasaan berat namun ia juga tak ingin masalah ini terus berlanjut, Juan berharap dengan di lakukan nya tes DNA ini maka semua kesalahan ini dapat terselesaikan, Risa segera sadar dan semuanya kembali dengan normal lagi.
Beberapa saat kemudian Diana kembali tanpa Cindy, ia menjatuhkan tubuhnya dengan malas ke atas sofa sambil memijit pelipisnya yang terasa pening, Juan memperhatikannya dengan diam tanpa bertanya karena itu hanya akan memancing amarah Diana nantinya. Diana kemudian mengarahkan pandangannya pada Risa yang masih belum juga siuman, Ia merasa sangat kasihan pada Risa setelah apa yang ia dengar dari Cindy barusan, dalam empat belas hari ke depan hasil tesnya akan keluar dan semuanya akan menjelaskan kebenaran yang ada, Diana benar-benar mewanti-wanti agar tes itu mengatakan bahwa Juan bukanlah ayah dari sang bayi.
" Tante, apa itu kau.? " Suara Risa tiba-tiba memecah keheningan, Diana bangkit dan langsung mendekatinya sementara Juan terlihat senang bisa melihat Risa siuman.
" Iya sayang ini aku, apa kau merasakan sakit di sekitar tubuh mu? Aku akan memanggil dokter untuk memeriksamu. " Ucap Diana antusias
" Aku baik-baik saja, tapi aku ingin di ruangan ini hanya ada kita berdua, boleh kan. " Pinta Risa seketika membuat Juan harus keluar dengan terpaksa.
Juan keluar dengan perasaan sedih, dan saat ia hendak kembali menutup pintu ia mendengar isak tangis Risa yang pecah di dalam, mendengar nya membuat Juan ikut sedih dan ingin menangis juga, namun ia tak mau sampai orang-orang melihatnya lemah dan bergegas meninggalkan tempat itu.
💐
Karena kondisi Risa yang belum bisa pulang ke rumah, dokter pun menyarankan untuk tetap di rawat untuk beberapa hari ini sekaligus memantau kandungan nya, Biasanya di usia kandungan seperti ini ibu hamil akan lebih sering kelelahan belum lagi stress yang di alami Risa akibat ulah Juan, Hari ini pun ia tetap di temani oleh Diana karena Risa masih belum ingin bertemu dengan Juan sampai hasil tes DNA itu keluar. Juan pun harus bertugas untuk tiga hari ke depan dan saat ia pamit, Risa tidak ingin menemuinya dan menyuruh Diana untuk meladeninya.
" Tolong berikan ini padanya, Dia sangat suka makanan ini tapi aku baru sempat membelinya. " Juan menyerahkan sekotak kue kepada Diana untuk di berikan ke Risa, dan Diana pun hanya menerima kotak itu dan menutup pintu dengan cepat.
Juan yang masih berdiri di depan pintu terlihat gusar, namun ia mencoba untuk tetap semangat, beberapa hari lagi hasil tesnya akan keluar dan hari itu bertepatan dengan kembalinya ia dari tugas ini.
Di dalam ruangan, Risa terlihat melirik keluar jendela kamar dan menatap luasnya langit biru yang dulu menemaninya bepergian, Kemudian memori tentang Juan dan semua yang mereka lalui terulang membuatnya merasa sesak jika harus mengingat hari ini, dosa apa yang telah ia buat sampai harus menerima nasib seperti ini, Wanita yang duluan nya ia percaya dan ia teladani sedang hamil karena suaminya sendiri, Risa ingin mengenyampingkan pikiran itu tapi tetap saja tidak bisa sampai hasilnya keluar nanti.
" Ini, aku sudah memotong nya kecil-kecil agar memudahkan mu memakannya." Diana menyodorkan sepiring kue pemberian Juan kepada Risa namun wanita itu hanya menatapnya dengan datar kemudian menolaknya.
" Aku tidak mau memakannya. " Ucapnya sambil mengalihkan pandangannya
" Kalau begitu aku akan menyimpan nya di lemari es saja, kalau kau mau memakannya bilang padaku. " Lanjut Diana segera menyimpan semua kue itu ke dalam lemari es yang terdapat di kamar inap Risa.
Tok.. Tok.. Tok..
Diana menoleh ke arah pintu begitu mendengar suara orang mengetuk pintu, saat ia membuka pintunya ia di kejutkan dengan kedatangan Cindy. Dengan ketus Diana melarang Cindy untuk masuk menemui Risa, namun wanita itu tetap bersih keras untuk bertemu dengannya, hingga akhirnya Risa mempersilahkannya masuk karena ada hal lain juga yang ingin dia bicarakan pada Cindy.
" Aku akan meninggalkan kalian berdua. " Diana segera keluar begitu Cindy masuk dan menghampiri Risa.
" Bagaimana kabar mu.? " Tanya Cindy begitu ia sudah duduk di sebelah Risa
" Tidak baik, ada apa datang menemui ku.? " Tanyanya ketus
" Aku ingin membicarakan soal tes DNA itu. Jika seandainya tesnya keluar dan hasilnya mengatakan kalau bayi ini adalah anak Juan apa kau mengizinkan ku menikah dengan nya.? " Tanya Cindy seketika membuat Risa terkejut mendengarnya
" Aku tahu kalau aku sudah lancang tapi alasanku ingin di nikahi bukan karena aku mencintai Juan, tapu karena aku ingin anakku punya ayah dan kedua orang tuaku tidak merasa cemas karena akhirnya aku sudah menikah dengan pria lain, Aku takut pulang ke Indonesia dengan keadaan seperti ini, setidaknya jika ada Juan yang menjadi suamiku aku bisa membuat kedua orang tuaku merasa lega. " Lanjut Cindy
" Tapi bagaimana jika hasilnya negatif, Apa kau akan meninggalkan kami.? " Lontar Risa tajam
" Kau tenang saja, jika hasilnya negatif maka aku akan meninggal Brazil selama-lamanya dan aku tidak akan pernah menemui kalian lagi. " jawab Cindy mantap
Risa menggigit bibir bawahnya karena kesal, entah kenapa ia menjadi sangat khawatir dengan hasil DNA yang akan keluar, Ia harus bisa menepati janji antara dia dan Cindy bagaimana pun hasilnya nanti, Risa sendiri berharap bahwa hasilnya negatif meskipun ia cukup kasihan pada Cindy yang sekarang.
🍁
Semalaman Risa memikirkan perjanjiannya dengan Cindy, sejenak ia merasa menyesal telah menyetujui perjanjian itu, dan saat ini ia benar-benar khawatir mengenai hasilnya. Sekarang tepat pukul 2 pagi, Diana sudah terlelap sejak tadi dan saat Risa ingin tidur tiba-tiba saja sebuah pesan masuk di ponselnya membuat Risa bergeming dan meraih ponsel itu.
Sebuah gambar yang membuat Risa terenyuh baru saja masuk, Pesan singkat dari Juan dengan menyertakan sebuah gambar dirinya dan pria itu dengan kalimat yang menyentuh hati, Tangis Risa pecah saat itu juga, Ia meminta maaf pada bayinya atas nama sang ayah, Untuk saat ini berat mempercayai Juan setelah kebohongan nya kemarin-kemarin, Jika saja Juan lebih awal memberitahunya dan dia sendiri yang bilang ke Risa mungkin Risa tidak akan sesakit ini.