My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Peringatan



Dua gelas cocktail party baru saja di sajikan di hadapan Risa dan Juan, Melihat tampilan dari minuman itu Risa sampai berdecak kagum sebab warna dan desainnya sangat cantik ini pertama kalinya Risa melihat minuman seperti itu. Juan meraih gelasnya dan langsung meminumnya pelan-pelan, Risa yang melihatnya ikut mencoba menyeruputnya sedikit-sedikit. Sensasi pahit manis terasa sangat jelas dan membuat wajah Risa mendadak kecut, Juan terkekeh melihatnya dan menyuruh Risa untuk menikmatinya dengan baik.


" Yang mana rasa paling dominan pahit atau manis.? " Tanya Juan menatap Risa lekat-lekat.


" Hmm.. Pahit. " Jawabnya pelan.


" Kau sedang bersedih ya? " lanjut Juan.


" Tidak. " Balasnya cepat.


" Kau tahu ajaibnya dari sebuah minuman beralkohol ini.? "


" Apa.? "


" Kalau kau meminumnya dan rasanya manis itu artinya kau sedang dalam perasaan bahagia dan sebaliknya, jika kau merasa minumannya pahit artinya kau sedang bersedih. Apa sekarang kau sedang bersedih? " Tanya Juan lagi berhasil membuat Risa menunduk dengan wajah sendu.


" Tidak apa-apa kalau kau tidak mau cerita, di saat sedih seperti ini menyendiri mungkin pilihan terbaik namun bersama seseorang kau bisa meluapkan emosimu dengan bebas, perlahan tapi pasti kau akan merasa jauh lebih baik nanti. "


Risa melirik Juan yang saat itu sedang asyik meminum cocktail nya tanpa rasa pahit yang terpancar di wajahnya, Sejurus kemudian Risa kembali menatap gelas miliknya dan mencoba meminumnya sekali lagi, Rasanya masih sama dan itu membuatnya kesal pada dirinya sendiri, apa yang ia sedihkan adalah perasaanya kepada Dimas yang masih menggerogoti hatinya. Belum lagi pesan Dimas soal perceraiannya yang di mana harus menunggu jawaban dari Risa, semuanya benar-benar membebankan dan membuat Risa sesak.


" Kembali lah ke kamar, hari ini kita akan berangkat lebih awal. Kau harus beristirahat yang banyak. " Lontar Juan yang entah kenapa membuat Risa menurut saat itu juga, ia pun membayar tagihan minuman itu namun Juan dengan cepat menahannya dan membiarkan dirinya yang membayar tagihan tersebut.


**


Keesokan harinya tim maskapai Garuda Indonesia Boeing 747-800NG telah berkumpul di bandara dan menunggu waktu mereka di perbolehkan untuk masuk ke dalam pesawat, namun sebelum itu pihak perusahaan bandara John f kennedy telah mempersiapkan makan siang untuk semua kru dari berbagai maskapai sehingga semua tim Kapten Zain mengunjungi kantin untuk mengisi perut.


Ketika Risa dan Maya tengah memilih menu makanan tiba-tiba saja Karin datang menghampiri mereka lengkap dengan wajah dingin yang membuat Risa bagai terintimidasi.,Karin menyuruh Maya untuk menyingkir sebab ia ingin berada di dekat Risa.


" Semalam aku tidak salah lihat kan kalau kamu dan Juan berada di bar. " Ucap Karin lembut namun terasa menusuk, Risa terlihat membeku kaku mendengarnya seakan ia tak sanggup untuk menoleh.


" Kok kamu diam saja, aku kan hanya bertanya." Lanjut Karin lagi.


" Benar kak, semalam aku dan Kapten Juan tidak sengaja bertemu di sana. " Jawab Risa mulai memberanikan diri.


" Kalian tidak sedang pdkt kan.? "


" Apa maksud mu kak, Aku mana mungkin merebut nya darimu lagi pula aku tidak menyukainya. " Gumam Risa seketika membuat Karin menatapnya dengan penuh teliti.


" Ku pegang kata-katamu, Awas saja kalau kau sampai menyukai Juan, Tidak peduli seberapa banyak dia mendekatimu kau harus menjauh sebanyak itu juga. " Bisik Karin sebelum pergi.


Risa terdiam sambil memegang piringnya dan Maya pun kembali mendekatinya dan bertanya soal pertanyaan yang di lontarkan Karin barusan, Maya tak tahu kalau semalam Risa pergi dari kamar dan saat ini ia benar-benar takut kalau Risa akan mendapat masalah hanya karena Karin sudah menandai hal ini.