My Handsome Pilot

My Handsome Pilot
Pergi Berdua



Setibanya kembali ke Indonesia, semua orang terlihat sibuk membahas pernikahan Dimas yang di adakan hari ini. Rencana pernikahan yang akan di adakan di Jepang mendadak batal dan tetap berlangsung di Indonesia, Risa merasa kesal kenapa resepsinya di adakan tepat saat dirinya tidak bertugas dengan begitu ia dapat menghindari acara tersebut tanpa ada alasan. Semua kembali terdiam ketika Kapten Zain dan tiga pilot lainnya keluar dari kokpit dan mulai melakukan briefing, Risa hanya dapat menunduk diam mendengar kan apa yang dikatakan oleh Kapten Zain.


Sementara itu pandangan seseorang terus melirik Risa dengan tatapan yang sulit di artikan, Karin yang menyadari akan hal itu melirik Juan dan Risa secara bergantian ada perasaan cemas ketika melihat Juan sampai memperhatikan Risa seperti itu. Begitu briefing selesai di lakukan semua kru bergegas untuk keluar dari pesawat begitu pun dengan Risa yang mulai menarik kopernya dengan malas.


Setelah meninggalkan landasan pacu, Risa tidak langsung pulang seperti yang lain ia terlihat duduk di lounge sendirian sambil mengecek ponselnya. Di sana sudah ada puluhan panggilan tak terjawab yang datang dari Dimas, Risa heran kenapa pria itu masih menghubungi nya sementara hari ini dia akan menjadi suami orang.


" Masih di sini. " Sahut seseorang berhasil membuat Risa menoleh dan menatapnya dengan mata yang membesar sempurna.


" Capt, Apa yang anda lakukan di sini? " Tanya Risa heran.


" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, Apa yang kau lakukan di sini.? " Tanya Juan balik.


" Saya cuma mau sendirian dulu di sini. " Jawab Risa pelan.


" Kau sedih kan mendengar mantanmu menikah hari ini. "


" Anda sok tahu sekali capt, Kata siapa aku sedih. "


" Wajahmu yang mengatakannya dan dari mata itu aku bisa melihat kesedihanmu juga. " Risa terdiam membeku mendengar pengakuan Juan barusan, Memang tak bisa di pungkiri kalau saat ini Risa benar-benar sedih hingga bingung harus melakukan apa.


" Kau ingin jalan-jalan sebagai gantinya?" Juan baru saja membuat Risa menatapnya bingung dan sejurus kemudian Juan menarik koper Risa tanpa membiarkan dirinya untuk menjawab terlebih dulu.


Risa hanya dapat pasrah dan mengikutinya dari belakang, mereka tiba di basemen tempat parkir mobil di mana salah satu mobil di sana merupakan milik Juan yang di titip nya pada seseorang jika ia bertugas. Juan memasukkan kopernya dan milik Risa di bagasi mobil lalu setelah itu beralih membukakan pintu untuk Risa, Wanita itu tampak kaku dan bingung harus bersikap apa namun Juan dengan cepat menarik Risa untuk segera masuk ke dalam.


**


Risa dan Juan tiba di sebuah tempat yang membuat kedua manik mata Risa menangkap sebuah papan tulisan yang bertuliskan Aircrew Sensation, Sejenak Risa berpikir mengapa Juan mengajaknya ke tempat seperti ini hingga akhirnya Juan kembali mengajak Risa memasuki tempat itu. Mereka memesan dua tiket untuk mencoba simulator menerbangkan pesawat, sebenarnya ini pertama kalinya Risa bisa merasakan bagaimana seorang pilot dalam menerbangkan pesawat nya.


Mereka sudah berada di dalam kokpit simulator boeing 747-800NG yang di mana kokpit tersebut sama seperti yang di bawa oleh Kapten Zain, Risa yang duduk di kursi navigasi atau tempat co-pilot duduk terlihat memperhatikan tiap-tiap tombol yang ada di depannya. Sangat banyak tombol yang ada dan Risa sampai pusing melihatnya, bagaimana mungkin seseorang bisa menghafal fungsi dari tombol sebanyaknya ini pikir Risa.


Juan mulai menekan satu persatu tombol yang di anggap Risa sangat rumit namun tidak dengan Juan yang mengatur semua persiapan dengan sangat teliti, Setau Risa Juan hanyalah Co-pilot yang hanya mengatur navigasi saja tapi setelah melihat Juan yang kompeten seperti itu membuat Risa kagum dengannya.


Risa hanya dapat memperhatikan Juan dengan sangat teliti, Sampai ia tak sadar kalau Juan juga sedang memperhatikannya. Melihat Risa yang sangat tertarik dengan penerbangan membuat Juan akhirnya menjelaskan semua fungsi dari tombol itu dan aturan-aturan yang harus di patuhi ketika hendak lepas landas, selain itu bagaimana cara menerbangkan pesawat agar dapat selamat sampai pada tujuan.


Risa mendengarkan dengan sangat serius, kali ini ia mendapat pelajaran yang berharga langsung dari seorang co-pilot, Berkat Juan ia dapat melupakan kesedihannya hari ini dan terus fokus mendengarkan Juan saat menjelaskan semua fungsi tombol yang ada di dalam kokpit pesawat.


Setelah Juan menjelaskan tata cara menyalahkan mesin pesawat kini tiba saatnya untuk mereka merasakan pengalaman terbang secara virtual dari simulator tersebut, Sensasi yang di rasakan hampir sama saat menerbangkan pesawat asli sehingga membuat Risa benar-benar excited saat pesawat berhasil lepas landas. Ia bahkan memuji keterampilan Juan saat menerbangkan pesawat dengan mulus walaupun dia hanyalah seorang co-pilot.