
...Ibarat lo mati, gue party. Begitulah yang saat ini dilakukan oleh Sarah dan Gerald. Di Atas kesedihan Valerie, ...
...mereka malah sibuk bersenang-senang....
...Bukan tanpa alasan, dari awal Valerie berpacaran dengan Devano. Sarah dan suaminya sudah tidak menyukai Vano. Karena mereka melihat jika Devano memiliki kepribadian yang kurang baik....
...Bahkan ketika Valerie memutuskan untuk menikah dengan Vano, mereka sampai cekcok karena tidak setuju dan membuat suami Sarah harus dilarikan ke rumah sakit akibat penyakit darah tingginya yang kambuh. ...
...Karena Valerie yang nekat, mengancam akan melakukan bunuh diri jika kedua orang tuanya tak memberi restu. Pada akhirnya Sarah dan suami mengijinkan putri semata wayangnya menikah dengan pria pilihannya sendiri, dan di hari itu juga Sarah dan Valerie harus menelan pil pahit sebab Tuan Hartawan Rajasa meninggal dunia setelah menjadi wali nikah sang putri. ...
...Hari pernikahan yang seharusnya bertabur kebahagiaan, malah berubah menjadi tangis kesedihan. Sarah yang tak bisa menerima kepergian suaminya pun jatuh pingsan dan setelah beberapa hari mengalami koma di salah satu rumah sakit, dokter mengatakan jika dirinya memiliki riwayat sakit jantung. ...
...Dan semenjak itu, rasa ketidak sukaannya pada Devano kian membuncah. Sarah enggan untuk mengakui Vano sebagai menantunya, maka dari itu saat dirinya mendengar kabar jika rumah tangga putrinya retak Sarah sangat bahagia. Sebab doa-doanya yang selama ini ia minta pada Tuhan, telah di kabulkan....
...Hari menjelang sore, Valerie masih mengurung dirinya di dalam ruangan kerja. Sarah mengetuk pintu ruangan tersebut, dan mengajak Valerie untuk kembali pulang ke rumahnya....
...Pada awalnya Valerie menolak, dan lebih memilih tinggal di butiknya. Tapi, setelah dibujuk sang ibu Valerie pun akhirnya menurut dan ikut pulang ke kediaman Rajasa. ...
...Sebelum mereka pulang ke rumah, Sarah meminta pada sopir pribadinya untuk mampir ke toko swalayan terlebih dahulu. Karena besok akan ada tamu agung, jadi hari ini Sarah ingin berbelanja bahan-bahan untuk memasak makanan spesial....
..."Sayang, kamu mau ikut atau tunggu di sini?" ...
..."Tunggu aja deh, Ma. Repot."...
..."Oke, mau titip sesuatu?" ...
..."Aku mau yogurt sama buah peach, Ma." ...
..."Oke." ...
...Di ikuti oleh asisten rumah tangganya yang bernama Sumi, Sarah mulai melenggang masuk ke toko swalayan memilah dan memilih sayur dan buah tidak lupa juga dengan daging-daging segar dan bumbu rempah sebagai bahan dasar untuk memasak. ...
...Selesai memilih, wanita yang sudah tak muda lagi itu membayar semua belanjaan dan membiarkan asisten rumah tangganya membawa semua belanjaannya ke mobil. ...
..."Tumben nyonya belanja banyak, padahal belum waktunya belanja bulanan?" tanya Sumi heran....
..."Besok akan ada tamu istimewa datang, jadi kita harus menyiapkan banyak jamuan untuk menyambutnya," ujar Sarah. ...
...Sumi hanya menganggukkan kepalanya sambil mendorong troli berisi banyak kantong belanjaan....
..."Lama banget, Ma," protes Valerie, ia sudah merasa bosan karena harus menunggu lama....
..."Baru juga lima menit, dibilang lama." Sarah membenahi duduknya agar terasa nyaman....
..."Apanya yang lima menit, lima jam yang ada, Ma." ...
..."Yaudah sih, kan udah selesai belanjanya jangan protes terus." ...
...Valerie mengerlingkan matanya, dan menutup mulut sampai mereka tiba di rumah....
..."Sumi, tolong kamu bereskan dulu kamar Veli ya … dia pasti capek pengen cepat beristirahat," titah Sarah pada asisten rumah tangganya....
...Sumi mengangguk, dan melakukan apa yang diperintahkan oleh majikannya. Sarah dan Valerie duduk di ruang tamu, melepaskan rasa penat setelah perjalanan yang lumayan jauh. ...
...Sarah terus memperhatikan putrinya yang sejak tadi hanya cemberut, dan termenung. Ia jadi merasa iba pada sang putri, karena keegoisan Vano ia jadi kehilangan sosok Valerie yang ceria. ...
..."Sayang, sudahlah jangan kamu pikirkan lagi masalah itu … nanti kamu sakit." ...
..."Jodoh itu sudah ada yang ngatur, kamu pisah sama Vano itu sudah takdir yang berarti dia bukan jodoh yang terbaik buat kamu, Vel … kamu ikhlaskan saja siapa tau nanti kamu dapat jodoh yang jauh lebih baik dari Vano … ya contohnya Gerald gitu," tutur Sarah yang selalu menyelipkan nama pengusaha sukses itu dalam obrolannya bersama sang putri. ...
..."Mama kenapa selalu bawa-bawa pria itu sih? Dia itu udah punya calon istri, ma."...
..."Masa sih, Sayang?" ...
..."Iya, dulu dia sempat pesan gaun ke Veli kok."...
..."Wah tapi, nggak apa-apa selama janur kuning belum melengkung masih ada kesempatan buat mama jodohin kamu sama Gerald." Sarah begitu bersemangat ingin putrinya menikah dengan Gerald....
..."Ih, Mama. Veli nggak mau ya, lebih baik Veli jadi janda seumur hidup daripada harus sama dia," cibir Valerie bergidik....
..."Hus, gak boleh begitu entar di kabulin tau rasa loh."...
..."Biarin, Veli nggak peduli." Valerie beranjak pergi menuju kamar. ...
...Ia sangat bosan jika harus mendengarkan ibunya, yang selalu membicarakan Gerald dan Gerald. ...
...Palu hakim saja belum sah diketuk tapi, ibunya sudah sangat bersemangat untuk menjodohkannya dengan pria yang jelas-jelas sudah memiliki calon istri. ...
...Dengan penuh kehati-hatian, Valerie mulai membaringkan tubuhnya yang lelah. Padahal seharian ia tidak melakukan apapun tapi, jiwa dan raganya merasa sangat lelah dan letih....
...Wanita itu memiringkan tubuhnya, dilihatnya sebuah foto pernikahan dirinya bersama Vano berukuran cukup besar yang masih menggantung dengan indah diatas dinding kamarnya. ...
...Senyum bahagia dari keduanya tak dapat mereka sembunyikan. Dan tanpa terasa bulir bening kembali membasahi wajah Valerie, dadanya kembali sesak ketika mengingat kejadian satu bulan yang lalu....
...Pengkhianatan Vano yang tak akan dia lupakan sampai kapanpun. Valerie mematikan lampu kamarnya, di bawah kegelapan dia kembali terisak menangisi semua yang telah terjadi dalam kehidupannya. ...
...Setelah berjam-jam menangis, Valerie pun akhirnya tertidur, ia sangat berharap setelah dirinya tebangun dari tidur dia bisa melupakan semua permasalahannya....
.......
.......
.......
...🌼🌼🌼🌼...
...Disuatu pagi, Valerie yang masih tidur pulas mulai merasakan sesuatu yang lembut menyentuh pipinya. Wanita itu menggerak-gerakkan kelopak matanya yang masih tertutup rapat dia ingin membuka mata tapi, matanya terasa begitu lengket seperti diberi lem. ...
...Setelah belaian di pipi, wanita itu juga merasakan hembusan napas panas menerpa wajahnya. Keningnya terlihat berkerut, ia bertanya-tanya siapa yang sedang bernapas dihadapannya?....
..."Baby, get up," sebuah bisikan dari suara yang tidak asing membuat Valerie membuka kedua matanya dengan cepat. ...
...Suara teriakan pun santar terdengar sampai ke dapur, membuat Sarah dan Sumi yang sedang sibuk memasak langsung lari ke kamar Valerie untuk melihat keadaan putrinya yang tiba-tiba berteriak....
.......
.......
.......
...Bersambung....