Marriage Contrack

Marriage Contrack
Sekedar info



Assalamualaikum.


Hai, apa kabar semuanya ??


Aku mau menyampaikan nih kalau barusan aku udah rilis novel baru, silahkan di baca ya !! gratis hanya di noveltoon..


Dengan judul "Menjadi Budak Sang Milliader".


Awalnya mau bikin novelnya Kaisar dan Zhalfa tapi ternyata alurnya belum terlalu jelas makanya aku tunda dulu..


Kasih dukungan ya, kebetulan novelnya aku ikutin lomba. Jadi like, komen dan Favorit kalian begitu berarti buatku...



Cuplikan bab 01..


"Laki-laki brengsek"


Entah sudah berapa kali Nayara mengumpat dengan kesal, di iringi dengan tangisan yang masih terdengar.


Malam itu pacarnya meminta Nayara untuk memberikan keperawanan, namun Nayara menolak karena ia pikir belum waktunya ia memberikan semua itu. Akan tetapi laki-laki itu justru memilih berselingkuh dengan wanita lain. Hingga membuat Nayara memilih untuk putus saja.


"Setidaknya dia bisa memberikan apa yang aku mau"


Begitu kata Candra saat Nayara bertanya mengapa dirinya berselingkuh.


Dirinya memang tak bisa memberikan apa yang Candra inginkan, sementara perempuan itu bisa. Sebuah tamparan, pukulan, dan caci maki Nayara berikan pada Candra.


"Kita putus !!" Ucap Nayara saat itu.


"Ok" balas Candra.


Cuiiihhhh.


Nayara meludah kesembarang arah, saat pikirannya terus tertuju pada kejadian waktu itu. Ia bahkan masih mengingat Candra memeluk dan mencium wanita itu di hadapannya.


"Ini adalah tangisan terakhirku untuk dia, karena kedepannya aku melupakan laki-laki brengsek itu" gumamnya pelan.


Tak berapa lama ponsel Nayara berdering, ia lantas melihat siapa yang menelpon.


Ranti Calling.


Begitu yang tertera di layar ponselnya, membuat Nayara segera menggeser menu hijau untuk menjawab panggilan tersebut.


"Hallo" ucap Nayara.


"Klub ?"


"Iya, disana kamu akan bersenang-senang, dan yang penting kamu bisa melupkan mantan brengsek kamu itu"


Nayara terdiam sejenak, sepertinya pergi ke klub malam adalah pilihan yang tepat, ia bukan ingin minum alkohol hingga mabuk. Dirinya hanya butuh tempat yang ramai untuk bersenang-senang.


"Ok aku akan kesana"


"Aku tunggu di klub Ra"


Setelah panggilan terputus, Nayara langsung keluar dari kamar mandi, menuju lemari pakaian untuk mencari pakaian yang tepat.


Namun saat sedang sibuk mencari pakaian ponselnya kembari berdering, kali ini ada pesan masuk untuknya.


"Banyak laki-laki tampan melebihi mantan pacar kamu, apa kamu ingin berkenalan dengan mereka ? Kalau iya aku bisa memilihkan yang pas untukmu"


Nayara tak membalas pesan tersebut, baginya laki-laki tampan itu tak penting. Yang Nayara inginkan adalah laki-laki yang mampu mencintai dirinya dan menerima dirinya apa adanya bukan ingin merusak dirinya.


Nayara melihat penampilan dirinya di cermin, berbalik untuk melihat punggungnya hanya untuk memastikan bahwa apa yang ia pakai sekarang benar-benar pas untuknya.


Sekarang disinilah Nayara berada, di depan apartemen untuk menunggu taksi. Saat sudah ada taksi yang kosong segera Nayara melambaikan tangan supaya taksi itu berhenti.


"Mau kemana neng ?" Sang sopir taksi bertanya.


"Ke klub X pak" jawab Nayara seraya menyebutkan salah satu nama klub termewah yang memang jaraknya tak terlalu jauh dari apartemen Nayara.


Sang sopir menganggukan kepalanya kemudian segera menjalankan mobil dengan kecepatan sedang, ia tidak ingin bertanya untuk apa wanita yang masih muda dan cantik seperti Nayara pergi ke klub seperti ini.


Setiba di klub ia langsung bertemu dengan Ranti yang memang sudah menunggunya di pintu depan.


"Ayo masuk !" Ajak Ranti dengan semangat.


Awalnya masih ada keraguan di diri Nayara, ini kali pertama ia masuk kedalam klub malam seperti ini, kalau saja bukan karena ingin melupakan mantan brengseknya itu, Nayara lebih memlih di dalam kamar sembari membaca buku kesukaannya.


"Kenapa Ra ?" Tanya Ranti heran


"Aku takut Ran"


"Kan ada aku, percaya deh didalam sana kamu akan merasa bahagia"


Karena terus di paksa akhirnya Nayara masuk kedalam klub malam itu, aroma alkohol begitu menyeruak di tambah dengan dentuman musik yang memekakan telinga. Mungkin ini ciri khas sebuah klub.


Lantai dansa sudah di penuhi dengan para penari dan juga orang-orang mabuk, kebanyakan di sana adalah para lelaki membuat Nayara acap kali menelan salivanya karena takut.