
Tepat jam 04 sore sesuai yang di katakan Arsen sebuah mobil mewah sudah terparkir tak jauh dari rumah Rena, membuat beberapa tetangga Rena menjadi kepo dan bertanya-tanya siapakah pemilik mobil mewah itu.
Melihat seorang pria yang sudah tak lagi muda turun dari mobil dan mendekati rumah Rena membuat mereka semakin penasaran.
Tak berapa lama Rena keluar dengan membawa sebuah tas sembari menggandeng tangan Elvan. Bu Nur mendekat karena rasa penasarannya.
"Rena kamu mau kemana ? kok bawa tas segala ?" tanya Bu Nur langsung, beberapa ibu-ibu yang lain pun ikut menganggukan kepala karena pertanyaan mereka sama dengan pertanyaan bu Nur.
Rena terlihat gugup, apalagi para ibu-ibu itu menatap Rena dengan tatapan tajam. Entah kebohongan apalagi yang harus ia lakukan supaya pernikahan yang akan ia langsungkan nanti malam tak ada yang tau.
"Hei Rena jawab dong ! jangan diam saja !" timpal Bu Tanti sembari menatap Rena dengan sinis.
"Anu ibu-ibu, saya mau pergi bekerja" akhirnya Rena bisa menjawab pertanyaan mereka.. Iya dengan mengatakan kalau dirinya akan bekerja pasti tak akan menimbulkan rasa curiga. Lagian pernikahan ini hanya 1 tahun suatu hari nanti ia akan kembali lagi.
"Kerja kemana Rena ?" tanya Bu Nur lagi.
"Kerja rumah tangga Bu"
"Nona Rena ayo masuk, waktu kita tidak banyak" tiba-tiba pria yang sedari tadi menyimak obrolan para ibu-ibu mengeluarkan suara.
"Iya Pak, maaf menunggu" balas Rena tak enak hati "Saya permisi dulu ibu-ibu, titip rumah saya ya !"
"Iya Ren, kamu hati-hati kerjanya, jangan lupa kabarin kita kalau sudah sukses nanti"
Kepala Rena mengangguk mendengar ucapan Bu Nur, di semua tetangga hanya Bu Nur yang sedikit baik dengan nya, sering mengantar makanan untuk Elvan.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Di dalam perjalanan, Elvan menyandarkan kepalanya di dada Rena. Telapak tangan Rena mengelus rambut Elvan dengan lembut.
"Kita mau kemana Ma ?" tanya Elvan dengan suara cadalnya.
"Kita mau pindah sayang, nanti El jangan nakal ya ! harus dengerin apapun ucapan Mama !"
Bocah tampan dan menggemaskan itu menganggukan kepalanya, tak berapa lama suasana menjadi hening, Rena terus mengelus kepala Elvan dalam hati ia terus berdoa semoga jalan yang akan ia tempuh menjadi kebahagiaan nya dan Elvan kelak.
Tak ada pertanyaan yang keluar dari mulut Rena, ia hanya mengikuti kemanapun dirinya akan di bawa. Yang terpenting sekarang ia harus menyiapkan diri karena nanti malam ia akan menjadi istri orang lain.
"Walaupun ini hanya pernikahan kontrak tapi tetap saja dihadapan Allah aku Sah sebagai seorang istri, aku tetap harus berbakti pada suamiku, melayani keperluanya seperti dulu aku melayani almarhum Mas Rizal" batin Rena.
Hingga beberapa saat kemudian mobil berhenti didepan sebuah rumah, namun ini bukanlah rumah yang Rena datangi tadi.
"Sudah sampai Nona ! silahkan turun !"
"Baik Pak, terima kasih"
"Tas nya biar saya saja yang membawanya !"
"Sekali lagi terima kasih Pak"
Pintu mobil terbuka, Rena menggendong Elvan karena putrnya itu sudah tertidur, memang kebiasaan Elvan kalau di bawa naik mobil atau motor ia akan tertidur. Rena tak tega jika harus membangunkannya.
"Mari nona ikut saya !" seorang wanita mendekat, lalu mengajak Rena.
"Iya" jawab Rena sembari mengikuti langka kaki wanita itu.
Ternyata Rena dibawa kesebuah kamar, di atas meja sudah tersedia beberapa alat make up dan sebuah gaun sudah menggantung, tak perlu bertanya lagi Rena yakin itu gaun yang harus ia kenakan nanti malam.
"Maaf saya menidurkan anak saya dulu" ucap Rena.
"Silahkan !"
Dengan sangat pelan Rena menidurkan Elvan, hingga kedua telinganya mendengar langka kaki seseorang. Dan beberapa saat kemudian suara pintu di buka dengan pelan.
"Nona Rena" panggil Robert.
Rena mendongak "Iya Tuan"
"Insya Allah saya siap Tuan"
"Baguslah ! Bersikaplah dengan santai ! Tuan Arsen tidak suka ada kesalahan nanti malam. Oh ya anak anda tidak nakal kan ?"
Rena melirik kearah Elvan, anaknya memang tidak nakal, tapi yang namanya anak yang baru berusia 2 tahun pasti sedang aktif.
"Saya akan mengawasi dia terus Tuan"
"Ok sip. Nanti saya akan mencari pengasuh untuk menjaga anak anda selama proses ijab kabul di laksanakan !"
Rena hanya mengangguk tanda setuju, setelah Robert pergi Rena langsung di suruh bersiap. Waktu semakin berjalan. Tak terasa sekarang sudah pukul 05 sore.
Malam harinya selesai maghrib, Acara sudah akan di mulai. Sedari tadi Elvan tak mau menjauh dari Rena walaupun sudah ada dua pengasuh yang di utus oleh Robert.
Entah kenapa melihat sang Mama menjadi cantik seperti itu membuat Elvan sedikit ketakutan. Mungkin karena dirinya tak pernah melihat sang Mama berpakaian mewah seperti itu.
"El, anak pintar anak sholeh ! sama Mbak nya dulu ya nak !"
"Endak Mau Ma, aku mau cama Mama" balas Elvan yang memeluk tubuh Rena dengan erat.
Rena menarik nafas panjang, dia harus sabar menghadapi Elvan.
"Nanti El sama Mama lagi ! Mama enggak pergi jauh kok"
"Tenapa Mama pakai baju ceperti ini ? Mama mau temana ?" tanya Elvan membuat Rena tersenyum.
"Kan tadi Mama sudah jelaskan kalau Mama akan menikah, katanya El mau punya Papa, jadi Mama harus nikah dulu"
"Apa El boleh itut ?"
Rena melirik kedua pengasuh yang di utus oleh Robert.
"Tidak apa-apa Nona kalau anaknya mau ikut, kami akan menjaganya selalu"
"Baiklah, tapi tolong di jaga dengan benar ya !"
"Baik Nona"
Seseorang datang dan memanggil Rena untuk memberi tahu kalau acara sudah akan di mulai, detak jantung Rena semakin kuat, ia melangkah kan kakinya keluar dari kamar dengan di gandeng seorang wanita.
Mendengar langka kaki mendekat membuat Arsen menoleh, ia terkejut melihat penampilan Rena malam itu. Sangat cantik bahkan tak bisa di jabarkan dengan kata-kata.
"Sial, kenapa dia cantik sekali " batin Arsen.
Rena di dudukan di samping Arsen, ia tak berani menatap laki-laki di sampingnya yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Apa bisa di mulai acaranya ?" tanya pak penghulu.
"Tunggu dulu" sahut Kakek Raymond membuat Arsen dan Rena serempak menoleh.
"Ada apa Kek ?" tanya Arsen heran.
"Siapa anak laki-laki itu ? kenapa dia ada disini ?" tanya balik kakek Raymond.
Arsen menoleh kearah Elvan "Dia anaknya Rena"
"Apa ? Maksudnya bagaimana ?"
"Rena ini seorang janda Kek, maaf tadi saya tak menjelaskan semuanya" sahut Robert.
Kakek Raymond terkejut mengetahui status Rena, ia tak menyangka kalau cucunya akan menikahi seorang janda.
...LIKE DAN KOMEN...
...ADD FAVORIT...