Marriage Contrack

Marriage Contrack
Bab 07



"Dapat dari mana kau wanita ini ?" tanya Kakek Raymond.


Arsen terdiam, ia menatap Rena guna menyuruh Rena agar menjawab ucapan Kakek, namun nyatanya Rena belum mengerti arti tatapan Arsen.


"Aku sudah lama mengenalnya Kek, dan kami akan menikah nanti malam" jawab Arsen terlihat serius.


Kakek Raymond kembali menatap Arsen dan Rena bergantian, tak berapa lama tawa menggelegar keluar dari mulutnya membuat Rena bingung lalu memperhatikan pakaian nya.


"Kau sangat pintar mencari seorang istri, Kakek setuju kau menikah dengan nya" ucap Kakek sembari menepuk bahu Arsen.


Tentu saja ucapan sang Kakek membuat Arsen tersenyum senang "Tinggal selangkah lagi dan perusahaan Ayah akan benar-benar menjadi milikku" batin Arsen penuh dengan kebahagiaan.


"Makasih Kek sudah merestui hubungan kami"


Kakek Raymond mengangguk "Persiapkanlah semuanya !! Kakek ingin pernikahan kalian berjalan lancar nanti malam"


"Baik Kek, semuanya akan di urus oleh Robert"


"Apa tidak ada pesta ?"


"Tidak Kek kita menikah dengan sederhana saja, yang penting SAH lagian Rena juga tidak mau menggelar pernikahan yang mewah, iyakan sayang ?" tanya Arsen pada Rena. Sebutan Sayang yang keluar dari mulutnya berhasil membuat tubuh Rena merinding.


"I--ya" jawab Rena gugup.


Setelah memperkenalkan Rena pada sang Kakek, Arsen kembali pamit untuk mengantarkan Rena pulang, ia juga tak suka terlalu lama mengobrol dengan kakek.


-------


Didalam perjalanan pulang kerumah Rena, keduanya terdiam, kali ini Arsen sendiri yang mengemudikan mobil untuk mengantar Rena.


"Hmmmm, Mas" panggil Rena ragu.


"Kalau di luar panggil aku Tuan, nanti kau boleh memanggil ku Mas jika ada Kakek" jawab Arsen


"Baik Tuan"


"Ada apa ?"


"Kenapa tadi anda tidak menjelaskan tentang statusku yang telah menjadi janda ?" tanya Rena


Arsen langsung memelan kan laju mobilnya, benar juga kenapa tadi dia tak mengatakan kalau Rena adalah janda beranak satu.


Otak Arsen berpikir dengan keras, sesaat ia teringat kalau pernikahan ini hanyalah pernikahan kontrak jadi tidak mengapa walau tak menjelaskan status Rena dengan detail.


"Tidak perlu, nanti Kakek bakalan tau sendiri. Lagian ini hanya pernikahan sementara" balas Arsen.


Rena menyandarkan punggungnya, tatapan matanya lurus ke samping, nanti malam ia akan menikah dengan laki-laki yang baru saja ia kenal. Entah bagaimana perjalanan pernikahan mereka kelak. Apalagi ini hanya pernikahan kontrak saja.


Sekuat tenaga Rena menahan air matanya supaya tak meluncur membasahi pipi, ia tak ingin terlihat lemah di mata Arsen.


Tidak berapa lama mereka sudah tiba di depan rumah Rena.


"Kau turunlah ! nanti jam 04 sore akan ada yang menjemput. Bawalah barang-barang yang di butuhkan saja ! karena nanti kau akan tinggal di rumah ku !" jelas Arsen setelah mobil berhenti.


"Baik Tuan"


"Ingat, jangan ada yang tau tentang pernikahan ini ! kau tidak boleh mengabari keluargamu !"


"Anda tenang saja Tuan, saya tidak punya keluarga lagi selain anak saya Elvan"


Mendengar hal itu Arsen menoleh lalu menatap Rena sesaat. Kemudian menganggukan kepalanya.


Rena membuka pintu mobil, sebelum Arsen pergi ia sudah melangkah menjauh karena sudah begitu rindu dengan Elvan putrnya.


Dari kejauhan ia dapat melihat Elvan sedang bermain dengan temannya, senyum tipis muncul di bibir Rena.


"El" panggil Rena.


Elvan menoleh "Mama" balas Elvan ia langsung berlari lalu menubruk tubuh sang Mama dengan pelukan yang erat.


"Mama kangen Nak"


Wanita paruh baya yang sering Rena panggil Bu Nur mendekat. Ia mengamati penampilan Rena yang sangat berbeda dari sebelum Rena berangkat.


"Hemmm, anu Bu" Rena terlihat gugup ia bingung harus menjelaskan apa "Emmm, tadi Rena pergi ke pernikahan teman, ini baju minjam bu" jawab Rena berbohong.


"Oh" Bu Nur mengangguk.


"Terima kasih ya Bu sudah menjaga Elvan ! Maaf kalau merepotkan"..


"Sama-sama, lagian Elvan juga tidak nakal"


"Kalau begitu saya masuk dulu Bu, mau mengajak El tidur siang"


"Iya silahkan ! saya juga mau pulang"


Rena menggandeng Elvan masuk kerumahnya, ia juga belum melaksanakan sholat Dzuhur.


"El, Mama mau sholat dulu ya !"


Elvan menjawab dengan anggukan kepala.


------------


Sementara itu Robert sedang mempersiapkan acara pernikahan Arsen dan Rena nanti malam, walau tak akan di selenggarakan secara mewah tapi Robert tetap harus menyiapkan semuanya secara matang.


Penghulu, saksi dan sedikit tamu sudah Robert hubungi, tempat acara sudah Robert siapkan juga tinggal kehadiran kedua mempelai.


"Ternyata walau tak mewah tapi capek juga menyiapkan semua ini"


------


Sholat Dzuhur sudah Rena kerjakan, tubuhnya yang masih berbalut mukena putih polos mendekati anaknya yang sedang berbaring di atas kasur.


"El" panggil Rena


"Iya Ma" jawab Elvan


"Nanti malam Mama akan menikah Nak ! dan kita tidak akan tinggal di rumah ini lagi"


"Menikah itu apa Ma ?"


Rena tersenyum ia mengelus kepala Elvan dengan lembut "Menikah itu menyatukan dua insan ciptaan Allah. Nanti El akan dapat Papa baru"


"Papa Balu ? jadi nanti El ada Papa ya Ma ?" tanya bocah laki-laki itu. Walaupun selama ini Rena selalu mengatakan kalau Papanya Elvan sudah di syurga namun ternyata otak kecil Elvan belum bisa berpikir sampai sana.


"Iya sayang, nanti El akan ada Papa ! Jadi El harus sopan dan berbakti sama Papa ya !"


Air mata Rena kembali menggenang, entah apa tanggapan Arsen nanti saat Elvan memanggilnya dengan sebutan Papa. Rena berharap Arsen akan mengerti semua itu.


Elusan lembut yang Rena berikan membuat Elvan tertidur dengan pulas, dengkuran halus yang keluar dari mulutnya membuat Rena mengulas senyum.


Rena beranjak, ia harus bersiap karena waktu akan terus berlalu. Di bukanya lemari kayu dengan pelan supaya yang menimbulkan suara dan membangunkan Elvan. Sebuah tas berukuran sedang Rena keluarkan namun saat menarik tas itu dua buah buku berwarna hijau dan merah jatuh kelantai.


"Astaghfirullah" ucap Rena kaget, ia menunduk lalu memunguti buku pernikahanya dengan sang suami yang telah meninggalkan nya untuk selama-lamanya.


Dengan tangan bergetar ia buka lembaran buku itu, masih begitu rapih, mungkin karena jarang di buka atau bahkan Rena enggan untuk membukanya karena akan selalu mengingatkan kepada sang suami.


"Mas, nanti malam aku beneran akan menikah, maafkan aku ya Mas karena tak bisa setia dengan mu"


"Aku melakukan ini untuk Elvan, aku tidak ingin Elvan selalu di ejek, aku ingin kehidupan Elvan terjamin nantinya"


"Kamu gak akan marah kan sama aku ?"


Karena tak tahan Rena langsung menutup buku itu, lalu memasukan nya kedalam tas yang barusan ia ambil. Air matanya masih terus menetes seiring dengan tanganya yang memilih pakaian yang akan ia bawa.


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


YANG MENANYAKAN NOVEL CINTA ISTRI SIMPANAN HARAP SABAR YA !! NOVEL ITU AKAN AKU LANJUT TAPI MUNGKIN AKHIR BULAN, DAN ITU AKAN MENUJU END..