Marriage Contrack

Marriage Contrack
Bab 64



Dian melepaskan pelukannya, ia merabah wajah Rena dengan gerakan lembut. Rena membiarkan semua itu, bahkan ia menikmati belaian lembut dari wanita yang pantas ia panggil sebagai seorang ibu.


Dan entah kenapa saat menatap wajah Dian, dirinya seolah menatap wajah sang suami.


"Maaf kan ibu ya kalau ibu lancang" Dian melepaskan tangannya di wajah Rena.


"Tidak mengapa bu, aku malah senang"


"Terima kasih sudah memanggilku ibu nak" kemudian tatapan Dian beraliu pada Elvan "Hai ganteng, siapa namamu ?"


"Elvan nenek, bica di panggil El"


"Wah nama yang bagus"


"Kalau begitu kami mau keliling dulu Dian, kau juga kan mau mengambil pupuk" sahut Bi Surti.


"Iya bu" Dian menatap kepergian Rena dan Elvan.


"Apa itu istrinya Arsen anakku ya ? kalau benar ya Allah dia cantik sekali, sangat pas untuk mendampingi putraku". batin Dian lirih.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di Perusahaan......


Arsen duduk bersila di kursi kebesarannya, menunggu kedatangan Robert yang baginya begitu lama. Arsen menarik napas panjang karena baru kali ini ia harus menunggu Robert.


2 jam kemudian, Robert memasuki ruangan Arsen. Laki-laki itu langsung duduk di hadapan Arsen tanpa memperdulikan tatapan mematikan dari atasannya itu.


"Dari mana saja kau ? kenapa lama sekali, aku hampir jamuran menunggu kamu" cetus Arsen.


"Maafkan saya tuan, saya ada urusan sebentar"


"Huuu, baiklah. Lalu apa yang ingin kau katakan. kalau mau membahas pekerjaan maaf aku tidak bisa, karena kepalaku sedang pusing" Arsen terlihat memijiti pangkal hidungnya, masalah datang bertubi-tubi dalam hidupnya sekarang.


"Tidak tuan, saya tidak akan membahas masalah pekerjaan, tapi yang akan saya bahas masalah video yang nona Talia berikan"


Tatapan Arsen langsung tertuju pada Robert, ini masalah penting yang memang harus dibahas, karena video itu ia dan Rena bertengkar hebat hingga akhirnya Rena pergi.


"Sepertinya video itu editan tuan, banyak kejanggalan didalamnya" Robert mengeluarkan ponselnya, lalu menyambungkan ponsel tersebut ke komputer.


"Jangan kencang-kencang suaranya !" ujar Arsen saat mendengar suara memalukan didalam video itu.


Robert pun memelankan suara video tersebut "Lihat tuan, ini bukan tubuh Tuan, apalagi kan kata nona Rena malam itu saat tuan tidak pulang, nona Rena melihat ada memar di punggung tuan, dan ini setelah saya zoom tidak ada luka memar sedikitpun"


Dahi Arsen mengernyit, ia menatap video itu dengan seksama. Kemudian ingatannya tertuju saat dimana Rena mengobati luka memar di punggungnya.


"Benar juga, aku kan cuman malam itu saja tidur satu kamar dengan Talia. Dan paginya Rena mendapati luka memar di punggungku"


"Berarti ini editan tuan. Nona Talia merubah wajah laki-laki ini menjadi wajah tuan"


"Sialan... !" Arsen mengusap wajahnya dengan kasar, ia hampir saja tertipu dengan Talia.


"Jalan satu-satunya kita harus mencari video asli nya tuan, setelah itu baru kita bisa membongkar kebusukan nona Talia"


"Iya, kau kerahkan semua anak buahmu untuk segera mendapatkan video asli tersebut"


"Sudah saya lakukan tuan, tinggal menunggu kabar"


"Semoga masalah ini cepat selesai, sehingga aku bisa mencari keberadaan Rena dan Elvan. Aku begitu merindukan mereka". batin Arsen lirih.


"Anda kenapa tuan, apa ada masalah lain ?" tanya Robert, walaupun ia tahu kalau Arsen sedang memikirkan Rena.


"Istriku menghilang Robert, dan aku tidak tau mereka dimana"..


Robert pura-pura terkejut mendengarnya "mungkin nona Rena sedang menenangkan diri tuan"


"Tapi setidaknya ia izin padaku, supaya aku tak khawatir seperti ini"


"Maafkan saya tuan, saya dan tuan Raymond terpaksa menyembunyikan nona Rena, agar istri dan anak tuan baik-baik saja"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di rumah Arsen.....


Talia sedang menatap sebuah obat perangsang yang baru saja ia pesan disalah satu situs online, senyumnya mengembang sempurna saat membaca khasiat yang akan di timbulkan.


"Dengan obat perangsang ini, kau akan menjadi milikku selamanya" gumam Talia.


"Kau harus menjadi suami ku Arsenio Raymond"


Talia memasukan obat tersebut kedalam tas kecilnya, lalu membawanya kedalam kamar.


Ternyata apa yang di gumamkan Talia di ketahui oleh Marni, wanita paruh baya itu terkejut mendengar rencana Talia. Ia akan mengadukan semunya pada Arsen.


"Lebih baik aku kirim pesan pada tuan, supaya tuan tidak terkena jebakan wanita jahat itu"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


[Malam ini jangan pulang kerumah tuan, karena nona Talia merencanakan rencana jahat, dia ingin memberikan obat perangsang pada makanan tuan]


Sebuah pesan singkat baru saja Arsen terima, laki-laki mengerang dengan amarah memuncak.


"Brengsek" umpanya penuh kekesalan.


"Sepertinya dia ingin bermain-main denganku"


"Baiklah, kita akan memulai permainan ini wanita ******"


Arsen tersenyum misterius, entah rencana apa yang ada di otaknya.


[Terus awasi wanita itu bi, katakan apa saja yang akan ia lakukan]


Balas Arsen pada pesan Marni.


--------


Sore harinya Arsen pulang kerumah, ia sengaja melakukan itu untuk mengikuti rencana Talia.


Tentu saja kedatangan Arsen di sambut dengan suka cita oleh Talia. Wanita itu bergelayut manja di lengan Arsen.


"Akhirnya kau pulang kesini malam ini, aku akan menyiapkan makan malam untuk kita berdua"


Arsen melirik Talia, kalau saja bukan karena ingin mengikuti rencana Talia, ia begitu tak mau di sentuh seperti ini.


"Iya, masaklah yang enak karena aku begitu lapar"


"Baik sayang"..


Cup.


Talia mengecup pipi Arsen.


"Brengsek, bajingan". umpat Arsen dalam hati, tapi ia berusaha tersenyum di hadapan Talia


"Sana kamu masak, aku mau kekamar dulu"..


"Baiklah"..


Arsen meninggalkan Talia, ia menuju kamarnya. Didalam sana kerinduannya terhadap Rena kembali menggebu. Arsen duduk di tepi ranjang dimana sering di gunakan sang istri untuk tidur, juga sebuah sajadah yang Rena gunakan untuk sholat .


"Kamu dimana sayang ? tolong beri tahu aku !"..


"Aku begitu merindukan kamu"


Arsen menghapus air matanya yang baru saja menetes, ia mengelus tempat tidur itu seolah sang istri ada disana.


Kepergian Rena membuat kehidupanya benar-benar terpuruk, ia hanya berusaha kuat padahal ingin sekali rasanya Arsen menjerit, meluapkan semua rasa yang saat ini ia rasakan.


®****Tanpa berpamitan kamu, menghilang bagaikan di telan samudera..


Sebuah lagu yang cukup menggambarkan terlukanya laki-laki itu, dua kali ia merasakan sakit di tinggalkan yang pertama kepergian sang ibu saat usianya sepuluh tahun dan sekarang istrinya sendiri, disaat cinta dan kasih sayangnya begitu besar terhadap wanita itu.


"Ya Allah apa ini hukuman untukku karena dulu aku memperlakukan Rena dengan begitu kejam ? Sekarang dia pergi ya Allah, entah kemana aku harus mencarinya. Kembalikan istriku ya Allah, bisikan padanya kalau aku begitu membutuhkan dirinya saat ini"


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...


AYO PELUK ARSEN DARI JAUH, DIA BEGITU TERLUKA KARENA KEPERGIAN RENA.


PADAHAL RENA DI UMPETIN SAMA KAKEKNYA SENDIRI 🤣🤣