Marriage Contrack

Marriage Contrack
Bab 20



"Lepaskan tanganmu Talia, atau mau aku hempaskan" pinta Arsen.


Talia tak bergeming, ia terus bergelayut manja di lengan Arsen, sehingga membuat Arsen kesal dan jengah.


"Kau tak mendengarkan aku ya" ucap Arsen dingin.


"Apa sih, kenapa kamu jadi galak begini. Kamu lupa kalau aku teman masa kecilmu" balas Talia.


"Pergilah, sebelum kesabaran ku habis"


"Gak mau" Talia menolak dan membuat Arsen benar-benar marah sekarang.


"Pergi aku bilang !! dan jangan ganggu aku" Bentak Arsen kemudian. Matanya yang nyalang membuat nyali Talia menciut, ia segera mengambil tasnya di atas meja kemudian berlalu pergi dari ruangan Arsen.


Setelah kepergian Talia, Arsen membersihkan lengan jasnya seolah itu sangat lah kotor.


"Apa mau di ganti Tuan, jasnya" tanya Robert, seakan tau kalau Arsen sudah tak nyaman memakai jasnya.


"Tak perlu, karena hari ini kita akan ada pertemuan penting" jawab Arsen.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Talia meninggalkan perusahaan Arsen dengan kesal dan juga marah. Sebelum masuk kedalam mobil ia merogoh tasnya lalu mengeluarkan ponsel nya yang mewah.


Talia menghubungi seseorang, ia ingin meluapkan semua kekesalannya pada Arsen.


"Halo paman, kau dimana ?" tanya Talia pada seseorang di seberang sana.


"Ada apa Talia ? kenapa suaramu seperti begitu kesal"


"Bagaimana aku tak kesal kalau Arsen begitu galak dengan ku, bahkan ia mengusirku berulang kali"


"Lebih baik kita ketemuan saja, Paman tunggu di kafe X"


"Baiklah"


Setelah panggilan terputus Talia langsung memasuki mobilnya, ia menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi, bahkan Talia tak memperdulikan banyak kendaraan lain di sekitarnya.


Kafe X adalah tujuan Talia, seseorang disana sudah menunggu dengan manis. Saat melihat Talia memasuki Kafe seseorang langsung melambaikan tangan membuat Talia langsung menuju kesana.


"Dia sombong sekali paman" ucap Talia langsung, kemudian menghempaskan tubuhnya di kursi berhadapan dengan Paman Willi.


"Hei tenang cantik, jangan marah-marah seperti ini ! paman kan sudah cerita kalau Arsen begitu sombong" balas paman Willi sembari terkekeh..


"Ku kira dia akan menerima ku dengan baik, secara kan aku teman masa kecilnya, tapi nyatanya" Talia menjedah ucapannya "Bahkan menatapku saja dia tak mu" sambungnya lagi.


"Hahahaha" paman Willi justru tertawa dengan kencang, tak peduli beberapa orang di sekitarnya menatapnya dengan tatapan aneh "Dia bersikap seperti itu karena dia punya segalanya, lihat saja saat perusahaan itu jatuh ketanganku, aku yakin Arsen akan berubah sikapnya".


"Kapan perusahaan itu jatuh ketangan paman ? aku juga sudah gak sabar mau menikmati hasilnya, paman kan janji akan membagi separuh nya"


"Sabar Talia, semua itu harus ada triknya. Jangan asal nyerang saja, kita cari tau dulu kelemahan Arsen"


Talia menganggukan kepalanya, ia sudah mengatahui kalau Arsen sudah menikah bahkan melihat foto Rena saja sudah. Siapa lagi kalau bukan paman Willi yang melakukannya.


Saat ini baik Paman Willi maupun Talia belum mengetahui kelemahan Arsen. Mereka yakin laki-laki itu pasti ada titip lemahnya.


"Aku mau berkunjung kerumah Arsen" ucap Talia membuat kening paman Willi mengkerut.


"Untuk apa ??"


"Mau bermain-main dengan istrinya Arsen, aku mau melampiaskan kekesalanku pada Arsen melalui istrinya" jelas Talia dengan menunjukan senyum jahatnya.


"Oh begitu, silahkan saja ! tapi jangan sampai Arsen tau karena bisa membuat Arsen marah lagi"


"Gampang itu paman, aku tidak akan lama setelah puas aku akan pergi"


Keduanya kembali tertawa, seolah baru saja mendapatkan sebuah kabar menyenangkan.


Sementara itu Rena baru saja selesai sarapan, atau lebih tepatnya makan siang karena jam sudah menunjukan pukul 11 siang. Sedari tadi ia sibuk mengurusi Elvan yang badannya masih panas namun bersyukur sekarang keadaan Elvan sudah membaik.


"Nyonya ada tamu di depan, katanya mau mencari nyonya" ucap Leni mendekati Rena.


Rena bingung, pasalnya ia tak tahu siapa tamunya. Tidak mungkin itu tetangganya dulu karena tak ada yang tau alamat tempat tinggal Rena sekarang.


"Baik Bu, tolong buatkan minum saya akan menemuinya" ucap Rena.


Rena beranjak, ia meninggalkan meja makan dan berjalan kedepan. Dimana tamu nya berada.


"Apa anda mencari saya ?" tanya Rena.


Perempuan yang sedari tadi duduk membelakangi Rena langsung menoleh.


"Kamu Rena ya ?" tanya Talia sembari meneliti penampilan Rena dari atas sampai bawah. "Penampilannya aja kampungan kek gini, kok bisa Arsen mau menikahinya" sambungnya dalam hati.


Rena yang di tatap seperti itu menjadi tak enak, ia yakin kalau wanita di depannya itu sedang menghina penampilannya "Iya saya Rena, kamu siapa ya ?" tanya Rena dengan bingung.


"Perkenalkan saya Talia, teman masa kecilnya Arsen"


"Oh, ada apa ya mbak ? Mas Arsenya masih di kantor"


Talia kaget karena Rena terlihat biasa saja saat ia mengatakan kalau dirinya teman masa kecilnya Arsen, padahal ia berharap Rena akan kaget dan merasa cemburu karena kehadirannya.


"Iya saya tau kalau Arsen masih di kantor, soalnya saya baru saja dari kantornya" jelas Talia lagi, ia kembali menatap wajah Rena tapi ternyata masih sama.


"Kalau begitu mbaknya mau apa kesini ? kalau sudah bertemu dengan Mas Arsen ?"


"Kamu keberatan saya datang kesini ? Heh dengar ya ini tu rumahnya Arsen"


Rena membalas dengan senyuman "Saya tau mbak kalau ini rumahnya Mas Arsen, tanpa mbak jelaskan saja saya sadar diri. Tapi mbak harus tau kalau saya ini istri sah nya Mas Arsen"


Mendengar hal itu Talia begitu kesal, ia menggepalkan tangannya.


"Kalau sudah tak ada yang ingin di bicarakan saya mau pamit, soalnya anak saya sedang sakit sekarang" ucap Rena.


Talia tak lagi menjawab, ia langsung meninggalkan rumah Arsen dan meninggalkan Rena sendiri.


"Kata paman istrinya Arsen pendiam, tapi kenapa dia begitu berani menjawab semua ucapanku" batin Talia dengan kesal.


Paman Willi bercerita kalau Rena adalah wanita pendiam, dan membuat Talia berpikir akan sangat mudah membuat Rena menangis namun nyatanya malah dirinya yang di buat kesal oleh Rena.


Hari ini ia sudah dua kali di buat kesal, pertama oleh Arsen dan kedua oleh Rena..


🍀🍀🍀🍀🍀


"Tuan, Nona Talia datang kerumah anda" jelas Robert sembari menyerahkan rekaman CCTV kepada Arsen.


Arsen terkejut, ia langsung menonton rekaman CCTV itu, namun bukan nya terkejut dengan kedatangan Talia.. Arsen justru di buat terkejut dengan ucapan Rena yang membuat Talia marah.


"Ternyata dia berani juga ya" ucap Arsen.


"Iya Tuan, sepertinya Nona Rena bisa kita manfaatkan untuk mengusir nona Talia jika dia kembali mengganggu Tuan"


Ucapan Robert membuat Arsen tersenyum misterius, ternyata menikahi Rena banyak memberinya kesenangan,. Melihat cara Rena mengusir Talia membuat Arsen yakin bisa memanfaatkan wanita itu.


"Sekarang aku punya pawang, Kalau Talia berani menggangguku, tinggal panggil Rena saja"


---


...LIKE DAN KOMEN...


...ADD FAVORIT...