Marriage Contrack

Marriage Contrack
Bab 90



Setelah berbaikan Arsen dan Rena langsung pulang kerumah. Setelah keluar ruangan mereka berdua melihat Robert dan Jasmin.


"Robert" panggil Arsen.


Merasa namanya di panggil Robert langsung mendekat "Ada apa tuan"


"Malam ini kau tidak perlu lagi menemaniku di kantor karena aku akan pulang bersama istriku"


"Baik tuan"


"Kalau kau masih mau menginap di kantor silahkan saja ! aku tidak keberatan kok"


Robert mencebikan bibirnya, enak saja Arsen menyuruhnya menginap lagi di kantor, dua malam saja ia menemani Arsen sudah membuat seluruh tubuhnya retak semua.


Melihat ekspresi Robert. Rena terkekeh lucu. Kasihan juga asisten suami nya itu yang selalu di repotkan oleh Arsen..Mau menolak tapi takut.


"Ya sudah kami duluan pulang ya" ucap Arsen.


"Iya tuan, hati-hati di jalan"


"Hemmmm"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sepanjang perjalanan Rena tertawa lantang, membuat sang suami heran.


"Kamu kenapa sayang ? apa nya yang lucu"


"Hehe, aku ngetawain Robert mas. Lihat ekspresi nya melas banget kasihan gitu..Kamu sih ada-ada saja ngajakin Robert nginap di kantor" jelas Rena kemudian "Memangnya kamu gak berani tidur sendiri ?"


"Beranilah, mas ngajakin Robert supaya ada teman nya aja sayang"


"Alasan" cibir Rena


Arsen terkekeh mendengar ucapan sang istri, ia bukannya tak berani tidur sendiri hanya saja kalau ada temannya lebih enak apalagi kalau sedang galau seperti kemaren.


"Mas"


"Iya"


"Aku udah setuju kok kalau Ara dibawa sama tante Mawar"


Arsen menoleh sejenak "Kamu serius ?"


"Iya mas, maaf ya aku udah egois banget. Selama dua hari ini aku perhatiin Tante Mawar sayang banget sama Ara. Bahkan setiap malam dia begadang untuk membuatkan Ara susu"


"Tante Mawar itu sebenarnya baik sayang, jadi kamu gak usah khawatir. kehidupan Ara akan terjamin disana, dan lagi pula setiap bulannya Kakek akan selalu mengirimi Ara uang"


"Semoga Ara bahagia ya mas disana"


"Aamiin, nanti kalau kamu udah lahiran kita berkunjung ketempat Ara"


"Tapi ada syaratnya mas supaya aku benar-benar ikhlas"


"Apa sayang, mas janji akan menuruti keinginan kamu"


"Janji ya !" Rena menyerahkan jari kelingkingnya kemudian langsung dibalas oleh Arsen.


"Iya janji"


"Nanti kalau Robert dan Jasmin bulan madu kekorea mas bersedia ngajak aku kesana juga"


Mendengar hal itu Arsen seketika memencet rem mobil, sehingga membuat mobil langsung berhenti seketika.


"Dari mana kamu tau kalau Robert dan Jasmin akan liburan"


"Dari Jasmin.. Kamu udah janji loh mas jadi gak ada alasan lagi"


"Sialan... " umpat Arsen kesal, padahal ia sudah mewanti-wanti supaya Rena jangan sampai tau kalau Robert dan Jasmin akan ke korea.


"Lihat nanti ya sayang" ucap Robert "kamu kan sedang hamil besar jadi agak khawatir bawa kamu kesana"


"Alasan lagi kan, dulu sebelum aku hamil gak mau juga, sekarang alasan nya karena aku hamil, nanti alasan nya karena ada bayi" gerutu Rena.


"Sayang, bisakah kita kenegara lain saja ?"


"Gak mau, aku maunya ke korea"


"Kejepang saja yuk, nanti kita kesana pas musim bunga sakura"


"Enggak mau mas"


"Ya Allah" Arsen mengusap wajahnya dengan gusar. Entahlah ia berat sekali menuruti keinginan istrinya untuk pergi kekorea. Hanya karena Rena perna mengatakan kalau dia ada idola.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore harinya setelah mengatakan dan menjelaskan semuanya pada Mawar. Baby Ara langsung di bawa hari itu juga.


Rena meneteskan air mata saat menyerahkan baby Ara pada Mawar, ia menghujani pipi baby Ara dengan ciuman bertubi-tubi.


"Sehat-sehat ya nak disana, jangan nakal sama nenek" ucap Rena dengan suara serak menahan tangis.


"Jangan sedih Rena, nanti kalian bisa berkunjung kesana"


"Iya Tante. Tolong titip Ara ya. Kapan-kapan kalau ada waktu tante ajak Ara kesini lagi"


"Pasti itu, Tante akan membawa Ara kesini"


Rena menyerahkan baby Ara pada Mawar, begitu berat akan tetapi itu harus ia lakukan.


Setelah baby Ara di serahkan pada Mawar. Rena langsung memeluk Arsen dengan erat, ia menangis didada sang suami.


"Jangan nangis sayang, nanti mas pasti ajak kamu berkunjung kesana"


"Janji ya mas"


"Iya sayang"


Rena melambaikan tangannya pada sebuah mobil yang membawa Mawar dan Baby Ara, air matanya semakin deras menetes. Ia pandangi mobil itu sampai tak terlihat lagi.


"Maafkan aku ya mbak Talia. Kalau aku menyerahkan putri mbak pada Tante Mawar. Aku yakin Ara akan lebih bahagia tinggal bersama neneknya". batin Rena.


"Yuk masuk.. Mas kangen mainan sama Elvan" ajak Arsen kemudian.


Rena hanya mengangguk dengan pelan, sesekali ia masih menoleh berharap masih bisa melihat mobil yang membawa Ara.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Satu bulan kemudian....


Hari ini adalah hari pernikahan Robert dan Jasmin sekaligus langsung resepsi. Arsen sengaja datang saat resespi saja karena ia ingin mengantarkan sang istri kesalong dulu.


Arsen ingin istrinya tampil cantik hari ini, setelah dari salon barulah Arsen dan Rena berangkat ke tempat resepsi.


"Masya Allah istriku cantik banget" puji Arsen.


"Bisa aja kamu mas"


Setiba di tempat resepsi, keduanya menjadi pusat perhatian. Banyak yang memuji kecantikan Rena yang mana membuat Arsen kesal. Pasalnya ia tidak suka jika ada yang memperhatikan sang istri.


"Selamat ya Robert dan Jasmin" ucap Rena


"Terima kasih nona, anda cantik sekali" puji Robert. Tentu saja ia langsung mendapatkan tatapan tajam dari Arsen.


"Kau mau mati ya" balas Arsen marah.


Menyadari kesalahannya Robert langsung menunduk kan kepalanya, ia merutuki kebodohannnya sendiri karena memuji istri atasannya itu.


Setelah bersalaman dengan Robert, Rena menyalami Jasmin. Kedua wanita itu berpelukan.


"Akhirnya aku bisa lihat korea juga" ucap Rena setelah melepaskan pelukannya..


"Iya nona, saya juga tidak menyangka bisa bulan madu bareng nona"


Arsen mendekat kearah Robert "Gara-gara istrimu aku harus menuruti keinginan Rena". bisik Arsen di telinga Robert.


"Maafkan saya tuan, saya tidak menyangka kalau Jasmin akan mengatakan pada Nona Rena" balas Robert menyesali perbuatan istrinya itu.


"Ciih, kalian memang tak bisa menjaga rahasia"


"Aku berdoanya semoga nanti lahiran di korea" ucap Rena membuat mata Arsen langsung melotot.


"Kenapa sampai merambat kesana sih". batin Arsen.


"Iya nona, itu berarti nona harus lama kesana, kan kehamilan nona baru menginjak 7 bulan"


"Hehe iya juga sih. Tapi gak papalah kan suamiku kaya dan baik hati" Rena mengedipkan sebelah matanya kepada Arsen. Membuat Arsen hanya membalas dengan senyuman lirih.


"Ya sudah kami kesana dulu" ucap Rena.


"Silahkan nona, nikmati semua hidangan disini"


"Kalau itu tanpa kamu suruh pun aku akan melakukannya, kau tau kan selama hamil porsi makanku jadi berkali-kali lipat"