Marriage Contrack

Marriage Contrack
Bab 92 (End)



Hari yang di tunggu pun telah tiba, sejak pagi Rena merasakan perutnya sangat sakit. Membuat Arsen langsung membawa Rena kerumah sakit.


Setiba di rumah sakit, dokter Ratna langsung memeriksa keadaan Rena.


"Sudah pembukaan satu, tapi tetap saja ibu Rena tidak bisa melahirkan secara normal soalnya Plasentanya menutupi jalan lahir" jelas Dokter Ratna.


"Tidak apa-apa dok, yang penting kedua anak saya sehat dan selamat" balas Rena yang akhirnya pasra dengan keputusan dokter.


"Baiklah, sekarang ibu berpuasa dulu. Sekitar jam dua siang operasinya akan segera di laksanakan"


"Baik dok"


Sembari menunggu jadwal operasi, Arsen melaksanakan sholat dhuha dan membaca ayat suci Al-Quran. Ia berdoa pada yang maha kuasa semoga persalinan istrinya lancar.


Rena mendengarkan lantunan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Arsen, suara Arsen yang merdu begitu membuat Rena tenang. Bahkan wanita cantik itu sampai meneteskan air mata karena begitu terharu mendengar bacaan sang suami.


"Sakit lagi yang ?" tanya Arsen saat melihat Rena kembali meringis.


"Dikit mas"


"Yang kuat ya, sebentar lagi kita akan bertemu dengan baby twins"


"Insya Allah aku selalu kuat mas"


Arsen menggenggam tangan sang istri dengan lembut, sesekali ia mengecup punggung tangan istrinya.


Tepat jam dua siang, Rena sudah dibawa keruang operasi. Sementara Arsen menunggu didepan ruang operasi bersama Dian dan juga kakek Raymond.


Arsen menunggu dengan gelisa, mulutnya tak henti-hentinya melantunkan bacaan ayat-ayat pendek sebisa dirinya. Semoga didalam sana sang istri senan tiasa di lindungi oleh Allah SWT.


"Kamu yang tenang nak, insya Allah istri dan anak mu akan baik-baik saja" ucap Dian sembari mengelus punggung Arsen.


"Aku udah mencoba tenang bu, tapi tetap saja aku khawatir"


"Itu wajar nak, mana ada seorang suami terlihat biasa saja saat melihat istrinya sedang berjuang di ruang operasi"


Arsen tak lagi menjawab, matanya menatap lampu ruang operasi sudah berubah warna, itu menandakan kalau operasinya sedang berjalan. Membuat kesemasan Arsen semakin bertambah.


"Ya Allah selamatkan istri dan anak hamba". doa Arsen dalam hati.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah menunggu kurang lebih tiga jam dua orang suster membawa dua box bayi, melihat hal itu Arsen langsung mendekat.


"Apa ini anak-anak saya sus ?" tanya Arsen antusias.


"Iya pak Arsen, ini bayi nya ibu Rena"


"Alhamdulillah" Arsen menatap kedua anaknya dengan rasa haru, ia tak menyangka kalau sekarang ia benar-benar menjadi seorang Ayah.


"Jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan pak"


"Alhamdulillah ya Allah" seru Arsen yang begitu bahagia "Lalu bagaimana dengan istri saya, apa dia baik-baik saja"


"Ibu Rena baik-baik saja, sebentar lagi akan di pindahkan keruang rawat"


Arsen tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur atas karunia yang tuhan berikan, sekarang ia bisa bernapas lega karena sang istri dan kedua anak kembarnya baik-baik saja.


---


Tidak berapa lama Rena sudah di pindahkan keruanh rawat, wanita itu masih dalam keadaan pingsan karena pengaruh obat bius. Di samping ranjang Rena ada dua box bayi yang isinya kedua anak kembar nya.


Perlahan namun pasti mata Rena mulai terbuka. Rena menatap sekeliling.


"Mas..." panggil Rena


"Iya sayang"


"Anak-anak kita baik-baik saja kan mas"


"Alhamdulillah mereka baik-baik saja, mereka semua sehat dan jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan"


"Masya Allah, Tabarakallah" gumam Rena.


Pintu ruangan terbuka, ada Dian yang baru masuk bersama Elvan. Rupanya wanita paruh baya itu pulang setelah operasi Rena selesai di laksanakan. Ia pulang ingin menjemput Elvan.


"Mama" teriak Elvan


"Hai sayangnya mama"


"Kata nenek, dedek bayinya udah lahil ya Ma ?"


"Iya sayang, tu kalau mau lihat sama Papa"


Elvan langsung mendekat, ia merasa gemas melihat kedua bayi merah tersebut.


"Dedeknya lucu-lucu ya pa"


"Iya nak, sama kaya kamu"


"Namanya siapa pa ?"


Arsen terdiam sejenak, ia memang sudah mempersiapkan nama untuk anak kembarnya.


"Yang kakaknya Raline Ashanum Raymond dan untuk adeknya Rakata Devano Raymond " jelas Arsen.


"Kok kamu udah bikin nama perempuan mas, padahal kan waktu itu dia ngumpet" sahut Rena.


"Aku cuman nebak aja sayang, eh ternyata benerana perempuan satunya"


"Jadi yang jadi kakak yang cewek ya mas"


"Iya sayang, Shanum yang jadi kakak semetara Devano jadi adeknya"


Rena tersenyum, sekarang statusnya ibu dari tiga anak, Ia benar-benar tak menyangka bisa hamil anak kembar, dan mendapatkan bayi sepasang.


"Terima kasihn atas karuniamu Ya Allah" gumam Rena.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah tiga hari dirawat dirumah sakit, akhirnya Rena dan bayi kembarnya sudah di perbolehkan pulang. Saat sampai di rumah Rena begitu terkejut karena disana ada baby Ara juga.


"Ya Allah tante sama Ara kapan datangnya ?" tanya Rena


"Kemaren nak, tapi tante sengaja menyuruh Arsen untuk tak memberi tahumu supaya menjadi kejutan"


"Ya Allah, Ara udah besar ya sekarang" Rena mencium pipi Ara dengan gemas. Anak dari Almarhum Talia itu tumbuh dengan sangat cantik, rambutnya hitam dan lebat serta pipi yang sangat tembem.


Kedua anak Rena di letakkan di box bayi, hingga tak berapa lama Robert dan Jasmin juga datang. Saat ini Jasmin sedang mabuk parah karena hamil anak pertama.


"Makasih ya Jasmin" ucap Rena setelah Jasmin memberikan kado untuk si kembar.


"Sama-sama nona"


"Kamu masih mual ?"


"Iya Nona, mualnya kalau dekat sama suami tapi"


Reka terkekeh mendengarnya, memang Jasmin akan merasakan mual yang parah jika berdekatan dengan Robert. Membuat Arsen dan Rena kasihan karena terkadang Robert harus tidur pisah dari sang istri.


"Nanti bakalan hilang kok, jadi nikmati dulu ya. Karena menjadi wanita hamil itu gak mudah" jelas Rena.


"Iya nona, saya akan menikmati masa-masa ini"


Dari kejauhan Arsen dan Robert menatap interaksi antara Rena dan Jasmin, ternyata kehidupan itu sangat unik, dulu Jasmin begitu tergila-gila dengan Arsen tapi ternyata wanita itu jodohnya Robert.


Begitupun dengan Arsen yang tak pernah membayangkan akan jatuh cinta pada sosok Rena, wanita biasa dengan segala kekurangannya.


"Terima kasih ya Allah atas kebahagiaan ini, engkau berikan aku sosok istri yang sangat baik, lalu memberikan ku juga sepasang anak kembar yang baru saja lahir kedunia ini.". batin Arsen masih menatap sang istri.


Karena pernikahan kontrak yang ia buat sendiri membuat Arsen bisa tergila-gila pada sosok Rena. Bahkan sekarang jika harus memilih ia akan memilih Rena serta anak-anaknya dari pada harta yang berlimpah.


...THE END...


HAI-HAI TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA NOVEL INI SAMPAI TAMAT, SAMPAI JUMPA DI NOVELKU YANG LAIN YA...