Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
AKHIR KISAH PERJALANAN SEORANG MAFIA (the end)



Hem, aku tak segampang itu mendapatkan mu, bahkan aku saja harus menunggu beberapa tahun agar bisa menemukan kembali sayang" Batin Brian.


Seperti apa yang mereka berdua katakan, akhirnya mereka memberitahukan pada keluarga sela. Itu semua langsung di setujui oleh mereka semua, entah keluar sela, atau semua temannya yang mereka anggap sudah seperti saudara sendiri.


Persiapan pernikahan sudah di mulai, Fighting baju serta Poto untuk persiapan pernikahan sudah di siapkan, serta dekor sudah tertata rapi di kerjakan oleh semua temannya, serta gaun yang mereka kenakan adalah hasil dari desain sang mamah Sinta khusus putrinya seorang.


Dia memang dari dulu sudah bisa membuat desain, entah itu untuk di penjual belikan atau untuk dirinya sendiri, dia juga mempunyai sebuah toko besar pakaian yang di rancang dirinya sendiri di negara nya, dia sudah sangat terkenal sebagai desainer terbaik di negara nya.


"Waaah mah, ini sangat indah... Makasih nya mah" gembira sela melihat gaun pengantin yang besok akan melekat di tubuhnya, sangat indah dan mempesona, dengan di hiasi Berlian asli di setiap gaunnya.


"Sama sama sayang" Jawab mamah Sinta ikut tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah putrinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari dimana pernikahan sudah tiba, semua para tamu undangan sudah berdatangan.


Dengan dekorasi yang sangat luas dan megah, membuat semua orang yang melihat terkagum kagum di buatnya.


Sang mempelai pria sudah berada di tempat sakral yang akan mengesahkan ikatan suci mereka akan di langsung kan, setelah sang mempelai wanita datang, membuat orang orang tak kalah kagum dengan dekorasinya.


"Waah, cantiknya, apa benar dia nona sela"


"Sungguh berkali-kali lipat jika jadi pengantin, biasa saja sudah cantik, apa lagi ini, Sungguh sangat beruntung sekali tuan Brian mendapat nya"


Banyak kata kata yang di layangkan semua para tamu, Tidak ada yang bisa mengelak dari kecantikan sang mempelai wanita sekarang.


Begitu juga Brian yang seakan sangat bahagia setelah melihat kedatangan sela, dengan perlahan namun pasti, sela sampai di dekat nya dengan di hantar bang Nanda sebagai wakilnya.


Dengan lantang dan percaya diri, tanpa ada rasa gugup yang Brian ucapkan, dia menjawab seseorang yang di katakan seseorang yang sebagian perantara untuk menyatukan cinta suci mereka.


Setelah mendengar ucapan sakral itu, sorak gembira terdengar di semua para tamu dan keluarga serta teman semuanya.


Dengan diiringi sepasang tukar cincin yang mereka pasang di kedua jari manis mereka secara bergantian.


Dengan rasa bahagia, sepasang mempelai itu bersalaman, di Lanjut dengan Brian Yang menciumi kening sela.


"Terimakasih sudah mau menjadi istriku sayang"


"Aku juga sangat terimakasih kamu mau memilih istri seperti ku"


Sepasangan pengantin baru itu sekarang sedang berdiri, menyambut semua para tamu yang datang untuk mengucapkan selamat kepada mereka berdua, dengan di jawab mereka dengan tersenyum bahagia seperti para tamu yang lainnya.


"Selamat untuk mu sayang, mamah berharap, semoga pernikahanmu akan selalu di selimuti kebahagiaan" Ucap mamah Sinta dengan memeluk putri nya sebentar.


"Amin mah, terimakasih"


"Selamat untuk mu dek, dan kau Brian... jaga adikku dengan baik, jika kau membuat nya menangis, awas kau" ancam bang Nanda dengan menunjuk Brian.


"Iya bang nan, akh pasti akan menjaganya dengan baik, iyakan sayang" jawab brain dengan menarik sela ke tubuh nya.


Sedangkan sela hanya cengengesan melihat kelakuan Brian, dia malu sekarang...


Di lanjut semua para abangnya yang lain, yaitu teman Brian.


"Etsss bang" Ucap sela menarik tangan bang nanda, tak mungkinkan dia menarik tangan semua abangnya, tangan nya ada dua, jadi dia menarik bang nanda saja sebagai menghentikan langkah mereka semua.


"Siapa dia" Tanya sela mengisyaratkan menunjuk semua para perempuan di dekat para abangnya.


Mereka terlihat membawa semua pasangan...


"Aaaah aku lupa" Ucap bang Nanda Tertawa garing, begitu juga dengan lara abang yang lainnya yabg juga ikut tertawa.


Mana mungkin wanita yang mereka bawa bisa mereka lupakan...


Sedangkan semua wanita hanya menampakkan wajah kesalnya saja.


Mereka semua para wanita sengaja diam saja agar mereka ingat, tapi seperti nya tidak jika bukan sela yang mengingatkan nya.


"Malah tertawa lagi, oh astaga.... Jangan jangan kalian lupa" Ucap sela tak habis pikir dengan otak semua para abangnya.


Yang lagi lagi di balas tertawa garing dengan menggaruk kepala mereka yang tak gatal.


"Ini... kenalin... sesuai janji abang akan membawa wanita sebagai kakak ipar mu, dia namanya lea" ucap bang Nanda memperkenalkan nya pada sela.


"Hallo kakak ipar" panggil sela.


"Hallo sela, kau sangat cantik sekali" Ucap nya ramah dengan tersenyum.


"Aku selin, hai sela" wanita yang di bawa han.


"Aku Tiara, Hallo sela" di bawa angga.


"Dan aku Nagita, hallo calon adik ipar ku yang cantik" Ucap seseorang yang di bawa Reyhan.


Dengan memeluk sela, dia membisikkan sesuatu...


"Nanti ajaran aku untuk meluluhkan perhatian nya agar tidak dingin padaku nya" bisikan nya dengan diiringi Tertawa pelan dari nya.


Begitu juga dengan sela, dia sudah menduganya jika para abangnya yang dingin itu tak bisa menghilangkan sifat dinginnya, bahkan pada pacarnya sekalipun.


Setelah perkenalan itu, mereka akhirnya turun ikut menyambut para tamu yang mereka undang.


"Aku mencintaimu" Bisik Brian ketika ada kesempatan.


" Aku sangat mencintaimu" balas sela.


Tiba tiba, mata sela melotot kaget melihat dua orang yang berbeda usia itu sedang berjalan kearahnya.


Ada apa sayang" tanya Brian khawatir melihat sela, para tamu yang mengucapkan selamat sudah tidak ada yang mengantri di depannya.


"Selamat atas pernikahan mu nak" Ucap salah satu dari mereka.


Membuat Brian menoleh melihat pemilik suara itu.


"Kau" Geram Brian ketika melihat siapa yang datang.


Perasaan dirinya tak mengundang nya.


Ya..dia adalah lita dan siska yang datang seperti menghadiri pernikahan nya.


"Aku hanya mengucapkan selamat atas pernikahan mu sel, aku sudah sadar, kami semua salah" Ucap siska.


"Aku...aku minta maaf padamu sela" lanjut nya dengan menegang tangan sela memohon.


"Sudah.. jangan seperti itu ka, aku sudah memaafkan mu ketika hati Kaka sudah menyadarinya, kaka tak perlu minta maaf" Ucap sela melepaskan genggamannya.


"Maafkan Tante nak, Tante salah, Tante benar benar menyesal" Ucap Lita dengan ingin memegang tangan sela seperti apa yang di lakukan siska.


Namun... tangan yang lain memegang tangannya... seseorang itu adalah Sinta.


"Tangan ini yang sudah memukul putriku, dan tangan ini juga yang ingin menyentuh putriku ketika dia sudah sembuh, dan kau ingin meminta maaf, harusnya kau sudah bersyukur putriku ingin memaafkan mu" Ucapan datar yang di layangkan Sinta.


"Sudah mah... mereka sudah mulai baik, aku sudah memaafkannya juga" ucap sela.


"Terimakasih sela, kami akan pergi dulu...kami kesini hanya ingin meminta maaf dari mu saja, maaf sudah mengganggu waktu mu" ucap Saskia.


"Kaka sebaiknya makanlah hidangan ini bersama mamah, walaupun seperti nya itu bukan selera kalian, tapi cicipi lah sedikit" Ucap sela, tak mungkinkan jika salah satu tamu nya, walaupun dia tak di undang dia harus memakan jamuan nya.


"Tidak usah sela, bukan karena itu bukan selera kami atau apa, kami hanya tak enak saja, kami sudah banyak salah padamu, permisi" Ucap Saskia pergi dari acara tersebut bersama mamah nya.


Mereka bukan pulang ke kediaman nya, namun pulang kesalahan satu komplek yang dimana ada Sebuah rumah kecil yang mereka beli untuk tempat tinggal baru mereka.


Ya... sekarang mereka berdua sudah pindah, bukan karena liburan atau apa, tapi karena akan menetap di rumah baru mereka. Bukan karena keinginan nya, tapi terpaksa harus beli karena rumah lama mereka sudah di sita oleh petugas bank.


Mereka yang beberapa minggu lalu pulang dari liburan nya mendapati rumah kediaman Nugraha sudah di pasang tali, dengan bertulisan DI SITA, dan tak lupa dengan pajangan baliho yang sedang di pasang di pintunya bertulisan RUMAH INI SUDAH DI SITA.


Dengan jalan cepat, mereka berdua masuk, dan mendapati dua koper yang berisikan pakaian miliknya.


Awalnya mereka berdua marah marah tak terima, namun dengan kasarnya, salah satu dari petugas bank itu dengan kasarnya menarik koper mereka dan membawanya keluar.


"Bawalah koper ini, rumah ini sudah kami sita... perusahaan Nugraha mempunyai banyak hutang, dan Tuan Nugraha sendirian yang menjaminnya, jika dia tak bisa membayarnya, maka rumah ini akan kami sita berserta barang berharga yang ada di dalamnya"


Dan beginilah keadaan mereka berdua sekarang... dengan hidup seadanya, dan membeli rumah saja harus menjual kalung serta perhiasan yang lain yang melekat di tubuh mereka.


Kembali ke acara pernikahan...


Suasana kembali baik seperti semua sebelum kedatangan mereka berdua...


"Sayang... apa kamu sudah memberi tahu pernikahan kita pada bang deril?" Tanya sela, sebab dari tadi dia menyapa tamu tak ada bang deril.


Brian yang mendengar nya di buat celingukan melihat kanan kiri mencari batang hidung deril yang tidak terlihat dari tadi.


"Sudah ko...mana mungkin aku lupa pada dokter bedah satu itu" Jawab Brian.


Pluk


"Akhh"


Kaget Brian ketika ada seseorang yang menepuk pundaknya.


"Bang Deril" panggil sela tersenyum bahagia.


"Jangan tersenyum padanya sayang, dia itu jomblo, bagaimana jika dia juga merebut mu dariku" Ucap Brian cemburu.


Pluk


"Jangan sembarang bicara, mana mungkin aku merebut adik ipar ku sendiri" kesal deril memukul pundak Brian kembali.


Tidak ada rasa marah dari Brian, dia tau jika ini bercanda saja.


"Dan oh iya, ini kenalin..dia pacar ku sekarang" ucap deril memperlihatkan seorang wanita yang hanya dari tadi di belakang deril tak terlihat.


Dengan tersenyum, wanita itu melambaikan tangan nya kearah sela...


"Hai adik, selamat untuk pernikahan mu" Ucap nya, membuat sela melebarkan matanya tak percaya.


"Ka Heti..."


"Iya, aku tidak tau jika ini pernikahanmu ternyata" Ucap nya lagi.


Ya...dia yang selalu bertemu dengan dia Tanpa sadari membuat nya memiliki perasaan pada deril.


Begitu juga dengan deril yang selalu melihat nya di rumah sakit miliknya, Heti mengambilnya jurusan kedokteran Tanpa semua orang tau, dan sejak di tugaskan kesalahan satu rumah sakit, sejak itulah dia selalu bertemu deril, dan membantunya, sekalian mengambil ilmu darinya.


"Aku senang ka, jangan mengecewakan kakak ku pak dokter awas saja kau jika kau berselingkuh atau semacamnya, aku yang akan jadi dokter bedah untukmu" ucap sela dengan mengancam Deril.


"Tuuuh dengarkan adikku, awas saja jika kau melanggar ucapannya" Ucap rey dengan sedikit berteriak ketika melihat deril datang.


"Hey, dia adikku, bukan adikmu" Balas Nanda tak terima, sela adiknya, mamah nya juga sama kan.


Semua orang Tertawa mendengar ucapan mereka yang terdengar saling mengancam namun penuh dengan kepedulian satu sama lain.


Dengan di akhiri berfoto bersama, dengan tersenyum merekah di wajah mereka menggambarkan kebagian, dengan sepasang pengantin baru yang berada di tengah tengah mereka.


"Satu"


"Dua"


"Tiga"


Ckrek ckrek ckrek


Sebuah gambaran semua orang di ambil oleh seorang Poto grafik serta sebagian tamu yang ingin mengabadikan momen-momen kebersamaan mereka.


"Cinta itu butuh perjuangan, jika kamu ingin mendapatkan cinta itu sendiri, kamu harus berjuang walaupun membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu" Brian.


"Cinta membuat kita seakan tertekan dalam hati, dan cinta itu sendiri sangat membuat kita seakan buta, kita tau pasangan kita siapa, bagaimana rupanya, dan seperti apa dia, namun kita tidak melihat dari itu semua, cinta datang dati hati, bukan dari apa yang kita lihat darinya" sela.


~TAMAT~