Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
PERMINTAAN MAAF



"Sa sayang" Kaget nya melepaskan tangan nya dari sela,dan berusaha melihat wajah sela dengan mengangkat dagunya sela lembut.


Terlihat sela yang terus menangis dan mundur menjauhi dirinya dengan menunduk takut dan gemetaran di tubuhnya, bahkan sangat terlihat jelas oleh brian yang gemetaran di pundaknya.


"Ja jangan mendekat"Hanya itu yang bisa dia ucapkan.


"Sa sayang,aku aku"Ucap brian seperti tak bisa menjelaskan, dirinya pasti sudah lihat apa yang dia lakukan di dalam sana,jika tidak?,mana mungkin sela isa seperti ini.


"Kau pembunuh, kau pembunuh,kau seorang pembunuh devan"


"Tidak,aku gak mau jika kekasih ku seorang pembunuh,aku gak mau"Gumam sela dengan menggeleng yang Masih bisa di dengar brian yang seketika melotot tak percaya.


Seketika brian langsung memeluk tubuh sela yang mulai menangis saking ketakutan melihat dirinya membunuh seseorang di depan matanya, Sesekali dirinya berusaha melepaskan pelukannya dari brian yang malah semakin erat mendekap nya.


"Jangan teruskan kata katamu sayang,ku mohon"Ucap brian pelan, bahkan terkesan berbisik.


Dirinya tidak mau kehilangan sela lagi, sudah cukup dua atau tigak tahun lalu dirinya terpisah dan terus mencarinya.


"Aku punya alasan membunuh nya, kamu tenang nya"lanjut brian menenangkan sela yang mulai berhenti menangis mendengar ucapannya, hanya sedikit suara terisak yang masih terdengar dari bibirnya.


"Tapi kau tetap saja membunuhnya,kau akan masuk penjara nanti"Ucap sela Masih terisak.


Brian hanya tersenyum mendengar ucapan sela barusan, dirinya hanya membunuh satu orang masuk penjara, jika iya, sudah dari dulu dia masuk ke tahanan tersebut.


Dirinya selalu membunuh orang yang bersalah,bukan sembarang orang yang dia bunuh.Bahkan dirinya juga beberapa kali membantu para Polisi untuk menangkap para penjahat ilegal ketika dirinya sedang tak sibuk.


"Kenapa lau malah tersenyum!"Kesal sela.


"Apa begitu senang setelah perlakuan mu tadi"Lanjutnya yang membuat brian seketika tertawa.


"Hahahaha"


"Apa kekasih ku ini takut jika aku akan seperti itu padamu"Ucap brian bercanda,yang membuat sela lagi lagi terdiam.Membuat brian sekali lagi membetulkan ucapannya.


"Ah, maksud ku,kau tenang saja, kejadian itu tidak akan terjadi lagi padamu"


"Maksud mu kau akan...."kaget sela tak meneruskan ucapannya.


"Tidak,kau sungguh kejam,bahkan aku tak menyangka jika abang abang ku juga seperti mu tadi"Lanjut nya.


Tanpa mereka sadari, beberapa waktu lalu teman dan Kenzo beserta pandi mendengar ucapan mereka berdua, dengan di temani sebagian pasukan yang lain yang tak mendengar pembicaraan kedua nya,karna di larang mendengar kan pembicaraan atasan mereka jika bersifat pribadi.


"Dek"Panggil rey mendekat.


Sela Hanya melihat nya tanpa berbicara...


"Apa kau melihat semuanya"Ucap nya pelan sedikit ragu untuk bicara.


Sela Hanya diam..


"Nona, Kenapa anda bisa di sini?"Tanya salah satu dari mereka, membuatnya langsung mendapat tatapan tajam dari semua pria atasan itu,apa lagi brian yang memang merasa heran.


Sela lagi lagi tak ingin menjawab,dan malah balik bertanya..


"Kearah mana jalan pulang?"


"Hah"


"Ahh, maksud nona jalan pulang ke jalan raya"Ucap nya lagi.


"Nona bisa jalan ke sa.."Ucap nya ingin meneruskan,tapi tiba tiba terhenti mendengar suara brian.


"Ayo"Ajak Brian menarik tangan sela.


"Kemana?"


"Kau ingin pulang bukan?"yang hanya di jawab anggukan sela.


Brian menarik sela kearah mobil yang sudah di siapkan anak buahnya untuk dirinya,dan memasukkan sela ke mobil bagian belakang setelah di bukakan oleh salah satu pengawal, begitu juga dirinya yang masuk dan duduk di samping sela.


Sedangkan angga dan Rey berpisah mobil dengan semua orang.


"Kau mau bawa aku ke mana?"Heran sela ketika menyadari bukan jalan ke apartemen nya, melainkan jalan lain tapi masih dia kenali.


"Ke tempatnya"Singkat Brian.


"Apa maksudmu tempatnya, emang aku tidak punya tempat sendiri apa"Kesal sela.


"Tempat ku bukan kesini,tapi di sana"menunjuk kebelakang,dimana jalur apartemen nya berada.


Seketika sela melupakan kejadian yang membuat dirinya takut melihat Brian.


Brian tak menjawab,dan menghiraukan ucapan sela barusan.


Hampir setengah jam mereka di dalam mobil yang tak ada tanda tanda akan berhenti,sela yang tadi merasa ngantuk sekarang tak ada,malah dirinya terlihat sangat jelas jika matanya masih melihat kanan kiri.


"Tapi dev, aku mau pulang"kesal sela tak di hiraukan.


"Bang han,ayo putar arah"Ucap sela menggoyang goyangkan tubuh han yang sedang menyetir.


"Sela, jangan begitu,abang sedang menyetir"Jawab han pelan.


"Makanya putar arah,aku gak mau disini, kalian semua orang jahat!!...,aku gak mau disini..., bang han, hantarkan aku ke apartemen"


Brian yang mendengar itu langsung menarik sela dan mendudukkannya kembali di sampingnya, dengan muka terlihat datar.


"Aku bukan orang jahat sela"Geram Brian.


"Tapi kau sudah membuktikan nya"Teriak sela.


"Sudah diam"Bentak brian tak sengaja, membuat sela Kaget dan memandang nya tanpa ekspresi.


Sedetik kemudian, Brian menyadari kesalahannya sudah membentak sela dan langsung memeluknya kembali.


"Maafkan aku, aku tak sengaja"Ucap brian dengan menyesal.


"Aku mau pulang"Ucap sela pelan.


"Kita akan pulang ke Mension ku"Ucap brian, yang langsung dapat gelengan tak setuju dari sela.


Setelah melihat kejadian ini, membuat dirinya tak ingin berdekatan dengan brian,dia menganggap jika brian tak sebaik apa yang dia perlakukan padanya,dan itu memang sangat jauh dari kelakuan nya malam ini,yang tak pernah dia perlihatkan padanya.


"Jangan membantahku"Tegas Brian dengan nada penekanan, membuat sela Hanya bisa diam menunduk.


Brian tau apa yang di pikirkan sela setelah melihat nya tadi,jika bukan putus dengan nya, pilihan nya cuma satu, pasti hanya pergi menjauh meninggalkan nya,dan itu yang membuat brian tak ingin terulang kembali.


Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya mobil yang brian tumpangi sampai ke mension nya, dengan diikuti dua mobil di belakang nya(angga dan rey), sedangkan para pasukan diamond 💎 kembali ke markas mereka setelah brian memerintahkan mereka untuk pulang sebelum ke mension nya tadi.


Mereka berempat masuk ke Mension tanpa adanya percakapan sedikit pun dari semua nya, seakan suasana menjadi terasa berbeda dan terasa canggung setelah kejadian tadi.Apa lagi sela yang sedikit merasa berbeda dengan brian,hanya diam tanpa suara dan mengikuti langkah Brian yang sedang menarik tangannya menaiki tangga.


"Jangan diam seperti itu sayang,aku gak suka,aku minta maaf atas kejadian tadi"


"Harus kau yang meminta maaf bukan padaku,tapi pada pria yang kau bunuh tadi"


"Tapi aku ada alasan melakukan nya"


"Tapi tetap saja,kau sama seperti paman ternyata!!!"Teriak sela kesal sekaligus marah dan sedih ketika mengatakan nya.


.


.


.


Bersambung 🍁