Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
MEMBERIKAN KEINGINAN SELA



"Ada apa sih?"


Seperti yang di bilang sang mamah, dirinya sudah berada di apartemen sang putri tercintanya dengan di temani sang putra setelah menjelang malam.


Mereka bertiga sedang berada di rooftop apartemen seperti apa keinginan sang mamah yang ingin melihat atas kota dengan menikmati suasana malam yang menurut nya sangat sejuk dan enak di pandang dengan melihat lampu lampu di malam hari dengan di temani bintang bintang yang malam ini sedang sangat banyak.


Mungkin karena cuaca yang tidak akan turun hujan besok.


"Mah,mana mah"Ucap sela tak sabaran.padahal baru bertemu tapi sudah sangat akrab seperti ini,apa Karna ikatan darah jadi cepat akrab.


"Bentar"jawab Sinta dan memberikan sesuatu kepada sela.


"Apa ini?"


"Itu yang kamu mau bukan"


"Handphone?" Bingung sela,sebab yang dia terima dari sang mamah adalah handphone.


"Ais mamah ini,sini.."Ucap nanda tak habis pikir dengan sang mamah dan mengambil handphone tersebut dan langsung di kembali kan kembali ke tangan sela ketika selesai.


Sela pun akhirnya memutar Vidio yang di siapkan untuknya itu di dalam handphone yang sama.


Lagi lagi sela menangis dengan hal ini, terlihat rekaman tersebut sedang menayangkan dimana kecelakaan ada seseorang yang menjahili Sebuah mobil dan tidak lama perjalanan mobil itu mengalami kecelakaan.


Dia paham apa maksudnya ini sekarang,apa lagi jik bukan kecelakaan sang ayah yang dia saja sudah lupa gimana wajahnya.


Seketika tangis pecah bercampur bahagia di wajahnya karna sudah ada bukti kejahatan pamannya itu.


Tapi dirinya sedikit kecewa, kenapa dirinya tak bisa melakukan pencarian ini.


Baru saja Sinta ingin memeluk putrinya dan ingin menenangkan, tapi gerakan terhenti dan mengharuskan duduk kembali ketika ada seseorang yang memeluk putrinya dari belakang,siapa lagi jika bukan Brian yang menghawatirkan sela.


"Sudah sayang,kenapa malah menangis seperti ini..jika tidak kuat jangan melihatnya walaupun itu ayah mu sendiri"


"Aku sangat payah, bahkan untuk menemukan bukti seperti ini saja aku tidak bisa dev.."


"Aku paham, sudah jangan menangis lagi,aku paham apa yang kamu rasakan sekarang,tapi apa dia akan tenang dengan dirimu menangis karenanya hem"


"Itu hanya sebagian nya saja sayang jika kamu ingin tau..dia sejak dulu berbuat curang dengan rekan kerjanya,entah apa yang dia curangi..yang penting sekarang aku sudah melaporkan nya ke polisi seperti apa yang kamu mau"


"Tunggu,dari mana abang dan mamah tau jika aku sedang mencari ini"


"Mamah selalu memantau mu setelah mamah menemukan mu,jadi mamah bisa tau semuanya,apa lagi ada seseorang yang selalu melaporkan keadaanmu, entah itu kamu senang, sedih, di bentak bentak oleh keluarga itu, Mamah sebenarnya tau, tapi Mamah tak bisa membawa mu keluar dari rumah Nugraha itu" jelas sang Mamah dengan perasaan bersalah.


"Aku paham ko mah,tapis siapa yang selalu melaporkan ya?"


"Buk jun"


"Buk jun?"


"iya"


"Kenapa buk jun tidak bilang padaku,apa itu juga di suruh mamah?" Ucap sela yang langsung di angguki mamah sinta.


"Sayang.. apa kamu tidak marah jika aku sudah melaporkan si Nugraha itu"Ucap Brian terdengar sengit.


"Apa aku harus memarahi mu hem"tantang sela menatap tajam Brian. Bisa bisa nya Brian bertanya seperti itu,apa dengan dia berbuat seperti itu harus dia marahi, tentu saja tidak bukan, kenapa harus ditanya.


"Tidak sayang, kamu kan sayang padaku"


"Emang iya "Ucap sela mengangkat satu alisnya, seakan meremehkan ucapan Brian jika dirinya sayang padanya.Tapi itu hanya bercanda, seperkian detik berikutnya dengan tersenyum.


"Bercanda dev"


.


.


.


Bersambung 🍁