
"Sebenarnya tidak terjadi apa apa bang..aku hanya merasa gimana gitu...aku saja tak bisa menjelaskan nya sekarang, seperti akan ada sesuatu hal terjadi" Jelas sela.
"Abang juga pasti paham maksud ku kan, perasaan gak jelas gitu..." lanjut sela dengan jujur.
"Jangan terlalu di pikir kan... Mungkin itu hanya perasaan mu saja dek" Ucap bang nanda berharap sela akan sedikit tenang.
(Perasaan seperti ini bisa di katakan sebuah firasat setiap semua orang yang pernah merasakan jika akan ada sesuatu kejadian, entah itu bahagia yang tak terduga, atau malah hal yang sebaliknya yang tidak mau di ingin kan seseorang itu sendiri).
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu tidak akan pernah berhenti dan terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikan nya...
Detik...menit...dan jam akan memperlihatkan seperti apa cuaca di waktu itu..
Seperti sekarang...
Malam yang semakin larut dan cuaca yang semakin dingin tidak bisa menghentikan semua orang yang ingin terus beraktifitas di malam hari, yang seharusnya di pakai untuk beristirahat.
Suara tembakan yang menggelegar memecah keheningan malam yang begitu mencekam. Tak kalah dari itu, suara anak panah yang melesat, dentingan pedang yang sangat mengkilap namun di hiasi bercakan merah darah yang melekat di pedang nya.
Dengan diiringi begitu banyak suara teriakan yang sangat keras.
Dor
Dor
Dor
Syuuut
Syuuut
"TEMBAK!!!"
Dor
Dor
Terlihat begitu banyak orang yang tidak begitu terlalu terlihat sedang berlarian dan bersembunyi dengan sesekali melepaskan tembakan dan berbagai senjata api lainnya.
Begitu juga dengan brian yang sebagian ketua dari salah satu kelompok yang sedang ikut berperang.
Ya, dia yang di telepon oleh salah satu pasukan Yang menyatakan jika markas utama kali ini di serang dengan sangat ganas, pertumpahan darah yang tiba tiba yang di lakukan sanag lawan membuat brian kali ini sangat marah.
Semua pasukan nya di serang dengan sadis malam ini, walaupun anggota ya sangat ahli dalam bertindak, namun kali ini lawannya membawa banyak sekali pasukan, dan seperti nya sudah menyiapkan persiapan sangat matang untuk menghabisi nya kali ini.
Namun sayang... rencana kali ini tidak bisa di duga oleh brian sendiri, dan akhir nya dirinya kecolongan.
Dengan marah dan geram, dia langsung menyuruh semua pasukan nya untuk menyerang markas lawan nya malam ini, kebetulan ketika dirinya di telepon serangan yang terjadi lagi itu sudah selesai, yang menyisakan pasukan nya yang terluka.
"Kerahkan semua pasukan markas yang lainnya, dan kerahkan juga pasukan khusus yang di tempatkan di kawasan D sebanyak 100 orang" Tegas brian dengan menahan marah.
Markas yang berada di kawasan D adalah tempat semua pasukan yang sangat kuat Yang dikhususkan untuk melawan jika keadaan sangat genting seperti sekarang ini, Dengan anggota yang tidak terlalu banyak karena tidak semua pasukan tak bisa seperti pasukan D.
Dan disini lah brian sekarang, dengan di bantu semua pasukan nya di beberapa wilayah namun tanpa anggota yang berada di negara lain, dia pikir untuk anggota di negara ini dan markas D sudah cukup untuk melawan nya.
Namun... seperti kali ini tidak, terlihat sang lawan kali ini sangat kuat dan begitu banyak, melebihi ketika menyerang markas utamanya tadi.
Bahkan Brian saja sangat kewalahan meladeni lawannya kali ini...Namu ingat lagi...brian adalah brian, Tak ada kata menyerah untuk melawan musuh.
Dengan keadaan sangat terluka namun tidak parah, tapi itu cukup membuat semua anggota geram dan menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga ketua mereka.
Begitu juga dengan kedua temannya yang ikut andil dalam perang kali ini (rey dan Angga).
Baru saja Brian ingin menjawab... tiba tiba tubuhnya terdiam, namun bersikap tenang ketika merasakan ada sesuatu dari arah belakang, seperti terasa lurus ke kepalanya.
"Jika kau tidak ingin semua anggota mu terluka, kau bisa menggantikan dengan satu, yaitu nyawamu sendiri" Ucap seseorang dari arah belakang Brian dengan suara dingin dan pelan, tidak ada yang bisa mendengar nya selain mereka berdua.
Suara yang dari tadi Brian cari yang tak terlihat semasa peperangan terjadi.
Ya, dia adalah ketua dari kelompok yang sedang melawan pasukan nya. Membalas kematian adiknya ayah dari putri yang menyukai nya dari dulu, namun tak pernah dia anggap kehadirannya ( Jesika).
Dengan memegang pistol yang lurus di belakang kepala brian, tak membuat dirinya takut, malah terlihat bersikap santai namun terkesan datar dan dingin.
"Bagaimana tuan Brian devano, apa kau setuju?,...tapi.... Jika menghabisi semuanya...kelihatannya pasti akan sangat seru bukan?" Lanjut nya dengan tersenyum aneh , dengan iringan kekeh han kecil.
Semua anggota yang baru saja tersadar kehadiran pria tersebut, seketika melihat mereka berdua yang menampakkan Brian yang sedang seperti akan terpojok itu.
Anggota brian seketika mengangkat senjata mereka semua dan mengarahkan ke arah pria itu yang sedang menodongkan senjata nya ke kepala brian.
Krek krek
Begitu juga dengan pasukan pria itu yang juga menodongkan ke arah brian.
Krek Krek
Waktu seketika terasa berhenti, hawa yang di rasakan seakan begitu mencekam.
Dor
Dor
"Akhhh"
Brak
Suara tembakan dan teriakan terdengar bersamaan, dengan di iringi dengan pria itu terjatuh seketika dengan menahan sakit di bagian tangan dan kakinya yang tiba tiba terluka.
Begitu juga dengan pistol yang dia pegang seketika pecah dan terjatuh ke tanah begitu saja karena tertembak.
Angga dengan wajah tersenyum dan bangga nya karena berhasil menebak nya.
Ya, dia sang pelaku menembak pria itu, dengan tembakan pas dengan arahan.
"KAU!!!!, SIALA....N SIAPA YANG BERANI MENEBAK KU HAH!!! "Teriak nya dengan geram sambil menahan sakit.
Keadaan sekarang berbalik, Brian yang tadi sedang dia todong, sekarang dirinya yang sedang di ambang ketakutan karena Brian juga yang sekarang menodong nya.
Dengan senjata api kecil Yang brian pegang, namun itu bisa menjadi senjata yang akan membawanya ke alam lain sekarang juga.
Berusaha tegar tidak terlihat takut, berdiri dengan keadaan sebisa mungkin, dengan cepat dia ingin melawan Brian dengan kekuatan yang seadanya dia bisa.
Namun.. Brian langsung saja menembak pria itu di bagian lengan nya yang lain, yang membuat pria itu seketika berteriak kesakitan.
Semua pasukan seketika tersadar, dia bos mereka kenapa tak melawan balik, ini buka petunjukan, dasar payah " makian yang di layangkan untuk mereka sendiri.
.
.
.
Bersambung 🍁
Salam sejahtera ...