Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
CAMBUKAN



"Mau kemana,Kami belum selesai urusan nya dengan anda tuan"Ucap rey terdengar menyeramkan di telinga nugraha yang seketika diam.


"Ini dimana,Dan tempat apa ini?"Bingung Nugraha melihat lihat sekitar.


Ctar


"Akkh"Teriakan nugraha ketika sabuk itu mendarat lagi di pundaknya oleh brian.


"Kau masih ingin bertanya hah"Kesal brian


"Sebenarnya ada apa sih,kenapa kalian berdua terlihat marah"Bisik angga di telinga rey.


"Dia sudah mencambuk adik ku dengan sabuk nya,Dan kau lihat"Ucap rey terhenti sambil menunjukan sabuk di tangan brian yang langsung di lihat oleh angga


"Ini darah adik ku,Kau tau"lanjut rey lagi sedikit berteriak.


Angga yang mendengar ucapan rey otomatis kaget,Dia tau apa yang di ucapkan rey tentang adik, siapa lagi kalo bukan sela kan.


"Maksudmu?, Sela?"kaget angga yang di jawab anggukan oleh rey.


"Kau,Dasar sialan"Geram angga marah sambil meninju perut Nugraha sehingga kesakitan.


"Akhh"


Bruk


"Akkh"Teriakkan nugraha beberapa kali ketika terus di tinju oleh angga.


"Siapa yang di maksud kalian, Saya tak mengenal adik kalian, Siapa dia?,Akkh"Tanya Nugraha kesakitan ketika pukulan sudah terhenti.


"Sela"Ucap dingin brian yang membuat nugraha kaget.


"Hah,Sela?,Maksud tuan sela yang mana,Dia keponakanku tuan"Ucap nugraha


"Kau tau dia keponakanmu,Tapi kenapa kau tak menganggapnya seperti keluarga hah?"Teriak brian marah di iringi cambukan dari dirinya yang seketika Nugraha lagi lagi berteriak.


"Akkh"


Ctar


"Akhh"


"Berapa kali kau mencambuk nya tadi hah"Teriak brian


"A apa?"ucap nugraha


"Ke kenapa tuan bisa tau"lanjut Nugraha dengan suara gugup.


Ctar


"Akhh"


"Jawab"Ucap angga kesal yang lagi lagi meninju perutnya.


"Akhh"


Sedangkan nugraha yang di tanya malah memilih diam,Entah apa yang dia pikirkan.


"Kau tak mau menjawab,Kau ingin ku cambuk seperti ini terus hah"Ucap brian sambil mencambuk nya kembali membuat nugraha teriak kembali.


"Akkh tuan,Hentikan, Saya bisa laporkan tuan tuan semua jika menganiayanya saya seperti ini"Ucap nugraha sedikit berteriak yang terdengar mereka bertiga bahkan orang di pintu ruangan tersebut pun dapat mendengar teriakannya.


Bukan nya takut atau apa,Brian malah tertawa keras yang di ikuti kedua teman nya dan para pengawal yang berada di sana.


"Hahahaha"Tertawa brian keras yang begitu mengerikan di telinga semua orang yang mendengar nya sambil berpindah posisi yang tadinya di samping.


Sekarang dirinya sudah berada di depan nugraha bertukar tempat dengan Angga,tak kecuali nugraha yang tambah takut melihat brian.


"Kau ingin melaporkan ku"Ucap brian menyeringai di depan Nugraha.


"Se sebenarnya si siapa anda tuan brian?"Tanya nugraha saking takutnya.


"Kau bisa saja melaporkan ku,Tapi sepertinya kau yang akan dulu tiada sebelum polisi menangkap ku"lanjut brian menghiraukan pertanyaan nugraha.


"Karna kau tak menjawab pertanyaan ku tadi,Jadi kau setuju jika aku mencambuk mu semau ku bukan?"Ucap brian sambil mengangkat sabuk yang masih dia pegang di depan nugraha.


"Tunggu bri,Biar aku saja yang mencambuknya,Dia sudah mencambuk adikku kan,Entah apa seperti apa dia mencambuk nya sampai berdarah begitu"Ucap angga marah sekaligus di campur sedih ketika mengatakan nya.


"Ia bri,Kau tinggal duduk saja,Biar kami yang melakukannya,Kau jangan sampai mengotori tanganmu hanya karna memukul nya"Ucap rey menimpali yang di angguki brin yang memilih duduk menyaksikan apa yang di lakukan teman nya itu.


Terlihat rey sedang menyumbat mulut nugraha menggunakan dasi yang dia minta tadi ke pada salah satu pengawal di sana,Dengan di bantu angga mengikatkan kedua tangan nya ke depan menggunakan tali dan menurunkan tuan Nugraha dari kursi menjadi duduk begitu saja di atas lantai, dengan keadaan terikat dan teriak teriak yang tidak terlalu terdengar di karenakan mulut nya di sumbat tadi.


"Hah,Jadi gak sabar"Ucap angga pelan


"Pengawal,Bawa 2 cambuk untuk kami berdua"Perintah rey dingin ke arah pengawal.


"Ini tuan"Ucapnya lagi sambil memberikan dua cambuk ke tangan rey.


"Ambil"Ucap rey memberikan cambukan satu nya ke tangan angga yang di terima dengan senang hati.


Sedangkan nugraha sudah sangat ketakutan di wajah nya,bahkan dirinya juga sudah berteriak teriak.


"Mmm"


"Mmm"suara nugraha yang meronta ronta di lantai saking ketakutan.


Ctar


"Hmmm"


Ctar


"Hmmm"


Suara cambukan yang di layangkan oleh angga begitu pula dengan rey,Dan diiringi suara dari nugraha yang tak bis berbicara, Bahkan dirinya terlihat meneteskan air mata saking perihnya.


Ctar


"Hmmm"


"Kau mencambuk nya begini bukan"Teriak angga marah


Ctar


"Hmmm"


"Rasakan ini"Ucap rey sambil terus memukul punggung nugraha.


Ctar


"Hmm"


"*H*entikan,Ku mohon hentikan"Teriakan Nugraha yang hanya di dengar hmmm doang oleh merekapun.


Setelah beberapa saat,Akhirnya rey dan angga berhenti mencambuk nugraha yang sudah terlihat hampir tak sadarkan diri.


"Apa dia akan mati?"Ucap angga


"Mana mungkin,Kalau pun iya,biarkan saja"Jawab rey.


"Kalian buka ikatan nya"Ucap rey ke arah pengawal yang langsung di kerjakan oleh mereka untuk membuka ikatan nugraha dari mulutnya maupun tangan.


Setelah ikatan nya terlepas,Brian langsung mengambil suntikan dari kantongnya dan menyuntikkannya di tangan Nugraha yang seketika tidak sadarkan diri.


"Apa yang kau berikan kepadanya bri"Tanya angga


"Obat hilang ingatan beberapa jam yang lalu"Bukan brin yang jawab,melainkan rey.


"Oh,Sebaiknya biarkan dia ingat saja bri supaya tak melakukan semacam itu lagi ke adik,lagi pula polisi tidak akan menangkap kita,"Ucap angga lagi.


"Memang,Tapi jika dia ingat dan menceritakan ke keluarganya,Pasti nanti sela akan sedih,Dan saya gak mau itu ga"Ucap brian.


"Iya,Betul juga apa yang kau katakan bri"Ucap angga menyetujui.


"Saya mau ke kantor dulu,Kalian bereskan dia"Ucap brian sebelum jalan keluar dari ruangan tersebut meninggalkan mereka berdua.


"Kau saja yang urus,Saya masih banyak kerjaan rey"ucap angga berniat pergi.


"Kau saja"Ucap rey singkat dan langsung berjalan keluar.


"Hah"Hembusan nafas dari angga.


"Pengawal,Angkat dia ke luar dan masukan ke dalam mobil"Perintah angga ke pengawal di sana yang langsung di patuhi.


"Baik tuan"Jawab sebagian pengawal dan membawa tuan nugraha keluar dari ruangan bawah tanah mengikuti langkah angga menuju mobil yang berada di luar markas.


"Sudah beres tuan"Ucap salah satu pengawal ketika sudah menundukkan tuan nugraha di kursi mobil.


"Ayo bawa ke mana kalian membawanya tadi"Ucap angga sambil memasuki mobilnya yang diikuti yang lain dan sopir pun menjalankan mobilnya menuju arah yang dituju.


"Tuan, kalo boleh tau,sebenarnya nona sela itu siapa sih tuan"Tanya salah satu pengawal.


.


.


.


Bersambung...