Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
APARTEMEN



"Apa yang ini aja kali,Tapi aku harus ke rumah tuan brian dulu"ucap sela melihat apartemen nya.


"Gimana nona,apa jadi?"Tanya sang pemilik ramah.


"Iya nyonya,Saya pilih yang yang tidak terlalu tinggi saja,lantai 25"Jawab sela.


"Itu juga bagus nona,Apa nona ingin melihat lihat dulu dalam apartemen nya?"Tanya nya lagi.


"Sepertinya tidak perlu, "ucap sela.


"Yasudah jika begitu,Ini kunci apartemen mu nona"ucap nya sambil memberikan kunci di tangan sela.


"Makasih,nanti saya akan bayar melalui kartu,bisa kan?" ucap sela.


"Bisa nona, silahkan kirim saja ke nomor rekening yang tertera di promosinya"ucap sang pemilik.


"Iya"angguk sela.


"Sepertinya saya pamit dulu nyonya,permisi"Lanjut sela.


"Iya, silahkan nona"Jawabnya, setelah mendengar itu,sela pun akhirnya pergi dari sana menuju mension brian menggunakan taksi mobil yang dia berhentikan.


"Pak,kita ke tempat ATM dulu di dekat sini nya"ucap sela.


"Baik nona"Jawabnya dan menuju atm terdekat seperti apa yang di katakan sela.


Setelah sampai,dirinya langsung saja mengirimkan uang ke rekening sang pemilik apartemen tadi menggunakan uangnya sendiri.


"Untung saja uang kerjaku tak pernah ku pakai"ucap sela.


Setelah selesai,dirinya langsung kembali lagi ke dalam mobil taksi.


"Ayo jalan pak"ucap sela yang di angguki sang sopir,dan langsung menjalankan mobilnya kembali dengan kecepatan sedang(rata rata).


Sedangkan di kediaman nugraha,salsa yang baru saja datang bersama ayahnya,masuk dengan ke adaan marah dan kesal sambil menghentakkan kaki nya saking kesalnya.


"Ada apa sayang"Tanya nyonya lita melihat salsa yang terus berjalan menaiki tangga mengabaikan ucapannya.


"Ada apa dengan putriku"Lanjutnya menghampiri Nugraha yang sedang duduk di ruang tamu.


"Kami baru saja melihat sela"ucap nugraha.


"Melihatnya?,dimana,apa di jalanan,apa dia.."ucapan lita terhenti.


"Tidak,dia bahkan lebih baik dariku"Kesalnya.


"Maksudnya?"bingung lita.


"Dia bekerja dengan tuan kenzo ternyata,hah"ucap nugraha menarik nafas.


"Apa,kok bisa"kaget lita.


Di kamar salsa...


"Akkkkh"kesal nya sambil membanting tas nya ke kasur miliknya.


"Bagaimana bisa dia dekat dengan tuan kenzo"ucapnya.


"Akkh"Teriaknya kembali.


"Ada apa ka"tanya heti yang baru masuk ke kamarnya.


"Tidak"Jawab salsa singkat.


"Apa ada masalah"tanya heti.


"Atau karna di tolak tuan brian"Lanjut heti sedikit mengejek.


"Bukan"ucap salsa.


"Tadi kakak habis ketemu sela,huh kakak sangat kesal sekarang"Lanjutnya dengan sangat kesal.


"Ketemu sela,dimana, kenapa bisa kakak kesal begitu"penasaran heti.


"Di pertemuan tadi,dia bersama tuan kenzo"Jawab salsa.


"Apa?,tuan kenzo?,maksud kakak tuan kenzo perusahaan daraga itu"kaget heti yang hanya di angguki salsa.


"Pantes aja ketika kita minta uang padanya selalu ada ka"Lanjut dia lagi.


"Iya,dan apa kau mau tau,dia menjabat sebagai sekretarisnya"ucap salsa yang lagi lagi membuat adiknya kaget.


"Emang iya"ucap heti tak percaya.


Di mension brian,sela yang baru datang langsung masuk ke dalam setelah membayar taksinya.


"Selamat datang nona"sapa para pelayan berbaris rapih menyambut sela.


"iya"Jawab sela tersenyum ramah.


"Ada apa, kenapa kalian semua begini"Lanjut sela bingung.


"Kami di perintahkan oleh tuan brian membantu nona mulai sekarang,apa ada yang nona butuhkan?"ucap kepala pelayan (pak jo)sopan.


"Panggil saja pak jo nona"ucap pak jo


"Iya pak jo, sebenernya tidak ada yang saya butuhkan pak"Jawab sela.


Tapi dirinya tiba tiba teringat sesuatu.


"Eh,ada,saya butuh kalian"ucap sela lagi, membuat semua pelayan yang sekitar berjumlah 6 orang menatap, terutama pak jo.


"Iya nona"ucap salah satu pelayan.


"Bisa tidak,tolong rapihkan semua barang barang saya yang ada di kamar ke tas yang saya bawa semalam"ucap sela.


"Bisa nona"Jawab mereka semua tanpa bertanya alasannya.


"Ayo"ajak nya ke kamar yang semalam dirinya pakai.


"Cuma dikit ko,tak perlu banyakan,satu orang saja cukup"ucap sela menghentikan jalannya sebentar.


"Biar saya saja nona"ucap pak jo.


"Tidak,kau pria,saya maunya perempuan"ucap sela melanjutkan jalannya kembali.


"Ikuti nona sela"Perintah pak jo kesalahan satu pelayan perempuan.


"Iya pak jo"Jawabnya dan mengikuti sela sampai ke kamarnya.


"Itu ya bi,semua yang di meja, terus pakaian yang kemarin saya pake di lemari,itu semua masukin ke tas kemarin,bibi taukan"ucap sela menunjukan barang barangnya.


"Iya nona"Jawab pelayan.


Setelah mengatakan itu, pelayan tersebut pun menjalankan apa yang di bilang sela tadi.


Sedangkan sela sendiri, setelah mengganti pakaian kantornya,dirinya langsung menuju ke dapur.


"Ada apa nona kesini,apa ada sesuatu"Tanya salah satu dari mereka yang sedang bersih bersih,bukan nya mempersiapkan makan malam.


"Tidak,saya mau masak sesuatu,kenapa kalian semua membersihkannya kembali"ucap sela sembari bertanya.


"Apa nona mau makan,tinggal perintah saja nona,kami yang akan buatkan,mau makan apa nona"ucap sebagian pelayan.


"Tida tida,saya ingin masak sendiri untuk tuan brian"ucap sela yang membuat para pelayan terdiam menatap sela.


"Ada apa"Tanya sela menatap mereka aneh.


"Bukan apa apa"ucap mereka ragu.


"Ada apa mba"ucap sela ke salah satu satu pelayan.


"Bukan begitu nona,tuan brian jarang sekali makan di mension nya,sesekali juga hanya sarapan pagi saja"Jawabnya sedikit tak enak menatap sela.


"Oh, nyaudah kalo dia tak memakan masakannya,itu tak masalah,yang penting saya membuat nya untuk berterimakasih"ucap sela.


Setelah mengatakan itu,sela mengambil peralatan yang akan di butuhkan,dan bermacam macam makanan mentah yang akan di masaknya.


"Nona,biarkan kami saja nona"pinta mereka dengan wajah was was.


"Kalian semua diam saja,dan lihat caraku memasak "ucap sela tersenyum ceria kearah semuanya.


"Tapi,jika kami..."ucap salah satu pelayan terpotong sela.


"Gak usah khawatir takut di marahi tuan brian,ini keinginan saya sendiri,ok"ucap sela sambil memotong ayam mentah yang akan di masaknya.


Setelah ayam itu bersih, dilanjutkan dengan menaruh wajan yang berisi minyak di atas kompor yang sudah menyala.


"Mau bikin apa non"tanya koki di sana.


"Ayam goreng"ucap sela sambil menaruh ayam kedalam wajan setelah minyaknya panas yang sebelumnya di balut tepung.


Sedangkan di tempat lain,masih di mension yang sama,brian yang baru datang dari kerjanya merasa aneh dengan di sambut pelayan mension nya yang cuma sebagian.


"Kemana para pelayan"Tanya brian datar ke arah pak jo.


"Yang satu di kamar nona,dan sebagian ada di dapur"Jawab pak jo.


"sedangkan apa pelayan di kamarnya,dan kenapa juga sebagiannya di dapur,tidak biasanya"ucap brian.


Setelah mendengar pak jo,brian pun melangkah menuju tangga.


"Maaf tuan,nona sela sedang di masak di dapur"ucap pak jo menghentikan brian yang langsung melihatnya sebentar.


"Masak?,Di dapur?"kaget brian,dan bergegas berlari ke arah dapur.


.


.


.


Bersambung 🍁