
"Ada apa?"Tanya brian datar di dalam mobil ketika melihat dirinya yang hanya diam.
Next
Sedangkan yang ditanya tidak menjawab sambil terus melihat mobil mobil yang di belakang mobil brian yang terus menabrak mobil depan temannya tidak terhenti karena tidak bisa mengendalikan mobil mereka ketika mobil brian yang tadi tiba tiba terhenti.
Sampai ketika salah satu mobil yang ke enam dari belakang berbelok ke kanan,berharap mobil yang ke tujuh dan seterusnya berhenti melihat mobil di depannya sedang tabrakan dengan cara beruntun,dan itu sepertinya berhasil,terlihat semua mobil mereka terhenti, bahkan mobil yang di depan brian juga ikutan terhenti ketika menyadari suara keras tadi.
Brian dan sela yang ada di dalam mobil ikutan keluar juga untuk melihat kejadian apa yang terjadi yang di ikutin pasukannya brian yang tadi menyetir, setelah sela menaruh tas yang dia gendong di kursinya sebelum keluar.
Betapa kagetnya sela ketika melihat mobil yang seperti habis tabrakan itu yang membuat lima mobil di belakang rusak di bagian belakang dan depan mobilnya,dan terlihat juga mobil brian bagian belakang yang terlihat rusak.
"Ada apa ini, kenapa bisa begini"ucap sela khawatir sambil berlari ke salah satu mobil yang kecelakaan beruntun itu yang langsung membuka pintu di bagian sang sopir.
"Apa kalian semua baik baik saja"Tanya sela cemas melihat ke adaan mereka satu persatu,sekitar ada enam pria di mobil tersebut.
"Tidak nona"ucap mereka semua menggeleng.
Mata sela melotot ketika melihat dari salah satu mereka yang terluka di bagian wajahnya dan langsung menariknya keluar dari mobil.
"Kenapa ini, kenapa bisa berdarah begini"ucap sela cemas, ketika dirinya berniat menyentuh wajah pria tersebut,malah prianya yang langsung mundur menghindari jari jentik sela.
"Kenapa?"Bingung sela sambil melihat tangannya sendiri.
"Perasaan gak kotor, bersih ko"Lanjut dia lagi.
Tanpa dia sadari,brian yang membuat pria tersebut mundur ketika di pelototi brian dengan tajam di belakang sela tanpa dia ketahui,dan pria tadi juga hanya diam tanpa mau bicara.
Semua orang yang berada di semua mobil juga sudah pada keluar dan melihat kejadian itu.
"Jangan pegang dia"ucap brian datar menghampiri sela.
Sela yang mendengar suara itu otomatis melihat ke belakang berniat melihat brian.Tapi dirinya malah di buat takut dan kaget ketika melihat semua orang yang baru dia sadari sedang berada di sana dengan keadaan di bagian bagian tertentu, seperti (wajah,pipi,kening,tangan,dsb)yang lembab lembab yang sedikit membiru, bahkan ada juga yang sebagian orang berdarah,dan semuanya pria dengan berbaju seperti brian,yaitu berwarna serba hitam yang sebagian terlihat sangar.
Brian yang melihat sela yang seperti ketakutan itupun melihat kebelakang untuk melihat apa yang sela lihat di belakangnya.
"siapa mereka semua,kenapa mereka pada luka luka seperti itu"ucap sela
Brian yang melihat para pasukannya langsung saja memelototinya dengan tatapan tajam yang membuat mereka semua menunduk takut melihatnya.
"Ayo masuk, diluar sangat dingin,udah malam juga"Ajak brian menarik tangan sela sampai masuk kedalam mobil,begitu juga dirinya.
"Siapa mereka semua tuan"Tanya sela tanpa di jawab brian ketika keduanya sudah duduk.
"Apa mereka bawahan tuan?, apa tuan bos nya?,apa dugaan ku benar bahwa tuan sebenarnya orang jahat?"cerocos sela tak di hiraukan brian sama sekali.
Dua pria tadi yang sebagai bawahan yang duduk di kursi depan juga ikutan masuk setelah melihat brian dan sela duduk di kursinya.
"Apa kita langsung jalan saja bos"Tanya sang sopir(pasukannya)
"Hem,pulang ke Mension ku"Jawab brian dingin.
"Baik bos"ucap sang sopir sebelum menjalankan mobilnya setelah mobil di depan mereka berjalan dan di ikuti mobil yang berada di belakangnya.
"Kalian semua pulanglah(ke markas yang tadi akan dituju),jangan mengikuti ku"ucap brian setelah memakai airpon di telinganya yang langsung terhubung ke semua handphone pasukan yang ada di semua mobil depan maupun belakang mobilnya.
"Baik bos"ucap mereka semua yang langsung membelokkan mobilnya ke kiri berpisah dengan mobil brian sendiri yang berbelok ke arah kanan.
Mereka semua akhirnya menuju tempat mereka masing masing.
"Jika mengantuk tidur saja sayang"ucap brian yang melihat sela seperti mengantuk berat.
"Apaan sih,jangan bilang begitu"Jawab sela.
"Lagian,siapa juga yang mengantuk"lanjut sela mengelak dengan ke adaan mata yang sudah merem kembali melihat,yang dia lakukan setiap kali sepanjang jalan.
Brian yang melihatnya seperti itu langsung menarik tubuh sela ke dekapannya untuk memeluknya.
"Sudah tidur,sudah terlalu malam"ucap brian.
"Gak, siapa sih yang ngantuk"elak sela berusaha lepas dari pelukan brian,tapi brian juga malah semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh sela.
"Jangan membantahku,tidur"Tegas brian dengan suara pelan.Sela yang memang sudah sangat mengantuk itupun,tidak dapat menahannya lagi,tidak lama kemudian tertidur di dekapan brian yang sedang mengusap usap kepalanya sambil tersenyum menatap sela.
Dua pria yang duduk di depan lagi lagi makin kaget dan tercengang melihat tingkah bosnya malam ini.
"ini pasti akan jadi berita hangat besok"ucap mereka dalam hati bersamaan.
Brian yang sedang mengusap kepala sela,dirinya tidak sengaja memegang pundak sela yang seperti ada sesuatu,dan dia langsung saja melihat dengan menurunkan baju sela di pundaknya sedikit,begitu terbuka,betapa kagetnya dia melihat perban di pundak sela berwarna merah seperti darah yang merembes dari dalam perban tersebut.
"Kenapa ini, kenapa bisa terluka cukup parah,pantas saja dari tadi dia selalu meringis ketika aku memegang nya"ucap brian pelan.
"Jangan jangan pria bajingan(rian nugraha)itu melukainya kembali"Geram brian marah yang membuat dua pria di depannya heran dan merinding mendengarnya.
"Ada apa bos?"Tanya sang supir.
"Jalankan mobilnya dengan cepat,tapi jangan membuat dirinya(sela)terganggu"ucap brian dingin sambil merogoh handphone di sakunya dan menghubungi seseorang(pria).
Baik bos"Jawabnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata,tapi masih dengan hati hati takut menggangu sela.
"Ada apa menghubungiku malam malam begini"ucap orang di sebrang sana dengan kesal sambil duduk mengantuk di kasurnya.
"Sebelum aku datang,kau harus datang ke mension ku untuk mengobati seseorang"ucap brian.
"Apa pasukan mu terluka,atau dirimu yang terluka"ucap nya.
"Jangan banyak tanya, laksanakan saja"Bentak brian kesal dan langsung menutup sambungan telponnya.
Sedang orang yang di telepon tadi terlihat kesal tapi langsung bersiap siap untuk ke mension brian sambil membawa peralatan kedokteran yang seperti dia akan menggunakan nya.
"Dia itu benar benar membuat ku jengkel,bisa bisanya dia menghubungiku ketika aku sedang istirahat"ucapnya sambil memasuki mobil di bagasinya dan langsung menjalankannya setelah di bukakan pintu garasinya oleh penjaga rumahnya.
Tidak lama kemudian, dirinya pun datang di depan mension brian tanpa masuk kedalam gerbang,karna tak ada yang membukakan pintu gerbangnya,dan di susul mobil berwarna hitam yang baru datang di belakangnya,yang otomatis pintu gerbang terbuka dan dua mobil itupun masuk ke dalam.
****
Di kamar mension brian yang bernuansa biru muda dan putih,sela yang sedang tertidur pulas di kasurnya dengan di temani pria tadi dan brian.
"Siapa gadis cantik ini bri?"Tanya sang pria yang sepertinya dokter itu.
.
.
.
Bersambung 🍁