Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
PULANG



"Masak?,Di dapur?"Kaget brian,dan bergegas berlari ke arah dapur yang di susul pak jo di belakang.


Setelah sampai di dapur,semua para pelayan di buat kaget dan bingung.


"Selamat datang tuan,maaf kami semua lupa menyambut tuan tadi"ucap salah satu pelayan menunduk sopan yang di ikuti yang lainnya.


"Tumben tuan brian ke dapur"ucap mereka semua bingung.


Sela yang sedang menyajikan ayam goreng nya yang sudah mateng terhenti ketika mendengar mereka semua dan langsung melihat brian yang posisi sedang membelakangi tadi.


"Sedang apa disini hem"Tanya brian menghampiri sela.


"Lagi goreng ayam tuan"Jawab sela tersenyum.


"Tuan baru sampai, kenapa kesini,apa tuan mau masak juga"Lanjut sela lagi.


"Sejak kapan saya masak"ucap brian.


"Kenapa masak,jika lapar,kamu bisa suruh pelayan saja"ucap brian lembut ke arah sela yang haya di balas senyuman olehnya.


"Tuan brian boleh ganti baju dulu,atau mungkin bersih bersih,baru ke meja makannya"ucap sela.


"Aku bukan tuan mu,ingat itu,jadi jangan panggil tuan lagi,ok"ucap brian.


"Terserah tuan saja,sana bersih bersih dulu"usir sela mendorong brian keluar dapur.


"Jika sudah, langsung ke meja makan"Lanjut sela sambil meninggalkan Brian di luar dan masuk kembali ke dapur.


Sedangkan para pelayan yang melihat hal itu sangat kaget dan syok yang terlihat sekali di wajah mereka.


"Ada apa dengan kalian semua"bingung sela.


"Nona sangat hebat"gumam mereka pelan tanpa di sadari yang membuat sela tambah bingung.


"Hah, maksudnya"Tanya sela, belum dirinya dapat jawaban,malah terpotong oleh suara pelayan di dekat kompor yang dia pake.


"Nona,ayam gorengnya udah mateng"ucapnya sedikit berteriak yang membuat sela buru buru menghampirinya.


****


Brian yang sedang di kamarnya,buru buru memakai pakaiannya setelah mandi dengan terburu buru dan langsung berjalan ke lantai bawah menuju meja makan.


Tidak lama kemudian,sela pun datang menghampiri brian sambil membawa piring yang berisi ayam goreng yang dia buat tadi,dan menaruhnya di meja di hadapan brian dengan disusul pak jo membawakan berbagai hidangan yang lain di belakang dirinya dan menaruhnya di meja.


"Tuan brian silahkan,semoga suka"ucap sela tersenyum yang di balas senyuman kecil dari Brian.


"Tentu saja"Jawabnya.


"Saya permisi dulu tuan"ucap sela berniat pergi.


"Kemana?"Tanya brian.


"Ke kamar saya dulu tuan"Jawab sela.


"Apa kamu sudah makan?"Tanya brian lagi.


"Belum,dan makanan itu sebenarnya tanda terima saya,jika semalam tidak ada tuan,mungkin saya akan di jalanan sampai pagi"Jawab sela.


"Sekali lagi terimakasih kasih tuan"ucap sela lagi.


"Tidak perlu terimakasih,dan sudah berapa kali aku ingatkan, jangan panggil aku tuan"ucap brian.


"Iya,jika begitu,saya akan panggil abang saja"ucap sela tersenyum.


"Tapi aku buk.."ucapan brian terpotong oleh sela.


"Sama saja"ucapnya.


Setelah mengatakan itu,sela akhirnya pergi ke kamar dirinya meninggalkan brian.


Setelah sampai, ternyata pelayan tadi yang dia suruh membereskan barang barang nya masih ada di kamarnya.


"Nona,sudah saya bereskan semuanya"ucapnya sopan.


"Iya, makasih nya mba"Jawab sela ramah.


"Itu sudah tugas saya non"Jawabnya.


"Jika tidak ada lagi,saya permisi dulu nya non"lanjutnya yang dapat anggukan kecil dari sela pertanda iya.Pelayan itu pun akhirnya keluar kamar sela menuju lantai dasar menggunakan tangga.


Tidak lama kemudian,sela pun turun kelantai dasar sambil membawa tas kemarin yang berisi pakaian nya.Brian yang sedang makan yang hanya di buat sela, seketika berhenti dan memerhatikan sela yang sedang berjalan ke arahnya.


"Mau kemana?"Tanya brian ketika sela sudah berhenti di depan nya.


"Siapa yang bilang tidak baik"Tanya brian.


"Saya tuan, baru saja"Jawab sela yang membuat Brian terdiam.


"Selamat malam tuan"Lanjut sela melupakan katanya tadi memanggil brian,dan berjalan pergi ke arah pintu.


"Biar aku yang antar"ucap brian beranjak dari duduknya dan mengikuti sela.


"Gak usah tuan, makasih"Tolak sela halus.


"Ayo,gak baik orang sepertimu keliaran di luar"Jawab brian.


"tapi saya bukan berkeliaran,saya mau pulang"bantah sela yang tak di jawab brian.


Sela akhirnya di antar oleh brian sampai di depan apartemen miliknya dan langsung keluar berjalan ke arah depan depan mobil melihat apartemen yang tinggi di depan mereka berdua.


"Terimakasih tu.."ucapan sela di hentikan brian.


"Shuuuut, jangan panggil tuan lagi,aku sudah cukup bosan mendengar kata kata itu darimu"ucap brian.


"Panggil saja devan"Lanjutnya.


"Kenapa?"bingung sela.


"Itu panggilan mu dulu"Jawab brian.


Sela yang mendengar hal itu hanya terdiam merasa tak enak hati kepada brian.


"Maaf tu..eh devan,maaf devan,mungkin saya memang dulu mengenal mu,bahkan sangat dekat seperti apa yang kamu katakan"Ucap sela.


"Tapi saya memang tak mengingatmu,jadi sekali lagi,maaf"Lanjut sela terdengar tulus.


"Ini bukan salah mu,ini salahku,andai waktu itu tak membawamu,mungkin kamu tidak akan lupa dengan ku"Ucap brin.


"Jangan bahas itu lagi,yang penting kamu selamat,itu sudah cukup bagiku,bila tak mengingatku,kamu akan tetap menjadi pacarku kan"Tanya Brian.


"Tidak"Jawab sela cepat.


"Apa"kaget brian.


"Apa maksudmu "Lanjutnya.


"Aku saja lupa,mana bisa jadi pacarmu"ucap sela.


Brian yang mendengar hal itu langsung menatap sela tajam.


"Kenapa menatap ku begitu"ucap sela pelan takut melihat mata brian.


"Kau bilang tadi apa"ucap brian dingin yang terus menatap sela dengan sedikit demi sedikit mendekat ke arah sela mengikis jarak keduanya.


"Ke kenapa kau menjadi menyeramkan"ucap sela sambil terus mundur sampai menempel ke mobil brian.


"Apa dia marah"pikir sela.


Sela pun memberanikan diri mendorong brian pelan agar menjauh darinya.


"Tidak,aku cuma bercanda dev"ucap sela dengan memaksakan tersenyum.


"Jika kau bercanda, kenapa tersenyum seperti itu"ucap brian.


"Tidak,ini memang tradisi ku tersenyum begini"Alasan sela sambil tersenyum kembali.


"Mana ada senyum tradisi"Jawab brian.


"Terserah,yang penting kau tetap pacarku sela andini"ucap brian sambil merogoh sesuatu di saku bajunya.


"Apa itu"Tanya sela melihat yang di pegang Brian yang berupa kalung.


"Ini untuk mu,mungkin kau lupa,semoga saja dengan melihat kalung ini,kamu akan mengingatnya,ini seperti kalung yang aku berikan dulu pada mu,tapi ini lebih baik dari itu"Ucap sela memakaikan kalungnya di leher sela.


Sela melihat kalung tersebut dengan memegangnya setelah terpasang di lehernya.


"Kalung ini..."ucap sela terhenti,dan beralih pandang menatap brian yang berada di depannya.


.


.


.


Bersambung 🍁