Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
TUAN NUGRAHA DI BAWA KE MARKAS



"Apakah sudah aman?"tanya salah satu teman nya ke padanya.


next


"Sudah aman,Ayo bawa"Ucap nya,Teman teman yang lain langsung mengangkat dan membawa tuan nugraha mengikuti dirinya yang sudah keluar duluan,Berniat untuk mengawasi ke adaan sekitar.


"Ayo terus, aman" Ajak nya lagi ketika melihat semua teman nya menunggu informasi darinya dan langsung mengikuti instruksi dari nya sampai membawa tuan nugraha keluar perusahaan itu menggunakan pintu belakang yang sudah direncanakan.


Di sana sudah di tunggu oleh temannya yang lain bersama rey yang sudah standby di dalam mobil.


"Bawa dia masuk"Ucap rey, Pengawal yang membawa tuan nugraha langsung memasukan nya ke dalam mobil dengan di kelilingi beberapa pengawal yang lain,Dan sisanya masuk ke dalam mobil khusus para pengawal di belakangnya.


"Hidupkan kembali cctv nya,Dan kau kesini sekarang,Dan jangan sampai kau ketahuan"Ucap rey di airpon di telinga ke pengawal yang berada di cctv tadi.


"Baik tuan"Jawab nya,Dan langsung keluar ruangan itu menuju tuannya setelah menghidupkan cctv nya kembali dengan cara di waktu beberapa menit.


Setelah dia sampai,Dia langsung memasuki mobil yang khusus pengawal di belakang mobil yang di tumpangi rey dengan aman.


"Sudah di belakang tuan"Ucap nya memberitahu rey.


"Hem,Jalan"Ucap rey datar,Sopir yang mendengarnya langsung menjalankan mobilnya menuju tempat yang di perintahkan bosnya tadi,Dengan di ikuti mobil di belakang nya.


sedangkan di perusahaan nugraha, tempatnya di ruangannya bekerja,5 pegawai tadi yang di suruh membuatkan kopi atas perintah orang yang menurut mereka semua asing sedang di buat bingung, sambil melihat kopi mereka semua yang ditaruh di atas meja kerja tuan nugraha.


"Mba juga di suruh membuat kopi?"tanya pegawai satu.


"Iya,Tadi disuruh seorang pria"Jawabnya.


"Sama,Aku juga"Jawab yang lain.


"Tapi mana tuan nugraha ya,Kok gak ada?"Tanya pegawai yang lain.


"Gak tau,Tadi juga di ketuk ketuk pintunya gak ada yang sahut"Jawabnya lagi


"Tumben tuan nugraha suruh kita buat kopi begitu banyak"Bingung yang lain.


Ketika semua sedang saling berpikiran, Tiba tiba ada seorang pegawai perempuan masuk sambil membawakan segelas kopi.


"Eh,Kau juga"Tanya salah satu pegawai sambil menunjuk kopi yang dia bawa.


"Kok banyak banget kopi nya"Bingung nya sambil menaruh kopi di atas meja yang semulanya lima menjadi enam.


"Gak tau,Mungkin dia sudah lupa jika dia sudah menyuruh pegawai yang lain membuatkannya "Jawab salah satu pegawai menggeleng.


"Mungkin"Jawab semuanya bersamaan.


Di markas di ruangan menembak


dor


dor


dor


Brian dengan muka datar dan dingin sedang menembaki sasaran yang tidak pernah melesat dari tembakan nya.


Tapi tiba tiba dirinya terhenti menembak ketika ada suara ketukan pintu dari luar.


Tok


Tok


Tok


"MASUK"Teriak Brian


Pengawal yang tadi mengetok pintu pun membuka pintunya tanpa berani masuk.


"Bos,Tuan rey sudah sampai"lapornya


"Hemm" Dingin brian sambil mengantongi pistol yang tadi dia pegang dan langsung keluar ruangan begitu saja yang langsung di ikuti pengawal tadi setelah menutup pintunya.


Di salah satu ruangan bawah tanah di sana yang terdapat rey dan sepuluh pengawal yang tadi, dengan keadaan tuan nugraha yang terikat duduk di atas kursi kayu dengan keadaan masih tak sadarkan diri,mereka semua sedang menunggu brian datang dengan ke adaan berdiri.


Tak


Tak


Tak


Suara sepatu dari brian yang menggema memasuki ruangan itu dan menghampiri mereka semua.


"Kalian semua keluar,Kecuali rey"Ucap datar dari brian.


Semua pengawal yang mendengar nya langsung keluar dan menunggu di luar pintu ruangan tersebut seperti sudah kebiasaan mereka tanpa menutup pintunya.


Tut


Tut


"Bri, Kau dimana"Ucap si penelepon yang ternyata angga.


"Di markas"datar brian


"Apa ada musuh yang kau tangkap bri"Tanya angga terdengar antusias.


"Ada,Apa kau ingin melihatnya"Ucap brian


"Iya dong, siapa tau bisa ikutan"Ucap angga dan langsung dimatikan ponselnya oleh brian sepihak.


Angga yang sedang di kantornya langsung membereskan pekerjaan nya dan langsung keluar perusahaan nya menuju markas dengan mobil hitam nya dengan kecepatan di atas rata rata,untung saja keadaan jalan sedang sepi,mungkin semua orang sedang pada bekerja atau beraktivitas yang lain.


tidak memakan waktu yang cukup lama,dirinya pun sampai di markas dan langsung masuk ke dalam markas dimana brian berada.


"Selamat datang tuan"Ucap serempak pengawal yang berjaga di depan dengan sopan yang di angguki angga yang lanjut berjalan keruangan bawah tanah,dan langsung masuk ketika sudah sampai.


"Siapa dia?"Tanya ngga ketika masuk melihat nugraha.


"Orang yang tak berperasaan"Jawab rey


"Emang kau berperasaan"Cibir angga ke arah rey.


"Masih,Dia bahkan lebih dari kita"Jawab nya


"Maksudnya?"Bingung angga sambil menghampiri nugraha yang tak sadarkan diri itu sambil mengamati wajahnya.


"Bukankah ini tuan nugraha dari perusahaan nugraha"Ucap angga tanpa ada yang menjawab sambil melihat lihat,Tapi penglihatan matanya terhenti ketika mencium sedikit bau anyir di tubuh nugraha,dirinya langsung mencari asal bau tersebut.


Sedangkan brian dan rey yang melihatnya sedikit aneh.


"Cari apa ga?"Tanya rey


"Kalian tak mencium bau anyir gitu"Jawab angga


"Bau anyir"Ulang brian,Dirinya yang mengingat ucapan rey tadi pagi langsung mencopot sabuk yang berada di pinggang nugraha.


"Ada apa bri"Ucap angga melihat brian yang mengangkat sabuk tersebut.


"Eh,Tunggu"lanjut angga melihat sabuk tersebut yang sedikit ada noda darah.


"Darah"Bingung nya lagi,Sedangkan brian dan rey terlihat marah ketika melihat sedikit darah tersebut.


"Rey"Geram brian sambil mengepalkan tangan nya yang memegang sabuk.


"Bangunkan dia "lanjutnya Brian lagi yang di angguki rey.


Rey yang langsung keluar dan kembali lagi membawa ember yang berisikan air di tangan nya dari para pengawal di depan pintu yang sudah mengambilnya ketika mendengar perintah brian ke rey.


rey yang membawa ember tersebut,tanpa basa basi langsung menyiramkan airnya yang seketika membuatnya bangun dari pingsan nya.


"Ahhhhkk"Teriak nugraha kaget sambil melihat kanan kiri.


"Cari apa hemm"Ucap dingin brian


"Tuan Brian"Gumam nugraha pelan menatap brian.


"Apa"Ucap brian


"Ingin di cambuk juga kanya gini hem"Ucap nya lagi sambil mencambuk pundak nugraha dengan sabuk yang dia pegang dua kali.


Ctar


"Akhhh"


Ctar


"Akhh"


"Tuan tuan, Apa apaan ini tuan,Hentikan tuan"Ucap nugraha berniat beranjak dari duduknya.


Tapi langsung di tahan oleh tangan rey dan Angga walaupun angga masih bingung apa yang terjadi.


"Mau kemana,Kami belum selesai urusan nya dengan anda tuan"Ucap rey terdengar menyeramkan di telinga nugraha.


.


.


.


Bersambung...