Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
PERCAKAPAN SELA DAN BRIAN



"Bukankah tuan Kenzo bilang dirinya masih di mension,dan pandi masih ada kerjaan kan,dan kenapa juga malam malam begini mereka keluar"Lanjutnya dengan heran.


Sambil berusaha mengintip, dengan menurunkan sedikit resleting tenda biar tidak ketahuan di dalam tenda.


Ketika dirinya sedang berusaha mendengar kan ucapan mereka berdua walaupun tidak terdengar olehnya.


"Sekertaris sela"Ucap dari arah belakang yang membuat nya seketika Kaget bukan main.


"Iiiiiiis,apaan sih bikin kaget aja"Ucap sela spontan menatap nya kesal.


"Maaf mba"Ucap nya merasa bersalah.


"Lagian sedang apa sih mba jika boleh tau"Lanjutnya penasaran.


Ternyata dia orang yang sama waktu itu yang di bus.Dia terbangun karna salah satu kakinya tertindih oleh temannya di samping yang sedang tidur, membuat dirinya merasa pegal dan terbangun dan melihat sela yang sedang duduk di depan pintu tenda sendirian.


"Tidak ada apa apa,cuma tak bisa tidur"Jawab sela asal beralasan.


Pandi dan Kenzo yg ang sedang di luar yang mendengar ucapan dari tenda yang di huni sela, mereka berdua saling tatap,dan melihat tenda itu kembali dan berjalan ke arah tenda tersebut.


Sreeet'


Suara resleting tenda yang di buka begitu saja oleh pandi ketika sampai,tapi tidak sampai mengakibatkan orang yang di dalam tenda terbangun.


Pandi pun langsung menggeleng melihat tuannya kenzo.Seperti mengatakan.


"Tidak, mereka semua tidur"


Kenzo yang mengerti berjalan ke tenda nya kembali,dan masuk,di ikuti oleh pandi setelah menutup pintu tenda tadi yang dia buka.


"huuh,untung saja dia sedang mengantuk,jadi cepat tidur"Ucap sela lega dengan melihat pegawai tadi yang sedang tidur bersama yang lain.


Sedangkan dirinya hanya berpura pura tidur saja dari tadi ketika melihat dua bayangan pria yang di nya kini pandi dan kenzo mengarah ke arah tendanya.


Buru buru dirinya langsung tertidur dengan menarik pegawai tadi untuk menyuruh nya cepat tidur, dan benar saja, dirinya langsung tertidur begitu saja dengan lelap.


Sedangkan di tempat lain,brian yang sedang duduk terdiam di tempat kerja di mension nya seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Siapa pria itu sebenarnya?, kenapa seperti mengincar ku dan ingin membunuhku"


setelah mengatakan itu, dirinya langsung menghubungi Rey dengan handphone nya.


"Rey,saya ingin, Besok pagi kau harus ke mension ku membawa informasi tentang nya"


"Sedang ku usahakan mencarinya bri,kau tau kan,aku sampai turun tangan sendiri mencarinya "Ucap rey di sebrang sana.


"Iya,dan ku tau kau tak akan mengecewakanku"Ucap brian.


"Jadi,ku perintah kan,kau mencari informasinya,besok pagi,kau sudah di mension ku dengan membawa laporannya,paham"Lanjutnya dengan suara serius.


(Biasanya kan,ketika seseorang itu sedang serius dan sangat sangat harus di kerjakan dan sangat di anggap genting, biasanya seseorang itu akan menjawab pertanyaan sendiri,dan pikiran akan cepat mendapat kan jawaban ketika waktu Sedang mepet,iya gak sih?)


"Baik,akan ku kerjakan dengan baik"Jawab rey dengan patuh,yang langsung di matikan sambungan telepon oleh brian setelah mendengarnya.


Dirinya juga tak ingin mengecewakan brian Sudah mempercayainya dan langsung mengerjakan pekerjaan nya sekarang juga di malam ini.Dengan di bantu para pasukan yang biasa di tugaskan untuk mencari semua informasi tanpa dirinya.


Brian yang masih di tempat yang sama, dengan pikiran yang Sudah berubah pikirin dengan memikirkan pacarnya.


"Apa dia sudah tidur?"Ucap nya sendiri sambil melihat jam di handphone nya.


"Masih jam tengah sembilan"


Tanpa pikir panjang,brian langsung memberikan sebuah pesan ke sela melalui WhatsApp.


Tink'


Satu pesan terkirim tidak di baca...


Tink'


Dua pesan terkirim masih belum di baca...


"Apa sudah tidur?"


Brian pun akhirnya duduk kembali dengan tenang, berharap chat yang dia kirim bisa di baca dan di balas oleh sang pemilik hatinya itu.


Brian yang memang ingin sekali tau ke adaan sela, akhirnya menghubungi nya.


Sela yang sudah tertidur bersama yang lain nya seketika terbangun ketika mendengar suara panggilan telepon dari handphone miliknya dan langsung dia ambil dan mengangkatnya tanpa membaca sang penelepon.


"Hemm,iya, siapa?"Ucap sela.sedang sedikit ngantuk.


Brian yang mendengar itu membuat nya tersenyum dan tertawa kecil.


"Apa pacarku ini sudah tidur"Tanya brian tersenyum.


"Siapa?"Tanya sela dengan melihat nama sang penelepon.


"Tidak ada namanya"Ucapnya lagi dengan mendekatkan telepon itu ke telinganya kembali.


"Apa aku mengganggu mu sayang"Tanya brian.


"Sayang?"Ulang sela bingung.


Seketika dirinya tersadar,dan melihat penelepon itu kembali.


"Apa kau Brian"Tanya sela.


"Bukan"


"Terus?"


"Devan,kekasih mu yang sangat tampan, apa kamu lupa sayang,apa kau masih mengantuk"Ucap brian tersenyum dengan nada bercanda.


"Ya,aku sedang mengantuk,dan sedang tidur tadi,dan kau mengganggu tidur ku tau"Ucap sela kesal.


"Haha,apa kau sedang marah padaku"Ucap brian tertawa di sebrang sana.


Sela yang mendengar tertawa itu membuatnya tambah kesal.


"Sudah,diam"ucapnya Kesal menghentikan brian.


"Ada apa menghubungiku"Lanjut nya.


"Tidak ada,aku hanya ingin mendengar suara mu saja"Jawaban brian yang membuat sela tambah kesal.


"Cuma itu saja?"Heran sela merasa aneh.


"Tidak,aku juga ingin bilang kepadamu,sepertinya ada seseorang yang sudah menyayangiku seperti aku menyanyangimu sayang"Ucap brian memberitahu.


"Apa maksudmu, siapa dia,apa dia mencintaimu,apa kau juga mencintainya?"Tanya sela dengan geram mendengar setiap ucapan Brian.


"Ya, aku sangat sangat mencintainya,dan apa kau tau sayang, ketika dia mengatakan sayang padaku,hatiku seketika gembira mendengar nya,dan aku juga ingin mendengar nya kembal.."Ucapan brian yang sedang gembira langsung di potong sela yang makin tambah geram .


"Ingin mendengar nya kembali maksudmu"ucapnya.


"Hemmm"Angguk brian di meja kerjanya dengan menahan tawa.


"Apa dia cemburu, lucunya, andaikan dia berada di depanku,mungkin aku tak akan bisa menahan tawaku ini"Ucap brian tertawa kecil melihat handphone nya.


"Apa kau tidak mencintaiku lagi"Ucap sela terdengar sedih di telinganya.


"Apa dia sedih"Ucap brian tak tega.


"Tidak,bukan itu maksud ku"Ucap brian, tapi itu seperti nya tak terdengar oleh sela yang langsung menutup teleponnya sepihak ketika terakhir dirinya berkata.


"Sayang,hey"Lanjutnya brian sambil melihat handphone yang sudah tak terhubung.


"Akhh, bagaimana ini,dia tak mendengar kan penjelasan ku"ucap nya kesal sendiri.


Brian yang khawatir ke adaan sela karna ulahnya, dirinya berusaha menelepon sela kembali yang tak di angkat angkat telponnya oleh sela.


.


.


.


Bersambung 🍁