
Setelah mengatakan itu sambungan terputus,dan dia langsung berjalan kearah sela.
Dengan sopan nya dia berbicara untuk mempersilakan sela pulang bersamanya.
"Permisi nona, perkenalkan saya tino...saya di tugaskan menjemput anda atas perintah tuan nanda" Ucapnya dengan sedikit menunduk hormat.
Tink' suara pesan masuk setelah ucapan tino selesai di handphone sela.
Bang nan : suruhan abang akan menjemput mu, dia bernama tino, berpakaian seperti supir, memakai topi hitam.
Sela : iya
Setelah itu, sela akhirnya mengikuti pria yang bernama tino itu memasuki mobil yang dia bawa dan menjalankan mobilnya setelah mereka berdua duduk.
Entah sela yang melamun sehingga tak memperhatikan jalan sekitar, atau pak tino yang menjalankan laju mobilnya yang sangat cepat.
Mobil yang perasaan baru dinaiki oleh sela tiba tiba terhenti, membuat sela melihat pak tino dengan heran.
"Kenapa berhenti pak?" Tanya sela.
"Sudah sampai nona...kita sudah berjalan selama kurang lebih 35 menitan, apa nona sedang melamun" Jawab pak tino aneh dengan sela.
"A aaah tidak pak, aku pikir dari sana ke apartemen agak sedikit jauh, Ternyata tidak nya pak..."jawab sela mengelak dengan sedikit tertawa.
Setelah mengatakan itu akhirnya sela keluar dari mobil dan bergegas ke tempat di mana bang Nanda berada.
Setelah sampai, dia langsung memeluk sang mamah yang sedang menunggunya dengan duduk bersama bang Nanda.
"Mah..."
"Ada apa sayang, apa ada masalah dengan Brian hem?" Ucap sang mamah dengan perhatian.
Sela hanya terdiam, dia merasa sedih kembali ketika mengingat nama Brian.
"Bukan apa apa, Hanya saja...dia seperti tak mengenal sela lagi mah...hiks"
Sudah lah sela, sekalipun kamu menahan tangisnya, dia tak bisa membendungnya, tangisnya pecah di pelukan sang mamah sinta sekarang.
"Apa dia bercanda, mana mungkin Brian bisa melupakan adik ku jika dalam beberapa hari saja, apa dia ingin mempermainkan adik ku..jika itu terjadi...awas saja kau Brian, sekalipun kau ketua mafia, jika kau sampai mempermainkan adik ku, aku akan balas perbuatan mu" Batin ananda menahan geram jika sampai yang dia pikirkan benar.
Ya, dia sudah tau ketika angga menghubungi nya tentang keadaan sela, sekaligus dia juga memberitahukan siapa Brian sebenarnya.
Hari hari yang terus berlalu, membuat keadaan sela menjadi seakan menderita dengan keadaan Brian yang selalu menganggap dirinya seperti orang asing, bahkan dia setiap kali bertemu dengan nya, atau ke kantornya untuk bersamanya saja itu sangat sulit, di tambah lagi dengan adanya Jesika yang selalu mengikuti Brian kemana pun Brian pergi.
Namun hanya di kantor dan di luar mension saja, selebihnya dia tak bisa mengikuti Brian karena ada pengawal ketat yang selalu menjaganya, yaitu sekertaris han yang tak pernah meninggalkan nya, seperti pengawal yang menjaga tuan nya.
Namun... sekarang sela tak bisa menahan nya lagi dengan kedekatan Jesika yang terlihat seakan akan Brian adalah miliknya saja.
Memang berbeda jauh dengan tanggapan Brian kepada nya, namun itu sungguh membuat sela jengkel dan greget.
Para pegawai yang melihat sela juga di buat merasakan greget nya, Tuan Brian pacar orang dasar wanita sialan...
Sela yang memang di tugaskan untuk memberikan laporan hasil pembangunan yang sedang di bangun oleh para perusahaan lain yang bekerja sama dengan perusahaan KD, di antaranya perusahaan BD, sebenernya ini atas permintaan agar dirinya saja menggantikan pandi yang seharusnya.
Dan itu di perbolehkan oleh sang bos Kenzo Daraga.
Dengan permintaan sela yang mengajak nya ke restron setelah urusan nya bersama Brian kelar, dengan beberapa kali di tolak dengan dinginnya.
Namun... akhir nya Brian luluh dengan sela. Dan di sinilah mereka berdua.. tempat di mana setiap mereka berdua makan siang, yaitu di restoran.
Sudah beberapa minggu ini semenjak Brian di nyatakan amnesia, sela tak bisa lagi berdekatan dengan nya, hanya beberapa kali saja, itupun dalam pekerjaan, namun... Tanpa dirinya ketahui, Jesika sang sosok wanita yang sangat terobsesi dengan Brian di buat marah dan geram.
Terlihat sedang di buat geram dan marah melihatnya, dengan duduk di meja lain, bersebrangan dua meja dengan sela dan Brian.
"Kau membuat ku marah Brian, kau walaupun sedang tak mengingat nya, selalu saja bisa dekat dengan wanita sialan itu... sedang kan dengan ku saja,kau tak bisa bersikap seperti yang kau lakukan dengan nya" Batin Jesika menahan marah, dengan menatap tajam keduanya, yabg satu terlihat tersenyum bahagia bisa bersama sang prianya, yang satu lagi hanya terlihat dingin seperti tak mengenal nya, hanya menganggap kliennya saja
Walaupun hanya itu, api membara di matanya seakan terasa panas, dan berkobar kobar melihatnya.
"Jika aku menghabisi kekasih sialan mu itu, sepertinya kau tidak akan masalah" Lanjut nya dengan tersenyum jahat, dia pikir Brian tak akan perduli pada orang lain, ya...itu memang...dan sekarang sela bagaikan orang lain di mata Brian ' pikirnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Aku senang kau mau makan dengan ku dev" Ucap sela tanpa menghilangkan senyumannya.
"Sudah lama bukan kita tak kaya gini lagi..."Lanjutnya.
"Hem" Gumam Brian dengan sesekali menguyah makanan nya.
"Apa yang dia lakukan di sini...apa seperti biasa membuntuti ku" Batin Brian.
"Nona sela...makanlah makanan mu...kau dari tadi banyak bicara" Ucapan dingin Brian yang sudah biasa sela dengan beberapa minggu ini.
Sela tak menanggapi...dan malah menuruti perkataan Brian untuk makan.
Sebenernya dia sangat ingin Brian semula, dan cepat pulih dari amnesianya itu, dia rindu dengan Brian yang selalu lembut padanya, perhatian, bahkan minum saja ingin selalu Brian suapi Tanpa di minta olehnya.
Bukan Brian yang sekarang, Dingin, cuek, datar, pokoknya dia tidak mau, beruntung Brian tak memperlihatkan kekasarannya.
"Ekhhm ekhhm"
"Ada apa dev?, ini minum dulu..." Perhatikan sela dengan memberikan minuman ketika Brian batuk.
Brian malah menunjuk punggungnya, seperti mengatakan bahwa dia tersedak..
Sela yang paham langsung mendekati Brian dan berusaha memukul punggungnya pelan, dengan berharap sesuatu yang membuat tersedak itu keluar.
Namun pukulannya terhenti ketika Brian bicara normal namun pelan.
"Berhati hatilah, aku seperti melihat gelagat nya yang aneh"
"Maksudmu dev"
"Pukul punggungku" Titahnya agar Jesika tak curiga.
Sela yang seakan paham berusaha seperti biasa, seakan akan Brian memang tersedak.
"Apa maksud mu dev, apa kau sudah mengingat ku?" Ucap sela.
"Aku masih ingat jika kau pegawai perusahaan KD" Jawab Brian yang tak di harapkan sela.
"Kau sebaiknya hati hati, ada bahanya yang mengintai di sekitar" Lanjutnya, di lanjut dengan meminum minuman di depannya, seperti seseorang yang tersedak sudah baikan.
Sela yang masih merasa heran malah memilih duduk mengikuti seperti apa yang di mainkan Brian. Seakan tidak terjadi hal yang aneh...
.
.
.
Bersambung 🍁