
"Siapa gadis ini bri?"Tanya sang pria yang sepertinya dokter itu.
"Kau di panggil untuk memeriksanya,bukan bertanya"Jawab brian sambil memukul pundak pria tersebut,sebut saja namanya deril.
Deril sanjaya,umur 28 tahun(satu tahun lebih tua dari brian) seorang dokter di salah satu rumah sakit terkenal di kotanya yang sekaligus teman dari brian selain ke tiga orang temannya(jonathan,reyhan dan angga),dirinya hanya berprofesi sebagai dokter tanpa mencampuri urusan pekerjaan brian di dunia bawah(mafia),dan jika di panggil juga,dirinya hanya untuk mengobati brian dan teman temannya ketika terluka yang cukup parah setelah pertarungan antar kelompok mafia.
"Iya,emang apa yang terluka,sepertinya dia baik baik saja"ucap deril sambil melihat sela secara dekat untuk memastikan.
"tidak ada yang terluka"Lanjut deril lagi.
Sedangkan dua orang tadi bersama brian sudah pergi ke markas utama yang ada teman temannya tadi.
*****
Keesokan harinya(pagi),di markas pusat yang di datangi semalam,mereka semua sedang berlatih bertarung di ruangan latihan khusus petarung menggunakan pedang yang begitu luas, bersebelahan dengan beberapa ruangan yang begitu luas dan terbuka,ada yang berlatih menembak, memanah dan ada juga latihan hanya menggunakan dengan tangan kosong, berharap untuk jaga jaga ketika sedang ke adaan mendesak tidak menggunakan senjata apapun.
Tapi kegiatan mereka semua terhenti ketika salah satu dari mereka berbicara.
"Hey,ada berita untuk kalian semua"ucapnya yang menarik perhatian mata semua orang yang melihatnya.
"Kemarin malam, sebelum kami semua kesini,kami semua melihat bos bersama seorang perempuan"Lanjutnya lagi menyakinkan.
"Benarkah"ucap mereka yang tidak tau dengan penasaran, sedangkan pasukan yang semalam yang melihatnya langsung, hanya mendengarkan.
"Jangan bercanda kau,mungkin itu hanya perempuan biasa yang mengejar ngejar bos"ucap salah satu dari mereka tak percaya.
"Bisa saja begitu, tapi kali ini, seperti nya bos yang mengejar nya"ucap yang semalam di tarik sela ke luar mobil.
"Buktinya,ketika nona itu menarik ku ke luar mobil,dan seperti ingin menyentuh dahi ku yang terluka,bos langsung melototi ku dengan tajam di belakang nona itu,iiiih menyeramkan sekali tatapannya"lanjut dia lagi bergidik ngeri.
"Waah,siapa perempuan itu"ucap yang lain.
"Bisa jadi dia calon nyonya kita yang di katakan tuan angga waktu itu"ucapnya lagi ketika ingat ucapan angga, mereka semua yang mendengarnya langsung terdiam,bukan karna ucapan nya,tapi ucapan orang yang baru datang masuk keruangan yang mereka berada.
"Apa kalian di tugaskan untuk bergosip"ucapnya dingin,yang tak lain adalah angga.
"Selamat pagi tuan angga"sambut mereka ketika melihat angga sopan.
"Maaf tuan"Lanjut mereka serentak dengan menunduk hormat.
"Apa yang kalian bicarakan semua,apa segitu pentingnya,sehingga meninggalkan latihan"ucap angga yang memang tidak tau apa yang mereka bicarakan semua.Dirinya hanya mendengarkan suara berisik dari mereka yang seperti berbicara sesama dengan tidak terlalu keras.
"Maaf tuan"ucap mereka serentak.
"Kalian tau bukan, jangan membicarakan atasan kalian,apa lagi bos besar kalian"ucap angga yang membuat mereka semua nambah terdiam kaku karna pas dengan yang mereka bicarakan.
"Suuut,gimana ini,kau sih malah berbicara tentang bos besar"Bisik salah satu mereka menyenggol temannya yang pertama bergosip tadi.
"Jangan menyalakan ku"Jawab dia lagi dengan membalas senggolan.angga yang memang sedang melihat ke arah mereka berdua, langsung saja memanggilnya.
"Hey kalian,kesini"panggil angga ke arah mereka berdua yang langsung mendekati angga setelah saling melirik.
"Iya tuan"ucap mereka berdua.
"Apa yang kalian semua bicarakan?"Tanya angga seperti mengintimidasi.
"Tidak ada tu.."ucapan mereka berdua terpotong oleh angga.
"Apa kalian ingin di pukul semuanya"ucap dingin angga.
"Tidak tidak tuan"ucap mereka semua yang di sana menggeleng mendengar ucapan angga.
"Semalam markas yang di sebelah timur ada yang menyerang tuan"ucap salah satu dari keduanya.
"Terus?"ucap angga biasa saja, karna dia sudah tau penyerangan semalam dari anak buahnya sendiri.
"Ketika kami mau kesini,di tengah jalan,bis besar menghentikan kami semua dengan"ucapnya lagi.
"Apa kau benar benar ingin ku pukul, langsung saja ke intinya"ucap angga kesal dengan mengangkat tangan nya siap memukul.
"Seorang perempuan?"Heran angga.
"Iya tuan"Jawab nya, seketika angga teringat dengan sela yang sedang dia selidiki.
"Apa dia adik ku"ucap angga pelan yang tidak di dengar semuanya.
"Sepertinya iya"ucap angga yang seketika tersenyum tipis, membuat semua orang yang melihatnya takut.
"Apa tuan Angga sedang merencanakan hukuman untuk kita"ucap sebagai pasukan ke teman di sampingnya yang di balas gelengan kepala.
"Kalian teruskan saja latihannya"ucap angga tiba tiba.
"Bos gak akan menghukum kami semua"ucap mereka berdua heran.
"Apa kalian ingin?"tanya balik angga.
"Tidak tuan"jawabnya
"Saya pergi dulu, kalian latihan yang baik, jangan mengecewakan bos kalian, terutama bos besar"ucap angga sebelum melangkahkan keluar setelah mendengar ucapan mereka semua.
"Baik tuan"ucap serempak
*****
Di kediaman nugraha,nugraha yang sedang duduk di meja makan bersama ke dua putrinya tanpa di temani Lita yang sedang ke kamar sela Karna tak melihatnya dari pagi tadi sampai selesai sarapan.
"Yah, sepertinya sela sudah pergi dari rumah"ucap Lita yang baru sampai dari kamar sela.
"Apa, maksudmu kabur?"Tanya Nugraha kaget setelah mendengar ucapan lita yang baru dari kamar sela.
"Sepertinya"Jawab lita.
"Udah sih yah,biarkan saja dia pergi,toh dia disini hanya menumpang doang,tidak berguna juga"ucap salsa.
"Tapi untuk hemat pembantu ketika dia libur,kan lumayan"Jawab ayah.
"Iya juga sih,yah sudahlah yah,paling dia juga luntang lantung di jalanan karna gak ada uang"ucap salsa yang memang dirinya tidak tau pekerjaan sela begitupula orang tua dan adiknya.
"Sudah siang, jangan pikirkan dia,mending kalian semua berangkat"ucap lita.
"Iya mah, heti berangkat dulunya"ucap heti berpamitan sebelum keluar rumah untuk berangkat ke kampus menggunakan mobil putihnya.
"Salsa juga mah,ayo yah,salsa ikut ayah aja hari ini"Ajak salsa sekaligus pamit ke sang mamah bersama ayahnya.
"Iya,hati hati ya sayang"Jawab lita.
Sedangkan di tempat lain, Angga yang ternyata ke mension brian baru saja sampai,langsung saja masuk setelah di bukakan pintunya tanpa menghidupkan bel mension setelah memarkirkan mobilnya tadi.
"Selamat pagi tuan angga"sapa seorang pria yang terlihat sedikit tua darinya(kepala pelayan panggil aja pak jo)setelah angga masuk.
"Pagi pak,dimana brian?"Tanya angga terlihat bahagia.
"Tuan brian sedang di ruang tamu tuan"jawab pak jo,angga yang mendengarnya tanpa basa basi langsung melangkah ke ruang tamu mension brian,dan langsung duduk di dekat brian ketika sampai.
"Apa dia adik ku bri?"Tanya antusias angga.
"Bukan"Jawab singkat brian.
.
.
.
Bersambung 🍁