
"Putar arah ga"Perintah brian saking senangnya.
Angga pun menjalankan perintah brian untuk kembali ke depan apartemen sela.
"Astaga"Ucap deril tak habis pikir kelakuan brian.
Sayangnya, Ketika sampai di depan apartemen,sela sudah tak terlihat di sana.
"Dia bilang apa tadi,sayang"Ucap brian.
"Dia bilang Begitu, kau juga mendengar nya bukan"Ulangnya lagi.
Ketiga orang di sana yang melihatnya hanya mengiyakan ucapnya dengan mengangguk kecil.
Sela yang sudah ke kamarnya melihat mereka dari atas jendela.
"Astaga,aku tak percaya aku bisa mengatakan nya"Gumam sel menutup mulutnya,tapi tiba tiba, seuntai senyum terbit di wajahnya.
"Aku memang tadinya tak suka mendengar panggilan mu kepadaku dev,tapi itu juga tak masalah sekarang"Lanjutnya dengan sedikit senyum.
Setelah mengatakan itu, dirinya mencari ponsel rumah yang sudah di siapkan di apartemen oleh sang pemilik.
"Sebaiknya aku kembali ke perkemahan aja kali nya"Pikirnya sebentar sebelum akhirnya menelepon seseorang.
Di sebrang sana,pandi yang sedang mengerjakan bersama bawahan kelompok mafia nya untuk mencari informasi tentang masalah tuan besarnya mendapati telepon dari sela dan langsung mengangkatnya.
"Hallo sel"Ucapnya pelan.
"Sekertaris pan, apa kau masih di sana"
"Tidak, kenapa "
"Jika aku kesana apa boleh,kau taukan kemarin malam aku pulang"
"Sebaiknya jangan,tapi jika kau mau boleh saja, pegawai yang lain juga sepertinya dari tadi mencari mu"
"Kau pakai saja mobil perusahaan dan suruh salah satu penjaga mengantarmu"Lanjutnya.
"Baiklah, makasih pan"Ucap sela yang di balas gumaman pandi sebelum sambungan telepon dia matikan.
Setelah menutup telepon, dirinya langsung mandi dan bersiap siap untuk kembali kesana, setelah selesai dan siap,dirinya langsung ke perusahaan dulu mengambil mobil dengan di antar oleh dua penjaga pria yang duduk di depan, Sedang dirinya duduk sendiri di belakang sebagai penumpang.
"Kalo boleh tau,Apa non sela ketinggalan apa gimana"Tanya salah satu penjaga.
"Saya kemarin pulang dulu pak,jadi sekarang harus kesana lagi"Jawab sela.
"Oh"Ucapnya hanya ber oh ria dan melanjutkan perjalanannya kembali dengan tenang, sesekali percakapan dan tertawa kecil terdengar dari mereka memecahkan keheningan.
*****
Setelah mengantar sela tadi bersama temannya,rey langsung mengerjakan tugas yang harus dia kerjakan.
Sama seperti pandi,rey juga harus turun tangan ketika pasukan yang biasanya di tugaskan mencari informasi tak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
Mereka sekarang dengan berjumlah 6 orang termasuk dirinya,sedang di luar markas utama kalajengking di daerah bagian timur dengan cara bersembunyi di balik pohon dengan menyamar sebagai salah satu pasukan dari kelompok kalajengking.
"Bos,apa kita tidak akan ketahuan jika harus masuk, penjagaan mereka sangat ketat "Ucap salah satu dari kelima pasukan nya.
"Apa kau harus bertanya seperti itu"Tanya balik rey.
"Tidak bos,maaf"Ucapnya lagi.
"Kita masuk dengan cara berpisah,aku yang akan lewat gerbang depan,kalian bertiga samping kanan dan sisanya samping kiri"Ucap rey.
"Jika Kalian ketahuan, Kalian tau apa Yang harus kalian lakukan untuk mencegahnya"Lanjutnya.
"Baik bos"angguk mereka paham
"Tapi jangan lupakan kamera cctv selalu mengintai, Kalian Semua harus bisa menghindarinya, paham"Ucap rey Tegas.
"Paham bos"Ucap mereka pelan.
Setelah mengatakan itu, mereka semua langsung menjalankan instruksi dari rey.
Rey pun sama, dirinya bergegas dengan cara berlari kecil ke arah penjaga di luar pagar yang langsung di hadang dengan sepuluh senjata api oleh 10 orang penjaga yang mengarah ke arahnya.
"Siapa kau"Tegas salah satu mereka bertanya.
"Apa kalian tak melihat lambang dan baju kita sama"Jawab rey.
"Hey bro, jangan seperti itu"Ucap rey tenang dengan mendorong senjatanya sedikit menjauh.
"Aku di tugaskan menyampaikan pesan ke bos besar"Lanjut ya beralasan.
"Pesan apa maksudmu"Tanya nya.
"Apa aku harus memberitahu mu,terus akan ku beri tahu Kembali ke bos besar jika kau Sudah mendengar nya"Jawab rey yang membuat mereka terdiam takut.
"Apa kalian akan terus menodong ku seperti ini"Ucapnya lagi.
Mendengar ucapan rey, mereka semua langsung menurunkan senjata mereka masing masing dan mempersilahkannya masuk.
"Jangan,tidak usah memberitahu,kau masuk sana"Ucapnya menyuruh rey masuk gerbang.
Tidak sampai disitu, dirinya harus masuk ke markas dengan hati hati tidak seperti tadi, dirinya masuk dengan bersembunyi sembunyi dengan mencegah biar tak terlihat para prajurit lain,dari balik tembok ke tembok yang lain sambil menghindari cctv.
"Bos,aku menemukan dua orang yang sedang berbicara mengenai bos kita"Lapor salah satu dari ke lima dengan aerpon di telinga yang otomatis di dengar semuanya.
"Kau terus pantau dia,dan ingat apa yang kau dengar, semuanya"Ucap rey.
"Baik"Jawabnya.
Ketika rey sudah berbicara, dirinya melihat kanan kiri,dan matanya tertuju ke arah.....
Tidak terasa sudah lima jam sela tempuh menuju tempat perkemahan,dan akhirnya sampai.
Karna bukan mobil bus yang dia tumpangi, jadi dia di antar sampai puncaknya yang bisa di lalui kendaraan yang agak kecil,seperti mobil dan motor.
"Nona sela,apa kami harus menunggu di sini"Tanya salah satu dati mereka.
"Sebaiknya kalian berdua di sini dulu bersama kami, istirahat,apa kalian tak capek abis perjalanan"Ucap sela.
"Tidak"Jawab nya bersamaan yang membuat sela menatap mereka berdua.
"Apa kalian menolak ku"Tanya sela dengan gaya mengintimidasi.
"Bukan begitu nona, kami tak enak jika harus.."Ucapnya terpotong sela.
"Aku yang izinkan kalian"Ucap sela.
"Ayo"ajaknya menarik mereka berdua sampai tempat perkemahan.
"Sekertaris sela,anda kemana saja"Ucap salah satu pegawai menghampirinya yang di ikuti yang lain.
"Apa kau tidak apa apa, kenapa pulang kemarin"Tanya yang lain.
"Aku ada urusan mendadak,dan di haruskan pulang kemarin "Jawab sela beralasan dengan diiringi senyuman.
"Tidak mungkin kan aku memberitahu mereka jika bos mereka berkelahi kemarin malam" Lanjutnya dalma hati.
"Maaf jika kami semua lancang,tapi kenapa tuan kenzo juga tak ada di tenda semalam"Tanya yang tadi.
"Apa kalian semalam keluar tenda "Tanya sela.
"Aku sebenarnya tidak mau karna ingat ucapan tuan kenzo,tapi aku khawatir ketika aku menunggumu tak datang datang,anda bilang cuma sebentar kan"Ucapnya lagi yang ternyata orang yang kemarin satu tenda dengan ya.
"Maaf aku membuat kalian khawatir semalam jika Begitu"Ucap sela.
"Tidak apa apa,apa kau sudah makan siang"Ucapnya lagi.
"Belum"jawab sela jujur.tadi sebelum dirinya kesini, dirinya memang sempat sarapan dengan roti di dalam mobil bersama dua penjaga kantor,tapi kan makan siang belum bukan.
"Jika begitu,ayo kita makan, kebetulan sekali anda datang tempat waktu"ucapnya mengajak sela.
"Iya"angguk sela mengikuti nya,dan tak lupa juga kedua penjaga tadi mengikutinya dari belakang.
Sedangkan di tempat lain,rey yang sudah mengerjakan tugasnya sedang di dalam kafe dengan pakaian yang sudah berganti dengan seharusnya dan ditemani kelima anak buahnya di belakang dengan berdiri sedangkan dirinya duduk di meja berhadapan dengan orang yang dia sangat kenal.
"Kenapa kau bisa bersembunyi di markas mu sendiri"Tanya rey datar melihat seorang pria yang duduk di depannya.
.
.
.
Bersambung 🍁