Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
PERASAAN SELA



"Tapi ayah, aku juga tau itu, tapikan...aku...aku sangat suka padanya...apa ayah lebih memilih membalas perbuatannya dari pada kebagian anaknya... sepertiku ini" Ucap sang putrinya dengan mantapnya, terdengar sedih, namun apa boleh buat...


Dia hanya menatap nya saja tanpa ingin membalas ucapan nya, bahkan sang putri sampai memilih keluar dari ruangannya dengan wajah yang terlihat kesal dan sedikit marah padanya...


"Apa Yang harus ku lakukan" Ucap nya pelan setelah menghela nafas.


Hari hari terus berjalan seiring berjalannya waktu, para musuh yang mulai selalu mengganggu kelompok mafia diamond 💎 terus berlanjut sejak malam itu sampai sekarang.


Namun... seperti apa yang di perintahkan Brian waktu itu jika mereka Jangan melakukan tindakan apapun terhadap lawan, kata kata itu sampai sekarang terus saja di jalan kan, mereka juga tidak menghindar dari serangan musuh, namun tidak juga melawannya.


Biarlah brian dianggap seakan akan takut dengan musuh nya itu, walaupun itu semua tidak benar sama sekali...


"Bos, mereka terus saja berulah, apa bos benar benar hanya akan diam seperti ini" Ucap rey yang memang sudah geram dengan perbuatan musuh nya itu, lebih tepatnya ingin menjadi musuh kelompok diamond.


Sebab, mereka tak pernah mengganggu maupun melawan nya selama ini... sedikit aneh namun itu kenyataan.


"Apa kau sudah selidiki semuanya ga?" Tanya brian melirik angga di sampingnya tanpa menghiraukan ucapan rey yang sudah terlihat memerah di wajahnya menahan geram.


Angga mengangguk dan menjelaskan nya...


"Ya, seperti yang bos katakan, dia ingin membalas kematian adiknya yang yang waktu itu tewas oleh kita, tapi...kaya nya dia juga sedang bingung sekarang bos..." ucap angga terhenti.


"Sebab putrinya yang bernama Jesika masih sangat menyukaimu sampai sekarang, bahkan ingin sekali mendapat mu bos, tapi di sisi lain, dia juga tidak ingin mencabut kembali keinginan nya untuk membalas pada mu" Lanjut nya ketika rey dan angga terlihat ingin kelanjutan dari nya.


Rey dan Brian hanya diam seperti paham apa yang di maksud Angga barusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Beberapa hari terakhir ini, sela juga tak pernah bertemu dengan brian, semua pertanyaan untuk menjelaskan keadaan Brian tak pernah di jawab dengan baik oleh brian belakang ini, membuat sela merasa khawatir memikirkan nya.


Sebab, setelah masa di mana mereka tau satu sama lain, mereka berdua tak pernah merasa ada kejanggalan di antara mereka. Terutama sela yang selalu merasa baik jika berdekatan dengan brian walaupun tak pernah dia katakan.


Tapi setelah beberapa hari ini, perasaan sela sedikit ada yang aneh tentang brian, berbicara dalam chat saja sangat susah di jawab oleh brian, apa lagi untuk bertemu.


Memikirkan itu membuat sela lagi lagi hanya bisa menggelengkan kepala sebagai bentuk pengusiran pikiran nya.


"Tidak... sebenarnya apa yang dia sembunyikan belakang ini, apa ada masalah dalam perusahaan, atau dalam kelompoknya mafia nya itu"Ucap sela bingung.


"Apa sangat darurat sehingga tak ingin bertemu dengan ku walau sehari saja, jika iya... setidaknya menghubungi ku duluan seperti dulu...itu juga tidak masalah bagi ku" Lanjut nya dengan suara pelan, sepertinya dia mulai merindukan kekasihnya itu sekarang.


Sungguh... dalam hati kecilnya..dia sangat ingin mengatakan banyak pertanyaan di hadapan Brian sekarang, kenapa tak menghubungi nya?, apa begitu banyak pekerjaan?, apa sangat penting sehingga melupakan ku begitu saja?...


"Atau aku hubungi saja nya..." Gumamnya dengan melihat handphone di dekatnya.


Dia sedang memasak sekarang untuk makan malamnya sendiri, wajar saja dia meletakkan handphone nya di atas meja.


Tanpa pikir panjang lagi, sela langsung mengangkat masakannya dan langsung mensajikannya dia atas meja tempat makan dengan cepat, entah sudah matang atau belum, yang penting dia harus segera mengambil dan menghubungi sekarang juga..


Tuuut


Tuuut


Sela langsung saja menghubungi Brian.., namun... beberapa kali terhubungkan dan berdering, namun tak pernah tersambung sama sekali... Membuat sela yang sedang sangat merindukan kekasihnya itu tiba tiba merasakan hal lain...entah apa yang dia rasakan sekarang, seperti tak bisa di katakan namun begitu ruam dan sangat khawatir begitu saja..


"Ada apa dengan mu dev?, kenapa tak mengangkat telepon ku?" khawatir sela dengan terus menelepon Kembali, Namun sayang...tak pernaha terhubung sama sekali...


Karena sangat khawatir bercampur heran dengan keadaan... sela juga beberapa kali menelepon semua abangnya yang selalu bersama brian.


"Bang" panggil sela dengan keras saking bahagianya ketika salah satu abangnya mengangkat teleponnya.


"Iya, aku di sini, ada apa dek?" Balas di sebrang telepon seperti berteriak, membuat sela menatap handphone nya dengan heran.


"Abang dimana sekarang, Kenapa harus berteriak ?" Tanya sela.


"Maaf dek, abang harus tutup dulu teleponnya, nanti abang yang akan menghubungimu balik" Ucap angga yang memang tadi yang terhubungkan.


Setelah mendengar kata kata itu, telepon langsung terputus begitu saja, membuat perasaan sela makij gelisah tak karuan sekarang.


Pertama Brian tak bisa di hubungi, sekarang hanya satu abangnya saja yang bisa, tapi jawabannya tak membuat sela puas dan meredakan rasa khawatirnya, namun malah sebaiknya sekarang.


Karena tak bisa meredakan rasa yang tidak bisa dikatakan, akhirnya dia menghuni sang abang aslinya yang sedang di apartemen lain namun Masih di negara dan kota yang sama.


Ya...sang mamah dan bang nanda sejak pertama datang ke negara ini tak pernah pulang, walaupun sejak pertama kali datang dan besok nya mereka akan pulang, itu semua bisa di katakan hanya ucapan saja, nayatanya sampai saat ini mereka berdua masih berada di tempat pertama kali mereka datang.


Semua itu karena sela yang tak ingin pulang mengikuti sang mamah dan bang nanda, dengan alasan dia ingin bekerja di sini dan tinggal di sini beberapa waktu lagi sebelum mereka pulang.


Dan beberapa kali sela sudah katakan untuk menyuruh sang mamah pulang ke kediaman aslinya takut tidak betah, karena di sini bukan dirinya yang meminta dan melarang sang mamah untuk pulang.


"Malam sayang" Suara lembut yang pertama kali terdengar setelah sambungan telepon terhubung dengan bang nanda.


Bukan Suara bang nanda, namun suara sang mamah yang seketika menarik handphone ya dari sang putra nya ketika melihat nama penelpon.


Sementara bang nanda hanya bisa melihat kelakuan sang mamah yang sangat gembira itu ketika melihat nya.


"Mah..." Suara pelan sela yang sangat tak biasa di dengar oleh mereka berdua.


"Kenapa sayang?, ada apa di sana, kamu sakit nya?" khawatir mamah terdengar di telepon.


"Ada apa dek?, hey.." Lanjut suara bang nanda yang terdengar sama seperti sang mamah.


"Aku ingin ke rumah kalian boleh?" ucapan sela yang keluar begitu saja. membuat dirinya saja menepok jidat nya sendiri, kenapa mengatakan yang di luar dugaan ku... Bukan itu yang ingin di katakan..hadehh.


.


Bersambung 🍁