Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
TANGIS SELA



"Siap bos"patuh rey


Next


"Dan kau gi,Kau harus segera mencari pelaku kecelakaan itu,Ini sudah bertahun tahun,Massa kau gak bisa"lanjut brian sedikit kesal.


"Baik bos,Akan saya kerjakan langsung,Dan berikan saya waktu untuk mencarinya, Karna seperti yang kita lihat,Tidak ada jejak siapapun,mereka semua bermain bersih,Seperti kejadian yang tidak di rencanakan saja bos "Jawab anggi


"Iya benar,Kita juga selalu mencarinya dengan menyuruh sebagian pasukan kita, Bahkan saya juga pernah turun tangan bersama para polisi tuan"Ucap han menimpali.


"Hem,Saya kasih waktu satu minggu,JIka tidak ketemu juga,Kau tanggung sendiri akibat nya, Walaupun sekalipun kau teman ku sendiri "Ucap brian dingin.


"Baik bos"Jawab angga patuh seperti menyanggupi.


"Sudah malam"Ucap brian melihat jam tangan nya sebentar.


"Iya bri,Sebaiknya kami semua pulang dulu"Ucap angga beranjak dari duduk nya di ikuti semua temannya,termasuk juga brian.


"Hm,hati hati"Ucap brian


"Jika butuh pengawal,Kalian tinggal suruh saja menghantarkan kalian"Lanjut brian


"Ais kau ini,Apa tanpa pengawal kami akan celaka atau semacamnya,lagian kalo butuh pengawal juga,Kami semua nya juga punya bri,Ingat itu"Ucap rey


"Ya Ya Ya,Aku tau itu,Sudah sana pergi"Ucap brian mendorong mereka bertiga keluar.


"Dadah bri"lambaikan tangan dari angga melangkah jauh dari brian bersama kedua teman nya yang membuat mereka jijik melihat nya.


Apa lagi brian,rey dan han yang melihat nya langsung memukul kepala angga bergantian.


Pluk Pluk(Suara pukulan bergantian di kepala angga)yang membuatnya meringis.


"Akhhh,Kalian apa apaan sih"Kesal angga mengusap usap kepalanya.


"Jangan begitu bodoh,Menjijikan"desis rey


"Apa kau bilang,Bodoh,Aku tidak bodoh nya"Kesal angga berjalan cepat menghadang rey.


"Tuh kan,Kau saja masih menghadang orang seperti itu, Seperti anak kecil saja"Cibir han ikut ikutan serasa bercanda ke arah angga yang semakin kesal.


"Iss,dasar kalian"Geram angga kesal,Tapi dia hanya diam meneruskan perjalan nya bersama ke dua teman nya menuju pintu depan di lantai dasar menuruni tangga


"Selamat malam tuan,Apa kalian butuh kami untuk mengantar kalian"Ucap pengawal di sana yang berjaga ketika sampai lantai dasar.


"Tidak perlu pak, Makasih"tolak han datar tapi masih sopan.


"Yasudah kalo begitu tuan,Saya permisi dulu"Jawab pengawal sopan dan melangkah pergi meninggalkan mereka.


Mereka akhirnya meneruskan perjalanan nya dan keluar mension Brian dan menaiki mobil mereka masing masing untuk pulang ke rumah mereka sendiri.


*****


Pagi harinya,Di rumah paman nya sela tuan nugraha,Sedang terdengar teriakan marah dari tuan nugraha dan suara teriakan di campur suara tangisan dari sela yang sedang terduduk di depan pamannya dan keluarga nya diruang makan.


Ctar


Ctar


Ctar


Terdengar suara cambukan sabuk yang di ayunkan oleh sang paman ke pundak sela.


"Hiks hiks paman,Sakit paman"Teriak sela menangis.


Ctar


Ctar


"Rasakan ini,Apa kau tidak lihat kakak mu,Dia tersiram air panas karna mu"Ucap sang paman marah sambil meneruskan cambukan nya ke arah sela tanpa memperdulikan teriakan dan tangisannya.


Ctar


"Akhh"Teriakan sela lagi lagi terdengar ketika sabuk itu mendarat di pundak nya,Bahkan baju yang dia pake saja sudah terlihat berdarah di pundak nya.


Padahal dia tadi tidak sengaja menumpahkan minuman panas ke paha sela yang sedang duduk,Bahkan itupun hanya sedikit.


"Ayah,Bukan kah bentar lagi ayah harus kekantor"Ucap salsa mengingat kan.


Bukan nya kasihan melihat sela,Mereka bahkan seperti sedang menonton pertunjukan yang membuat mereka tersenyum melihat nya,Sungguh orang orang tak berperasaan.


Tuan nugraha yang mendengar putrinya berbicara tentang pekerjaan,Seketika berhenti memukuli sela dan memakai nya kembali setelah membersihkan darah sela yang menempel di sabuk nya.


Tapi dia tak menyadari sedikit bercak darah masih menempel di sabuk nya itu.


"Hem hampir saja lupa,Jika kau ingin makan, Kau boleh bekerja keluar,Cari makan sendiri,Dan jangan harap dapat makan di rumah ini"Ucap pamannya.


"Ayah berangkat dulu nya sayang"Pamit nya langsung keluar rumah


"Iya ayah,Hati hati"Ucap salsa


"Hati hati ayah,Bawa uang yang banyak yah"Ucap heti sedikit teriak melihat ayah nya berjalan keluar tanpa mendengar jawaban dari sang ayah.


Sedangkan buk jun yang melihat semuanya di pojokan bersama pelayan yang lain berbicara sendiri.


"Emang nona sela biasa makan di rumah mu tuan"Ucap buk jun.


"Jika makan di disini pun ketika dia lagi libur doang,itupun mengerjakan pekerjaan rumah dulu,Untung kau bolehkah nona sela bekerja di luar"Lanjutnya.


Sedangkan sela masih saja terduduk menangis sambil di bantu para pelayan di sana yang melihat nya dari tadi untuk berdiri dan berniat membawa nya ke kamar salah satu pelayan,tapi langkah mereka terhenti ketika terdengar suara dari arah belakang.


"Kamu lihat sela, Bahkan di dunia ini tidak ada orang tuamu,Dan hanya tinggal paman yang kau punya, Bahkan tidak pernah memperlakukan mu dengan baik"Ucap lita diiringi tertawa mengejek yang diikuti tertawa kecil ke dua putrinya.


Sela dan para pelayan yang mendengar nya tak memperdulikannya,dan memilih meneruskan perjalanan nya menuju kamar buk jun dan mendudukkan nya di kasur nya dengan pelan.


"Non sela,Sudah jangan menangis nya non"Ucap buk jun lembut yang hanya di angguki sela.


"Sini biar kami obati dulu non"Ucap salah satu pelayan berniat mengobati sela.


"Gak usah bi"Tolak sela sambil mengusap wajah nya yang tadi sedang menangis itu seketika terhenti.Di gantikan senyuman di wajah nya menatap satu satu pelayan di sekitarnya, sekitar 6 pelayan.


"Nah gitu dong non"Ucap pelayan juga ikut tersenyum melihatnya.


"Iya, Makasih nya bi untuk semua nya, Sepertinya sela harus kerja dulu bi,Udah siang"Ucap sela beranjak dari duduknya.


"Tapi harus di obati dulu non"Ucap buk jun lagi.


"Gak usah buk,Cuma luka kecil doang ko, Walaupun agak sedikit perih sih"Jawab sela tersenyum dan keluar kamar buk jun untuk ke kamar nya untuk mengganti pakaian kantornya.


"Non sela sangat kuat,Aku sangat kagum melihat nya"Ucap salah satu pelayan yang di angguki semua Nya.


Setelah berganti baju.


Sela akhirnya berangkat ke perusahaan dimana tempat dia bekerja dengan menggunakan taksi.Untung saja dia ketika gajian,dia tak pernah menggunakan uangnya.Kecuali untuk makan nya sendiri.


Bahkan kadang kadang,Kedua kakaknya pun meminta uang kepada dirinya,Padahal salsa bekerja di perusahaan ayah nya sendiri sebagai sekertaris kedua pamannya,Sedang kan sela yang sedang kuliah selalu mendapatkan uang jajanan yang tak main main menurut nya.


"Kemana non"Ucap supir taksi


"Ke perusahaan daraga pak"Ucap sela,Pak supir pun menjalankan mobilnya menuju perusahaan yang di ucapkan sela.


.


.


.


Bersambung 🍁