Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
DIA KEMBALI



Ya...ini seperti nya salah nya, semalam harusnya dia yang berjaga, mereka sudah sepakat jika markas harus ada pemimpinnya atau bergantian, dan semalam angga lah yang harus nya berjaga.


Tapi tunggu... sepertinya angga mengingat sesuatu...


"Eh.. bukan kah markas ini sudah di sepakati oleh kita semua bahwa hanya Brian saja yang sebagai pemimpin nya disini" Batin angga mengingat sesuatu.


Begitu juga brian yang seketika ingat...namun dia hanya diam saja, toh ini juga bukan salahnya, salahkan saja ank buah nya bukan...


"Bos, memang nya siapa yang menyerang markas ini semalam?" Tanya Rey yang memang dari tadi penasaran.


Brian yang mendengar rey langsung mengangkat kain yang berwarna hitam itu dan di lebarkan nya, sehingga menampakkan gambar yang tertera di kain tersebut, seperti sebagai lambang dari sebuah kelompoknya mafia.


Semua orang dapat melihat gambar tersebut, dengan pedang yang di kelilingi seekor naga di sekitar nya.


Membuat semua orang yang berada di sana bertanya taya, siapa yang mempunyai lambang itu?, kenapa mereka tiba tiba menyerang kita, ada masalah apa ini?.


Semua orang pada bertanya Tanya karena bingung, pasalnya kelompoknya diamond 💎 yang di pimpin oleh Brian tak pernah mencari masalah, walaupun ingin menyerang seseorang atau salah satu kelompok mafia juga, kelompoknya tersebut yang mencari masalah duluan hanya karena persaingan bisnis maupun ingin merebut kekuasaan para mafia lain.


"Sebuah kelompok mafia yang sangat serakah akan kekuasaan, kekayaan, dan ingin menguasai semua kalangan bawah, namun mereka terlalu lemah untuk mengalahkan ku" Ucap brian.


Mereka semua masih mendengarkan saja karena tidak tau maksud dari perkataan brian.


"Dia tewas di tangan ku ketika mereka menyerang kita semua, terutama ingin membunuhku, di tengah malam serta di tengah hujan di dekat tebing yang sangat curam" Lanjut nya seperti ingin mengingatkan mereka.


Membuat semua orang terdiam, mereka semua seperti nya sudah tau akan pembicaraan bos nya ini..


Begitu juga dengan rey dan angga yang saling tatap namun seketika mereka menggeleng kembali, seperti tidak mungkin jika dia pelakunya.


"Bos, dia sudah tewas waktu kejadian, dan kita semua melihat sendiri dia jatuh ke jurang itu dengan luka parah di seluruh tubuhnya, begitu juga dengan anak buahnya yang lain Yang juga tewas di tempat" Jawab Reyhan yang memang tau kejadian nya.


Sebelum Brian menjawab ucapan rey, dia menyuruh semua anak buahnya yang di sana untuk memulihkan tubuh mereka, dan dirinya berjalan ke arah ruangan yang berada di markas itu dengan di ikuti kedua temannya untuk membicarakan ini.


"Jangan jangan kakaknya yang mengambil alih" di Lanjut oleh angga dengan menebak setelah di dalam ruangan yang hanya mereka bertiga.


Brian hanya mengangguk kecil mengiyakan sebagai jawaban.


"Ya, aku paham sekarang, walaupun dia sudah tua, tapi tak menghentikan nya untuk membalas dendam nya padamu bri" Ucap rey.


"Terus, apa yang akan kau lakukan pada si tua itu" lanjut nya.


"Sudah ku bilang tadi, biarkan saja dia mencari gara gara, kita jangan melawannya dulu kali ini, biarkan dia merasa senang sebelum dia tiada" Jawab Brian dengan tersenyum manis, namun terlihat menyeramkan.


Seperti ada senyuman namun ada rencana yang sangat baik di balik senyum itu...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Dengan tersenyum licik, wajah yang sudah mulai menua namun terlihat tegas, dan tidak lupa dengan sebatang rokok yang sedangkan dia hisap di tangannya.


"Aku sudah mulai membalas nya dik, kau akan tenang di alam sana" Lanjutnya dengan mata memerah ketika mengingat sang adik yang tewas di tangan Brian.


Jika dia waras, dia tidak akan membalas brian karena ini semua karena adiknya yang terlalu percaya diri untuk melawan brian dan menghilangkan di muka bumi, namun naas, ke gigihan sang adik yang sangat kuat untuk melawan brian punah begitu saja setelah melihat kenyataan nya, namun sayang... seperti nya dia sudah tidak waras karena sang adik nya meninggal..


"Ayaaaaah"


Terdengar teriakan seorang gadis manja sambil membuka pintu dan berlari kearahnya...dan ..


Greb


Dia langsung saja memeluk tubuh itu dengan manjanya...


"Ada apa sayang..hem?" Ucap nya ke sang putri dengan melepaskan pelukannya.


Ya..dia mempunyai seorang putri cantik dan manis, namun sayangnya...dia bisa di katakan bersifat tidak baik dan sombong, suka berfoya-foya, dan seenaknya saja.


Tapi itu semua tidak masalah bagi sang ayah, selagi dia tidak merugikan dirinya dan sang putri, dan bisa selalu bahagia, semuanya tidak masalah sama sekali...


Namun ada yang dia sayangkan dari sang Putri nya yang satu satunya ini...


"Kapan ayah akan menemuiku dengan tuan brian itu yah" ucap sang putri seperti sedang menagih janji.


Itulah yang dia sayangkan dari sang pitri dan membuat dirinya marah melarang keras untuk tidak menyukai pria yang di sukai sang Putri itu...


Dia sudah berjanji akan membantu sang putri mendapatkan semua yang dia mau, namun ketika menjawab apa permintaan nya , seketika membuat dirinya kaget dan syok, mana mungkin dia akan membantu sang putri jika orang yang dia suka musuhnya sendiri, dan yang sudah melenyapkan sang adik, Paman nya sendiri...


"Apa tidak ada yang lain saja sayang, misalnya tuan dari perusahaan GH?, atau kevin pemilik mafia negara X?, atau yang lainnya gitu?" Ucap ya ke sang putri agar tak terus terusan menanyakan musuhnya itu.


"Tapi kenapa yah?, ayah tidak pernah katakan padaku apa masalnya?, dia tampan, semua orang tau itu, dia kaya, banyak uang, apa lagi yang tidak di sukai darinya yah, tuan Brian juga sangat tinggi, cocok banget dengan ku kan yah" Jawab putrinya dengan kesal, sangat terlihat dari wajahnya yang terlihat merah menahan kesal.


Dia lagi lagi hanya bisa menghela nafas, apa yang harus dia katakan sekarang, semua nya jelas sudah dia katakan dari dulu jika ini masalah pamannya dan dia( brian) yang tega melenyapkan adiknya, walaupun bukan salahnya, tapi tetap saja..." pikirnya.


"Apa lagi yang harus ayah katakan, semuanya sudah ayah katakan padamu, dia musuh Paman mu, adik ku sendiri, apa kau tidak merasa kasihan pada Paman mu itu, apa lagi pada ayah yang mu ini" Ucapnya dengan kesal sedikit marah dengan menjauhi sang putri.


"Tapi ayah, aku juga tau itu, tapikan...aku...aku sangat suka padanya...apa ayah lebih memilih membalas perbuatannya dari pada kebagian anaknya... sepertiku ini" Ucap sang putrinya dengan mantapnya, terdengar sedih, namun apa boleh buat...


.


Bersambung 🍁


Bantu like komen dan shere nya ☺️