
"Kita akan Serang dia" Ucap nya dengan tatapan dingin dan terdengar sangat tajam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari yang selalu melelahkan yang di tanggung oleh semua para pekerja, entah itu pekerjaan yang berat atau pun tidak.
Seperti sekarang, sela yang baru saja datang dari perusahaan ke apartemen terlihat sangat lelah, dan ingin mengisyaratkan tubuhnya, entah Kenapa hari ini begitu sangat lelah dan gerah, mungkin karena cuaca yang sangat terik sehingga mengakibatkan orang gampang lelah.
Baru saja dirinya akan masuk ke lift yang menghantarkan dirinya kelantai atas .
Tiba tiba langkahnya terhenti dengan tangan seseorang yang menggenggam tangannya.
Otomatis sela pun melihat ke arah belakang, dan betapa kagetnya dia ketika melihat seseorang yang memegangnya itu adalah orang yang selalu menghinanya, mengejek,dan bahkan pernah ikut memukulnya, tapi yang sering dia lakukan adalah meminta uang padanya (malak).
"Kaka" Kaget sela dengan langsung melepaskan tangan heti darinya.
Ya, dia adalah heti yang baru saja akan masuk ke lift namun menemukan sosok yang dia ingin sekali temui, walaupun dari arah belakang, tapi Heti tau jika dia adalah sela.
"Ada apa kaka kesini, aku sudah tidak ada urusan nya dengan keluarga mu ka" Lanjut sela dengan terus terang.
Dia pikir heti akan seperti dulu yang menemuinya ketika butuh saja, atau tidak, jeti akan menjemput dimana pun dirinya berada jika di suruh oleh keluarganya yang sangat kejam itu menurut sela.
"Maaf"
Hanya kata kata itu yang keluar dari mulut heti yang sangat pelan Namun terkesan jujur.
Sela yang mendengar itu di buat heran.
"Ada apa dengan dia ini, apa dia bilang maaf padaku" Batin sela melihat ke arah belakang dan kanan kiri saking herannya.
"Apa kaka bilang padaku" Ucap sela tunjuk dirinya sendiri.
"Tentu saja, aku banyak salah padamu, aku minta maaf sela, aku minta maaf, sungguh...kakak tak bermaksud begitu padamu " Tangis sela tiba tiba saja pecah dengan memeluk sela erat penuh penyesalan.
Membuat semua orang yang berada di gedung yang sama dan lantai yang sama, seketika tatapan mereka hanya tertuju matanya, membuat sela kalang kabut jika sampai di lihat orang dan salah paham bagaimana.
"E e eh, semuanya... jangan melihat ku begitu...aku aku juga tidak tau, bukan aku yang membuat dia menangis ko" Elak sela dengan gugup ketika mata semua orang yang tadinya melihat mereka berdua malah tertuju padanya.
"Kakak sebaiknya pulang saja ka, jangan menangis kaya gini" Kesal sela melepaskan pelukan heti darinya karena dirinya tidak tau jika heti tunggal di tempat yang sama dengan nya, namun berbeda lantai.
" Tapi aku sedang mencari mu sel" Jawab Heti menatap sela.
Yang lagi lagi membuat sela tambah diam, sedetik kemudian, dia tersadar dengan sikap kakaknya ini, dan menatap matanya untuk mencari jawaban di sana.
"Kau tau ka?, aku mendengar ucapan mu sudah membuat ku merinding?" Ucap sela pelan yang hanya bisa di dengan mereka berdua.
"Apa aku menakutkan bagimu?" Tanya heti.
"Jika iya, aku minta maaf lagi" lanjut nya tak enak hati, dia pikir sela takut padanya.
Sela yang mendengar nya hanya bisa menghela nafas melihat dan mendengar kakaknya yang berperilaku berbeda ini.
Heti pun hanya mengangguk mengiyakan dan masuk ke lift bersama sela di sampingnya.
Setelah sampai di lantai atas, dimana tempat sela berada, mereka berdua masuk ke ruangannya, heti lagi lagi hanya mengikuti perintah sela untuk mengikutinya saja, sampai berhenti di tempat ruangan yang cukup luas, seperti ruang tamu.
"Duduk lah ka" Ucap sela ke arah heti yang langsung di laksanakan oleh nya.
Setelah heti duduk, sela meninggalkan nya sebentar dan balik lagi dengan membawa nampan berisi dua minuman dengan di temani beberapa cemilan di sampingnya.
"Minumlah dulu ka" Ucap sela setelah menghidangkan nya.
"Seharusnya tidak perlu sela, aku menemui mu hanya ingin meminta maaf soal semua yang pernah ku lakukan padamu" Ucap heti langsung ke arah pembicaraan, dirinya tidak mau menunda nunda untuk meminta maaf pada sela.
Biarkan jika sela tak memaafkan nya, toh disini dirinya yang salah telah memperlakukan sela tidak seperti adik dan keluarga nya dulu' itulah yang selalu dia katakan dari beberapa hari ini sebagai persiapan menghadapi sela.
Sela yang mendengar hanya bisa diam, bingung harus mengatakan apa pada seseorang yang dulu sebagai kakak itu.
Sebab dia tak pernah merasa dendam dengan kedua kakaknya itu, walaupun selalu bersikap semau nya padanya, namun dia sangat menyayangi keluarga pamannya itu, kecuali sang paman sendiri yang membuat dirinya marah sampai ingin dia masuk ke sel tahanan.
Tiba tiab sela terperanjat dengan sikap sang kakak yang malah duduk di bawah dengan memegang tangannya dengan meminta maaf.
"Aku tau kau sangat berat untuk memaafkan ku sel, tapi aku janji padamu, aku akan berubah seperti dirimu ,aku ingin jadi orang baik seperti mu sel, aku minta maaf sela, aku aku minta maaf" ucap sela dengan sungguh sungguh dengan diiringi suara tangisnya.
"Kakak kenapa kau nangis lagi begini, bangun lah, jika kau bersikap seperti ini, apa yang harus ku lakukan?" Ucap sela dengan membantu heti bangun.
Namun usahanya sia sia saja jika heti tak ingin beranjak dari tempat nya.
"Aku tidak mau bangun jika kau belum bilang jika kau memaafkan ku atau tidak" Geleng heti kekeh tak mau bergerak dari duduknya, yang membuat sela melihat nya sedikit kesal.
Bagaimana tidak kesal, dirinya baru saja pulang, ingin istirahat , dan malah mendapati kalanya yang menagis tidak jelas di depannya.
"Jangan kekanakan begini ka, sejak kapan kakak menangis dan minta maaf padaku,CEPAT BANGUN" Ucap sela dengan diiringi bentakan di akhir kalimat saking kesalnya dengan sikap heti yang tiba tiba.
"I i iya, aku aku akan bangun" jawab heti akhirnya bangun dari duduknya.
"Minumlah dan duduk dulu agar kaka tenang, jangan menangis di depan ku lagi" Ucap sela tak suka dengan sikap kakaknya.
Memang dirinya tidak suka jika melihat orang yang menangis dengan tiba tiba tanpa penjelasan yang pasti, kakaknya tak punya masalah, hidup enak, tidak bekerja, sekolah tinggi, kenapa tiba tiba menangis kencang di depannya sambil meminta maaf.
Sungguh.. itu adalah di luar ekspektasi sela, tidak pernah dia banyangkan jika orang yang sangat sombong dan suka berfoya fonya meminta maaf padanya sampai duduk di bawah tadi.
Heti yang mendengar sela menyuruh minum akhirnya menuruti untuk meminum nya dengan sesekali melirik sela. berharap sela mendengar ucapan nya.
Namun... seperti nya tidak....
.
Bersambung 🍁