Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
BAIK BAIK SAJA



"Semoga saja,itu kemauan ayah"Ucap Nugraha.


Mereka berdua akhirnya pulang kerumahnya setelah urusan di rumah sakit selesai...


Di apartemen...


Sela yang sudah sampai di antar brian menyuruh nya pulang setelah masuk ke kamarnya dengan di ikuti han.


"Tapi sayang,kau sedang tidak baik,apa kau benar benar mau sendiri di sini"Tanya brian, berharap sela tidak menyuruh nya pulang lagi.


"Iya,aku baik baik saja,hati hati di jalan"Ucap sela tersenyum.


Berbeda sekali dengan yang tadi ketika terus menangis, sekarang sudah terlihat seperti tidak terjadi apa apa menatap brian.


"Bang han,kau antar dia dengan selamat,ok"Lanjut melihatnya melirik han.


"Itu pasti, tapi apa kau sudah tidak apa apa?"Tanya han juga khawatir dalam hatinya seperti brian.


"Iya"Angguk sela.


"Yasudah,kami pergi dulu, kamu istirahat saja dulu"Ucap brian mengelus kepala sela perhatian.


Sela hanya mengangguk patuh mendengar ucapan brian.


"Jika kamu butuh sesuatu, jangan lupa hubungan aku"Lanjut brian.


"Hemm"lagi lagi sela hanya mengangguk.


"Dah"Lanjutnya.


Brian dan han pun keluar kamar sela dengan sendiri ragu ragu, sesekali melihat sela yang juga melihatnya yang hanya tersenyum, seperti mengisyaratkan dia baik baik saja.


Akhirnya brian dan han pun jadi keluar tempat sela berada, dengan menyuruh seseorang kesini melalui telpon brian.


"Kau kesini sekarang"Ucap brian ke seberang telepon.


"Baik tuan"


Tut' telepon pun di matikan oleh brian sepihak.


Sela yang di kamarnya, dirinya hanya duduk melamun di atas kasurnya, dengan keadaan terlihat sedih kembali sambil terlihat memikirkan sesuatu.


"Paman,pantas saja kau tak menganggap ku keluarga"Ucap sela.


"Ternyata itu memang kenyataannya"Lanjutnya.


Masih teringat dengan jelas di pendengaran nya Ketika paman nya mengatakan dia bukan lah pamannya,melainkan seorang teman ayah nya yang tega menghabisi temannya sendiri.


Bahkan kata kata itu terus terngiang-ngiang di telinganya setelah salsa menamparnya beberapa kali ketika dia ingin melawan, hanya satu Tamparan saja yang berhasil mendarat di pipi sela ketika dia membalas nya.


Karna itulah orang yang dia anggap paman bisa marah dan menamparnya juga dengan diiringi ucapan yang terdengar tidak sengaja,tapi itu kenyataan yang seketika membuat dirinya Kaget dan menangis tak percaya tadi.


"Kau bukan lah keponakanku"


"kau hanya anak temanku yang selamat setelah aku membunuhnya"


"Dan sebaiknya kau juga tidak hidup sampai sekarang jika aku tak membawa mu pulang"


"Harusnya kau bersyukur hanya ayah mu yang tiada, Tidak dengan mu"


Lagi lagi sela menangis ketika mengingat kata kata pamannya yang menusuk hatinya dan sangat membuat dirinya sesak nafas sesaat.


"Ayah ku meninggal karna ulah nya"ucapan pelan sela yang lolos dari bibirnya.


"Tapi kenapa dia tidak masuk penjara,dan kenapa aku tidak tau sampai sekarang jika dia tidak keceplosan tadi"Lanjutnya.


"Tidak, jangan pikirkan hal itu sela, berpikirlah, bagaimana caranya agar menemukan bukti itu,dan akan ku masukkan dia kedalam penjara"Ucap sela dengan menggebu dan yakin.


"Dia sudah menghilangkan ayah mu sela"ucapnya Ke diri sendiri.


"Ayah,maafkan aku tidak tau hal ini,aku akan membalasnya untuk mu ayah untuk mencari bukti,dan akan ku bawa dia ke dalam sel penjara"Ucapnya lagi.


Baru saja dirinya selesai berbicara,dia mendengar suara ketukan pintu dari luar, diapun langsung membukanya.


Terlihat dua wanita dan satu pria yang sedang melihat nya dengan menunduk sopan ketika dia membuka pintunya.


"Siapa?,apa kalian salah masuk?"Tanya sela heran.


"Maaf nona,kami di perintahkan tuan untuk datang ke sini dan menjaga nona"Jawab pria itu yang ternyata suruhan brian tadi.


Karna brian khawatir keadaan sela, mangkanya dia menyuruh membawa dua pembantu perempuan ke apartemen nya.


Sedangkan sela hanya diam sesaat sebelum mempersilahkan mereka masuk.


Mereka semua akhirnya masuk ke apartemen sela mengerjakan apa yang harus mereka kerjakan, seperti dua wanita itu yang akan membuatkan dan membantu sela seperti pelayan yang seharusnya.


Sedangkan pria tadi untuk berjaga jika sela kenapa napa dan membutuhkan sesuatu selain kedua pelayan itu.


"Sebenarnya ini tidak perlu,tapi tak apa lah, seperti nanti malam aku akan keluar"Pikir sela.


Berbeda di mension brian yang lagi lagi terlihat marah ketika melihat rekaman yang di kirimkan anak buahnya mengenai kejadian di restoran.


Hanya saja dia di Vidio itu tidak terdengar suara dari salsa dan ayahnya maupun sela,jadi dia tidak tau apa yang mereka bicarakan,hanya saja dia bisa lihat jika sela jadi korban disini.


"Beraninya dia"Geram brian.


Rey dan temannya yang lain yang baru datang menghampiri brian dengan keadaan marah dan geram, mereka juga tau kejadian ini.


"Brian, kenapa kau membiarkan sela seperti itu oleh mereka berdua "Ucap rey.


"Brian tak mungkin rey,tapi mereka berdua yang salah"Ucap angga.


"Aku tau itu,tapi kenapa kau tak mencegah nya,dia itu adikku"Teriak rey lagi dengan menggebrak meja.


"Dia juga kekasih ku,mana mungkin aku membiarkan nya"Jawab brian sama seperti rey yang menggebrak meja.


"Kalian berdua,diam!"Teriak angga.


"Apa kalian harus bertengkar seperti ini"Lanjut nya dengan nada biasa.


"Bagaimana dengan keadaan sela sekarang?"Tanya Angga.


"Aku lihat keadaan nya mulai baik,tapi aku masih khawatir ketika dia memintaku pulang dari apartemen nya"Jawab brian.


"Tapi dia memaksa,jadi aku menyuruh seseorang menjaganya saja"Lanjut nya.


"Aku akan melihat sendiri"Ucap rey yang langsung pergi menggunakan mobilnya.


Brian dan temannya juga mengikuti dari belakang dengan satu mobil bersama, dengan di kendarai oleh han.


Tidak lama kemudian, mereka berempat pun datang dan langsung masuk ke apartemen sela.


"Adik"


"Sela"


"Sayang"


Ucap mereka bersamaan...


Sela yang mendengar suara mereka melihat nya kebelakang, kebetulan dirinya juga sedang minum yang di buatkan pelayan yang dia anggap dadakan.


Pria tadi hanya menunduk sopan ketika melihat mereka masuk.


"Dev kenapa kau kesini lagi, sudah ku bilang aku baik baik saja"Ucap sela.


Brian tak menjawab,dan memilih memeluk sela dengan erat.


"Maaf kan aku,andai aku tadi datang tepat waktu, mungkin kau tidak akan di sakiti mereka"Ucap brian.


"Aku tidak apa apa, kenapa kamu tiba tiba seperti ini"Heran sela.


"Abang dan kami semua sudah tau apa yang terjadi"Ucap rey menghampiri sela.


"Apa kamu sudah lebih baik?"Tanya angga.


"Iya"Angguk sela.


"Dan kenapa abang semua kesini"Lanjutnya.


"Dasar kamu ini"Ucap rey mengacak-acak rambut sela.


"Abang khawatir sama kamu"Lanjutnya dengan suara di buat kesal.


"Maaf jika membuat kalian semua khawatir"Ucap sela tak enak.


.


.


.


Bersambung 🍁