Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
KHAWATIR BRIAN



"Selamat siang tuan,apa kami berdua kelamaan"Ucap orang tersebut yang baru datang.Siapa lagi jika bukan tuan nugraha dan putri pertamanya salsa.


"Sangat"Ucap kenzo datar.


Sama seperti brian dan teman temannya,kenzo dan pandi akan bersifat dingin dan datar ketika bersama yang lain, kecuali ke sesama orang yang di anggap dirinya dekat, seperti ke pada sela sebagai sekertaris yang sangat dekat dengan nya selain pandi.


Ternyata Ketika salsa ke perusahaan kenzo,tuan nugraha sedang menunggunya di dalam mobilnya.


"Tidak apa apa tuan, nona,silahkan duduk"Ucap sela dengan tersenyum ramah, seakan-akan orang yang di hadapan ini sebagai klien biasa dia hadapi.


"Kau ini sel,sama paman sendiri juga, jangan panggil paman tuan dong"Ucap tuan Nugraha sambil duduk dengan sedikit tertawa.


"Iya,apa begini cara mu memanggil pamanmu"Timbal salsa dengan tersenyum sinis melirik sela.


Sela hanya tersenyum melihat sebagai jawabannya.


"Jangan banyak bicara,apa yang ingin di bahas"Ucap kenzo lagi lagi terdengar datar dan dingin.


Seketika dua orang yang ada di sana terdiam melihat nya dengan tatapan canggung dan seperti takut jika salah bicara, kecuali sela yang memutar matanya malas.


"Apa bisa sekali saja dia bersikap seperti biasanya"Ucapnya.


"Tuan kami hanya Ingin bilang,jika..."Ucapan tuan nugraha terpotong ketika kenzo mengangkat telapak tangan nya ketika ada telepon masuk di handphone nya.


"Sebentar "ucapnya kenzo mengangkat telepon nya.


"Baik tuan, silahkan "Jawab Nugraha mengangguk.


"Sela,kau temani mereka berdua dulu,saya mau keluar"Pinta kenzo sebelum keluar ruangan tersebut dengan sesekali berbicara di telepon.


"Tapi tuan.."Ucap sela tercekat ketika kenzo sudah berjalan keluar.


Tinggallah dirinya bersama kedua orang yang dia anggap keluarga itu.


Seketika keadaan menjadi hening beberapa saat...


"Apa kau sudah puas di luar adik ku?"Tanya salsa menyeringai.


"Apa maksudmu?"Tanya sela dengan berani.


"Wah,baru beberapa hari kau pergi dari rumah,sikapmu sudah berubah saja"


"Ya,dan ini aku yang sebenarnya,apa kau iri"Jawab sela tersenyum mengejek.


"Untuk apa aku iri dengan anak yang tak punya orang tua seperti mu"Jawab salsa yang menyakiti hati sela ketika menyangkut orang tuannya.


Tentu saja di dalam hati salsa sangat iri ketika mengetahui pekerjaan sela, dari cara berpakaian Sekarang dengan ketika di rumah saja sangat terlihat berbeda.


Sedangkan nugraha yang mendengar anaknya begitu terkejut mendengar ucapan putrinya.


"Kau tidak sengaja sudah memujiku, terima kasih ka"Jawab sela.


"Apa maksudmu memuji,apa kau bodoh tidak bisa membedakan mana memuji mana menghina"Ucap salsa kesal,bukan Jawaban itu yang dia ingin kan dari sela.


"Tentu saja aku tau, mangkanya aku bisa bekerja di perusahaan besar,tidak seperti mu,punya keluarga,tapi bekerja saja masih di perusahaan ayahmu,huh"Ucap sela dengan nada santai.


Salsa yang mendengar itu tambah kesal,dan langsung menampar pipi kiri sela dengan cukup keras.


Plak


"Apa maksudmu berbicara begitu kepadaku hah"Teriak salsa marah.


"Bukan kah kau yang dulu menghinaku"Jawab salsa dengan sedikit berteriak.


Tanpa di sadari, Brian dan han ternyata makan di restoran yang sama dengan sela dan kenzo.Mereka berdua sedang berjalan keluar restoran untuk pulang.Tapi di tengah jalan, mereka berdua melihat kenzo sendirian sedang bertelepon.


Brian pun melihat kanan kiri, siapa tau ada sela bersamanya.


"Sedangkan apa tuan"Tanya han.


Brian tak menjawab, dia malah menghampiri kenzo dan menepuk pundaknya.


"Jika kalian berdua ingin berkelahi,jangan sekarang"Ucap han yang melihat mereka berdua.


"Dimana sela?"Tanya Brian dingin.


"Kenapa mencari sekertaris ku"


"Jangan banyak Tanya,dimana dia"Tanya brian menckeram kerah nya yang langsung di tepis nya.


"Dia didalam bersama pamannya"Jawab kenzo.


Brian yang mendengar nya tentu saja kaget, bagaimana jika dia melakukan hal yang tak diinginkan olehnya, diapun langsung bergegas masuk ke dalam ruangan sela,diikuti han dan Kenzo di belakang.


Dia seketika tersenyum gembira melihat sela yang sedang berdiri di depan salsa dan paman nya.


Tapi senyuman itu tidak begitu lama di gantikan dengan amarah yang terlihat di wajahnya dengan di campur khawatir ketika melihat sela sedang tersenyum dengan mata berair,dan tak lupa dengan tangan nya memegang pipinya yang memerah.


Diapun menghampiri sela dan langsung memeluknya dengan melihat wajahnya di lanjut memegang pipi sela yang memerah bekas tamparan dari tangan salsa beberapa kali.


"Siapa yang membuat mu seperti ini sayang?"Tanya brian khawatir.


Sela hanya diam dengan tatapan kosong melihat pamannya yang hanya terdiam, tanpa perduli ada nya brian dan yang lain.


Sedangkan paman dan salsa terdiam kaku ketika melihat Brian datang dan langsung memeluk sela seperti itu, dengan diiringi kata kata yang membuat semua orang kaget jika brian dan sela sepasang.


"Apa ini bekas tamparan?"Ucap brian dengan geram dan marah.


"Siapa yang melakukan nya,apa kalian berdua"Lanjutnya dengan menunjukkan Nugraha dan salsa.


Baru saja brian ingin melangkah menghampiri keduanya dengan keadaan di selimuti amarah,tangan sela memegang tangan nya yang membuat dirinya terhenti dan melihat sela.


Sedangkan sela yang di tatap brian hanya terdiam,dan melihat nya.


"Ada apa sebenarnya, kenapa adik ku bisa seperti ini"Teriak han marah ke arah Nugraha dan salsa.


"Adik"Ulang mereka tambah kaget.


"Apa ini sakit"Ucap brian mengelus pipi sela dengan nada lembut.


Sela hanya menggeleng pelan.


"Aku ingin sendiri dulu"Jawab sela dengan ke adaan seperti syok.


"Iya,ayo kita pulang"Ajak brian menarik tangan sela keluar.


Biarkan lah masalah ini dia tau dari anak buahnya yang ada di dalam ruangan itu.


"Jika aku tau itu kalian,awas kau"Ucap Han dengan nada mengancam.


"Jika aku tak bisa membalasnya,maka yang lain yang akan menghukum kalian"lanjutnya dan keluar mengikuti sela dan brian.


Sela yang sudah di dalam mobil brian hanya terus menangis,dan itu membuat brian tambah khawatir.


"Sudah nya,kita akan pulang,ok"Ucap brian berusaha menenangkan.


"Han,kau yang mengemudi"Ucap Brian ketika melihat han datang.


Han hanya mengangguk kecil dan masuk ke tempat mengemudi, sedangkan sela dan brian duduk di belakang sebagai penumpang.


"Sebenarnya ada apa sayang, jangan buat aku tambah khawatir"Ucap Brian yang terus berusaha membuat sela tenang yang terus menangis.


"Di dia dia, me mereka, paman dia"gugup sela tak bisa menjelaskan.


.


.


.


Bersambung 🍁