
"Sepertinya ada yang dia sembunyikan dari ku"Ucap sela merasa curiga.
"Mba, jika kalian ingin istirahat, kamar nya di sebelah sana"Ucap sela menunjuk kamar yang satunya lagi ke arah pelayan.
Walaupun tadinya dirinya tinggal sendiri, tapi untung saja dirinya memesan apartemen yang kamarnya dua waktu itu, berniat hanya untuk berjaga-jaga saja jika kamar miliknya sedang tidak di pakai.
"Mba,tapi maafnya, kamarnya cuma satu"Lanjut sela tak enak menatap kedua nya.
"Tidak apa apa nona,kami paham ko"Jawab salah satu dati mereka.
"Dan makasih untuk tumpangan ya"Lanjutnya.
Sebenernya ini bisa di anggap tumpangan juga bagi mereka, karena mereka di suruh oleh tuan nya,bukan pemilik apartemen nya.
"Iya"Jawab sela tersenyum.
Setelah mengatakan itu,sela pun berjalan ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang terasa lengket harus segera mandi bekas beraktivitas dari tadi pagi sampai siang.
Sedikit,semenit,sejam,dan bahkan beberapa jam kemudian,langit yang tadinya cerah sudah di gantikan oleh langit berwarna gelap,pertanda hati sudah malam,dan waktu sudah menunjukkan jam delapan malam.
Sela yang sudah siap siap untuk keluar sedang duduk di kasurnya sambil berusaha menghubungi seseorang.
"Aissh,mana sih buk jun"Ucapnya berusaha menghubungi beberapakali kali,tapi tak di angkat angkat.
"Ayo dong buk jun,angkat teleponnya!"Ucap sela sedikit kesal.
"Hah, sudah lah, mending aku keluar saja dulu"Ucapnya menaruh handphone nya ke dalam tas kecilnya.
Dua pelayan yang sedang membereskan apartemen yang begitu rapih itu seketika melihat sela yang baru keluar kamarnya.
"Nona mau kemana?"Ucapnya bertanya sambil memerhatikan pakaian sela yang terlihat santai,hanya celana panjang dan baju yang berlengan panjang,di tambah tas kecil yang dia pakai.
"Aku akan keluar sebentar, kalian jaga rumah ku"Jawab sela.
"Baik nona,tapi anda mau kemana?"Tanya pelayan lagi.
Walaupun mungkin sedikit mengganggu sela,tapi itu pekerjaan yang harus mereka jalankan,selain membantu sela dalam hal memasak dan semacamnya,dan itu atas perintah brian.
"Sudah ku bilang aku akan keluar sebentar"Jawab sela lagi.
"Biar ku antar nona"Pinta pria yang di suruh menjaganya.
"Tidak us..."Jawab sela terpotong olehnya.
"Tapi nona,aku harus mengikuti mu terus,jika tidak,aku akan di pecat nanti nona"Ucapnya.
Sela yang mendengar kata kata pecat dari ucapannya mengganggu setuju.
"Baiklah,tapi kau ganti baju dulu biar kelihatan oleh ku, jangan memakai serba hitam begitu,ini malam"Ucap sela.
"Baik nona"Jawab pria itu, diapun melihat salah satu pelayan membawa sebuah baju di tangan nya.
Pria itu langsung mengambil dan berganti pakaian di salah satu kamar mandi di sana.
"Ayo nona"Ucapnya keluar kamar mandi dengan baju berubah warna menjadi biru.
"Ternyata kalian sudah mempersiapkan rupanya"Ucap sela begitu saja,yang hanya di jawab senyuman ramah dari mereka.
Sela dan pria tersebut akhirnya berangkat menggunakan mobil yang di bawa pria itu tadi ketika dirinya kesini, dengan sela yang duduk di samping nya.
Karna dia tidak mau jika duduk sendirian di belakang, padahal pria itu sudah beberapa kali menyuruhnya duduk di belakang dengan beralasan di suruh tuan nya,tapi tak mempan ternyata.
"Nona, sebenarnya kita mau kemana?"Tanya pria itu sambil menyetir dengan kecepatan sedang.
"Bukan kita,hanya aku!"Tegas sela.
"Maksud saya begitu nona"
"Sudah kubilang tadi hanya keluar,jadi harusnya sekarang jalan jalan, bukan naik mobil"Jawab sela berusaha menghubungi buk jun kembali,Tapi lagi lagi tak di angkat, bahkan sekarang tak terhubung sama sekali.
"Iya nona"Jawabnya.
Di apartemennya sela...
Brian yang sedang berada di ruang kerjanya baru sampai dari markasnya untuk memberi sedikit pelajaran pada pria itu, langsung mengangkat telepon nya Ketika mereka yang menjaga sela menelepon nya.
"Hemm"
"Tuan,nona barus saja keluar dari apartemen nya"
"Kemana?"
"Tidak tau tuan,dia tidak bilang ketika saya tanya mau kemana "
Setelah mendengar ucapan pelayan itu,brian mematikan sambungan telepon nya dan melihat ke arah mana sela berjalan melalui GPS yang dia pasang di kalung nya(apa kalian masih ingat?).
"Ngapain malam malam begini keluar sayang "Ucap brian pelan ketika melihat lokasinya.
Diapun bergegas keluar mension nya menuju sela berada menggunakan mobil hitam dengan berkilau berwarna biru miliknya.
Di pasar malam yang di adakan di pantai...
Sela yang sedang duduk di salah satu kursi di sana dengan di temani pria itu yang duduk hanya berdiri di belakang nya, seperti seorang pengawal yang sedang menjaga atasannya.
Tidak lupa juga seorang wanita paruh baya yang sedang duduk di depan nya, siapa lagi jika bukan buk jun yang dia hubungi tadi tak bisa,dan malah dia menemui ketika dirinya melihat buk jun sedang berjalan tidak jauh dari sana.
Buk jun yang melihat dirinya kaget tadi sambil memeluknya langsung, begitu juga dirinya yang merindukan buk jun yang dia anggap seperti ibunya ketika di kediaman pamannya.
"Kenapa buk jun bisa disini?"ucapan pertama sela yang dia layang kan ke buk jun dengan heran.
"Buk jun sudah di pecat non"Jawabnya.
"Kenapa?"
"Waktu nona sela pergi malam itu,dan keesokan harinya saya di pecat ketika mereka tau jika non kabur dari rumah"Jawab buk jun dengan biasa saja, seperti tidak sedih jika keluar dari pekerjaannya.
Ya, dirinya waktu itu langsung saja di pecat ketika semua orang curiga dan pasti tau jika sela pergi dia mengetahui nya.
Sedangkan sela yang mendengar nya begitu tak enak,buk jun di pecat Karna ulahnya' pikirnya.
"Maafin sela nya buk jun,karna sela,buk jun di pecat dari rumah paman"Ucapnya tak enak.
"Tidak apa apa,buk jun tidak sedih non"Jawab buk jun tersenyum.
"Dan ngapain nona kesini malam malam?"Tanya buk jun ketika mengingatnya.
"Sela mencari mu buk jun,tapi buk jun tak mengangkat panggilan ku, bahkan itu sudah puluhan kali"Jawab sela.
"Kenapa,apa ada yang mau nona tanyakan sampai mencari ku seperti itu"Tanya buk jun penasaran.
"Dan maaf non,karena dari tadi buk jun gak pegang handphone"Lanjutnya.
"Iya,yang penting aku sudah ketemu"Ucap sela.
"Tapi seperti nya jangan disini buk jun"Lanjut sela dengan suara pelan,hanya di dengar oleh nya dan buk jun.
"Apa ini masalah yang serius "Tanya buk jun dengan suara seperti sela, bahkan wajah keduanya di dekat kan agar tidak ada yang dengar.
"Sangat serius"Jawab sela menyakinkan.
"Baik,jika seserius itu jangan disini"Ucap buk jun.
"Baiklah, ayo"Ajak sela berdiri dari duduknya, begitu juga buk jun.
"Sudah nona?"Tanya pria itu yang dari tadi melihat keduanya.
.
.
.
Bersambung 🍁