
"Dan apa kalian bisa membantu masalah ini?"Ucap sela.
Dia tidak tau saja jika mereka tau masalah ini, pasti akan cepat selesai,apa lagi mereka semua kalangan mafia.
"Sayang"Panggil brian.
Sela pun otomatis menengok ke arahnya dengan muka seperti berkata"apa"
"Apa ada yang kau pikirkan, kenapa seperti melamun?"Tanya brian.
"Jika ada masalah lain katakan saja sel"Ucap rey.
"Jangan jangan mereka berdua berbicara yang tidak tidak dengan mu tadi"Lanjutnya menduga duga.
Mereka berempat sampai sekarang memang belum tau tentang semua ucapan yang berada di vidio, karena memang tidak ada suara,entah lah.
"Bukan apa apa, sudah jangan bertanya lagi,cepat habiskan, setelah itu kalian semua pulang"Ucap sela meneruskan makan nya yang sempat tertunda.
"Etssh, tidak bisa begitu,kami akan di sini semalaman menjagamu sel"Ucap angga protes tak terima jika dirinya di suruh pulang,dan itu di angguki yang lain juga.
Niat nya ke sini memang menengok sela dan menjaga nya.
"Iya,kami semua akan disini"Ucap rey.
Sela yang melihat reaksi mereka menjadi bingung...
"Jika mereka disini, pasti tidak mengizinkan aku keluar nanti malam"pikir sela.
Diapun memikirkan alasan apa yang akan cocok agar mereka tak di sini.
"Kalian banyak kerjaan bukan?"Tanya sela.Berharap pertanyaan ini akan membuat ketiganya berpikir dua kali.
Tapi itu tidak berhasil ketika semua menjawab.
"Tidak"
"Ada urusan?"
"Tidak"
"Mmm"Gumam sela berpikir, pertanyaan apa lagi yang membuat mereka tidak jadi di sini...
Tiba tiba suara telepon masuk di handphone brian yang langsung mengangkat nya.
"Hemm"
"Apa!"kaget brian yang membuat semua orang saling tatap, termasuk sela yang melihat nya bingung.
"Aku akan segera kesana"Lanjutnya sebelum telepon terputus olehnya.
"Ada apa,apa ada sesuatu?"Penasaran sela.
"Iya,ada pekerjaan yang harus aku selesaikan sekarang"jawabnya menatap sela.
"Syukurlah"Ucap sela lega mendengar nya.
"Yasudah sana, emang pekerjaan apa itu sampai sampai kau terlihat kaget tadi?"Tanya sela lagi penasaran.
Semua abang pun seketika terdiam mendengar pertanyaan sela.Mereka bisa menebak jika masalah ini menyangkut kelompok diamond.
"Tidak,tidak ada apa apa, hanya refleks saja tadi"Ucap brian beralasan.
"Aku harus kesana sekarang sayang,dah, selamat malam untuk mu"Pamit brian mencium kening sela sebentar.
"Ihhhh,apaan sih main cium cium segala"Ucap sela dengan muka kesal,yang membuat brian tertawa melihat nya.
"Gitu aja marah"Ucap brian sambil tertawa dan mengacak acak rambut sela.
"Kalian jaga dia"Lanjut nya ke arah teman temannya yang hanya di angguki mereka.
"Hati hati dev"Ucap sela tersenyum melihat brian yang juga membalas senyuman.
Akhirnya brian pun keluar dari apartemen itu menuju markasnya dengan cepat.
"Kau ingin melawan ku rupanya"Gumam brian sinis sambil menyetir.
Kembali ke apartemen....
"Bang, kalian tidak ikut?"Tanya sela.
"Sudah lah,dari tadi kau ini banyak tanya"Ucap angga bercanda.
"Kalian mengirim pria itu untuk apa?"Tunjuk sela ke arah pria yang hanya diam itu(anak buah brian).
"Tentu saja untuk menjagamu"Jawab mereka.
"Ayolah,aku akan baik baik saja di sini,ini rumahku bang"Lanjut nya.
"Ya ya ya,kami akan pulang,jadi habiskan makanan mu"Ucap rey mengalah.
"Tidak ada salah nya jika sela di sini bukan,tidak ada yang terlalu di khawatir kan juga"Pikirnya menyetujui.
Begitu juga sela yang seketika tersenyum manis mendengar nya.
"Tapi rey..."Ucap angga terpotong rey.
"Tidak apa apa ga,dia adik mu juga, dan dia meminta ya"Ucapnya.
Angga hanya diam mengangguk mengerti...
"Hah"Helaan nafas angga.
Makan pun dilanjut Kembali sampai selesai,dan sela langsung membereskan nya, dengan di bantu dua pelayan tadi.
Sedangkan ke tiga abang sedang duduk di ruang tv di apartemen itu.
"Biarkan kami saja yang memberikan nya nona"Pinta pelayan.
"Iya, makasih nya"Jawab sela setelah.
"Sama sama nona,kan itu memang pekerjaan kami"Ucap pelayan ramah.
Setelah mendengar itu, sela pun berjalan menghampiri ke para abang nya.
"Kami akan pulang dulu,jika butuh sesuatu, katakan saja padanya"Ucap rey menunjuk pria itu.
"iya bang"
"Abang juga,kau hati hati disini,jika dia tidak bisa menjagamu, hubungi abang nya"Ucap angga mengelus kepala sela seperti biasa.
"iya bang"
"Bang han, apa kau tidak mau mengatakannya seperti bang rey dan bang angga?"Tanya sela tersenyum melirik keduanya yang tadi dia sebut yang hanya menatap dirinya malas.
"Abang bilang begitu khawatir padamu"ucap rey.
"Tidak, Abang tidak akan bilang sepertinya"Jawab han.
"Abang akan pulang dulu"Lanjut nya.
"Hati hati di jalan nya bang"Jawab sela melihat semuanya.
Merekapun akhirnya pergi dari sana dengan menggunakan mobil yang di antarkan oleh petugas di rumah mereka.
Karna tadi kan hanya bawa mobil dua, sedangan mobil satu tadi di bawa brian,jadi mereka menyuruh petugas membawanya ketika selesai makan.
Di markas...
Brian yang baru saja sampai langsung menuju keruangan bawah tanah dengan wajah datar dan begitu dingin, tempat dimana seorang pria yang di panggil ayah oleh kenzo berada.
Brak' suara pintu di tenda brian dan masuk keruangan itu yang terlihat gelap dan menyeramkan.
Dan langsung menatap pria itu yang terlihat babak belur, pakaian acak acakan,dan begitu banyak bekas luka di tubuhnya dengan di kelilingi para pasukan nya yang berjumlah dua puluh orang,ke adaan pria itu terlihat sangat acak acakan dan menyeramkan ketika di lihat, seperti tidak terurus,tapi itu memang kenyataan.
Setelah dia di bawa kesini oleh brian, Dirinya terus di hajar dan di pukul oleh para pria kekar di sana sampai tak berdaya.
Ketika pria itu ingin melawan, dirinya langsung di hajar habis habisan atas perintah brian, sebagai pembalasan untuk perbuatan yang tega membunuh temannya sendiri,yaitu orang tuan brian sendiri.
"BOS"Ucap mereka semua ketika brian masuk dengan menuduk sopan.
Brian tak menjawab,dia malah memilih menghampiri pria itu yang sedang tergeletak di lantai begitu saja,dan mencengkeram wajahnya,yang membuat pria itu berubah posisi menjadi duduk dan menatap brian yang sedang menatap nya tajam, membuat dirinya merinding sendiri melihat nya.
"Kau berusaha kabur bukan"ucao brian
"Jangan harap kau bisa kabur"Lanjut brian terdengar dingin sambil melepaskan cengkeraman pria itu dengan kasar.
Sela yang berada di apartemen nya merasa ada yang aneh dengan brian...
"Sepertinya ada yang dia sembunyikan dari ku"Ucap sela.
.
.
.
Bersambung 🍁