Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
FLASHBACK OF



"Mana bisa aku meninggalkan nya"Tolak brian tegas.


Tuut tuut' Suara telepon dari handphone brian yang langsung di angkat olehnya.


"Tuan,Apa tuan baik baik saja,Jika bisa,Tuan kekantor sekarang,Polisi menemukan sesuatu di area kecelakaan tadi"Ucap si penelepon.


"Seperti bisa di jadikan petunjuk menemukan si pelaku tuan"Lanjutnya.


"Sekarang saya akan segera kesana"Ucap brian mematikan sambungan telepon.


"Ada apa lagi bri"Tanya angga.


"Saya harus ke kekantor polisi sekarang"Jawab brian.


"Kita bertiga juga akan ikut"Ucap anggi.


"Siapa yang sudah membuat adik ku masuk rumah sakit"lanjutnya dengan menggebu.


"Siapa yang jagain sela di rumah sakit "Tanya brian.


"Buat apa ada suster dan dokter"Ucap mereka yang tidak ada jawaban dari brian,Dan memilih pergi ke luar rumah sakit yang di ikuti mereka bertiga di belakang menuju kantor polisi.


****


Setelah beberapa menit bahkan jam sudah berlalu, Mereka berempat kembali lagi kerumah sakit dengan muka datar dan dingin sampai di depan ruangan sela yang sudah tadi di operasi.


Ketika mereka berempat masuk,ke adaan ruangan sudah sepi dan kosong tanpa siapapun selain mereka.


"Dimana sela"Tanya kaget rey tanpa di jawab oleh mereka semua,Dan langsung bergegas ke ruangan sang dokter yang tadi memeriksa sela(deril).


Deril yang sedang duduk melihat data para pasiennya seketika terkaget mendengar bentakan dari reyhan dan langsung melihat mereka berempat.


"Dimana pasien yang tadi kau rawat hah"Bentak rey sambil menggebrak meja.


"Yang atas nama sela andini"Ucap deril tanpa ada jawaban dari mereka yang hanya menatap dirinya itu.


"Pasien ini dibawa oleh yang mengaku sebagai keluarganya tadi"lanjut deril.


"Syukurlah jika keluarganya yang membawanya"Ucap mereka berempat lega.


"Apa keluarganya itu terlihat marah,Jika iya,aku akan meminta maaf,Ini semua salah ku"Ucap brian.


"Tidak, Mereka semua tidak marah,Dan bahkan terlihat cuek ketika membawanya"Jawab deril.


"Terus,Apa dia terluka parah,Apa ada yang serius"Ucap brian serius dengan nada khawatir.


"Dari pemeriksaan, Sepertinya dia tidak akan..."Ucapan deril terhenti.


Flashback of


"Tidak akan apa?"Penasaran sela menatap brian yang terlihat sedih,Begitu juga semua teman brian yang tadi datang Ke mension mendengar semua cerita brian dengan detail itu.


"Tidak akan mengingat brian,begitu juga kami"Bukan brian yang jawab,Melain mereka bertiga bersama dengan nada sedih.


"Maksud kalian?"Bingung sela.


"Kamu terkena amnesia,makanya tak mengingat kami semua dik"Jawab angga


"Oh,jadi dia perempuan itu ternyata,Pantesan saja dirimu dari semalam terus memarahi ku agar dia cepat sembuh"Ucap deril berjalan ke arah mereka semua dari arah kamar tamu yang tadi malam dirinya menginap.


"Eh,Kok ada pak dokter disini"Ucap sela memang tidak tau, Semalam dirinya di obati dengan ke adaan terpejam(tidur).


Sedangkan mereka semua yang ada di sana menahan tawa mendengar ucapan sela.


"Iya,Sebenarnya PAK dokter ini yang mengobati mu semalam sayang"Ucap brian menjelaskan kata pak.


"Kenapa dengan adik?"Penasaran mereka bertiga.


"Apa yang dia obati,Emang aku sakit apa?"penasaran sela, Perasaan dirinya tidak ada penyakit yang harus di obati.


"Apa kamu tak merasakan pundak mu yang tidak terasa sakit itu SAYANG"Ucap deril duduk bergabung dengan mereka yang langsung dapat hantaman bantal di wajahnya oleh brian.


"Apa kau ingin merasakan wajahmu ku pukul"Geram brian, Sedangkan deril hanya nyengir mendengar ucapan brian.


"Iya juga, kenapa tak terasa nya"Ucap sela memegang pundaknya yang tidak terasa sakit.


"Apa pria baj.."Ucap angga tak jadi meneruskan yang di potong brian.


"hampi saja"Ucap angga


Tuut tuut' Suara telepon dari handphone sela yang langsung di angkat olehnya.


"Sekertaris sela,Apa kau tidak akan ke perusahaan?, Kenapa?"Tanya di seberang sana langsung, Yang ternyata pandi yang sedang di kantor di kursinya.


"Iya,Saya akan ke perusahaan"Jawab sela.


"Oh,Kirain"Ucap pandi.


Sela yang mendengar itu langsung melihat jam yang ada di handphonenya.


"Astaga"Kaget sela sedikit berteriak.


"Ada apa"Ucap mereka berempat di tambah deril yang juga kaget mendengar teriakkan sela.


"Iya,Saya akan segera kesana"Ucap sela ke telepon dan langsung mematikannya dan bergegas keluar mension yang di ikuti mereka berlima sampai keluar.


"Ada apa sayang"Tanya brian ke arah sela.


"Kalian semua mengganggu waktuku,Tuan brian bahkan tanpa di sadari bercerita selama tiga jam"Ucap sela marah sedikit keras,yang membuat ke limanya melihat arloji masing masing.


"Iya benar"Gumam mereka bersama melihat waktu yang menunjukan jam 10 pagi.


Sela tak menghiraukan mereka berlima,Dan memilih berlari ke arah pagar yang menjulang tinggi itu yang cukup jauh menurut nya, Bahkan sangat jauh untuk ukuran pagar dengan rumah biasanya.


"Hah hah hah, Astaga kenapa juga pagarnya sangat jauh"Ucap sela sambil berlari, Sesekali menarik nafasnya.


"Eh"ucap mereka baru menyadari sela tidak ada,Dan melihat dirinya sedang berlari menuju keluar pagar.


"SAYANG MAU KEMANA"Teriak brian keras ke arah sela yang tak di hiraukan dan akhirnya sela keluar pagar tersebut setelah di bukakan oleh penjaga sana.


Brian dan yang lain menaiki mobilnya masing masing menuju sela yang masih di luar mension.


"Mau kemana, Kenapa harus lari begitu,Kamu taukan ini jauh"Ucap brian melihat sela yang seperti menunggu sesuatu.


"Gara gara kalian, Saya telat tau"Kesal sela.


"Ayo naik"Ajak brian.


"Disini tidak akan ada taksi yang lewat"lanjut brian.


Sela yang mendengarnya berfikir sebentar,Dan memilih menaiki mobil brian sekarang,Bisa bisa dirinya di pecat oleh bosnya kan.


"Iya"Ucap sela dan menaiki mobil brian yang duduk di samping brian di tempat mengemudikan.


"Makasih nya tuan"Ucap sela.


"Terserah"Ucap brian menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang di ikuti mobil teman temannya di belakang.


Sedangkan deril yang memang bekerja sebagai dokter, Dirinya berbeda tujuan,Yaitu kerumah sakit miliknya.


"Apa dia marah"Gumam sela pelan masih bisa di dengar brian.


"Makasih tuan sudah mengijinkan saya tinggal di Mension tuan semalam"lanjut sela tanpa ada sahutan dari brian.


"Sabar brian,Dia sedang tak mengingat mu sekarang,Mau terimakasih atau bilang tuan, Terserah dirinya"Ucap brian.


Mereka akhirnya sampai di depan perusahaan daraga,Sela yang memang mau kesana langsung saja keluar dari mobil brian.


"Sekali lagi terimakasih tuan"Ucap sela sopan sebelum masuk ke perusahaan.


Kenzo yang sedang bekerja di ruangannya di lantai atas,Tak sengaja melihat sela dan keempat mobil tersebut mengantarkan sela.


"Siapa mereka semua?"ucap kenzo sendiri.


.


.


.


Bersambung 🍁