
Semua orang akhirnya makan bersama dengan sesekali di iringi candaan..entah siapa yang memulai ya.
Begitu juga para manusia yang sedang di sekitar mereka,biasa nya brain tak akan mau jika banyak orang di sekitar nya jika bukan karena urusan kerja kaya gini,tapi demi kenyamanan sela yang sesekali terlihat tertawa dengan candaan mereka...rasa tak nyaman hilang begitu saja tergantikan oleh senyuman bahagia melihat nya.
Beberapa waktu kemudian, akhirnya acara makan siang pun telah selesai dan langsung pergi dari restoran tersebut.
Bukan pergi,lebih tepatnya hanya keluar dari ruangan dan pergi keluar restoran,tapi seperti nya akan lama jika sang mamah terus meminta nya balik ke rumah aslinya yang berada di negara lain.
Membuat pandangan mereka berbeda beda.. begitu juga sela yang memang bahagia bersama mamah nya dan abang sebenernya.Tapi dirinya tak mungkin meninggalkan pekerjaan yang sudah dia dapatkan dengan susah panyah itu,dan apartemen yang sudah dia pesan selama setahun, tidak mungkin kan dirinya meninggal begitu saja.
Pesan apartemen butuh biaya nya bukan?
"Tapi mah,aku di sini punya tempat tinggal ko..mamah tenang saja nya"Ucap sela lembut.
"Ayolah dek.. mumpung masih siang..kakak ingin kamu ke rumah kami "pinta sang kakak.
"Ets...hampir lupa..nama abang siapa?"Tanya sela dengan menahan ketawa dengan suara pelan.mana bisa adik kakak tak kenal satu sama lain kaya gini.
Seketika sang kaka langsung menjawab dengan tersenyum sama sama menahan tawanya.
"Ananda putra diana.. panggil saja ka nanda dek "jawabnya.
"Aku panggil bang nanda saja nya.. kebiasaan panggil abang soalnya" Ucap sela yang hanya di angguki bang nanda.
"Dan kalo..."ucapan sela terhenti dan melirik sang mamah dengan pelan.
Sang mamah yang langsung paham langsung saja menjawab nya dengan tersenyum lembut.
"Nama mamah Sinta andini sayang "
"Sinta andini...SA..bukan nya itu sinta andini juga "Gumam Reyhan teringat sesuatu.
"Apa yang kau bilang"Bisik angga yang mendengar nya.
"Nyonya..kalo tidak salah,nama nyonya seperti saya pernah dengar.. Yang pemilik perusahaan SA itu bukan" Ucap Rangga hati hati jika salah menebak.
Sinta pun otomatis mengangguk mengiyakan.
"APAAAA" Teriak semuanya karna terkejut melihat anggukannya.
Mana bisa mereka semua bisa melihat perusahaan yang sangat sangat tinggi itu..
Perusahaan SA kan perusahaan yang sangat berpengaruh di negaranya itu sendiri, walaupun berbeda negara dengan dirinya,tapi karena memang sangat berpengaruh seperti perusahaan bd,jadi bisa langsung di kenali.
Tapi mereka tidak tau jika sang pemilik itu atas nama seorang wanita, mungkin jika sang anak sering di sebutkan namanya, dan beberapa kali sering tersorot oleh awak media. Berbeda dengan sang pemilik aslinya yang tidak di ketahui sama sekali wajahnya.
"Kenapa dengan kalian"
"Be be benar itu mah" Gugup sela tak percaya... dengan sesekali mengerjapkan matanya.. Takut jika dirinya sedang bermimpi dan pendengaran sedang salah atau penglihatan yang kurang baik.
"Sudah jangan syok kaya gitu...itu punya kakek mu yang sudah tiada dan di wariskan ke mamah, kebetulan mamah juga anak satu satunya dari orang tua mamah sayang"Jelas sang mamah.
"iya sudah sana jika kamu tak Ingin pulang dulu,tapi hanya hari ini...besok lusa kita akan pulang..dan malam nanti kita bertemu lagi di apartemen mu sayang...mamah ada sesuatu untuk mu yang ingin kamu ketahui" lanjutnya membuat sela heran,tapi berbeda dengan yang lain yang terlihat biasa saja dan terluas acuh mengangkat bahu masing masing.
Dan paling membuat sela kesal.. Brian juga seperti itu seperti para abangnya yang lain.
"Ada apa sih?"
.
.
.
Bersambung 🍁