
"Ngapain dia juga kesini,apa dia mengikuti rey dan berencana yang tidak baik kepadanya "Ucap brian.
Mereka berdua tanpa basa basi langsung masuk ke restoran mencari bawahan sekaligus temannya itu.
*****
Di tempat lain, seorang pria yang di panggil ayah oleh kenzo sedang duduk di markas utama yang tadi rey dan pandi bertemu.
"Anak mereka berdua Ternyata masih hidup,ku pikir dia sudah mati waktu ke celakaan itu"Ucapnya.
"Sebaiknya aku ambil kembali kekuasaan markas ini darinya,sudah cukup selama beberapa tahun ini dia yang pegang"
"Nya,aku harus membunuhnya,jika dia sampai tau siapa yang membunuh ayahnya,bisa mati aku"
"jika aku tak bisa membunuhnya juga seperti waktu itu,sekarang aku harus berhasil membunuhnya sebelum dirinya tau kejadian sebenarnya "Lanjutnya dengan yakin.
*****
Kembali lagi ke restoran.
Brian dan kenzo sudah duduk bersama rey dan pandi yang tadi menunggunya dengan ke adaan di selimuti hawa dingin di antara mereka berempat,para anak buah yang melihat nya juga dapat merasakan hawa yang sedikit mencekam itu.
Terlihat brian yang selalu menatap kenzo dengan tajam, begitupula kenzo yang membalas tatapan nya.
"Bri,tenang kan dirimu, ingat,dia tidak bersalah dalam kecelakaan sela adikku"Bisik rey di telinga brian yang tak di gubris itu.
"Aku tau itu"Ucap brian.
"Bos, jangan marah kepadanya,dia tak mencari gara gara dengan mu sekarang"Bisik pandi di telinga kenzo yang hanya diam melihat Brian di depan nya.
Rey dan pandi saling melirik, seperti mengatakan.
"Gimana ini"Ucap mereka bersamaan dengan isyarat mata.
"Mana ku tau,kau yang menelepon dia duluan"Ucap rey dalam hati.
"Jangan menyalakan ku,kau juga sama meneleponnya bukan"Ucap pandi tak mau di salahkan.
"Apa kalian berdua tidak ada kerjaan sehingga berbicara tentang ku"Ucap Brian dan kenzo tiba tiba,yang membuat mereka yang ada di sana kaget Plus bingung.
"Kenapa kau mengikuti Ucapan ku hah"Bentak brian dan kenzo bersamaan.
"Tuh kan,kau mengikuti ku lagi"Ucapnya mereka berdua lagi lagi barengan.
"Kau yang mengikuti ku"Ucap Kenzo ngegas karena kesal.
"Enak saja aku mengikuti mu, kau yang selalu mencari gara gara dengan ku"Tolak brian tak terima.
"Apa bos kita bisa mendengar ucapan batin seseorang"Ucap anak buah mereka berdua pelan.
"Tidak tau,jika itu Sampai terjadi,itu sangat terdengar menyeramkan tapi juga hebat bukan"Jawab yang lain yang di angguki semuanya.
"Bos"Panggil pandi dan rey barengan.
"Hemm"Gumam mereka berdua sedang kesal.
"Apa kalian tak ingin tau kenapa kami berdua memanggil kalian kesini"Ucap rey.
"Hemm"Lagi lagi suar itu yang terdengar di mulut mereka.
Brian dan kenzo yang sempat sedikit berdiri duduk kembali dengan tenang seperti tidak terjadi apa apa barusan.
"Apa kami di sini saja bos"Tanya anak buah di belakang brian dan rey seperti mengingatkan.
"Kalian di sini saja,jika ada informasi dari sini, kalian semua yang memberitahu teman Kalian"Jawab rey.
"Kalian juga tetap di sini"Perintah pandi ke anak buahnya,lebih tepatnya,anak buah bos nya.
Brian yang sudah duduk tenang melihat rey di sampingnya,seperti di suruh menjelaskan apa yang terjadi.
Rey yang mengetahui tatapan itupun langsung berbicara apa yang akan dia katakan, seketika ruangan tersebut pun menjadi serius.
"Maaf bos dan tuan kenzo,apa kalian tak menyadari sesuatu hal yang aneh dengan pria kemarin malam itu"Ucap Rey yang di balas deheman brian dan kenzo.
"Jika aku tak penasaran,mana mungkin aku menyuruh nya"Ucap kenzo menunjuk pandi dengan meliriknya sebentar.
"Kalian sebaiknya agak menjauh dari sini"Perintah Brian ke arah semua anak buahnya maupun kenzo.
Anak buah pun langsung mundur menjauhi mereka semua,begitu pula anak buah kenzo yang ikut menjauh,ketika kenzo mengangguki ucapan brian ke arah mereka.
(Tempat ruangan mereka sekarang privasinya,jadi tidak ada seorangpun yang masuk, Kecuali mereka yang sudah memesannya)
"Jelaskan"Ucap brian serius.
"Brian,kau masih ingat ketika aku akan mencari informasi tentang nya,dan ternyata dia juga sama, dia sedang mencari hal yang sama dengan ku"Jelas rey.
"Intinya, bagaimana jika kita mencari sama sama saja,dan saling memberi tahu informasi tentang hal ini"Ucap pandi.
Brian dan kenzo yang mendengar hal itu saling melirik dengan tatapan aneh.
"Kenapa kau menyuruh nya mencari tentang ayah mu,bukan kah dia ayah mu seperti apa yang aku katakan"Tanya brian ke arah kenzo.
"Kenapa kau bertanya"Ucap kenzo.
"Jawab saja langsung"Bentak brian.
"Tenang, jangan marah bri, awalnya aku juga bertanya Begitu ke padanya karna sedikit heran"Ucap rey menunjuk pandi.
"Aku paham sekarang"Ucap Brian.
"Jadi intinya, kalian berdua mencurigainya juga bukan"Lanjut brian menatap pandi dan kenzo bergantian yang di angguki ke duanya.
"Aku sebenarnya tidak curiga,cuma sedikit heran ke ayahku, kenapa dia bisa bisa nya berusaha mencelakai mu, Bahkan dia juga tidak pernah melihatmu bukan, kenapa Ayah ku bisa melakukan hal itu"Heran kenzo.
"Jadi maksudnya,kau tidak tau kejadian ini"kaget rey dan brian.
"Sudah ku bilang tidak tau,kau bisa bisanya memukul dan ingin menembak ku malam itu"Ucap kenzo kesal.
"Tak masalah jika itu bukan salah mu,dan pukulan malam itu sebagai balasan Karna kau selalu menganggu wilayah ku"Balas brian santai.
"Apa kau bersedia jika apa yang mereka berdua katakan terjadi"Lanjut brian melirik rey dan pandi.
"Iya,aku berharap kalian kerja sama,aku dan pandi juga tak mendapat informasi tentang hal ini"Ucap rey.
"Ya,aku menerimanya,kau kerahkan mata mata,dan pencari informasi tentang ayah ku"Ucap kenzo.
"Walaupun dia ayahku,tapi seperti ada kejanggalan di antara kami"Lanjutnya.
"Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan begitu"Ucap brian,yang dapat anggukan kecil dari kenzo.
"Sekarang,kita sepakat,ini antara kita saja dan teman temanmu"Ucap brian dengan intonasi serius,begitupula yang lain.
"Kenzo,kau serumah dengan nya bukan"Tanya brian yang di angguki kenzo.
"Kau pantau,dan awasi dia ketika kalian berdua ada di rumah,rey dan pandi,kalian berdua cari seperti yang kalian kerjakan ketika mencari informasi"Lanjut brian yang di sepakati ketiganya.
"Terus kau bagian apa"Tanya kenzo pelan.
"Ya seperti yang kau lihat,aku kan banyak mata mata dan perintis data,biarkan saja mereka yang kerjakan "Jawab brian santai.
"Kau,benar benar"Geram kenzo.
Setelah di sepakati keduanya, mereka akhirnya berpencar pulang ke arah yang akan mereka tuju dengan arah yang berbeda.
*****
Malam pun tiba,sela yang sedang tertidur di tenda tiba tiba terbangun ketika mendengar suara pandi dan Kenzo dengan suara pelan dari luar.
"Bukannya itu suara mereka berdua, kapan mereka berdua ke sini"Gumam nya pelan.
"Bukankah tuan Kenzo bilang dirinya masih di mension,dan pandi masih ada kerjaan kan,dan kenapa juga malam malam begini mereka keluar"Lanjutnya dengan heran.
.
.
.
Bersambung 🍁