
Membuat dirinya saja menepuk jidat nya sendiri, kenapa mengatakan yang di luar dugaan ku... Bukan itu yang ingin di katakan..hadehh.
"Kamu bicara apa Sih dek?, bicara yang benar, kenapa ingin pulang saja harus meminta izin?" heran bang Nanda di seberang telepon.
"Bukan pulang ke rumah, tapi ingin ke apartemen abang sekarang" jawab sela.
"Benarkah sayang?, kamu ingin kesini sendiri kan?" Ucap sang mamah dengan gembira, pasalnya sela tak pernah mengunjungi tempat tinggal nya di negara ini dari pertama mereka datang.
Tanpa rasa heran dan menaruh curiga kenapa sela tiba tiba ingin ke sana, sang mamah dengan gembira nya segera berangkat untuk menjemput sela.
"Mau kemana mah?" Tanya bang han ketika melihat sang mamah keluar kamarnya, ya.. sekarang mereka berdua sedang berada di kamar Sinta, lebih tepat nya balkon kamarnya.
"Jemput adik mu lah, siapa lagi" jawabannya.
"Biar aku saja mah, mamah duduk saja di sini, biar aku yang jemput" pinta bang nanda membujuk sang mamah agar tetap di sini saja.
Dia bisa merasa jika ada sesuatu hal yang tak beres disini, mana mungkin sela tiba tiba saja ingin kesini menemuinya kan jika tak ada hal lain.
Sang mamah yang mendengar nya hanya menggeleng menolak permintaan sang putera nya itu.
Namun, beberapa kali dia menjawab permintaan nanda yang meminta tetap di sini, akhirnya bisa berhasil dengan alasan yang sangat ampuh bagi nanda, yaitu membuat makan malam sela saja setelah sela datang nanti.
"Yasudah kalo begitu.. sayang, kamu ingin makan sesuatu? Tanya sang mamah di telepon yang masih terhubung dengan sela dari tadi.
"Tidak usah mah,aku juga baru saja masak soalnya" Jawab sela dengan tak enak pada mamahnya, namun bagaimana lagi jika dia saja membuat makan malamnya sekarang, dan jika tidak di makan akan mu mubajir.
Namun karena tidak enak jika selalu menolak nya, sela meminta di buatkan makanan ringan saja buatan mamahnya, dia pikir jika makan makanan rumah akan terasa sangat enak, apa lagi ini mamahnya sendiri yang buat, dan belum pernah dia rasakan seperti apa rasa masakan nya.
"Mah, aku Ingin makan apa saja yang di buat mamah, tapi jangan untuk makan malam, bisa?" Tanya sela, entahlah... dia juga tidak tau perkataan sekarang, apa itu sopan atau malah sebaliknya, yang terpenting jangan membuat mamahnya sedih, itu saja.
"Tentu saja akan mamah buatkan" Jawab sang mamah terdengar sangat bergembira mendengar permintaan nya.
Setelah mengetakan itu, telepon akhirnya terputus, dengan sela yang memulai makanan nya sebelum ke apartemen sang mamah dan abangnya.
Begitu juga dengan sinta yang dengan lihainya sedang mengaduk sesuatu di dalam panci yang dia pegang, entah dia ingin membuat apa, yang jelas, dia sangat begitu senang dan sesekali mengoceh tidak jelas dengan senyuman di wajahnya.
Bang nanda sekilas melihat sang mamah dengan tersenyum melihat mamahnya yang terlihat sangat bersemangat sebelum keluar apartemen.
"Aku berangkat dulu mah" ucap Nanda sedikit berteriak, takut jika sang mamah tak mendengar karena terlalu asik dengan bahan bahan yang dia pegang.
"Iya, hati hati di jalan" Jawabnya.
Setelah mendengar jawaban dari sang mamah, Nanda akhirnya pergi dari apartemen itu untuk menjemput sela yang masih di apartemen miliknya.
Beberapa waktu kemudian, dia akhirnya sampai dan langsung bergegas ke dalam lift yang akan menghantarkan dirinya ke pintu di mana sela berada di dalamnya.
Dia langsung saja mengetuk pintu agar di bukakan oleh sela karena dia tidak tau mata sandi pintu tersebut, dan jika dia tau, mana mungkin juga dia main masuk begitu saja, apa lagi ini tempat adiknya.
Pertama kali yang sela menyuruh bang nanda masuk, sekalian menyuruh nya menunggu dirinya yang akan bersiap siap, sebenernya tidak ada yang harus di tunggu, sebab sela hanya membersihkan piring kotor bekas diri saja.
Setelah selesai, dengan otomatis menarik tas kecil yang selalu dia bawa ketika keluar rumah, tanpa mengganti pakaian, ataupun semacamnya.
Hanya pakaian yang siap di bawa tidur, lagi pula dia ingin ke tempat mamahnya sekarang, bukan untuk jalan jalan apalagi bepergian.
"Sudah?" Heran bang nanda melihat sela.
"Ayok "Ucap sela dengan menarik tangan sang abang keluar apartemen nya.
"Kenapa abang melihat aneh begitu, aku ini bukan ingin jalan jalan, ngapain harus ganti baju" lanjut sela seperti tau apa yang ada di pikiran bang nanda, apa lagi jika bukan mengangkut penampilannya.
Bang nanda hanya mengangguk paham saja dan mengikuti sela yang menariknya sampai keluar apartemen dan menaiki mobil nya.
Dengan di supiri dan sela sebagai pendamping di samping nya.
Mobil itu seketika menancapkan gas nya dengan kecepatan sedang, namun baru beberapa menit saja mereka berjalan, mobil yang bang nanda kendarai makin melambat, dan itu dapat di rasakan oleh sela.
Seketika sela melirik bang nanda yang sedang menyetir di samping ini.
Tanpa melihat nya, bang nanda langsung saja bertanya...
"Ada masalah?" ucapan yang keluar dari mulut nya setelah dari tadi hanya diam.
"Tidak ada, aku hanya ingin melihat mamah saja, rasa nya sangat rinduuuu sekali" Jawab sela dengan diiringi tertawa kecil sebagai tanda jika dia baik baik saja.
Namun itu malah terdengar sangat aneh dan geli di telinga Nanda. Sangat lebay ketika mendengar sela mengucapkan" sangat rinduuuu" di telinga nanda.
"Adek ku yang sangat cantik dan baik yang tiada tara namun sangat bodoh dalam berakting... Sebaiknya jangan memulai akting mu di depanku nya" Jawab nanda dengan nada seperti di buat lembut namun terkesan lebay, membuat sela malah tertawa mendengar nya.
"Apaan sih bang...aku ini gak lagi berakting tau, dan apa tadi, aku ini GAK BODOH tau" Ucap sela dengan di akhiri suara kesal.
Kenapa abang nya sendiri mengatakan bodoh seperti itu... pikir sela
"Ya, kau itu tidak bodoh, namun kau bodoh Karena berakting di depan abang mu yang super tampan ini.. dengan memasang wajah ceria dan suara yang di buat baik, itu bukan suatu kebiasaan alami mu dek" Jawab nanda dengan sesekali melirik sela di samping nya, dan kembali fokus menyetir melihat depan.
Sela yang mulai paham apa maksud bang nanda hanya diam, bang nanda benar, sela tak bisa berakting sekarang karena rasa khawatir dengan Brian malah semakin muncul setelah bang nanda datang ke apartemen nya tadi.
"Sebenarnya tidak terjadi apa apa bang..aku hanya merasa gimana gitu...aku saja tak bisa menjelaskan nya sekarang, seperti akan ada sesuatu hal terjadi" Jelas sela.
.
Bersambung 🍁