Mafia Boss Love Story

Mafia Boss Love Story
SELA INGIN BERTEMU SANG MAMAH



Brian memperkenalkan sela kepada semua orang siapa sela sebenernya, serta menjawab semua pertanyaan pertanyaan semua orang yang menurutnya harus di Jawab.


seperti, siapa sela?, kenapa dirinya tak memperkenalkan dari dulu, dan sebagainya, kecuali keluar sela yang tak di bicarakan oleh brian ketika salah satu dari mereka bertanya, melihat wajah sela yang mulai murung ketika mendengar nya, brian pun menyudahi pembicaraannya.


Setelah itu dirinya membawa sela pergi dari sana setelah menyuruh semua temannya mengurus semua orang yang sedang menikmati hidangan yang baru saja di siapkan oleh begitu banyak pelayan entah dari mana, Seperti sudah di persiapkan sebelum.


Di dalam mobil yang di kendarai Brian.


"Sudah, jangan di pikirkan pertanyaan yang tadi nya" Ucap Brian perhatian dengan menyetir, sesekali melihat sela yang tampak murung setelah dari acara tadi.


"Tapi tetap saja, jika di pikir lagi...aku memang gak punya keluarga dev hiks" Jawab sela pelan dengan diiringi suara tangisan di akhir kalimat.


Brian yang mendengar nya langsung menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan langsung menenangkan yang baru saja resmi jadi tunangan itu yang terlihat sangat sedih, sesekali mengusap air matanya.


Dia juga sedih jika mengingat tentang keluarga, orang tuanya juga sama seperti sela yang sudah tidak ada, bedanya... dirinya sedikit beruntung dari sela yang di tinggal kan mempunyai kekayaan yang tinggal dirinya kelola.


Tapi yang membuat sela penasaran, kemana orang yang sudah melahirkan nya?...Sejak ayah nya di nyatakan tewas, tidak ada yang membicarakan nya, apa dia tidak di temukan atau apa, bahkan dirinya saja tidak tau siapa ibunya.


"Dev" Panggil sela.


"Hemm"


"Apa aku boleh meminta sesuatu lagi darimu?"


"Katakan, jika aku bisa maka akan aku berikan"


"Tolong carikan ibu ku" Pinta sela pelan,namun terlihat sangat serius menatap brian, begitu juga sebaliknya.


"Apa maksudmu?"Heran Brian.


Sela akhirnya memberi tahukan Brian bahwa dirinya sangat ingin bertemu orang yang sudah melahirkan, dia juga memberitahu jika dirinya tidak tau siapa orang tersebut, bagaimana wajahnya, dimana tempat tinggalnya, mangkanya dia meminta brian mencarinya, mungkin karna dirinya masih sangat kecil ketika kecelakaan yang mene****an ayahnya.


Brian yang mendengar curhatan sela tentu saja kaget, bagaimana bisa sela tidak tau siapa orang tuannya.


"Apa kau tau ketika ayah mu.."Ucap brian pelan tak meneruskan ucapannya.


"Ibu mu?...,mmm maksudnya, apa kamu ingin menemukan ibumu, sungguh..." Tanya Brian.


Sela hanya mengangguk mengiyakan, jujur.. dirinya sangat ingin bertemu dan ingin tau siapa ibunya, kenapa dia tidak bertanggung jawab jika dia punya seorang putri yang harus dia jaga, memikirkan itu, sela lagi lagi sedih dan kecewa tentangnya.


"Apa kau bisa menemukan nya?" Tanya sela tersenyum cerah, berharap apa yang dia inginkan bisa di Jawab "nya" oleh brian dan di buktikan ucapan nya.


*****


"Nyonya...."Panggil seseorang yang baru saja datang di belakang seorang wanita yang sudah sedikit tua namun terlihat masih sangat cantik dan sangat terawat seperti bukan seisinya.


Wanita hanya menjawab dengan deheman sambil terus menatap lurus ke arah depan jendela yang memperlihatkan Langit malam yang sejuk dengan di hiasi bintang malam yang memberikan kesan indah di pandang.


"Aku ingin menemuinya, aku sangat merindukannya buk... sudah lama aku tak melihat nya, bahkan sangat sangat lama.."Ucapan itu yang keluar dari sang wanita dengan terdengar sedih, tanpa melihat sang pemanggil yang ternyata seorang wanita seperti dirinya.


Sang wanita di belakang nya hanya bisa melihat nyonya nya yang sangat merindukan seseorang yang sangat di sayangi di dalam hanti nya...


Dia seperti bisa merasakan apa yang nyonya rasakan saat ini, dia pun mendekati nya dan memeluk sang wanita tersebut yang dia anggapnya nyonya.


"Sudah nyonya...jika anda ingin menemuinya, anda bisa kapan saja menemuinya.. anda juga bisa membawanya ke rumah nyonya bukan?" ucapnya menyemangati.


"Dia tidak tau...dan aku takut jika dia melihat ku akan membenciku buk..."Lagi lagi wanita itu sedih, bahkan sekarang setetes air mata jatuh di mata indahnya walaupun sudah tua.


"Aku jamin... dia itu baik... hanya saja tidak dengan nasibnya" Ucap wanita yang sedang menyemangati, dan hanya di balas anggukan kecil dari sang nyonya.


.


.


.


Bersambung 🍁