
Tapi sebelum mereka berdua masuk, Brian sempat mengatakan akan mengajaknya keluar sebentar.
****
Setelah tadi makan malam, mereka berdua sekarang berada di salah satu tempat, dimana tempat ini salah satu kesukaan dari sela sendiri, dan itu di ketahui oleh Brian sebagai kekasih nya sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang ini, yaitu sebuah pantai.
Tapi ada yang aneh tentang hal ini, pasalnya sela tak suka jika ke pantai malam malam begini, yang dia suka hanyalah ketika siang atau sore.
Mereka berdua sedang berjalan jalan mengikuti pasir putih yang mengelilingi air laut dengan saling bergandengan tangan dengan muka sela yang mulai tak enak di pandang jika di lihat, berbanding terbalik dengan brian yang sedang tersenyum cerah dengan sesekali menatap sela di sampingnya.
Sedangkan mobil yang mereka pakai tadi di tinggal kan begitu saja di belakang.
"Sebenernya kita mau kemana dev?" Tanya sela kesal. Pasalnya bukan hanya malam malam ke pantai yang dia tidak suka, dirinya juga di buat heran dan aneh, pasalnya suana nya sangat lah gelap tanpa penerangan sama sekali, dengan di tambah memakai pakaian Yang cukup indah di pakai jika keadaan tidak seperti ini untuk mereka berdua.
Berian yang mendengar nya hanya tersenyum menanggapi.
"Di sini sangat sepi dev, tidak ada orang, bahkan kita tidak melihat apapun disini" Lanjut sela lagi memerhatikan sekitar.
Baru saja ucapan sela berhenti, dari arah depan terlihat lampu menyala secara berurutan seperti sedang menyambut kedatangan mereka berdua, dengan di susul di semua sisi mereka berdua dengan penerangan hingga terpampang sekitarnya dengan sangat indah dengan di padukan dekorasi bertema bunga mawar.
Sela yang melihat itu otomatis menutup mulutnya sendiri karena kaget dan kagum melihat sekelilingnya, yang tadinya gelap tanpa apapun, sekarang seketika berubah menjadi hal yang sangat indah menurut nya.
"Ayok" Ajak brian menarik tangan sela berjalan ke depan dengan di hiasi lampu lampu kecil di sekitar nya.
Sela hanya menurut dan mengikuti arah Brian yang pasti dia yakini akan membawanya ke ujung lampu di sekelilingnya.
"Wah dev, tempat apa ini..." Kagum sela ketika sampai di ujung, seperti akan di adakan sebuah acara yang sangat meriah saja.
"Apa kau suka?" Tanya brian memeluk sela dari belakang dengan tersenyum menatap wajah sela yang sangat cantik, dengan cahaya lampu sekitar dan angin pantai yang menerpa wajahnya.
Dengan di jawab anggukan dari sela dengan membalas senyuman dari Brian.
"Aku sangat suka, Tapi acara siapa ini, kenapa kau membawaku kesini dev.." Ucap sela.
"Ini semua untuk mu" Jawab brian tanpa melepaskan pelukannya dengan membalikan badan sela mejadi membelakanginya.
"Untukku?.." Heran sela yang di jawab deheman Brian.
Tiba tiba... terlihat sepasang cincin berlian berwarna biru cerah terpampang di penglihatan sela yang lagi lagi membuat dirinya kaget, Karna cincin tersebut di pegang oleh tangan Brian.
"Mungkin aku tak bisa berkata manis dan selalu membuat mu kesal, padahal semua orang tau jika mereka melihat kita berdua. Aku selalu manis padamu" Ucap brian di iringi nada bercanda di akhir kalimat nya dengan tertawa kecil Begitu juga sela yang mendengar nya.
"Disini...aku ingin kau menerima ku sebagai tunangan ku, bukan kekasihku, apa kau menerima ku sebagai tunangan mu dan calon suamimu kelak" Lanjut Brian setelah sela berbalik arah menatapnya.
Sela tampak terdiam sesaat.. sebelum akhirnya terdengar suara teriakan Begitu banyak orang di sekitar mereka berdua yang tadi tak mereka dua lihat, Bahkan semua orang yang di panggil abang oleh Sela ternyata juga ada (Jonathan, Rey dan Angga) yang ikut meneriaki..
TERIMA
TERIMA
TERIMA
Mereka semua yang tak lain dan tak bukan adalah semua pegawai dan klien yang bekerja sama dengan Brian yang menurut nya baik dan dekat dengan nya ketika bekerja.
Sela seketika tersenyum cerah dengan mengangguk sebagai jawaban bahwa dirinya setuju.
Brian langsung saja melingkarkan cincin berlian itu di jari sela dengan perasaan bahagia yang dia rasakan.
Tepukan dan sorakan kembali terdengar ketika kedua cincin tersebut sudah terpasang di jari yang seharusnya.
"Terimakasih sudah menerima ku, dan aku mohon jangan pergi dariku jika tanpa izinku" Ucap Brian.
" Terimakasih dev" Ucap sela tiba tiba menangis terisak yang membuat brian langsung khawatir, begitu juga dengan para abangnya yang langsung mendekati mereka berdua.
"Ada apa dik... kenapa menangis?... ada apa?" khawatir mereka semua.
Sela yang mendengar nya seketika terhenti dan memukul semua lengan abangnya yang seketika refleks merintih walaupun tak terasa sakit sama sekali.
"Auh, kenapa memukul abang dek"
"Ini menangis karena aku bahagia... terimakasi dev karna sudah memilih ku, padahal kau bisa memilih gadis mana yang kau sukai di luaran sana, aku sangat mencintaimu dev, sangat.." Ucap sela lagi dengan di peluk Brian kembali.
"Sudah jangan menangis lagi sayang, aku lebih sangat sangat mencintaimu" Ucap Brian mengusap air mata sela.
Semua orang yang melihatnya ikutan bahagia seperti apa yang di rasakan sepasang kekasih itu yang resmi bertunangan di hadapan mereka berdua, padahal mereka cukup heran ketika melihat seorang gadis yang dibawa Brian.
Pasalnya semua orang tau jika brian Devano tak pernah membawa seorang gadis manapun, entah di sebuah acara perjamuan, pernikahan Klien nya, apalagi di sebuah perusahaan.
"Aku sudah bilang bukan!! jangan sampai ada yang tau tentang hubungan kita devan!!.." Kesal sela melepaskan pelukannya dari Brian ketika mengingat perjanjian mereka berdua jika tak boleh ada yang tau tentang hubungan nya.
Tapi apa ini, bukan hanya satu atau dua orang yang sela lihat, bahkan jika Ingin dia hitung, mungkin ada sekitaran dua ratusan orang yang mengelilingi mereka berdua.
"Aku ingin semua orang tau jika kau itu pasangan ku sayang" Jawab Brian.
"PERHATIKAN UNTUK SEMUA NYA" Lanjut Brian melihat ke arah kerumunan.
.
.
.
Bersambung 🍁