
"Aneh"Ucap pelan sela.
"Apa ada sesuatu?"Tanya kenzo.
"Tidak ada tuan"Jawab sela.
Mereka berdua akhirnya duduk kembali dengan tenang,sambil menunggu sebentar lagi akan waktu nya makan siang dan menunggu kakaknya sela yang tadi ingin berusaha bertemu kenzo.
Sedangkan di tempat lain,brian yang sedang di perusahaan mengetahui keberadaan sela melalui alat pelacak yang dia simpan di kalung terakhir yang dia berikan kepada sela, tanpa di ketahui sang pemakai, tinggal membuka GPS di handphone nya saja untuk melihat.
Di tambah juga dirinya menyuruh orang orang ya untuk mengikuti sela tanpa di ketahui, seperti pelayan tadi yang ternyata salah satu suruhan brian,dan supir tadi yang membawa mereka pun sama,dia menyamar sebagai pegawai di perusahaan kenzo daraga.
"Aku membiarkan mu bersama nya hanya kau bekerja dengan nya sayang,bukan untuk hal lain, walaupun hanya memegang tangan nya saja"Ucap brian.
Tok tok tok' suara pintu ruangan nya di ketuk seseorang.
"Masuk"Ucapnya.dan langsung terbuka
"Tuan ada yang perlu di tanda tangani"Ucap Han masuk menghampirinya.
Brian pun mentanda tangani dokumen yang han berikan tanpa membacanya kembali, dia sangat percaya dengan sekertaris sekaligus temanya itu.
Kembali ke restoran...
Waktu sudah menunjukan pukul 11:45, waktu makan siang untuk semua orang,anak kecil,remaja,atau orang dewasa.
Begitu pula dengan sela dan kenzo, mereka berdua sudah memesan makanan di restoran tersebut sesuai selera, sekaligus minumannya yang baru saja tersedia di atas meja ketika dua pelayan membawa dan menaruhnya.
"Selamat di nikmati tuan nona"Ucap pelayan.
"Iya, makasih"Jawab sela ramah.
Setelah mendengar jawaban sela, kedua pelayan itu akhirnya pamit pergi meninggalkan sela dan kenzo disana.Tapi pelayan tersebut ternyata tak benar benar pergi, mereka berdua berdiri agak jauh dari meja tersebut dan terus melihat kedua nya, seperti sedang menjaga dan memerhatikan sela.
Sela yang baru saja ngin memakan makanannya terhenti ketika teringat brian.
"Devan"gumam nya pelan,dan langsung mengirim pesan ke handphone brian beberapa kali.
Ting' ting' pesan terkirim.
Brian yang sedang mengerjakan pekerjaan seketika terhenti ketika mendengar ada pesan masuk,dan langsung membaca nya.
"Devan"
"Devan, apa kau sudah makan?"
"Apa kau sedang sibuk, ini sudah waktunya makan siang, jangan lupa"
Brian hanya tersenyum membacanya,dia memang selalu lupa jika sedang bekerja semenjak sela tak dia temukan karna sibuk mencarinya.diapun membalas pesannya.
"Iya sayang, kau tenang saja,Apa kamu masih di restoran?, apa kamu juga sudah makan?"
"Iya"
Brian yang ingin memastikan jika sela tak berbohong, diapun melihat laporan dari anak buahnya yang menjadi pelayan di restoran yang di tempati sela sekarang melalui handphone yang lain, sedangkan handphone yang dia pakai khusus untuk sela dan melacak lokasinya.
"Jangan berbohong,aku bisa melihat mu jika kamu berbohong padaku sayang"Ucap brian membaca laporan ank buahnya.
Sela tambah merasa aneh dengan brian ketika mendengar nya,dan melihat kanan kiri,dan matanya tertuju ke dua pelayan ang masih di sana seperti sedang memerhatikan nya, tapi dengan cara agar tidak ketahuan olehnya.Tapi itu sungguh terlihat dan di curigai oleh sela.
"Hah,dia itu benar benar"Helaan nafas dari sela.
"Sudah kuduga,mana mungkin dia mengetahui semua tentang ku"Lanjut sela.
Dia mengetik pesan Kembali dan mengirim nya ke brian.
"Sebaiknya kau jangan membuang uang mu dengan membayar orang hanya untuk mengikuti ku dev"Balas sela,dia pikir orang yang brian bayar,dia tidak tau saja jika dia anak buah dari kelompok diamond.
Brian membaca,dan membalasnya.
"Aku tidak membuang uangku jika untuk mu"
"Hah😔, menasehati tidak ada gunanya ternyata"
"Lain kali jangan seperti ini lagi dev,aku juga udah besar 😤"Lanjut sela.
"Ya aku tau, sudah kau makan siang saja dulu, jangan menyuruh ku tentang hal ini"Balas brian.
"Tapi aku juga tidak akan cari pacar lagi kok dev, tenang saja, jadi tidak perlu orang orang bayaran mu"Balas sela.
"Aku juga tau itu"Balas brian.
Sela hanya bisa diam membaca nya tanpa melihat kenzo di depannya yang sedang melihat ya dari tadi chattingan.
Tapi sela lagi lagi hanya tersenyum ketika melihat Kenzo yang sedang menatap nya.
"Haha,maaf tuan"Ucap sela tak enak,yang hanya dapat anggukan kecil dati Kenzo.
Mereka berdua akhirnya makan siang bersama dengan keadaan tenang.
Begitu pula dengan brian yang juga memesan makanan di restoran dengan ruangan privasi dengan di temani sang sekertaris nya,han.
Tidak memakan waktu cukup lama untuk memakan makanannya, sela dan kenzo akhirnya selesai,dan pelayanan pun langsung membereskan nya kembali ketika mereka di panggil oleh kenzo.
"Masih jam 1 siang"Ucap kenzo melihat arlojinya.
"Iya,apa kita disini saja atau pulang ke perusahaan tuan"Tanya sela.
"Kita tunggu saja"Jawab kenzo.
"memangnya apa yang akan dia bicarakan,apa kau menanyakan nya"Lanjut nya Kenzo bertanya.
"Maaf tuan, saya tadi tak sempat bertanya"Jawab sela.
"Gimana aku bertanya jika pikiran ku takut jika dia ingin memintaku pulang kerumah paman"Lanjut sela.
Dia memang menyayangi keluarga pamannya, Karna hanya itulah keluarga yang satu satunya dia punya Sekarang, walaupun keluarga itu tak memperlakukannya seperti keluarga pada umumnya.
Tapi dia berpikir lagi, jika dia takut, kapan dia akan terbebas dari keluarga pamannya itu,dan untuk apa dia bekerja dari perusahaan besar jika dia tidak tunjukan kepada mereka semua, jika dia bisa tanpa di bantu mereka.
Ting' suara pesan masuk dari handphone sela.
"Iya,ada apa?"Balas sela ketika membaca pesannya dari pegawai kantor daraga.
"Nona itu Kembali lagi,dan dia meminta pertemuan nya di majukan jadi sekarang,gimana sekertaris sela?"
"Bilang padanya, kami tunggu di restoran yang sudah di tentukan tadi"Balas sela.
Pegawai itupun memberitahukan kepada salsa yang sedang di hadapan nya.
"Bisa nona, dan anda sekarang sedang di tunggu di restoran tadi"ucapnya.
Tanpa mengucapkan terimakasih, salsa langsung saja keluar perusahaan itu dan mengendarai mobilnya menuju tujuan nya.
"Sombong sekali dia"Ucap pegawai itu sedikit kesal.pegawai yang menghampirinya pun ikut menimpali.
"Iya, aku juga melihat nya tidak suka"ucapnya.
"Etssh, jangan ngobrol,waktu istirahat sudah selesai"Peringatan dari atasan dari mereka (bukan bos nya).
"Iya pak"Jawab serentak mereka berdua,dan mengerjakan tugas mereka masing masing.
Di restoran..
Masih di hari dan waktu yang sama, hanya sudah lewat beberapa menit sela dan kenzo duduk menunggu, sebenarnya bukan kebiasaan kenzo menunggu, biasanya seseorang yang menunggu dirinya,tapi hanya karna sekalian tadi makan siang saja.
Tok tok tok 'cklek' suara ketukan pintu dari luar fan terbuka
"Selamat siang tuan,apa kami berdua kelamaan"Ucap orang tersebut yang batu datang.
.
.
.
Bersambung 🍁